Info Sehat

Penyebab Sering Meludah Saat Puasa dan Cara Mengatasinya

April 8, 2021 | Dewi Nurfitriyana | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Menjalani ibadah puasa saat bulan Ramadan tentu harus dilakukan dengan optimal. Selain untuk mengejar pahala, kegiatan ini juga dikenal memiliki banyak manfaat bagi kesehatan.

Namun tak jarang sebagian orang terkendala dengan munculnya kebiasaan sering meludah ketika sedang berpuasa. Meski tampak wajar, tapi ini juga bisa membuat tak nyaman, lho.

Baca juga: 8 Penyebab Air Liur Berdarah, Apakah Bisa Menandakan Penyakit Tertentu?

Sekilas tentang air liur

Air liur adalah cairan bening yang dibuat oleh beberapa kelenjar di area mulut. Ini sebagian besar terdiri dari air yang memiliki beberapa fungsi, di antaranya:

  1. Menjaga mulut tetap lembap dan nyaman
  2. Membantu mulut mengunyah, mencicipi, dan menelan
  3. Melawan kuman di mulut dan mencegah bau mulut
  4. Memiliki protein dan mineral yang melindungi lapisan email gigi, mencegah kerusakan gigi dan penyakit gusi

Mengapa kamu jadi sering meludah saat berpuasa?

Berikut adalah beberapa hal yang bisa menyebabkan seseorang sering meludah ketika menjalani ibadah puasa:

1. Kelenjar ludah tidak mendapat stimulasi

Pada dasarnya tubuh menghasilkan air liur saat mengunyah. Semakin keras dan sering kamu mengunyah, maka semakin banyak pula air liur yang dihasilkan.

Ketika berpuasa, kamu tidak melakukan aktivitas apapun di dalam mulut. Ini bisa jadi membuat kelenjar penghasil air ludah tidak mendapatkan stimulasi, hingga akhirnya membuat air liur berkumpul dan semakin banyak.

Sebuah studi yang diterbitkan pada Research Gate menyebutkan bahwa komponen utama air ludah adalah sodium, postasium, kalsium, nitrit, dan protein lainnya.

Ketika jumlah senyawa-senyawa tersebut terus bertambah dan menumpuk, semua akan menyebabkan kamu jadi lebih sering meludah daripada biasanya.

2. Rangsangan lingkungan

Beberapa faktor yang ada di lingkungan sekitar saat bulan Ramadan juga bisa memicu produksi air liur terlalu banyak dan menyebabkan ngiler. Misalnya tayangan iklan makanan, minuman, dan sejenisnya.

Menurut National Institute for Health and Care Excellence, ini dapat menjadi masalah bagi seseorang jika terlalu banyak air liur yang harus dikontrol dan ia mengalami kesulitan menelannya.

Pada akhirnya masalah ngiler tersebut akan direspons secara otomatis oleh tubuh dengan mengeluarkannya melalui meludah.

3. Produksi air liur menjadi berlebihan

Di dunia medis hal ini disebut dengan istilah hipersalivasi. Ini merupakan kondisi di mana tubuh mengalami peningkatan produksi air liur di dalam mulut.

Jika air liur ekstra mulai menumpuk, air liur mungkin mulai keluar dari mulut secara tidak sengaja. Ini dapat menyebabkan beberapa masalah, salah satunya terlalu sering meludah.

Baca juga: Cara Mengatasi Gusi Turun, Yuk Simak Beberapa Tips Berikut Ini

Apakah ini perlu dikhawatirkan?

Jika keinginan untuk meludah terus-menerus terjadi tanpa didasari kondisi medis tertentu, biasanya ini tidak berbahaya dan bisa berhenti dengan sendirinya.

Namun apabila penyebab kamu sering meludah saat berpuasa adalah hipersalivasi, maka ini bisa dibedakan berdasarkan tingkat keparahannya.

Jika sifatnya sementara, misalnya karena disebabkan infeksi, umumnya hipersalivasi akan berhenti setelah gangguan tersebut berhasil diobati.

Adapun jika hipersalivasi terjadi secara terus menerus, ini sering dikaitkan dengan kondisi mendasar yang memengaruhi kontrol otot. Hal itu dapat memengaruhi kemampuan menelan, sehingga kamu disarankan untuk memeriksakan diri ke dokter.

Cara mengatasi keinginan meludah saat berpuasa

Berikut adalah beberapa tips yang dapat kamu coba untuk mengontrol keinginan meludah secara berlebihan ketika menjalani ibadah puasa:

  1. Cobalah duduk tegak setelah sahur maupun berbuka
  2. Tegakkan kepala agar air liur mengalir ke belakang tenggorokan dengan sendirinya
  3. Hindari makanan manis, karena dapat mendorong peningkatan produksi air liur
  4. Hindari hal-hal yang bisa memicu kamu ngiler selama berpuasa
  5. Bersihkan gigi dan mulut secara teratur, terutama setelah makan, untuk mencegah infeksi yang disebabkan oleh air liur yang basi

Itulah beberapa hal yang perlu diketahui tentang kebiasaan meludah yang menjadi semakin sering ketika berpuasa. Semoga bermanfaat, ya.

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Download di sini untuk berkonsultasi dengan mitra dokter kami.

Reference

Healthline, What Is Hypersalivation and How Is It Treated? Diakses pada 8 April 2021

Nice.org, Hypersalivation: oral glycopyrronium bromide Diakses pada 8 April 2021

Research gate, The Effect of Different Diet on Saliva Diakses pada 8 April 2021

Webmd, Saliva and Your Mouth Diakses pada 8 April 2021

Epda.eu, Motor symptoms Diakses pada 8 April 2021

    register-docotr