Kamus Penyakit

13 Jenis Penyakit Menular Seksual dan Gejala yang Menyertainya

February 17, 2021 | Muhammad Hanif S. | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Penyakit kelamin merupakan gangguan kesehatan yang menyerang organ genital seseorang, baik pria maupun wanita. Mengetahui jenis-jenis penyakit kelamin adalah hal penting, agar kamu bisa mendeteksi penyakit sejak dini.

Sebagian besar penyakit kelamin ditularkan lewat aktivitas seksual. Meski, ada beberapa yang bisa disebarkan melalui cara lain, seperti penggunaan bersama jarum suntik dan transfusi darah. Yuk, cari tahu apa saja penyakit kelamin yang umum terjadi di Indonesia.

Jenis-jenis penyakit kelamin paling umum

Menurut penelitian, dari jenis-jenis penyakit kelamin yang ada, gonore dan sifilis adalah yang paling banyak terjadi di Indonesia. Apa itu gonore dan sifilis? Serta, apa saja penyakit kelamin lainnya yang perlu diwaspadai? Berikut ulasan lengkapnya.

1. Herpes genital

Penyakit ini disebabkan oleh penyebaran virus herpes simpleks (HSV) yang umum menyerang kulit. Tapi pada herpes genital, tanda-tandanya berada di sekitar alat kelamin pria maupun wanita, dinding rahim, hingga area anus.

Penyakit ini dapat ditularkan oleh hubungan seks vaginal, anal, dan oral. Virus akan mudah menginfeksi saat seseorang memiliki luka terbuka di area-area yang terlibat dalam aktivitas seksual.

Tanda-tanda paling umum dari penyakit ini meliputi muncul lepuhan di sekitar alat kelamin, disertai rasa gatal dan perih. Saat ukurannya terus membesar, lepuhan tersebut bisa pecah dan memicu rasa nyeri tak tertahankan.

Herpes genital tak boleh disepelekan. Sebab, penyakit ini membutuhkan waktu hingga bulanan dalam proses penyembuhannya. Terlebih, jika dibiarkan, pengidapnya berisiko tinggi untuk tertular penyakit kelamin lainnya, misalnya HIV.

Baca juga: Apa Itu Herpes: Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya

2. Kutil kelamin (HPV)

Tanda-tanda dari penyakit ini hampir mirip dengan herpes. Bedanya, jika herpes ditandai dengan lepuhan, sementara kutil kelamin memiliki ciri benjolan-benjolan kecil di sekitar organ genital.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention(CDC), hampir setiap orang yang aktif berhubungan seks memiliki risiko terpapar Human papillomavirus (HPV). Hanya saja, virus ini lebih mudah berkembang pada orang yang menerapkan perilaku seksual berisiko (sexual risky behavior).

HPV bisa menyebar dari orang ke orang melalui hubungan seks vaginal maupun anal, seks oral, dan kontak dengan organ genital. Gejala dari kutil kelamin jarang terdeteksi di awal, sehingga penularannya juga kerap tak disadari.

3. Penyakit HIV

jenis-jenis penyakit kelamin
Penularan penyakit HIV. Sumber foto: shutterstock.

Penyakit HIV disebabkan oleh virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh penderitanya. Kontak seksual merupakan salah satu cara penularan tertinggi, meski penyakit ini bisa menyebar lewat cara lain.

Seseorang yang mengidap HIV sangat rentan untuk terjangkit penyakit menular seksual (PMS) lainnya. Sebab, daya tahan tubuh akan terus menurun, memungkinkan bakteri dan virus lain untuk berkembang.

HIV ditandai dengan demam, muncul ruam di kulit, nyeri pada otot dan persendian, sakit perut, dan tubuh terus melemah.

Dari jenis-jenis penyakit kelamin yang ada, HIV merupakan salah satu yang paling ditakuti, karena gejalanya bisa berlangsung dalam rentang waktu sangat lama, bahkan tahunan.

4. Penyakit sifilis

Sifilis adalah penyakit kelamin yang disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum. Penyakit ini sering tidak disadari, karena gejalanya muncul cukup lama setelah infeksi pertama. Pemeriksaan medis adalah satu-satunya cara untuk memastikan apakah terdapat infeksi tersebut atau tidak.

Penyakit yang juga dikenal dengan raja singa ini memiliki empat tahapan. Pada tahap awal, muncul luka di sekitar alat kelamin, diikuti bintik merah yang gatal, dan pembengkakan kelenjar getah bening. Pada wanita, tanda-tanda ini jarang disadari, karena terletak di bagian dalam vagina.

Yang terparah, bakteri pemicu bisa menyebabkan berbagai komplikasi, memengaruhi kinerja otak, jantung, saraf mata, dan organ lainnya.

5. Penyakit gonore

Gonore adalah penyakit kelamin berupa infeksi yang disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae. Penyakit ini sangat menular, dan bisa memicu berbagai komplikasi yang dapat mengancam nyawa.

Bakteri pemicunya bisa hidup dan berkembang pada organ atau bagian tubuh yang lembap dan hangat, seperti penis, vagina, anus, bahkan mata.

Gejalanya bisa berupa pembengkakan bagian tubuh terdampak, muncul rasa gatal, sakit saat buang air kecil, nyeri saat buang air besar, kencing nanah, dan perdarahan pada vagina.

Gejala dari gonore umumnya terjadi dalam rentang waktu harian setelah infeksi pertama. Meski pada banyak kasus, tanda-tandanya dapat terlihat hingga berminggu-minggu setelah penularan.

Baca juga: Penyakit Gonore: Penyebab, Gejala, hingga Penanganannya

6. Penyakit trikomoniasis

Trikomoniasis adalah penyakit kelamin yang disebabkan oleh parasit Trichomonas vaginalis. Penyakit ini tak pandang jenis kelamin, meski kasusnya lebih banyak terjadi pada wanita.

Parasit tersebut bisa hidup dan menyebar di vagina dan uretra pria. Penularannya hanya bisa terjadi melalui hubungan seks. Gejala paling umum dari penyakit ini adalah berkurangnya urine, sakit saat buang air kecil, nyeri saat berhubungan badan, hingga perih saat ejakulasi.

Mengutip Medical News Today, parasit penyebab trikomoniasis bisa bertahan dalam rentang waktu bulanan hingga tahunan. Jika tak segera diatasi, penyakit ini bisa meningkatkan risiko komplikasi lebih serius, seperti penularan HIV.

7. Klamidia

Klamidia adalah penyakit kelamin yang disebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis, menyebar melalui seks anal, vaginal, maupun oral. Penyakit menular seksual yang satu ini juga dapat menular ke bayi melalui proses persalinan.

Klamidia biasanya tak menimbulkan gejala apapun di masa-masa awal, tapi dapat memicu infertilitas atau kemandulan serta komplikasi lain jika tak diobati. Penyakit tersebut mudah disembuhkan jika ditangani sedini mungkin.

Saat sudah berkembang dan bertambah parah, akan ada perubahan-perubahan pada organ genital yang mungkin dapat dirasakan, seperti keputihan, rasa sakit dan panas saat kencing, serta perdarahan anus. Gejala biasanya baru muncul sekitar 7 hingga 21 hari setelah terpapar bakteri.

Baca juga: Mengenal Penyakit Chlamydia, Infeksi Menular Seksual yang Minim Gejala

8. Kutu kemaluan

Kutu kemaluan berbentuk seperti kepiting. Sumber foto: The Conversation.

Kutu kemaluan atau yang juga dikenal dengan pubic lice menempel di area genital, baik pria maupun wanita. Terkadang, meski sangat jarang, kutu itu juga dapat berada di ketiak, kumis, jenggot, bulu mata, dan alis.

Kutu kemaluan berukuran sangat kecil dan sulit dilihat oleh mata. Hanya saja, seseorang mungkin akan merasakan gatal tak tertahankan di area terdampak. Siklus hidup telur kutu dimulai sejak 6 hingga 10 hari, lalu menetas dan akan terlihat seperti kepiting kecil.

Kutu kemaluan dapat menyebar selama kontak fisik yang dekat, termasuk hubungan seks. Serangga kecil itu juga bisa bermigrasi lewat handuk dan seprai yang dipakai bersama.

Kutu kemaluan bisa dihilangkan dengan larutan pometrin 1 persen atau produk serupa. Obat itu tersedia tanpa resep di banyak apotek. Namun, penting untuk tetap memerhatikan aturan dan petunjuk yang ada di kemasan.

9. Hepatitis B

Penyakit menular seksual yang jarang disadari penyebarannya adalah hepatitis B. Dalam jangka panjang, penyakit ini bisa menyebabkan kerusakan organ hati. Begitu seseorang terkena virus pemicunya, virus itu dapat bertahan di air mani, darah, dan cairan tubuh lainnya.

Transmisi dimungkinkan terjadi melalui kontak seksual, menggunakan peralatan tidak steril untuk injeksi, dan menusuk kulit dengan benda tajam yang terkontaminasi virus. Penularan juga dapat terjadi pada bayi selama kehamilan atau persalinan.

Seseorang yang terkena hepatitis B biasanya mengalami demam, mudah lelah, mual, muntah, hilang selera makan, sakit perut, serta perubahan warna menjadi lebih gelap pada urine dan feses.

Orang yang memiliki risiko tinggi tertular sebaiknya berbicara pada dokter untuk mendapatkan vaksin. Meski, vaksin tidak dapat memberikan perlindungan sempurna untuk jangka panjang.

10. Penyakit menular seksual kankroid

Kankroid, atau yang juga disebut chancroid, adalah penyakit menular seksual langka yang disebabkan oleh bakteri Haemophilus ducreyi. Bakteri tersebut hanya bisa menyebar melalui kontak seksual.

Gejala paling umum dari kankroid adalah luka terbuka yang terasa menyakitkan pada alat kelamin. Pada tahap yang parah, kankroid sangat mungkin untuk berkembang menjadi HIV, membuatnya lebih sulit untuk diobati.

Deteksi dini sangat penting untuk mencegah terjadinya komplikasi. Pengobatan antibiotik seringkali efektif menyembuhkan penyakit kelamin ini di masa-masa awal.

Siapapun yang telah didiagnosis kankroid harus memberi tahu pasangan yang terlibat dalam kontak seksual dalam 10 hari terakhir.

11. Skabies

Skabies, atau yang juga sering disebut scabies, adalah penyakit menular seksual yang ditandai dengan munculnya kudis pada permukaan kulit. Kondisi tersebut dipicu oleh penularan parasit seperti tungau bernama Sarcoptes scabiei.

Infeksi parasit dapat memunculkan ruam seperti jerawat di bagian tubuh mana saja, terutama area genital. Gejala akan muncul sekitar 2 hingga 6 minggu setelah terpapar. Bahkan, kudis bisa muncul dan menyebar sebelum seseorang menyadari bahwa ada skabies di permukaan kulitnya.

Dikutip dari Medical News Today, penularan skabies seringkali terjadi melalui kontak kulit. Tak hanya seks, parasit dapat berpindah ke orang lain hanya dengan berbagi barang seperti handuk dan selimut.

Dokter dapat meresepkan krim topikal untuk membunuh dan membasmi parasit tersebut. Seseorang yang telah mengetahui mememiliki skabies harus menghindari kontak kulit dengan orang lain untuk meminimalkan penularan.

12. Moluskum kontagiosum

Moleskum kontagiosum adalah penyakit kelamin yang biasanya jinak. Dokter akan menganggapnya sebagai penyakit menular seksual jika terjadi pada orang dewasa. Penularannya cenderung terjadi melalui kontak fisik seperti hubungan seks.

Penyakit tersebut memiliki gejala yang mirip dengan cacar, yaitu munculnya lesi di permukaan kulit. Benjolan mungkin juga akan muncul, biasanya dapat hilang sendiri tanpa pengobatan. Meski, benjolan itu tetap sangat menular dari orang ke orang.

13. Vaginosis bakteri

Vaginosis bakteri merupakan kondisi di mana bakteri sehat di vagina menghilang dan digantikan oleh mikroorganisme lain. Dikutip dari Verywell Health, gejala paling umum dari penyakit kelamin tersebut adalah rasa terbakar dan panas di area genital dan keluar cairan putih atau abu-abu.

Tak hanya itu, bau tak sedap yang kuat biasanya muncul setelah berhubungan seks. Vaginosis bakteri sering dikaitkan dengan seseorang yang melakukan hubungan seks dengan pasangan baru.

Penyakit ini dapat disembuhkan dengan pengobatan antibiotik. Jika tak diobati, vaginosis bakteri dikhawatirkan bisa meningkatkan risiko seorang wanita untuk mengidap HIV, penyakit radang panggul, dan kelahiran prematur jika sedang hamil.

Nah, itulah jenis-jenis penyakit kelamin yang umum dijumpai di Indonesia. Kamu bisa minimalkan penularan beberapa penyakit kelamin di atas dengan menerapkan seks aman, misalnya menggunakan kondom.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

  1. Cuswantoro, Y.T., Hidayat, N., Dewi, R.K. (2018), Diagnosis Penyakit Kelamin Laki-Laki Menggunakan Metode Bayesian Network. Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Universitas Brawijaya.
  2. Centers for Disease Control and Prevention (CDC), diakses 5 Juli 2020, Genital HPV Infection – Fact Sheet.
  3. Medical News Today, diakses 5 Juli 2020, What you need to know about sexually transmitted diseases (STDs).
  4. Verywell Health, diakses 5 Juli 2020, The Most Common Sexually Transmitted Diseases.
  5. WebMD, diakses 5 Juli 2020, Most Common STDs for Women and Men.

    register-docotr