Hati-hati! Kenali Penyakit Sifilis yang Dapat Mengancam Jiwa

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin

Mungkin kamu sering mendengar nama penyakit yang satu ini. Penyakit ini merupakan salah satu penyakit menular yang dapat mengancam jiwa. Agar tidak terlambat, yuk kita sama-sama pahami secara mendalam penyakit sifilis!

Baca Juga: Kutu Air di Kaki Bikin Risih? Atasi dengan Cara Ampuh Ini

Pengertian sifilis

Penyakit ini merupakan salah satu jenis infeksi menular seksual (IMS) atau biasa disebut dengan penyakit raja singa. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum yang dapat menginfeksi kulit, alat kelamin, serta sistem saraf.

Penyakit ini termasuk penyakit yang mematikan karena komplikasinya dapat mencapai otak. Biasanya penyakit ini ditandai dengan luka yang tidak menyakitkan pada alam kelamin, dubur, dan mulut.

Secara umum, penyakit ini menular dari orang ke orang lewat kontak kulit atau selaput lendir (mukosa) dengan luka. Tetapi seringkali penyakit ini sulit dideteksi karena gejalanya dapat menyerupai penyakit infeksi lainnya.

Setelah infeksi awal, bakteri penyebab penyakit ini dapat tinggal di dalam tubuh selama bertahun-tahun sebelum aktif dan menimbulkan gejala. Jika penyakit ini terdeteksi lebih awal maka akan lebih mudah disembuhkan dan tidak menyebabkan kerusakan permanen.

Tetapi jika penyakit ini tidak diobati akan merusak organ jantung, otak, dan organ lainnya. Bahkan bagi wanita hamil, penyakit ini juga dapat menyebabkan kondisi janin tidak normal bahkan bisa mengakibatkan kematian pada bayi.

Gejala sifilis

sifilis
penyakit sifilis. Sumber Foto : https://www.medicalnewstoday.com/

Pada umumnya, penyakit ini dapat berkembang dalam beberapa tahap dan gejala yang muncul bergantung pada tahapan tersebut. Berikut tahapan gejala penyakit sifilis, antara lain:

  • Sifilis primer

Pada kondisi ini, biasanya ditandai dengan luka di tempat infeksi awal. Luka ini biasanya terdapat di sekitar alat kelamin, anus, dan mulut. Luka ini biasanya berbentuk bulat dan dinamakan chancre.

Gejala ini akan muncul dalam 2-4 hari bakteri tersebut masuk ke tubuh. Pemulihannya biasanya memakan waktu sekitar 3 hingga 6  pekan.

  • Sifilis sekunder

Tahap ini biasanya terjadi setelah beberapa pekan luka menghilang, ditandai dengan ruam di bagian tubuh khususnya di telapak tangan dan kaki. Ruam ini biasanya tidak terasa gatal dan dapat disertai dengan kutil di bagian mulut dan alat kelamin.

Biasanya ada beberapa orang yang mengalami rambut rontok, nyeri otot, demam, sakit tenggorokan, hingga pembengkakan kelenjar getah bening. Gejala ini biasanya dapat muncul berkali-kali dan berlangsung hingga 1 tahun.

  • Sifilis laten

Pada kondisi ini biasanya tidak menimbulkan gejala apapun meski terdapat bakteri di dalam tubuh. Pada tahap ini dapat berlangsung selama bertahun-tahun dan dapat berkembang menjadi sifilis tersier.

  • Sifilis tersier

Tahap ini merupakan kondisi yang paling berbahaya yang memberikan dampak pada mata, jantung, otak, pembuluh darah, tulang, persendian, dan hati. 

Hal ini dapat menyebabkan penderita mengalami kebutaan, penyakit jantung, bahkan stroke akibat bakteri yang dapat menular ini.

  • Sifilis kongenital

Kondisi ini terjadi kepada wanita yang sedang hamil yang dapat menularkan penyakit ini ke janin. Risiko tersebut dapat dikurangi dengan mengobati penyakit ini sebelum masa kehamilan 4 bulan.

Jika terlambat, wanita hamil tersebut akan mengalami komplikasi seperti bayi lahir prematur, keguguran, bayi lahir dengan sifilis, dan kehilangan nyawa bayi.

Jika kamu merasakan gejala dan tanda yang sudah dijelaskan di atas, sebaiknya kamu konsultasikan ke dokter agar mendapat penanganan segera. Jangan sampai penyakit ini menyebar ke organ tubuh kamu lainnya.

Penyebab sifilis

Penyebab utama penyakit ini adalah bakteri yang bernama Treponema pallidum. Penyakit ini paling sering ditularkan melalui kontak luka yang dialami penderitanya, terutama pada saat melakukan hubungan seksual.

Bakteri tersebut masuk ke dalam tubuh melalui goresan atau luka kecil yang terdapat pada kulit. Selain itu, penyebab penyakit ini juga bisa menyebar melalui cairan tubuh penderitanya yaitu darah.

Penyakit ini juga dapat ditularkan melalui kontak langsung dengan luka penderita yang ditularkan dari ibu ke janinnya pada saat kehamilan dan proses kehamilan. 

Penyakit ini tidak dapat ditularkan melalui penggunaan toilet secara bersamaan, penggunaan pakaian dan peralatan makan yang sama dengan penderita.

Pengobatan sifilis

Cara pengobatan pada penyakit ini paling efektif dilakukan ketika tahap awal. Pengobatan penyakit ini tergantung pada gejala dan berapa lama penderita mengidap penyakit ini.

Beberapa cara pengobatan untuk mengatasi penyakit ini, antara lain:

  • Bagi sifilis primer dan sekunder pengobatan akan dilakukan dengan pemberian antibiotik suntikan selama kurang lebih 14 hari, sedangkan tersier dan wanita hamil akan diberikan penisilin atau pemberian antibiotik selama 28 hari.
  • Menghindari semua aktivitas seksual selama terapi, setidaknya 2 minggu setelah selesai terapi. Hal ini untuk menghindari tertularnya kembali bakteri tersebut.
  • Mengobati pasangan seksual yang terinfeksi penyakit ini.

Secara umum, pada hari pertama kamu menerima pengobatan ini kamu akan mengalami reaksi seperti demam, kedinginan, mual, sakit, pegal, dan sakit kepala. Reaksi ini biasanya akan berlangsung lebih dari 1 hari.

Pencegahan sifilis

Sayangnya hingga saat ini belum ditemukan vaksin yang dapat mencegah penyakit mematikan satu ini. Berikut beberapa cara untuk mencegah terinfeksi penyakit ini:

  • Sebaiknya gunakan kondom berbahan lateks ketika berhubungan seksual untuk mengurangi risiko penularan penyakit.
  • Jangan melakukan hubungan seks dengan lebih dari 1 orang.
  • Hindari mengonsumsi alkohol dan obat-obatan terlarang yang dapat meningkatkan terjadinya hubungan seksual secara bebas dan tidak aman.
  • Hindari penggunaan jarum suntik secara bergantian.
  • Khusus untuk ibu hamil disarankan untuk melakukan screening sifilis sedini mungkin untuk mengetahui apakah kamu terinfeksi atau tidak.

Biasanya pasangan seks yang terinfeksi penyakit ini mungkin tidak terlalu terlihat jelas. Hal ini dikarenakan luka yang tersembunyi di sekitar vagina, anus, bawah kulup penis, atau mulut.

Komplikasi yang dapat terjadi

penampakan virus HIV. Foto: shutterstock.

Jika penyakit ini tidak ditangani dengan segara, bisa merusak bagian tubuh kamu yang lain. Penyakit ini dapat meningkatkan risiko terkena penyakit HIV. Pada dasarnya pengobatan penyakit ini dapat membantu mencegah kerusakkan tubuh di kemudian hari. 

Tetapi pengobatan ini tidak dapat memperbaiki dan mengembalikan kerusakkan yang telah terjadi. Beberapa komplikasi yang mungkin terjadi, seperti:

Benjolan kecil atau tumor

Komplikasi yang dapat terjadi dari penyakit ini dapat menimbulkan adanya benjolan kecil atau tumor yang disebut gumma. Benjolan ini dapat tumbuh pada kulit, tulang, hati, atau organ lain.

Biasanya benjolan ini akan hilang jika diberikan pengobatan melalui antibiotik.

Masalah saraf

Penyakit ini bisa mengganggu sistem saraf seperti sakit kepala, meningitis, kehilangan pendengaran, stroke, masalah penglihatan (kebutaan), demensia, disfungsi seksual pada pria (impotensi), dan inkontinensia kandung kemih.

Infeksi HIV

Orang dewasa yang menderita penyakit ini akan lebih rentan terinfeksi HIV. Luka pada penyakit ini dapat berdarah dengan mudah sehingga memudahkan HIV masuk ke aliran darah selama aktivitas seksual.

Begitu juga sebaliknya, jika sesorang yang menderita HIV juga memiliki penyakit sifilis, penyebarannya akan semakin meningkat. 

Komplikasi kehamilan dan kondisi bayi

Jika ibu hamil terkena penyakit yang satu ini, dapat meningkatkan risiko keguguran bahkan kematian bayi setelah beberapa hari melahirkan.

Diagnosis penyakit

Biasanya dokter membuat diagnosis berdasarkan riwayat medis dan pemeriksaan pada tubuh pasien. Dokter akan memeriksa bagian tubuh seperti organ seks, mulut, dan anus.

Untuk mendiagnosis penyakit ini, biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan tes fisik secara menyeluruh, seperti tes darah dan mengambil sampel cairan luka. 

  • Tes darah yang dikenal dengan VDRL dilakukan untuk menentukan apakah terdapat antibodi. Zat ini merupakan zat yang dihasilkan oleh sistem kekebalan tubuh untuk melawan infeksi dari bakteri Treponema pallidum.
  • Pemeriksaan hispatologi yang dilakukan dengan cara mengambil sampel dari jaringan luka yang kemudian diperiksa di mikroskop.
  • Dokter juga biasanya melakukan pemeriksaan cairan yang mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang (serebrospinal) yang diambil melalui prosedur spinal tap. 

Hal ini dilakukan dengan cara menyisipkan jarum untuk mengambil sampel cairan yang terdapat di kanal tulang belakang. Biasanya dokter melakukan pemeriksaan ini apabila terjadi komplikasi ke sistem saraf pusat otak dan sumsum tulang belakang.

  • Selain itu, dokter akan melakukan pemeriksaan radiologi berupa rontgen, USG, , CT-scan, maupun MRI. 

Perubahan gaya hidup penderita sifilis

Selain pengobatan yang dilakukan, sebaiknya para penderita penyakit ini harus mengubah gaya hidup untuk meredakan dan mencegah penyakit ini. Berikut gaya hidup yang dapat atasi penyakit ini:

  • Sebaiknya mencuci tangan sesering mungkin untuk menghindari penyebaran infeksi.
  • Lakukanlah aktivitas seksual secara aman dengan menggunakan kondom.
  • Jangan sungkan untuk memberitahukan kepada pasangan kamu jika kamu sedang menjalani pengobatan penyakit ini.
  • Sebaiknya kamu jangan melakukan hubungan seksual kurang lebih selama 2 minggu setelah pengobatan hingga dokter menyatakan kamu sembuh dari penyakit ini.
  • Jangan berhenti mengonsumsi obat atau mengubah dosisnya tanpa anjuran dan arahan dokter.
  • Informasikan kepada dokter jika kamu alergi terhadap obat khususnya terhadap penisilin.
  • Informasikan kepada dokter jika kamu sedang hamil, karena penularan penyakit ini sangat membahayakan janin.

Ingat, pola hidup kamu yang menentukan kesehatan kamu lho. Usahakan mengubah pola hidup kamu menjadi lebih baik agar terhindar dari berbagai macam penyakit.

Selain itu, kamu juga harus pintar-pintar dalam memilih pergaulan, karena pergaulan yang kurang baik juga dapat kamu terkena berbagai penyakit menular seperti sifilis ini. Jadi, usahakan agar hidup kamu tetap sehat dan bersih.

Baca Juga: Kemaluan Sering Gatal Bisa Jadi Tanda Keputihan, Yuk Ketahui Penyebabnya

Penanganan sejak dini bisa menyelamatkan nyawa

Penyakit ini bisa sembuh jika ditangani sejak awal, tetapi dapat membahayakan jiwa jika tidak ditangani segera. Usahakanlah hidup bersih agar terhindar dari berbagai macam penyakit termasuk penyakit yang satu ini.

Pada dasarnya mengobati penyakit ini tidak dapat dilakukan sendiri ataupun di rumah. Penyakit ini tidak dapat hilang dengan sendirinya, sebaliknya bisa sembuh total jika ditangani dengan cara yang tepat dan benar.

Penyakit ini memerlukan penanganan medis karena dokter dapat memahami kondisi kamu. Jadi saat kamu sudah mulai merasakan gejala-gejala penyakit ini, jangan sungkan untuk segera berkonsultasi ke dokter ya.

Punya pertanyaan lebih lanjut seputar penyakit sifilis? Silakan chat langsung dengan dokter kami untuk konsultasi. Caranya, buka aplikasi Grab kemudian pilih fitur Kesehatan, atau langsung klik di sini.

  1. mayoclinic.org (2019) diakses 14 Mei 2020. Syphilis. 14 Mei 2020 pukul 17.30.
  2. healthline.com (2017) diakses 14 Mei 2020. Syphilis. 14 Mei 2020 pulu; 18.00.
  3. webmd.com diakses 14 Mei 2020. Syphilis. 14 Mei 2020 pukul 18.15.
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin