Info Sehat

Daftar Antibiotik yang Digunakan untuk Mengobati Infeksi Saluran Kemih

February 9, 2021 | Nik Nik Fadlah | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Infeksi saluran kemih dapat dirawat dengan beberapa jenis obat antibiotik tertentu. Selain mengonsumsi obat, kamu juga dapat melakukan beberapa kiat tertentu untuk mengatasi masalah infeksi saluran kencing di rumah.

Lalu apa saja jenis obat dan tips cara mengatasi infeksi saluran kemih di rumah? Berikut ulasannya!

Apa itu infeksi saluran kemih?

Infeksi saluran kemih (ISK) adalah infeksi yang terjadi pada organ yang termasuk sistem kemih, seperti ginjal, ureter, kandung kemih, dan uretra.

Kebanyakan infeksi melibatkan saluran kemih bagian bawah, yakni kandung kemih dan uretra. Wanita memiliki risiko yang lebih besar untuk terkena kondisi ini dibandingkan dengan pria.

ISK dapat menimbulkan gejala yang sangat tidak nyaman. Konsekuensi serius dapat terjadi jika infeksi menyebar ke ginjal.

Baca juga: Penting! Ini Penyebab Infeksi Saluran Kemih yang Harus Kamu Ketahui

Obat infeksi saluran kemih

ISK merupakan salah satu infeksi paling umum pada manusia. Pengobatan kondisi ini sangat bergantung pada penyebabnya. Dokter biasanya akan melakukan beberapa tes dan prosedur untuk mendiagnosis ISK, termasuk menganalisis sampel urine.

Sebagian besar infeksi saluran kemih disebabkan oleh bakteri. ISK yang disebabkan oleh bakteri dapat diobati dengan antibiotik.

Antibiotik sendiri adalah pengobatan standar untuk mengatasi kondisi ini. Tak hanya itu, antibiotik dapat membunuh bakteri yang menginfeksi.

Pengobatan antibiotik juga dapat mengurangi gejala seperti nyeri, rasa terbakar, dan peningkatan buang air kecil.

Dilansir Web MD, berikut adalah beberapa antibiotik sebagai obat infeksi saluran kemih yang dapat digunakan untuk mengatasi kondisi ISK.

1. Amoxicillin

Amoxicillin digunakan untuk mengobati berbagai macam infeksi bakteri. Obat ini adalah antibiotik jenis penisilin. Ini bekerja dengan cara menghentikan pertumbuhan bakteri.

Antibiotik ini hanya dapat digunakan untuk mengobati infeksi bakteri. Ini tidak akan bekerja untuk mengobati infeksi virus, seperti flu.

2. Ceftriaxone

Obat infeksi saluran kemih selanjutnya adalah ceftriaxone. Ceftriaxone ini termasuk ke dalam golongan obat yang dikenal sebagai antibiotik sefalosporin.

Sama seperti amoxilin, obat ini juga bekerja dengan cara menghentikan pertumbuhan bakteri.  

3. Cephalexin

Cephalexin adalah antibiotik sefalosporin. Obat ini bekerja dengan cara melawan bakteri di dalam tubuh.

Tak hanya dapat mengobati infeksi saluran kemih saja, cephalexin juga dapat mengobati kondisi lainnya seperti, infeksi saluran pernapasan atas, infeksi telinga, infeksi kulit, serta infeksi tulang.

4. Ciprofloxacin

Ciprofloxacin adalah antibiotik fluoroquinolone yang digunakan untuk mengobati berbagai jenis infeksi bakteri. Obat ini juga dapat digunakan untuk mengobati seseorang yang telah terkena antraks atau jenis wabah tertentu.

Namun perlu diketahui bahwa obat ini hanya dapat digunakan untuk infeksi yang tidak dapat diobati dengan antibiotik yang lebih aman.

5. Fosfomycin

Obat infeksi saluran kemih yang juga perlu kamu ketahui adalah fosfomycin. Antibiotik ini digunakan untuk mengobati infeksi kandung kemih, seperti cystitis akut atau infeksi saluran kemih bagian bawah yang terjadi pada wanita.

Sama seperti antibiotik kebanyakan, obat ini juga bekerja dengan cara menghentikan pertumbuhan bakteri. Fosfomycin tidak boleh digunakan untuk mengobati infeksi di luar kandung kemih, misalnya saja infeksi ginjal.

Baca juga: Cegah Berkembang hingga Parah, Ini 6 Cara Mengobati Infeksi Saluran Kemih

6. Levofloxacin

Levofloxacin sering digunakan untuk mengobati infeksi saluran kemih. Tak hanya itu, antibiotik ini juga dapat mengobati beberapa kondisi lainnya.

Mulai dari infeksi pada sinus, kulit, paru-paru, telinga, tulang, serta persendian yang disebabkan oleh bakteri yang rentan, dan juga prostatitis.

7. Nitrofurantoin

Nitrofurantoin adalah antibiotik yang dapat digunakan untuk mengobati infeksi saluran kemih, termasuk cystitis dan infeksi ginjal.

Ketika kamu mengonsumsi obat infeksi saluran kemih ini, tubuh dengan cepat menyaringnya dari darah dan ke dalam urine. Nah, hal ini berguna jika kamu mengalami infeksi saluran kemih, karena ini berarti bahwa obat terkonsentrasi di tempat terjadinya infeksi.

Akan tetapi, hal tersebut juga berarti antibiotik ini tidak bekerja untuk jenis infeksi lainnya. Sebaiknya konsumsilah nitrofurantoin sesuai dengan resep dokter, ya.

8. Trimethoprim

Trimethoprim merupakan antibiotik yang digunakan untuk mengobati infeksi saluran kemih, seperti cystitis. Obat infeksi saluran kemih ini bekerja dengan cara menghilangkan bakteri penyebab ISK.

Terkadang, trimethoprim juga digunakan untuk mengobati jenis infeksi lain, seperti infeksi dada dan jerawat. Antibiotik ini tidak akan bekerja untuk mengobati infeksi virus, seperti pilek atau flu. Trimethoprim tersedia dalam bentuk tablet dan sirup.  

Dalam beberapa kasus, infeksi saluran kemih juga dapat disebabkan oleh virus atau jamur. ISK yang disebabkan oleh virus dapat diobati dengan obat yang disebut sebagai antivirus, seringkali menggunakan cidovofir antivirus.

Sedangkan infeksi saluran kemih yang disebabkan oleh jamur, dapat diobati dengan obat antijamur.

Cara rumahan mengatasi infeksi saluran kencing

Selain mengonsumsi beberapa jenis obat di atas, kamu juga dapat meredakan gejala sakit infeksi saluran kencing dengan melakukan beberapa tips di bawah ini!

1. Atasi rasa sakit

Infeksi saluran kencing kencing kerap kali menyebabkan rasa sakit di area perut. Kamu bisa mengatasi ini dengan mengonsumsi paracetamol.

Minum paracetamol  hingga 4 kali sehari untuk mengurangi rasa sakit dan suhu tinggi. Paracetamol biasanya lebih direkomendasikan daripada NSAID seperti ibuprofen atau aspirin untuk mengatasi infeksi saluran kencing.

Jika infeksi saluran kencing terjadi pada anak-anak, maka mereka bisa mengonsumsi paracetamol cair. Istirahatlah dan minum cukup cairan sehingga kamu buang air kecil secara teratur di siang hari, terutama saat cuaca panas.

2. Minum cukup air

Sebuah studi menunjukkan bahwa rendahnya volume dan frekuensi kencing kerap dikaitkan dengan peningkatan risiko mengembangkan ISK.

Maka dari itu kamu diharuskan memiliki hidrasi yang cukup. Minum banyak cairan dapat menurunkan risiko infeksi saluran kencing dengan membuat kamu lebih sering buang air kecil.

Ini karena buang air kecil secara teratur dapat membantu mengeluarkan bakteri dari saluran kemih untuk mencegah infeksi. Untuk tetap terhidrasi dan memenuhi kebutuhan cairan, cara terbaik yang bisa kamu lakukan adalah minum air sepanjang hari dan saat kamu haus.

3. Memerhatikan kebersihan

Untuk mencegah dan mengatasi infeksi saluran kencing, kamu diharuskan menjaga kebersihan terutama area genital dan juga area toilet.

Lakukan beberapa kebiasaan sehat berikut ini:

  • Jangan menahan kencing terlalu lama. Sebab hal ini dapat menyebabkan penumpukan bakteri, yang mengakibatkan infeksi.
  • Setelah berhubungan seksual, kamu disarankan untuk kencing. Kencing setelah berhubungan seksual juga dapat mengurangi risiko ISK dengan mencegah penyebaran bakteri.
  • Hindari penggunaan spermisida, karena telah dikaitkan dengan peningkatan ISK.
  • Setelah buang air kecil atau buang air besar, kamu harus menyeka dari depan ke belakang. Menyeka dari belakang ke depan dapat menyebabkan bakteri menyebar ke saluran kemih dan dikaitkan dengan peningkatan risiko ISK.

4. Hindari minuman tertentu

Saat mengalami infeksi saluran kencing, ada baiknya kamu menghindari beberapa jenis minuman untuk mengatasi masalah ini.

Hindari kopi, alkohol, dan minuman ringan yang mengandung jus jeruk atau kafein sampai infeksi saluran kencing kamu sembuh.

Sebab minuman-minuman ini dapat mengiritasi kandung kemih dan cenderung memperburuk kebutuhan kamu yang sering atau mendesak untuk buang air kecil.

Baca Juga : Minuman Bersoda Bisa Tingkatkan Infeksi Saluran Kemih, Benar atau Tidak?

5. Gunakan bantal pemanas

Untuk mengatasi sakit perut akibat infeksi saluran kencing, kamu dapat mengompres area perut dengan bantal pemanas.

Tempelkan bantalan pemanas yang hangat, tetapi tidak panas ke perut untuk meminimalkan tekanan atau ketidaknyamanan kandung kemih.

6. Jangan berhubungan seksual dulu

Cara mengatasi infeksi saluran kencing yang berikutnya adalah, menghindari berhubungan seksual sampai kamu merasa sudah pulih.

Berhubungan seks memang tidak akan menularkan ISK kepada pasangan, tetapi seks mungkin akan terasa tidak nyaman.

Baca Juga : Berhubungan Seks saat Mengalami Infeksi Saluran Kemih, Boleh atau Tidak?

7. Tingkatkan asupan vitamin C

Beberapa bukti menunjukkan bahwa meningkatkan asupan vitamin C dapat melindungi kamu dari potensi terkena infeksi saluran kencing.

Vitamin C diperkirakan bekerja dengan meningkatkan keasaman urin, sehingga membunuh bakteri penyebab infeksi. Penelitian lain tentang ISK pada wanita hamil mencoba mengamati efek mengonsumsi 100 mg vitamin C setiap hari.

Studi tersebut menemukan bahwa vitamin C memiliki efek perlindungan, mengurangi risiko ISK lebih dari setengahnya pada mereka yang mengonsumsi vitamin C dibandingkan dengan yang tidak.

Nah kamu dapat mendapatkan asupan vitamin C ini dari berbagai buah dan sayur. Paprika merah, jeruk, jeruk bali, dan buah kiwi, semuanya mengandung vitamin C dalam jumlah yang direkomendasikan hanya dalam satu porsi.

8. Konsumsi jus cranberry tanpa pemanis

Jus buah cranberry terkenal dengan manfaatnya dalam mengatasi infeksi saluran kencing. Namun, kamu harus mengingat untuk memilih produk jus cranberry tanpa pemanis ya.

Cranberry bekerja dengan cara mencegah bakteri menempel pada saluran kemih, sehingga mencegah infeksi. Dalam sebuah penelitian, wanita dengan riwayat ISK baru-baru ini meminum jus cranberry sebanyak 240 ml setiap hari selama 24 minggu.

Mereka yang minum jus cranberry memiliki lebih sedikit frekuensi kambuhnya infeksi saluran kencing. Namun, beberapa penelitian lain menunjukkan bahwa jus cranberry mungkin tidak seefektif pencegahan ISK itu sendiri.

9. Konsumsi probiotik

Probiotik adalah mikroorganisme menguntungkan yang dikonsumsi melalui makanan atau suplemen. Mereka dapat meningkatkan keseimbangan bakteri sehat di usus.

Probiotik ini bisa kamu temukan dalam bentuk suplemen serta makanan fermentasi, seperti kefir, kimchi, kombucha, dan yogurt probiotik.

Beberapa penelitian menyebut jenis probiotik tertentu bisa menurunkan risiko ISK. Seperti Lactobacillus, strain probiotik yang umum, membantu mencegah ISK pada wanita dewasa.

Kamu dapat mengonsumsi probiotik setiap hari untuk pencegahan ISK atau dikombinasikan dengan antibiotik untuk membantu mengatasi infeksi saluran kencing.

10. Mengonsumsi suplemen alami

Beberapa suplemen alami diketahui dapat menurunkan dan mengatasi infeksi saluran kencing. Beberapa di antaranya adalah:

  • Daun bearberry: Juga dikenal sebagai uva-ursi. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa kombinasi daun bearberry, akar dandelion, dan daun dandelion menurunkan frekuensi ISK
  • Ekstrak cranberry: Seperti jus cranberry, ekstrak cranberry bekerja dengan mencegah bakteri menempel pada saluran kemih.
  • Ekstrak bawang putih: Bawang putih telah terbukti memiliki sifat antimikroba dan mungkin dapat memblokir pertumbuhan bakteri untuk mencegah ISK

Nah, itulah informasi mengenai obat infeksi saluran kemih. Sebaiknya konsumsilah obat-obatan tersebut sesuai dengan resep dokter, ya. Hal ini berguna untuk menghindari efek samping yang dapat ditimbulkan.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Drugs.com (2020). Diakses pada 07 Oktober 2020. Ciprofloxacin 

Drugs.com (2020). Diakses pada 07 Oktober 2020. Cephalexin

Healthline (2020). Diakses pada 07 Oktober 2020. Everything You Need to Know About Urinary Tract Infection 

Mayo Clinic (2019). Diakses pada 07 Oktober 2020. Urinary Tract Infection 

Medicine Net (2019). Diakses pada 07 Oktober 2020. Levofloxacin

Medline Plus (2017). Diakses pada 07 Oktober 2020. Trimethoprim 

NHS (2018). Diakses pada 07 Oktober 2020. Nitrofurantoin 

NHS (2018). Diakses pada 07 Oktober 2020. Trimethoprim 

Webmd (2019). Diakses pada 07 Oktober 2020. Antibiotics for UTIs: What to Know 

Webmd. Diakses pada 07 Oktober 2020. Fosfomycin Tromethamine Packet 

Webmd. Diakses pada 07 Oktober 2020. Ceftriaxone Vial 

Wemd. Diakses pada 07 Oktober 2020. Amoxicillin 

Healthline. Diakses pada 9 Februari 2021. 6 Home Remedies for Urinary Tract Infections

NHS. Diakses pada 9 Februari 2021. Urinary tract infections (UTIs)

    register-docotr