Kamus Obat

Eritromisin (Erythromycin)

December 2, 2020 | Arin Khurota | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Eritromisin atau disebut juga erythromycin mungkin sudah tidak lagi asing didengar telinga. Obat ini sudah umum beredar di tengah masyarakat dan pembelian eritromisin diharuskan memakai resep dokter.

Penggunaan eritromisin harus dihabiskan meskipun penyakit yang diderita telah dinyatakan sembuh. Mengapa demikian? Yuk, simak penjelasannya berikut ini!

Untuk apa obat eritromisin (erythromycin)?

Eritromisin (erythromycin) adalah obat antibiotik golongan makrolida yang dihasilkan oleh bakteria Streptomyces erythreus.

Biasanya, obat ini digunakan sebagai alternatif pengobatan pengganti penisilin bagi yang sensitif terhadap penisilin.

Hal tersebut dimungkinkan karena eritromisin memiliki spektrum antibakteri yang hampir sama dengan penisilin.

Apa fungsi dan manfaat obat eritromisin (erythromycin)?

Eritromisin (erythromycin) berfungsi sebagai obat pilihan untuk berbagai infeksi yang disebabkan oleh bakteri.

Itulah mengapa jika eritromisin diberikan pada penyakit yang disebabkan oleh virus tidak akan didapatkan hasil yang diharapkan.

Eritromisin merupakan golongan makrolida yang memiliki cara kerja memperlambat pertumbuhan, atau terkadang membunuh bakteri sensitif dengan mengurangi produksi protein penting yang dibutuhkan oleh bakteri untuk bertahan hidup.

Manfaat eritromisin terutama untuk mengobati penyakit yang diakibatkan oleh bakteri, seperti berikut ini.

Infeksi klamidia

Klamidia merupakan infeksi organ seksual menular yang disebabkan bakteri Clamydia thracomatis. Penyakit ini biasa menyerang pria maupun wanita.

Seringkali penyakit ini tidak menimbulkan gejala secara langsung, sehingga seseorang yang telah terinfeksi jarang menyadarinya.

Salah satu ciri utama yang paling mudah untuk mengetahuinya adalah merasa sakit dan rasa panas terbakar ketika kencing.

Namun, penyakit ini juga bisa menyerang organ mata, dubur, dan tenggorokan apabila organ ini terkontaminasi cairan yang dihasilkan organ kelamin.

Infeksi klamidia jika tidak segera ditangani dapat menyebabkan kemandulan, khususnya pada wanita.

Antibiotik golongan makrolida sering digunakan sebagai alternatif pengobatan penyakit klamidia. Khususnya eritromisin dan azitromisin. Pengobatan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi pasien serta riwayat penyakit pasien.

Lama pengobatan biasanya juga agak lama, setidaknya dokter akan meresepkan obat yang harus dihabiskan selama 7 hari atau bisa diminum dengan dosis tunggal.

Pneumonia

Pneumonia atau biasa disebut penyakit paru-paru basah merupakan keadaan di mana alveolus paru-paru berisi cairan nanah disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, atau fungi.

Salah satu bakteri yang menyebabkan pneumonia adalah bakteri Streptococcus pneumoniae.

Selain bakteri, jenis virus yang diklaim baru-baru ini dapat menyebabkan pneumonia adalah COVID-19. Virus dari golongan SARS-2-COV ini dapat menimbulkan komplikasi berbahaya jika tidak segera mendapat pengobatan.

Gejala yang paling umum dapat terlihat adalah pasien merasa sesak napas, batuk berdahak, dan demam.

Pengobatan pneumonia didasarkan pada tingkat keparahan penyakit. Jika penyakit berisiko komplikasi, maka pasien akan dirawat intensif di rumah sakit.

Pemberian antibiotik akan digunakan secara bertahap berdasarkan tingkat keparahan tersebut. Eritromisin akan diberikan dalam dosis tunggal atau dosis yang harus dihabiskan selama waktu tertentu. Dalam hal ini, dokter akan melihat riwayat keparahan penyakit pasien.

Sifilis

Sifilis atau raja singa adalah penyakit menular seksual yang biasanya juga jarang disadari oleh penderita.

Gejala yang muncul dari sifilis tidak langsung muncul begitu saja. Ada beberapa tingkatan keparahan penyakit sifilis.

Jika penyakit ini tidak segera diobati, maka efek yang ditimbulkan adalah kerusakan pada organ otak, jantung, dan saraf.

Pemberian antibiotik dimaksudkan untuk melawan produksi proten pada bakteri penyebab sifilis.

Antibiotik seperti eritromisin akan diberikan bersamaan dengan beberapa obat untuk mengatasi gejala yang mungkin timbul, seperti rasa nyeri. Atau mungkin akan dikombinasikan dengan turunan makrolida lain yang memiliki efek spektrum

Difteri

Difteri merupakan gangguan infeksi saluran pernapasan, khususnya hidung dan tenggorokan yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diphtheria.

Biasanya, gejala awal yang menjadi tanda infeksi difteri adalah munculnya selaput abu-abu yang melapisi amandel dan tenggorokan.

Penyakit infeksi ini jika tidak segera ditangani, dapat menyebabkan kerusakan organ otak, jantung, dan saraf karena racun yang dihasilkan bakteri difteri.

Namun, penyakit ini sudah bisa dicegah melalui imunisasi DPT.

Apabila seseorang mungkin terjangkit bakteri penyebab infeksi difteri, maka golongan antibiotik makrolida disarankan sebagai pengobatan.

Hal tersebut berkaitan dengan cara kerja makrolida yang dapat menghambat atau bahkan menghancurkan sistem produksi protein pada bakteri.

Enteritis kampilobakter

Penyakit ini menginfeksi usus kecil akibat keracunan makanan yang disebabkan oleh bakteri Campylobacter jejuni.

Gejala mulai tampak setelah 2-4 hari setelah terpapar bakteri. Penderita akan merasakan mual, demam, perut kram, dan diare encer, bahkan berdarah.

Penyakit ini bisa sembuh dengan sendirinya apabila kategori penyakit masih ringan. Namun, jika tingkat keparahan sudah termasuk sedang atau berat, maka pengobatan bisa diberikan antibiotik seperti eritromisin.

Uretritis non gonokokus

Uretritis non gonokokus merupakan infeksi uretra yang disebabkan oleh selain bakteri gonorhea.

Dokter biasanya akan mendiagnosis penyebab apabila menemui kasus semacam ini untuk menentukan jenis pengobatan.

Dokter akan memberikan resep penggunaan antibiotik tergantung pada ketegangan ureaplasma. Biasanya, untuk mendapatkan efek pengobatan yang maksimal, eritomisin akan dikombinasikan dengan obat tinidazole.

Acne Vulgaris

Acne vulgaris adalah kondisi kulit yang terjadi ketika folikel rambut tersumbat oleh sel kulit mati, bakteri, dan minyak (sebum). Folikel yang tersumbat dapat menimbulkan noda hitam, jerawat, dan kista.

Selain dikenal sebagai jerawat biasa, ada keadaan di mana acne vulgaris perlu pengobatan lebih lanjut dengan antibiotik.

Untuk pengobatan acne vulgaris, biasanya jenis sediaan yang digunakan adalah eritromisin salep. Namun, apabila kondisi acne vulgaris sangat parah, maka akan ditambahkan sediaan oral untuk menunjang pengobatan.

Pertusis

Pertusis merupakan jenis penyakit saluran pernapasan yang sangat menular. Di Indonesia, pertusis lebih dikenal sebagai penyakit batuk rejan. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Bordetella pertussis.

Pertusis memiliki gejala batuk-batuk hebat yang sering kali membuat sulit bernapas. Setelah serangan batuk, penderita pertusis sering kali perlu menarik napas dalam-dalam, yang menghasilkan suara “rejan”.

Pertusis dapat menyerang orang-orang dari segala usia, tetapi bisa sangat serius, bahkan mematikan, untuk bayi yang berusia kurang dari satu tahun.

Untuk pengobatan pertusis, biasanya dosis eritromisin akan disesuaikan dengan tingkat keparahan penyakit serta kondisi pasien. Lama pengobatan juga bergantung dari keparahan penyakit pertusis.

Merek dan harga obat eritromisin (erythromycin)

Obat ini beredar dengan beberapa nama dagang dan nama generik yang beragam. Adapun beberapa merek dan harga obat eritromisin yang sering dijumpai sebagai berikut:

Eritromisin (Erythromycin) antibiotik
Obat eritromosin generik. Foto:Publichealth.

Nama generik

Eritromisin tersedia dalam bentuk sediaan tablet 500 mg dan 250 mg.

  • Sediaan eritromisin tablet 500 mg bisa kamu dapatkan dengan harga Rp21.450/strip isi 10 tablet.
  • Sediaan eritromisin tablet 250 mg bisa kamu dapatkan dengan harga Rp13.610/strip isi 10 tablet.

Nama paten

  • Erysanbe tablet 200mg bisa kamu dapatkan dengan harga Rp2.281/tablet. Sedangkan Erysanbe tablet 500mg dijual dengan harga Rp3.790/tablet.
  • Erysanbe 200mg/5ml Dry Sirup 60ml. Sediaan eritromisin sirup yang sering digunakan untuk pengobatan pada anak dan balita. Kamu bisa mendapatkan Erysanbe sirup dengan harga Rp32.447/botol.
  • Erymed 2% mengandung eritromisin 2% 20 gram. Sediaan ini berbentuk salep yang ditujukan untuk pengobatan jerawat atau acne vulgaris. Kamu bisa mendapatkan eritromisin salep ini dengan harga Rp42.272/tube.
  • Erymed Plus Sol 30 ml. Sediaan eritromisin berupa solution atau sediaan cair yang ditujukan untuk pengobatan acne vulgaris ringan hingga sedang. Obat eritromisin salep ini bisa kamu dapatkan dengan harga Rp62.335/botol.
  • Erythrin 200mg/5ml Dry Syrup 60ml. Sediaan eritromisin ini khusus digunakan untuk anak-anak dan balita dengan penentuan dosis 50-75mg/kg BB/hari dibagi 3-4 dosis. Eritromisin sirup bisa kamu beli dengan harga Rp71.379/botol.

Bagaimana cara minum obat eritromisin (erythromycin)?

  • Obat ini dapat diberikan saat perut kosong 1 jam sebelum atau 2 jam setelah makan. Efek lebih baik didapatkan saat minum keadaan perut belum terisi makanan.
  • Minum obat sesuai dengan aturan minum dari dokter. Gunakan interval minum yang sama setiap hari, misalnya 6-8 jam untuk mendapatkan efek terapi yang diinginkan.
  • Erythromycin oral diminum.
  • Erythromycin sirup kering harus diencerkan dahulu dengan air. Perhatikan cara pengenceran di kemasan obat. Kocok dahulu sebelum diminum.
  • Kocok dahulu sebelum meminum eritromisin (Erythromycin) sirup. Gunakan sendok pengukur yang sudah tersedia dalam wadah (bukan sendok dapur).
  • Kamu harus mengunyah tablet kunyah sebelum menelannya.
  • Untuk tablet salut selaput, jangan dikuyah. Cukup langsung diminum karena sifat tablet tersebut lepas lambat.
  • Hindari menggandakan dosis dalam satu waktu. Jika kamu lupa minum, kamu bisa segera meminum eritromisin apabila rentang minum berikutnya masih lama.
  • Selalu perhatikan dan mengikuti resep yang diberikan oleh dokter. Konsultasikan dahulu apabila terdapat pertanyaan yang ingin kamu tanyakan.

Berapa dosis obat eritromisin (erythromycin) untuk dewasa?

Dosis untuk dewasa adalah 1-2 gram diminum 2-4 kali sehari. Dosis dapat ditingkatkan menjadi 4 gram/hari jika infeksi parah.

Untuk penggunaan eritomisin salep dan solutio (larutan), cukup dioleskan pada daerah berjerawat satu kali sehari setelah dibersihkan.

Dosis obat eritromisin untuk anak-anak

Untuk anak-anak, tersedia eritromisin (Erythromycin) sirup kering dengan dosis yang ditentukan adalah 30-50mg/kg BB, diminum 4 kali sehari. Dosis dapat digandakan apabila infeksi yang diderita parah.

Apakah obat aman untuk ibu hamil dan menyusui?

FDA atau bisa disebut BPOM Amerika mengklasifikasikan eritromisin ke dalam golongan obat kategori B. Artinya, eritromisin tidak menunjukkan risiko terhadap janin.

Untuk ibu hamil, belum ada studi penelitian yang memadai mengenai risiko lebih lanjut dari penggunaan eritromisin.

Eritromisin dapat terserap ke dalam ASI, sehingga konsumsi eritromisin tidak disarankan untuk ibu menyusui. Jika hendak meminum eritromisin, sebaiknya konsultasikan lebih dahulu dengan dokter.

Apa efek samping eritromisin (erythromycin) yang mungkin terjadi?

Bersamaan dengan manfaat yang dibutuhkan, eritromisin dapat menyebabkan beberapa efek yang tidak diinginkan.

Meskipun tidak semua efek samping ini dapat terjadi. Jika memang terjadi, maka segera hubungi dokter atau tenaga medis.

Hubungi dokter segera jika salah satu dari efek samping berikut terjadi setelah mengonsumsi eritromisin!

Efek samping penggunaan eritromisin (erythromycin) yang jarang terjadi:

  • Kulit melepuh, mengelupas, atau mengendur
  • Badan panas dingin
  • Batuk
  • Diare
  • Kesulitan menelan
  • Kepala pusing
  • Detak jantung cepat
  • Gatal-gatal dan timbul ruam kulit
  • Nyeri sendi atau otot
  • Bengkak (udema) pada kelopak mata atau di sekitar mata, wajah, bibir, atau
  • Lidah memerah
  • Timbul lesi pada kulit yang ditandai kulit memerah, seringkali dengan bagian tengah berwarna ungu
  • Sakit tenggorokan
  • Sesak di dada
  • Rasa lelah yang tidak biasa.

Efek samping lain yang mungkin lebih sering terjadi

  • Kembung
  • Urine berdarah atau keruh bahkan gelap
  • Nyeri dada
  • Diare encer dan parah, yang mungkin juga berdarah
  • Demam
  • Menurunnya frekuensi buang air kecil atau jumlah urine
  • Gangguan pendengaran
  • Rasa haus yang berlebihan
  • Mual dan muntah
  • Kram perut
  • Pembengkakan pada kaki atau tungkai bawah
  • Penurunan berat badan yang tidak biasa
  • Mata dan kulit kuning.

Efek samping yang mungkin terjadi dan tidak memerlukan perhatian medis segera

Beberapa efek samping eritromisin dapat terjadi yang biasanya tidak memerlukan perhatian medis.

Hal tersebut dikarenakan efek samping berikut ini bisa hilang mengikuti perkembangan tubuh penderita untuk menyesuaikan dengan pengobatan.

Selain itu, ahli kesehatan mungkin dapat memberi tahu kamu tentang cara-cara mencegah atau mengurangi beberapa efek samping berikut:

  • Diare (ringan)
  • Kehilangan selera makan
  • Penurunan berat badan.

Peringatan dan perhatian obat eritromisin

  • Eritromisin (erythromycin) termasuk antibiotik sehingga harus dihabiskan meskipun gejala penyakit telah hilang atau sembuh.
  • Beritahu dokter apabila kamu memiliki riwayat alergi konsumsi eritromisin sebelumnya
  • Beritahu dokter jika kamu mengonsumsi lovastatin, simvastatin, cisapride, pimozide, dan ergotamine, atau dihydroergotamine. Hal ini dilakukan untuk menghindari interaksi obat yang tidak diinginkan.
  • Beritahu dokter jika kamu pernah memiliki riwayat penyakit hati atau ginjal, myasthenia gravis, gangguan irama jantung/aritmia (terutama jika kamu juga meminum obat jantung), sindrom long QT (pada kamu atau anggota keluarga); atau ketidakseimbangan elektrolit (seperti kadar kalium atau magnesium yang rendah dalam darah).
  • Tidak diketahui apakah eritromisin akan membahayakan bayi yang belum lahir. Beritahu kepada dokter jika sedang hamil atau berencana untuk hamil.
  • Konsultasikan pada dokter untuk penggunaan obat eritromisin (erythromycin) jika kamu sedang menyusui.

Kontraindikasi obat eritromisin

Erythromycin turunan estolate memiliki kontraindikasi pada pasien yang memiliki riwayat penyakit hati. Disfungsi hati dengan atau tanpa penyakit kuning telah terjadi, terutama pada orang dewasa.

Penggunaan eritromisin (erytromycin) pada penderita penyakit hati atau jantung mungkin menimbulkan malaise, mual, muntah, sakit perut, demam.

Dalam beberapa kasus, dapat terjadi sakit perut yang parah dan menyebabkan keadaan darurat bedah perut.

Jika kondisi demikian muncul setelah kamu mengonsumsi eritromisin, segera hentikan pemakaian obat.

Pastikan untuk mengecek kesehatan kamu dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Download di sini untuk berkonsultasi dengan mitra dokter kami.

register-docotr