Info Sehat

Penting! Ini Penyebab Infeksi Saluran Kemih yang Harus Kamu Ketahui

October 6, 2020 | Richaldo Hariandja | dr. Debby Deriyanthi
no-image

Infeksi saluran kemih (ISK) kerap berulang jika kamu tidak menemukan penyebab dan mengatasinya secara tuntas. Untuk itu, kali ini akan kita bahas segala sesuatu tentang penyebab penyakit ini dan bagaimana menangkalnya.

Seperti yang telah kamu baca dalam artikel sebelumnya mengenai infeksi saluran kemih, mayoritas disebabkan infeksi yang aktor utamanya adalah bakteri. Namun, ada beberapa penyebab lain yang juga perlu kamu ketahui.

Dirangkum dari berbagai sumber, inilah penyebab ISK yang harus kamu waspadai:

Mengenal bakteri E. coli, penyebab infeksi saluran kemih yang utama

infeksi saluran kemih
Bakteri E.coli, biang kerok utama infeksi saluran kemih. Foto: https://www.pixabay.com

Escherichia coli (E. coli) merupakan bakteri yang biasa ditemukan di usus makhluk berdarah panas, termasuk kita, manusia.

Beberapa fakta seputar E. coli antara lain:

  • E. coli merupakan sekumpulan bakteri yang dapat menyebabkan beberapa penyakit, termasuk pneumonia, infeksi saluran kemih dan diare
  • Kebanyakan E. coli tidak terlalu berbahaya bagi manusia
  • Beberapa infeksi yang disebabkan E. coli dapat menyebabkan mual, muntah dan demam
  • Pada individu yang ternta, beberapa tipe infeksi E. coli dapat mengakibatkan gagal ginjal
  • Dengan menerapkan hidup bersih dan higienis dapat mencegah penyebarannya

Bakteri ini yang menjadi penyebab utama infeksi saluran kemih, salah satu contohnya adalah cystitis.

Infeksi terjadi karena bakteri masuk ke dalam saluran kemih lewat anus, dari uretra bakteri akan menyebar ke saluran kemih lain.

Itu sebabnya wanita menjadi yang paling berisiko terkena penyakit ini karena letak anus dan uretra yang terlalu dekat, ketimbang pria.

Oleh karena itu, bagi kamu kaum wanita, untuk mencegah bakteri ini menjadi penyebab infeksi saluran kemih pada wanita, kamu harus membilas dari depan ke belakang setelah membuang air kecil atau buang air besar, ya.

Berbagai kontak seksual

Jika bakteri E. coli menjadi penyebab utama kamu terkena infeksi saluran kemih akibat dari perpindahannya dari anus ke uretra, beberapa kontak dan kegiatan seksual pun bisa jadi salah satu akibat infeksi saluran kemih, lho.

Infeksi bisa terjadi misalkan selama aktivitas seksual ada bakteri yang berpindah dan terkandung di alat kelamin, anus, jari atau mainan seks yang kamu dan pasanganmu gunakan dan bersentuhan dengan uretra kamu.

Seks yang terlalu sering pun bisa meningkatkan kemungkinan adanya luka di sekitaran kemaluan yang dapat menaikan kemungkinan salah satu infeksi di saluran kemih, cystitis. Kamu harus sangat memerhatikan akibat infeksi saluran kemih ini.

Gen yang bermutasi

Ilmuwan di Lund University, Swedia, menemukan adanya faktor mutasi genetik yang menjadi penyebab infeksi saluran kemih berat.

Dalam riset yang dilakukan, para ilmuwan melihat mutasi genetik terletak pada gen yang memroduksi protein yang berperan dalam sistem imun tubuh yang mengatur sel-sel darah putih di ginjal dan kerja mereka dalam menetralisasi bakteri.

Mutasi tersebut menjadi hal yang umum terjadi pada anak-anak dan orang dewasa yang memiliki penyakit infeksi berulang di renal pelvis mereka.

Sementara para ilmuwan justru menemukan kadar protein tersebut rendah pada mereka yang tidak mengalami perubahan genetik.

Menggunakan kateter

Kateter urine adalah penyebab yang paling sering dari bakteriuria atau adanya bakteri dalam urine. Risiko bakteriauria pada kateter diperkirakan mencapai 5% hingga 10% per hari. Pasien juga diperkirakan akan mengalami bakteriuria selama 10 hari penggunaan kateter.

Semakin lama seseorang menggunakan kateter, maka mukosa kandung kemih akan teriritasi dan menimbulkan jalur untuk kuman masuk ke dalam kandung kemih.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan Marlina serta Roni A Samad dari Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala Banda Aceh, ditemukan adanya hubungan antara pemasangan kateter dengan kejadian infeksi saluran kemih.

Penelitian itu dilakukan terhadap pasien di ruang rawat inap penyakit dalam RSUDZA Banda Aceh tahun 2012 lalu.

Penyebab infeksi saluran kemih pada ibu hamil

Infeksi saluran kemih/infeksi kandung kemih juga dapat terjadi pada ibu hamil, risiko terjadinya kondisi ini dapat meningkat pada minggu ke-6 hingga ke-24.

Dilansir dari American Pregnancy Association, penyebab infeksi saluran kemih pada ibu hamil yakni karena rahim tepat berada di atas kandung kemih. Ketika rahim tumbuh, peningkatan berat rahim dapat menghalangi drainase urine dari kandung kemih.

Penyebab infeksi saluran kemih pada ibu hamil tersebut dapat menimbulkan beberapa gejala, seperti:

  • Rasa nyeri atau terbakar ketika buang air kecil
  • Kram atau nyeri di perut bagian bawah
  • Ingin buang air kecil lebih sering dari biasanya
  • Perubahan jumlah urine menjadi lebih banyak atau sedikit
  • Saat bakteri menyebar ke ginjal, ini dapat menyebabkan sakit punggung, menggigil, demam, mual atau bahkan muntah.

Penyebab infeksi saluran kemih pada ibu hamil harus sangat diperhatikan. Jika kondisi ini tidak segera diobati, akibat infeksi saluran kemih pada ibu hamil dapat menyebabkan infeksi ginjal. Infeksi ginjal sendiri dapat menyebabkan persalinan dini berat badan lahir bayi rendah.

Baca Juga: Cegah Berkembang hingga Parah, Ini 6 Cara Mengobati Infeksi Saluran Kemih

Akibat infeksi saluran kemih

Infeksi saluran kemih ternyata bisa menyerang siapa saja, pria, wanita bahkan anak-anak. Kondisi ini menyembahkan sejumlah akibat yang dirasakan penderita. Berikut penjelasaan akibat infeksi saluran kemih yang sering dirasakan.

Infeksi saluran kemih pada pria

Seperti yang sudah diketahui bahwa infeksi saluran kemih memang lebih berisiko terjadi pada wanita, namun ini bukan berarti pria tidak dapat mengalami kondisi ini.

Dilansir dari Medical News Today, ketika infeksi saluran kemih pada pria terjadi, kondisi ini biasanya dianggap lebih rumit dan lebih mungkin menyebar ke ginjal dan saluran kemih bagian atas.

Pria yang mengalami infeksi saluran kemih mungkin tidak memiliki tanda atau gejala infeksi. Akan tetapi, jika infeksi saluran kemih pada pria muncul, ini dapat termasuk:

  • Nyeri saat buang air kecil
  • Sering ingin buang air kecil
  • Adanya darah dalam urine
  • Nyeri di bagian tengan bawah perut
  • Urine keruh dan berbau menyengat

Pria lanjut usia memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena infeksi saluran kemih pada pria, terutama jika mereka berusia di atas 50 tahun.

Infeksi saluran kemih pada wanita

Beberapa infeksi pada saluran kemih juga bisa disebabkan oleh melemahnya kondisi tubuh. Salah satu kelompok yang paling berisiko adalah perempuan dengan diabetes.

Infeksi saluran kemih pada wanita ini tidak lain disebabkan oleh melemahnya sistem imun akibat penyakit diabetes sehingga tubuh tidak cukup kuat untuk melawan bibit penyakit.

Selain itu, akibat infeksi saluran kemih ini juga dapat disebabkan karena wanita yang mulai memasuki masa menopause memiliki perubahan pada lapisan vagina dan kehilangan perlindungan yang diberikan oleh estrogen.

Dengan menipisnya estrogen dan lapisan di vagina, maka peluang untuk infeksi di dalam saluran kemih pun membesar.

Infeksi saluran kemih pada anak

Kondisi ini bukan hanya dapat terjadi pada orang dewasa saja, melainkan juga anak-anak. Infeksi saluran kemih pada anak perlu mendapatkan perhatian dari tenaga medis dan orang tua, karena kondisi ini seringkali menyebabkan gagal ginjal pada anak.

Tak hanya itu, infeksi saluran kemih pada anak juga dapat menimbulkan gejala yang tidak nyaman.

Adapun beberapa gejala infeksi saluran kemih pada anak yakni:

  • Demam
  • Nyeri pinggang
  • Rasa nyeri, terbakar, atau sensasi menyengat saat buang air kecil
  • Sering terbangun saat malam hari untuk ke kemar mandi
  • Urine berbau busuk yang mungkin terlihat keruh atau mengandung darah.

Ketika infeksi saluran kemih pada anak terjadi, sebaiknya segeralah hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. Medicalnewstoday.com (2017) diakses 10 Mei 2020. https://www.medicalnewstoday.com/articles/68511
  2. Sciencedaily.com (2007) diakses 10 Mei 2020. https://www.sciencedaily.com/releases/2007/09/070904214408.htm
  3. Medicalnewstoday.com (2017) diakses 10 Mei 2020. https://www.medicalnewstoday.com/articles/152997
  4. Urologyhealth.org (2019) diakses 10 Mei 2020. https://www.urologyhealth.org/urologic-conditions/urinary-tract-infections-in-adults
  5. Smeltzer S. C. & Bare B. G. (2005). Keperawatan medikal bedah (vols:2-3) (Agung waluyo,penerjemah). Jakarta: EGC
  6. Jurnal.unimus.ad.id (2012) diunduh 10 Mei 2020. https://jurnal.unimus.ac.id/index.php/JKMB/article/download/939/991
  7. Medicalnewstoday.com (2018) diakses 10 Mei 2020. https://www.medicalnewstoday.com/articles/189953
  8. Webmd.com (2019) diakses 10 Mei 2020. https://www.webmd.com/women/guide/your-guide-urinary-tract-infections#1-4
  9. Indonesian Pediatric Society (2015) diakses 06 Oktober 2020. https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/infeksi-saluran-kemih-pada-anak-2
  10. Kids Health (2016) diakses 06 Oktober 2020. https://kidshealth.org/en/parents/urinary.html#:~:text=Urinary%20tract%20infections%20(UTIs)%20are,or%20have%20lower%20belly%20pain.
  11. Medical News Today (2018) diakses pada 06 Oktober 2020 https://www.medicalnewstoday.com/articles/320872
  12. American Pregnancy Association (2012) diakses pada 06 Oktober 2020 https://americanpregnancy.org/pregnancy-complications/urinary-tract-infections-during-pregnancy-938#:~:text=Pregnant%20women%20are%20at%20increased,urinary%20tract%20infection%20during%20pregnancy.
    Berita Terkait
    register-docotr