Share This Article
Ada banyak hal yang bisa membuat tidur di malam hari jadi terganggu, salah satunya adalah batuk yang intensitasnya justru lebih tinggi ketimbang pada siang hari. Ini tentu bisa menurunkan kualitas tidur yang dampaknya sampai mengganggu aktivitas sepanjang hari.
Untuk mencegah batuk mengganggu kualitas tidur, tentunya batuknya harus disembuhkan dengan minum obat yang sesuai dengan jenis batuk, yakni apakah batuk kering atau batuk berdahak.
Lalu apa saja penyebab batuk di malam hari dan bagaimana mengenali jenis batuk yang diderita, teruskan membaca artikel ini hingga selesai.

Penyebab Batuk di Malam Hari
1. Paru-paru bermasalah
Yakni penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) seperti bronkitis atau emfisema (kerusakan kantong udara di paru-paru). Penyebab yang paling umum yakni kebiasaan merokok.
2. Pneumonia
Adanya peradangan pada paru-paru memicu batuk dengan dahak berwarna kuning kehijauan atau merah.
3. Pertusis
Adalah gangguan pernapasan yang dipicu oleh infeksi bakteri pada organ paru-paru. Adanya pertusis ditandai dengan beberapa gejala seperti flu, demam, pilek, dan mata berair.
4. Asma
Disebabkan karena saluran udara mengalami peradangan, akibatnya sirkulasi oksigen terganggu dan membuat tersedak. Karakter utamanya batuk diakhiri dengan sesak napas dan rasa sakit pada dada.
5. GERD
Yakni karena asam lambung naik ke kerongkongan sehingga membuat batuk. Batuk akibat GERD umumnya batuk kering.
6. Lendir berlebih
Kondisi ini disebut postnasal drip, yakni ketika produksi lendir berlebihan di hidung bergerak ke tenggorokan, lalu menyebabkan batuk. Umum terjadi pada seseorang yang sedang pilek atau flu dimana produksi lendir menjadi lebih banyak.
Batukmu Kering atau Berdahak, Kenali gejalanya
Karakter batuk kering:
- Tidak menghasilkan lendir/dahak  Â
- Biasanya disertai rasa gatal atau menggelitik pada tenggorokan karena iritasi di tenggorokan Â
- Iritasi juga menyebabkan rasa perih atau sakit tenggorokanÂ
- Penyebabnya lebih sering akibat infeksi virus (fase awal)Â
- Saat batuk, ini merupakan respons terhadap iritasiÂ
- Frekuensi batuk dapat menjadi lebih buruk di malam hariÂ
- Umumnya berlanjut selama berminggu-minggu setelah pilek atau flu. Â
Karakter batuk berdahak:
- Mengeluarkan dahak/lendir Â
- Dada terasa penuh atau berlendirÂ
- Penyebab umumnya akibat infeksi saluran napas, peradangan dan produksi lendir berlebihÂ
- Saat batuk ini bertujuan mengencerkan dan mengeluarkan lendirÂ
- Harus segera dibawa ke dokter jika gejala memburuk seperti dahak berdarah, sesak, demam tinggi, atau batuk menetap sudah lebih dari 3 hari.Â
Jangan Salah Minum! Batukmu Kering atau Berdahak, Minum Obat yang sesuai dengan gejalanya
Obat batuk kering dan flu
Mengandung bahan aktif Dextromethorphan, Triprolidine, dan Pseudoephedrine (HCI) yang efektif mengobati gejala batuk kering. 
Mekanisme kerja bahan aktifnya yakni:  
1.Triprolidine HCL (Antihistamin)
Merupakan antagonis kompetitif reseptor histamin H1 yang bekerja menghambat aksi histamin yang merespons alergi.
2.Pseudoephedrine HCl (Dekongestan)
Mengaktifkan reseptor α- dan β-adrenergik  untuk melepaskan norepinefrin di terminal saraf. Norepinefrin bertugas mengurangi pembengkakan saluran napas bagian atas sehingga meredakan hidung tersebut dan melancarkan napas.
3.Dextromethorphan HBr (Antitusif)
Merupakan antagonis reseptor NMDA nonkompetitif yang berfungsi menekan batuk. Bekerja pada nukleus traktus solitarius di batang otak yang merupakan gerbang refleks batuk, dengan mengurangi sinyal refleks batuk.
Kombinasi Antihistamin+Dekongestan+Antitusif merupakan pilihan tepat apabila kamu mengalami beberapa gejala sekaligus. Antihistamin membantu mengurangi gejala pilek, Dekongestan membantu melegakan hidung tersumbat, dan Antitusif membantu menekan refleks batuk sehingga meredakan batuk kering.
Obat batuk berdahak dan flu
Mengandung bahan aktif Triprolidine, Pseudoephedrine HCI, dan Guaiphenesin yang efektif mengobati gejala batuk berdahak.  
Mekanisme kerja bahan aktifnya yakni:  Â
1.Triprolidine HCL (Antihistamin)
Merupakan antagonis kompetitif reseptor histamin H1 yang bekerja menghambat aksi histamin yang merespons alergi.
2.Pseudoephedrine HCl (Dekongestan)
Mengaktifkan reseptor α- dan β-adrenergik  untuk melepaskan norepinefrin di terminal saraf. Norepinefrin bertugas mengurangi pembengkakan saluran napas bagian atas sehingga meredakan hidung tersebut dan melancarkan napas.
3.Guaiphenesin (Eskpektoran)
Meningkatkan hidrasi dahak/lender agar lebih encer dan mudah dikeluarkan.
Kombinasi Antihistamin+Dekongestan+Ekspektoran merupakan pilihan tepat apabila kamu mengalami beberapa gejala sekaligus. Antihistamin membantu mengurangi gejala pilek, Dekongestan membantu melegakan hidung tersumbat, dan Ekspektoran membantu mengencerkan dahak sehingga mudah dikeluarkan.
Setelah Tahu Karakter Batuk Kering atau Berdahak, Ini Pilihan Obatnya  
Obat batuk kering medis modern  
1.Antitusif (pereda/penekan batuk)  
Antitusif dipercaya dapat mengurangi refleks batuk sehingga kemungkinan batuk lebih kecil. Antitusif seperti dekstrometorfan adalah bahan bahan aktif paling umum dalam pereda batuk, tersedia dalam bentuk tablet, kaplet atau sirup.
2.Demulcent (penenang batuk)  
Demulsen dapat melapisi tenggorokan untuk mengurangi iritasi, kekeringan dan menenangkan batuk. Jenis ini biasa ditemukan dalam obat batuk hisap.
Obat-obatan kombinasi seperti mengandung ekspektoran, penekan batuk, dan bahan aktif lainnya, bisa termasuk antihistamin, obat penghilang rasa sakit, dan dekongestan untuk mengobati berbagai gejala sekaligus.   
Obat batuk berdahak medis modern  
1.Sekretolitik 
Cara kerjanya dengan meningkatkan kadar air (hidrasi) pada dahak sehingga teksturnya menjadi lebih encer. Termasuk golongan obat ini yakni guaifenesin.
2.Mukolitik  
Cara kerjanya dengan mengencerkan dahak secara langsung, terutama ketika dahak sangat kental dan lengket sehingga sulit dikeluarkan saat batuk. Termasuk golongan obat ini yakni N-asetilsistein. 
3.Mukokinetik 
Cara kerjanya dengan meningkatkan gerakan silia (rambut-rambut pembersih) sehingga lendir atau dahak yang sudah encer tersebut dapat mudah dan cepat terdorong keluar. Termasuk golongan obat ini yakni Ambroksol atau Bromheksin.Â


Referensi:Â
1. Batuk dan Pilek Dari Perspektif Pasien: Menjawab Keluhan Pasien dengan Edukasi dan Konseing Berbasis Self-Care (Buku PDF); HALEON, Ikatan Apoteker Indonesia. Diakses 14 September 2026. Â
Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

