Kamus Obat

Ampicillin (Ampisilin)

March 13, 2021 | Arin Khurota | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Ampicillin (ampisilin) merupakan golongan antibiotik turunan penisilin yang memiliki kinerja spektrum luas. Obat ini dapat diberikan untuk mengatasi sejumlah infeksi bakteri, baik bakteri gram negatif atau gram positif.

Ampicillin dipatenkan pada 1958 dan mulai digunakan untuk keperluan medis pada 1961. Kini, obat ini telah masuk dalam Daftar Obat Esensial Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Berikut informasi selengkapnya mengenai ampicillin, manfaat, dosis, cara minum, serta risiko efek samping yang mungkin terjadi.

Untuk apa obat ampicillin?

Ampicillin adalah antibiotik yang digunakan untuk mengobati infeksi bakteri pada telinga, hidung, tenggorokan, paru-paru, kulit, kandung kemih dan alat kelamin.

Obat ini juga dapat digunakan untuk mencegah infeksi bakteri Streptococcus grup B pada bayi baru lahir. Selain itu, ampicillin juga digunakan untuk mencegah dan mengobati infeksi meningitis, salmonellosis, dan endokarditis.

Ampicillin sudah tersedia sebagai obat generik yang bisa kamu dapatkan di beberapa apotek. Obat ini umumnya digunakan melalui mulut (per oral) atau melalui suntikan (parenteral).

Apa fungsi dan manfaat obat ampicillin?

Ampicillin berfungsi sebagai agen antibakteri yang akan bekerja merintangi pembentukan sistesis dinding sel bakteri, sehingga sel bakteri tumbuh dengan dinding sel tidak sempurna yang akhirnya menyebabkan dinding sel bakteri pecah.

Biasanya obat akan bekerja maksimal 1 hingga 2 jam setelah diminum. Untuk sediaan parenteral biasanya dapat bekerja lebih cepat. Umumnya ampicillin diberikan untuk mengobati beberapa kondisi berikut:

Endokarditis

Ampicillin merupakan salah satu antibiotik yang direkomendasikan untuk pengobatan endokarditis enterococcal. Obat biasanya digunakan bersama dengan kombinasi aminoglikosida, seperti streptomisin dan gentamisin.

Selain itu, obat ini juga dapat diberikan untuk pengobatan endokarditis yang disebabkan oleh stafilokokus, streptokokus, E. coli, P. mirabilis, atau Salmonella.

Selain untuk pengobatan, obat ini juga dapat diberikan sebagai pencegahan endokarditis bakteri streptokokus pada pasien yang menjalani prosedur gigi tertentu.

Meskipun beberapa ahli medis lebih merekomendasikan amoksisilin oral. Obat ampicillin dapat diberikan sebagai obat pengganti apabila pasien tidak dapat mengonsumsi obat oral.

Pemberian obat kombinasi biasanya harus diketahui apakah penyebab infeksi sudah resistensi terhadap ampicillin. Apabila demikian, maka pemberian obat gentamisin dengan kombinasi agen lain dapat direkomendasikan.

Oleh karena itu, penting untuk kamu ketahui bahwa obat ini atau antibiotik lain harus kamu minum hingga dosis habis. Meskipun kamu sudah merasa sembuh, obat yang tersisa harus kamu minum untuk mencegah resistensi bakteri.

Meningitis

Ampicillin juga digunakan untuk mengobati meningitis karena infeksi bakteri Neisseria meningitidis, Streptococcus agalactiae, Listeria monocytogenes, E. coli, H. influenzae, dan S. pneumoniae.

Obat ini juga menjadi obat pilihan untuk pengobatan meningitis S. agalactiae pada bayi baru lahir. Namun, obat ampicillin tidak boleh digunakan sendiri dan harus dikombinasikan dengan agen lain.

Biasanya obat terapi utama diberikan kombinasi dengan aminoglikosida, misalnya gentamicin melalui suntikan intravena. Golongan obat penicillin akan diberikan setelah respons pengobatan awal tercapai.

Selain dengan gentamisin, kombinasi dengan kloramfenikol biasanya juga digunakan, terutama untuk mengobati S. pneumoniae yang rentan terhadap penisilin.

Infeksi saluran pernapasan

Ampicillin dapat digunakan sebagai pengobatan infeksi saluran pernapasan yang disebabkan oleh Staphylococcus aureus, Streptococcus, S. pyogenes, atau H. influenzae.

Umumnya obat ini tidak boleh digunakan apabila obat penisilin masih efektif untuk pengobatan infeksi streptokokus atau stafilokokus. Obat juga tidak boleh digunakan sendiri untuk infeksi pernapasan ketika H. influenzae ketika mungkin terjadi resistensi.

Infeksi saluran kemih

Ampicillin dapat diberikan untuk pengobatan infeksi saluran kemih yang disebabkan oleh bakteri Enterococci yang rentan, E. coli, atau Proteus mirabilis.

Beberapa ahli berpendapat bahwa obat ini cukup efektif untuk infeksi saluran kemih karena konsentrasi dalam urine yang tinggi. Namun, pertimbangan lain perlu diperhatikan karena kemungkinan resistensi yang membuat obat tidak bekerja.

Infeksi gonore

Ampicillin juga dapat diberikan untuk mengobati infeksi gonore akut tanpa komplikasi (anogenital dan uretra). Penyakit ini biasanya disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae yang rentan.

Namun, ampicillin hanya dapat diberikan untuk beberapa infeksi gonore saja. Centers for Disease Control and Prevention tidak merekomendasikan obat ini untuk infeksi gonore uretritis gonokokal. Hal ini karena adanya risiko resistensi bakteri terhadap obat-obatan penisilin.

Pertusis

Ampicillin telah digunakan untuk mengobati dan mencegah infeksi paru sekunder pada pasien dengan pertusis (batuk rejan). Namun, obat ini mungkin tidak dapat mencegah berkembangnya gejala pertusis.

Oleh karena itu, biasanya dalam pengobatan juga diberikan antibiotik eritromisin. Selain untuk memperpendek berkembangnya gejala, kombinasi dengan eritromisin juga dapat mengobati tahap katarak pada pertusis.

Demam tifoid

Ampicillin juga dapat digunakan sebagai obat alternatif untuk pengobatan demam tifoid (demam enterik) yang disebabkan oleh Salmonella typhi. Selain itu, beberapa obat pilihan lain, termasuk sefalosporin generasi ketiga (seftriakson, sefotaksim) atau fluoroquinolon (ciprofloxacin, ofloxacin).

Obat ini juga direkomendasikan untuk mengobati gastroenteritis yang disebebkan oleh bakteri Salmonella yang rentan. Namun, sebelum diberikan pengobatan, kamu sebaiknya melakukan diagnosis lebih dulu untuk menentukan penyebab gastroenteritis.

Infeksi bakteri Shigella

Ampicillin juga digunakan untuk mengobati infeksi gastrointestinal yang disebabkan oleh bakteri Shigella yang rentan. Gejala utama infeksi Shigella adalah diare yang seringkali berdarah.

Antiinfeksi umumnya diindikasikan yang juga harus disertai resusitasi cairan dan elektrolit untuk infeksi shigellosis parah. Apabila ampicillin diketahui telah resisten terhadap bakteri, maka dapat diberikan fluoroquinolones, ceftriaxone, atau kotrimoksazol.

Merek dan harga obat ampicillin

Obat ini telah beredar di Indonesia dengan beberapa merek terdaftar. Beberapa merek obat ampicillin yang telah beredar adalah Ambiopi, Amcillin, Phapin, Rampicillin, Sanpicillin, Ampimax, dan lainnya.

Kamu mungkin memerlukan resep dokter untuk bisa menebus obat ini. Berikut ini informasi mengenai beberapa merek obat ampicillin beserta harganya:

Obat generik

  • Ampicillin tablet 500mg. Sediaan tablet generik yang diproduksi oleh Novell Pharma. Obat ini bisa kamu dapatkan dengan harga Rp723/tablet.
  • Ampicillin tablet 500mg. Sediaan tablet generik yang diproduksi oleh PT Kimia Farma. Obat ini bisa kamu dapatkan dengan harga Rp840/tablet.
  • Ampicillin 1000mg Injeksi. Sediaan parenteral (suntikan) yang diproduksi oleh Phapros. Obat ini bisa kamu dapatkan dengan harga Rp18.569/pcs.
  • Ampicillin 500mg capl. Sediaan kaplet generik yang diproduksi oleh Holi Farma. Obat ini bisa kamu dapatkan dengan harga Rp616/tablet.

Obat paten

  • Supramox 125mg/5mL Dry Syrup. Sediaan sirup kering mengandung ampicillin trihidrate 125mg. Obat ini diproduksi oleh Meprofarm dan bisa kamu dapatkan dengan harga Rp28.552/botol.
  • Bactesyn 375mg tablet. Sediaan tablet mengandung ampicillin dan sulbactam yang diproduksi oleh Kalbe Farma. Obat ini bisa kamu dapatkan dengan harga Rp30.685/tablet.
  • Binotal tablet 500mg. Sediaan tablet mengandung ampicillin trihydrate yang diproduksi oleh Bayer Schering Pharma. Obat ini bisa kamu dapatkan dengan harga Rp5.331/tablet.
  • Sanpicillin Dry Syrup 60mL. Sediaan sirup kering yang diproduksi oleh Sanbe Farma. Obat ini bisa kamu dapatkan dengan harga Rp11.706/botol.

Bagaimana cara minum obat ampicillin?

Baca dan ikuti petunjuk cara minum serta dosis yang ada pada label resep obat sesuai ketentuan yang diberikan oleh dokter. Jangan gunakan obat dalam dosis lebih besar atau lebih kecil dari yang direkomendasikan.

Minum obat tablet dengan segelas air putih. Obat jangan dihancurkan, dikunyah, atau dilarutkan tanpa ada perintah dari dokter. Konsultasikan dengan dokter apabila kamu kesulitan menelan tablet.

Kocok suspensi oral (sirup) sebelum kamu mengukur dosis. Gunakan sendok dosis atau pengukur dosis lain yang disertakan dalam obat. Apabila kamu tida memiliki alat pengukur dosis, tanyakan pada apoteker cara mengukur dosis obat yang tepat.

Obat sebaiknya diminum saat perut kosong, yaitu setidaknya 30 menit sebelum atau 2 jam setelah makan.

Minum obat secara teratur untuk mendapatkan efek terapi yang maksimal. Hal ini juga akan membantu kamu untuk lebih mudah mengingat waktu minum obat.

Apabila kamu lupa minum, segera minum obat apabila waktu minum obat berikutnya masih lama. Lewati dosis apabila telah tiba waktu minum obat dosis selanjutnya. Jangan menggandakan dosis obat yang terlewat dalam satu waktu minum obat.

Jika kamu menggunakan obat ini untuk mengobati kencing nanah, dokter mungkin juga akan menguji kamu untuk kemungkinan infeksi sifilis, atau penyakit menular seksual lainnya.

Jika kamu menggunakan obat untuk perawatan jangka panjang, kamu mungkin perlu rutin untuk memeriksakan fungsi ginjal, fungsi hati, dan sel darah.

Minum obat hingga dosis penuh obat habis. Menghentikan pengobatan sebelum dosis penuh tercapaiakan berisiko terjadinya resistensi bakteri. Tetap minum obat meskipun kamu merasa sudah sembuh.

Kamu juga tidak menggunakan obat ampicillin untuk mengobati infeksi virus. Obat ini hanya bisa digunakan untuk mengatasi infeksi bakteri sehingga tidak akan efektif untuk mengobati infeksi virus.

Obat ampicillin mungkin dapat memengaruhi hasil tes medis tertentu. Beritahu kepada dokter yang akan merawat kamu bahwa kamu menggunakan obat ini.

Setelah digunakan, simpan ampicillin pada suhu kamar jauh dari kelembapan dan panas matahari. Jaga agar botol tetap tertutup rapat saat tidak digunakan.

Berapa dosis obat ampicillin?

Dosis dewasa

Suplemen dalam terapi sistemik untuk pengobatan infeksi

  • Dosis yang diberikan secara intraartikular: 500mg setiap hari.
  • Dosis yang diberikan secara intraperitoneal: 500mg setiap hari.
  • Dosis yang diberikan secara intrapleural: 500mg setiap hari.

Untuk meningitis yang diberikan secara suntikan intravena

Dosis lazim: 2 gram tiap 6 jam.

Infeksi saluran empedu, bronkitis, endokarditis, gastroenteritis, listeriosis, otitis media, infeksi streptokokus, dan peritonitis

Dosis lazim: 0,25 gram hingga 1 gram tiap 6 jam.

Demam tifoid dan paratifoid

Dosis lazim: 2 gram dikombinasikan dengan 1 gram probenesid sebagai dosis tunggal. Pengobatan pada wanita dianjurkan untuk diulang.

Infeksi saluran kemih

Dosis lazim: 500mg tiap 8 jam.

Dosis anak

Untuk terapi sistemik untuk pengobatan infeksi dapat diberikan dosis setengah dari dosis lazim orang dewasa bagi anak usia kurang dari 10 tahun.

Untuk meningitis yang diberikan secara suntikan intravena, dapat diberikan dosis 150mg perkg per hari yang diberikan dalam dosis terbagi.

Sementara, infeksi saluran empedu, bronkitis, endokarditis, gastroenteritis, listeriosis, otitis media, infeksi streptokokus, dan peritonitis. Dosis dapat diberikan setengah dari dosis lazim orang dewasa untuk anak usia kurang dari 10 tahun.

Apakah ampicillin aman untuk ibu hamil dan menyusui?

U.S. Food and Drug Administration (FDA) memasukkan ampicillin dalam golongan obat kategori kehamilan B.

Studi klinis pada hewan percobaan telah menunjukkan bahwa obat ini tidak menunjukkan risiko merugikan pada janun. Namun, belum ada penelitian yang memadai pada wanita hamil.

Obat ini telah diketahui dapat terserap dalam ASI sehingga mungkin dapatkan memengaruhi bayi yang sedang menyusui. Namun, beberapa ahli kesehatan menyatakan bahwa ampicillin aman dikonsumsi oleh wanita hamil atau ibu menyusui.

Konsultasikan lebih lanjut dengan dokter mengenai keamanan penggunaan obat sebelum mengonsumsi ampicillin, terutama saat kamu sedang hamil atau menyusui.

Apa efek samping obat ampicillin yang mungkin terjadi?

Hentikan pengobatan dan konsultasikan segera dengan dokter apabila muncul reaksi efek samping berikut setelah kamu mengonsumsi ampicillin:

  • Tanda-tanda reaksi alergi, seperti gatal-gatal, sulit bernapas, bengkak pada wajah atau tenggorokan
  • Reaksi kulit yang parah, termasuk demam, sakit tenggorokan, mata terbakar, nyeri kulit, ruam kulit merah atau ungu dengan kulit melepuh dan mengelupas.
  • Sakit perut yang parah
  • Diare berair atau berdarah, bahkan setelah beberapa bulan sejak dosis terkahir kamu minum ampicillin
  • Mulut lecet, muncul bisul, atau nyeri
  • Ruam kulit kemerahan, atau gatal
  • Demam, menggigil, sakit tenggorokan, kelenjar bengkak, nyeri sendi, atau tidak enak badan
  • Kulit pucat
  • Tangan dan kaki terasa dingin
  • Merasa pusing atau sesak napas.

Efek samping umum yang mungkin terjadi dari penggunaan ampicillin, antara lain:

  • Mual, muntah, sakit perut, atau diare
  • Ruam, lidah bengkak atau menghitam
  • Vagina gatal atau keluar cairan.

Peringatan dan perhatian

Kamu tidak boleh menggunakan ampisilin jika memiliki riwayat alergi terhadap ampisilin atau antibiotik serupa, seperti amoksisilin, diklooksasilin, nafcillin, atau penisilin.

Beritahu dokter mengenai riwayat kesehatan tertentu yang kamu miliki, terutama:

  • Diabetes
  • Demam karena alergi musiman
  • Asma
  • Diare akibat minum antibiotik
  • Penyakit ginjal
  • Alergi terhadap antibiotik sefalosporin
  • Demam kelenjar (sejenis infeksi virus)
  • Mononukleosis menular (penyakit karena infeksi virus)
  • Leukemia limfatik (sejenis kanker darah dan sumsum tulang)
  • Infeksi HIV

Jika kamu adalah penderita diabetes, ampicillin bisa mengganggu hasil tes urine untuk gula. Diskusikan dengan dokter bagaimana cara memantau tes urine saat minum obat ini.

Beritahu dokter sebelum menggunakan obat ini saat kamu sedang hamil atau menyusui. Kamu juga jangan berikan obat kepada anak-anak tanpa ada arahan dari dokter.

Ampisilin dapat membuat pil KB kurang efektif. Tanyakan kepada dokter mengenai penggunaan KB non hormonal, seperti kondom, diafragma dengan spermisida, untuk mencegah kehamilan.

Beri tahu dokter apabila kamu baru saja divaksinasi. Jangan menerima vaksinasi apapun tanpa terlebih dahulu bertanya kepada dokter.

Interaksi dengan obat lain

Beri tahu dokter dan apoteker apabila kamu menggunakan obat-obatan berikut ini saat akan mengonsumsi ampicillin:

  • Obat untuk asam urat, misalnya probenesid, allopurinol, sulfinpyrazone
  • Obat-obatan untuk mengobati kanker, misalnya metotreksat
  • Obat-obatan yang digunakan untuk mencegah dan mengobati malaria, misalnya klorokuin
  • Warfarin (obat pengencer darah)
  • Antibiotik lain misalnya tetrasiklin, kloramfenikol, eritromisin
  • Pil KB

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Download di sini untuk berkonsultasi dengan mitra dokter kami.

Reference

National Center for Biotechnology Information (NCBI), diakses pada 24 Februari 2021, Ampicillin | C16H19N3O4S – PubChem

Drugsite Trust, diakses pada 24 Februari 2021, Ampicillin Monograph

Healthline Media, Inc, diakses pada 24 Februari 2021, Ampicillin: Side Effects, Dosage, Uses, and More

The Monthly Index of Medical Specialities (MIMS), diakses pada 24 Februari 2021, Ampicillin – MIMS.com

Pusat Informasi Obat Nasional (Pionas), diakses pada 24 Februari 2021, AMPISILIN | PIO Nas

    register-docotr