Kamus Penyakit

Penyakit Gonore: Penyebab, Gejala, hingga Penanganannya

June 14, 2020 | Richaldo Hariandja | dr. Pitoyo Marbun
no-image

Penyakit gonore merupakan penyakit kencing nanah yang dapat menginfeksi laki-laki dan perempuan. Kamu berisiko terkena penyakit ini jika kamu aktif melakukan hubungan seksual, apalagi jika berganti-ganti pasangan.

Gonore disebabkan bakteri Neisseria gonorrhoeae yang menyebabkan penyakit ini bersarang di uretra kamu. Bakteri ini juga bisa menginfeksi mata, tenggorokan, vagina, anus hingga saluran reproduksi perempuan, lho.

Nah, untuk lebih mengenal penyakit ini dan tahu seberapa berisikonya, simak informasi yang dihimpun dari berbagai sumber berikut ini:

Gonore termasuk penyakit menular seksual

Penyakit menular seksual adalah infeksi yang dapat ditularkan lewat aktivitas seksual dari satu orang ke orang lain. Aktivitas seksual di sini bukan hanya yang terjadi secara vaginal dan anal saja, tapi juga bisa lewat ciuman, sex oral bahkan penggunaan mainan seks.

Kebanyakan penyakit menular seksual ini bisa disembuhkan, tapi obat yang efektif kadang tidak bisa ditemukan untuk beberapa penyakit seperti human immunodeficiency virus (HIV), human papilloma virus (HPV) dan kemungkinan hepatitis B.

Beruntungnya, penyakit gonore ini bisa disembuhkan, asalkan kamu menjalani pengobatannya dengan baik dan tuntas. Jika tidak, kamu bisa terkena komplikasi yang membahayakan diri.

Penularan penyakit gonore

Penyakit gonore ditularkan dari orang ke orang karena adanya aktivitas seksual yang tidak menggunakan pengaman, baik itu oral, anal, atau vaginal. 

Bakteri penyebab gonore ini dapat menyebar saat sperma, cairan pra-sperma dan cairan vagina menyentuh atau masuk ke dalam area kelamin, anus atau mulut kamu. Gonore bahkan dapat ditularkan meskipun penis tidak masuk seluruhnya ke vagina atau anus kamu.

Ibu hamil yang sudah terinfeksi gonore dapat menularkan penyakit ini ke bayi pada saat melahirkan. Biasanya, penyakit gonore pada bayi akan menyerang di bagian mata.

Bakteri penyebab gonore hanya bisa ditularkan lewat aktivitas seksual, jadi kamu tidak akan tertular dan menularkan hanya karena berbagi makanan dan minuman, berciuman, berpelukan, bergandengan tangan, batuk, bersin atau duduk di toilet.

Faktor risiko

Cara terbaik untuk membuatmu jauh dari risiko penyakit ini adalah tidak melakukan seks sama sekali. Kamu memiliki risiko rendah apabila menjalani hubungan jangka panjang dengan satu pasangan saja, dan pasangan kamu pun mejadikan kamu satu-satunya pasangan dia.

Risiko kamu terpapar penyakit ini akan tinggi apabila kamu:

  • Masih muda, karena kebanyakan yang terkena adalah yang berusia 15-24 tahun.
  • Melakukan hubungan seksual dengan orang baru.
  • Melakukan hubungan seksual dengan orang yang pernah melakukan hubungan seksual dengan orang lain.
  • Memiliki lebih dari satu pasangan seksual.
  • Pernah terjangkit penyakit gonore sebelumnya.
  • Memiliki penyakit menular seksual lainnya.

Gejala penyakit gonore

Gejala dari penyakit ini biasanya muncul dalam dua atau empat belas hari setelah kamu terpapar. Meskipun demikian, beberapa orang yang terkena penyakit ini tidak memiliki gejala.

Meskipun ada orang tanpa gejala, tapi tetap saja dia masih bisa menularkan penyakit ini. Oleh karena itu, kamu harus tetap berhati-hati.

Gejala pada laki-laki

Kamu mungkin tidak akan menyadari perkembangan gejala penyakit ini di tubuhmu selama beberapa minggu. Beberapa laki-laki bahkan tidak memiliki gejala sama sekali.

Biasanya, infeksi akan mulai menunjukan gejala seminggu setelah penularan. Gejala pertama yang akan kamu sadari adalah perasaan terbakar atau nyeri pada saat kamu buang air kecil.

Selain itu, akan ada lagi perkembangan penyakit ini dengan gejala lain sebagai berikut:

  • Dorongan untuk buang air kecil dan biasanya dalam jumlah lebih besar.
  • Keluarnya cairan seperti nanah dari penis yang berwarna putih, kuning, krem atau agak kehijauan.
  • Pembengkakan atau ruam merah di bagian lubang penis.
  • Pembengkakan atau rasa sakit di testis.
  • Sakit tenggorokan yang berlangsung terus menerus.

Meskipun jarang terjadi, ada kasus di mana gonore akan berkembang dan menyebabkan kerusakan tubuh, terutama di bagian kandung kemih dan testis. Rasa sakit bahkan dapat menyebar ke dubur.

Gejala pada perempuan

Gonore biasanya tidak akan terlihat pada perempuan, sekalipun ada infeksi dan gejala muncul, dia akan terlihat ringan dan sama dengan infeksi lainnya. Itu sebabnya penyakit ini sulit dideteksi pada perempuan.

Infeksi yang mirip dengan gonore adalah infeksi jamur pada vagina dan infeksi bakteri lainnya. Meskipun beberapa gejala berikut ini patut kamu waspadai:

  • Keluarnya cairan dari vagina (agak berair, kental atau sedikit berwarna hijau).
  • Rasa nyeri dan terbakar saat kamu buang air kecil.
  • Dorongan untuk buang air kecil lebih sering dari biasanya.
  • Menstruasi yang lebih berat.
  • Sakit tenggorokan.
  • Rasa sakit saat melakukan hubungan seksual.
  • Sakit yang menusuk di bawah perut.
  • Demam.

Yang menarik, gejala gonore pada perempuan kebanyakan muncul pada pagi hari.

Gejala gonore di bagian tubuh lain

Penyakit ini dapat menyerang bagian tubuh lain dengan gejala sebagai berikut:

  • Dubur: rasa gatal pada bagian anus, cairan mirip nanah keluar dari anus, bercak darah pada saat mengeluarkan kotoran.
  • Mata: mata akan terasa sakit, sensitif terhadap cahaya, dan cairan mirip nanah keluar dari salah satu atau kedua mata.
  • Tenggorokan: sakit pada tenggorokan dan pembengkakan kelenjar getah bening di bagian leher.
  • Sendi: jika bakteri menyerang sendi, maka akan menyebabkan septic arthritis, sendi yang terinfeksi bisa terasa hangat, memerah, bengkak dan sangat sakit, terutama saat bergerak.

Diagnosis penyakit gonore

Ada beberapa cara untuk mendiagnosis penyakit ini. Sampel cairan dari area yang menunjukan gejala penyakit ini seperti di penis, vagina hingga dubur bisa diambil menggunakan swab.

Jika ada gejala penyakit ini menyerang sendi kamu, maka akan dilakukan pengambilan sampel darah atau dengan cara memasukan jarum ke bagian sendi yang diduga terinfeksi untuk menarik cairan dari dalam sana.

Setelah itu, sampel-sampel ini akan diberikan pewarna untuk melihat ada tidaknya reaksi dari bakteri untuk membuktikan adanya infeksi. Cara ini relatif mudah dan cepat, tapi tidak memberikan kepastian yang meyakinkan.

Cara kedua adalah menggunakan sampel yang sama untuk kemudian diinkubasi di bawah kondisi idealnya untuk tumbuh. Kumpulan bakteri gonore akan tumbuh apabila memang ada bakteri tersebut dalam sampel-sampel yang diambil dari tubuh kamu.

Komplikasi penyakit gonore

Infeksi gonore yang tidak diatasi dapat menyebabkan beberapa komplikasi, di antaranya adalah:

  • Infertilitas pada perempuan: gonore dapat menyebar ke uterus, dan saluran tuba, menyebabkan radang panggul. Memperbesar komplikasi kehamilan dan infertilitas.
  • Infertilitas pada laki-laki: gonore dapat menyebabkan inflamasi pada saluran melingkar di bagian depan testis, tempat saluran sperma berada. Kondisi ini dikenal dengan istilah epididimitis.
  • Komplikasi pada ibu hamil: penyakit ini bisa menyebabkan kehamilan ektopik, keguguran, lahir yang prematur dan bayi dapat lahir dengan masalah pada mata.
  • Infeksi di sendi dan area lain: bakteri penyebab penyakit ini bisa menyebar dan masuk dalam aliran darh kamu dan menginfeksi bagian tubuh kamu yang lain seperti sendi. Akibatnya, kamu akan merasakan demam, ruam, sakit pada kulit dan nyeri sendi.
  • Meningkatkan risiko HIV/AIDS: penyakit ini membuat kamu rentan terinfeksi HIV, virus yang menyebabkan AIDS. Kamu akan mudah menularkan menyebarkan kedua virus ini ke pasangan kamu.
  • Komplikasi pada bayi: bayi yang tertular bakteri ini dari ibu saat kelahiran dapat menjadi buta, sakit dan infeksi di kulit kepala.

Cara mengatasi penyakit gonore

Saat ini belum ada obat rumahan atau apotek yang bisa mengatasi penyakit ini. Tapi beberapa antibiotik modern dapat mengatasi infeksi gonore.

Gonore biasanya diatasi dengan injeksi antibiotik ceftriaxone satu kali ke bokong atau dosis tunggal azithromycin lewat mulut. Saat sudah mengonsumsi antibiotik, kamu akan merasa mendingan dalam beberapa hari.

Meskipun demikian, sebuah kajian di Australia menyebut adanya tantangan dari resistensi antibiotik bakteri gonore. Hal ini harus menjadi perhatian dengan melakukan penanganan lebih jauh lewat 7 hari pemberian pemberian terapi dua antibiotik.

Antibiotik yang diberikan dalam ekstensif terapi ini biasanya diberikan satu atau dua kali sehari. Obat-obatan yang biasanya dipakai adalah azithromycin dan doxycycline.

Penanganan pada pasangan

Karena penyebaran penyakit ini disebabkan oleh hubungan seksual, maka pasangan kamu pun harus ditangani dengan cara yang sama apabila kamu didiagnosis memiliki penyakit ini.

Oleh karena itu, kamu harus memberitahu dokter ataupun pasangan yang pernah berhubungan seksual dengan kamu untuk melakukan tes dan mendapat perawatan.

Perawatan pada bayi

Bayi yang menunjukan gejala terkena infeksi gonore, atau jika memang si ibu memiliki penyakit ini, harus diberikan perawatan segera setelah dilahirkan. 

Ini tidak akan membahayakan sang bayi, malah dapat mencegahnya terkena komplikasi penyakit gonore seperti gangguan penglihatan yang berujung pada kebutaan, infeksi sendi dan infeksi pada darah yang mematikan.

Pencegahan

Cara terbaik untuk mencegah gonore atau penyakit menular seksual lainnya adalah dengan menahan nafsu. Apabila kamu akan melakukan hubungan seksual, selalu gunakan kondom. 

Selalu terbuka dengan pasangan, dan rajin-rajinlah melakukan tes penyakit menular seksual, cari tahu juga apakah dia sudah melakukan tes itu. Apabila pasangan kamu menunjukan tanda kemungkinan terinfeksi, hindari kontak seksual terlebih dahulu.

Segera pergi memeriksakan diri dan cari tahu cara untuk menghentikan infeksi dan kemungkinan adanya penularan dari penyakit ini.

Salah satu pencegahan yang paling mudah dilakukan adalah melakukan hubungan seksual hanya dengan satu pasangan saja, yang aman dan sudah menjalani tes penyakit menular seksual dengan hasil negatif.

Pasca perawatan

Kamu harus menunggu sekitar tujuh hari setelah menyelesaikan semua pengobatan kamu sebelum mulai melakukan aktivitas seksual kembali. Ini supaya kamu terhindar dari paparan bakteri atau memaparkan bakteri ke pasangan kamu.

Pasangan kamu pun harus menghindari aktivitas seksual sementara waktu sampai kamu berdua menyelesaikan pengobatan masing-masing. 

Jika kamu pernah memiliki penyakit gonore ini di waktu lampau, kamu masih bisa terkena lagi jika kamu melakukan aktivitas seksual tanpa pengaman dengan pasangan kamu yang memiliki penyakit ini.

Jangan malu untuk memeriksakan diri jika kamu mengalami gejala penyakit menular seksual seperti gonore. Ayo, konsultasikan permasalahan kamu ke dokter di Good Doctor. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Berita Terkait
register-docotr