Kamus Penyakit

GERD

September 16, 2020 | Dani Kosasih | dr. Raja Friska Yulanda
no-image

GERD atau Gastroesophageal Reflux Disease terjadi ketika terdapat gangguan di otot di ujung kerongkongan.

Saat kamu mengidap GERD, kamu akan merasakan dada terasa terbakar, karena asam lambung yang kembali ke kerongkongan.

Apa itu penyakit GERD?

GERD adalah kondisi di mana dada atau tenggorokan kamu terasa perih seperti terbakar, yakni ketika addanya ganggian pada otot di ujung kerongkongan.

Pada kasus tertentu, terkadang kamu bahkan bisa merasakan cairan lambung di bagian belakang mulut yang mengakibatkan mulut terasa asam atau pahit.

Jika kamu mengalami kondisi seperti ini, kemungkinan besar kamu mengalami gejala GERD.

Banyak orang masih bisa mengatasi rasa tidak nyaman yang ditimbulkan oleh kondisi ini dengan merubah gaya hidup yang lebih sehat. Namun, ada juga beberapa kasus yang tergolong serius dan harus diatasi dengan operasi.

Apa penyebab GERD?

Mengetahui apa saja penyebab GERD akan membantu kamu mengenali gejalanya. Berikut beberapa aktivitas yang menjadi penyebab umum dan sering dirasakan para penderita kondisi ini:

  • Merokok, Perokok pasif
  • Mengonsumsi minuman pemicu seperti alkohol atau kopi
  • Peningkatan tekanan pada perut karena kelebihan berat badan, obesitas, atau hamil
  • Mengonsumsi obat-obatan juga menjadi faktor risiko penyebab kamu mengalami kondisi ini

Penyebab yang sudah disebutkan di atas dapat memicu GERD kambuh. GERD kambuh dapat menimbulkan gejala yang tidak nyaman. Jika kamu mengalami hal ini sangat disarankan untuk segera mengobatinya.

Penyebab GERD lainnya: hernia hiatal

Selain penyebab di atas, kondisi hernia hiatal juga dapat menjadi salah satu penyebab kondisi ini. Hernia hiatal sendiri adalah penyakit yang memicu naiknya asam lambung.

Hernia hiatal terjadi ketika bagian lambung mencuat ke area dada melalui lubang diafragma (hiatus). Diafragma adalah otot yang memisahkan perut dari dada.

Beberapa dokter percaya bahwa hernia hiatal dapat membuat Lower Esophageal Sphincter (LES) melemah dan mengembalikan isi lambung ke kerongkongan hingga meningkatkan risiko GERD.

Dalam pencernaan normal, LES atau sfingter esofagus bagian bawah akan terbuka untuk memungkinkan makanan masuk ke lambung dan kembali menutup untuk mencegah makanan dan cairan asam lambung mengalir kembali ke kerongkongan.

Siapa saja yang lebih berisiko terkena GERD dan asam lambung?

GERD dan asam lambung memang tidak dapat dipisahkan, adapun beberapa kondisi yang menyebabkan seseorang lebih berisiko untuk terkena GERD dan asam lambung yakni:

  • Obesitas
  • Hernia hiatal
  • Kehamilan
  • Gangguan jaringan ikat, seperti skeroderma
  • Pengosongan perut dalam waktu yang lama (gastroparesis)

Apa gejala dan ciri-ciri GERD?

Selain mulut terasa asam, penyakit ini juga memiliki gejala umum lainnya yang harus kamu ketahui, seperti:

  • Sensasi panas seperti terbakar yang muncul di belakang tulang dada. Kondisi ini bisa terasa semakin parah setelah makan yang mungkin akan lebih buruk saat terjadi di malam hari (heartburn)
  • Asma yang semakin memburuk
  • Rasa sakit saat menelan
  • Masalah pernapasan
  • Enamel gigi terkikis
  • Radang tenggorokan
  • Batuk kronis
  • Bau mulut
  • Mual

Terkadang, refluks asam terjadi bersamaan dengan sesak napas. Dalam beberapa kasus, sesak nafas karena GERD dapat terjadi. Orang yang mengidap penyakit GERD mungkin lebih berisiko menderita asma atau kondisi pernapasan lainnya, sebagai akibat sesak nafas karena GERD.

Refluks asam terjadi ketika asam yang berasal dari lambung kembali ke kerongkongan. Jika hal ini terjadi, asam dapat mengiritasi saluran udara yang mana dapat menyebabkan pembengkakan. Hal inilah yang menyebabkan sesak nafas karena GERD.

Perbedaan GERD dan sakit jantung

Kondisi ini memang dapat menimbulkan gejala heartburn yang seringkali disalahartikan sebagai gejala sakit jantung. Tetapi, keduanya adalah kondisi yang berbeda.

Perbedaan GERD dan sakit jantung dapat dilihat dari penyebabnya. Heartburn biasanya dimulai dari rasa nyeri di belakang tulang dada dan bergerak ke atas hingga ke leher dan tenggorokan yang menyebabkan rasa asam di mulut.

Rasa terbakar, tekanan, atau nyeri hebat pada ulu hati akibat heartburn dapat berlangsung selama 2 jam dan seringkali lebih buruk setelah kamu makan.

Sedangkan sakit jantung seringkali digambarkan sebagai perasaan sesak, penyempitan, atau tekanan, bukan perasaan terbakar.

Untuk mengetahui bagaimana kondisi kamu dan perbedaan GERD dan sakit jantung lainnya, segeralah mengunjungi dokter untuk mendapatkan penjelasan dan pengobatan yang diperlukan.

Apa saja komplikasi yang mungkin terjadi akibat GERD?

Jika kamu mengalami kondisi ini dan kamu sengaja membiarkannya, maka seiring waktu kamu akan mengalami peradangan kronis pada kerongkongan yang mengakibatkan komplikasi, seperti:

Penyempitan kerongkongan

Kerusakan pada esofagus bagian bawah dari asam lambung akan menyebabkan jaringan parut terbentuk. Jaringan parut akan mempersempit jalur makanan dan menyebabkan masalah saat menelan.

Luka terbuka di kerongkongan

Asam lambung dapat merusak jaringan di kerongkongan yang akhirnya akan menyebabkan luka terbuka. Ulkus esofagus pun akan berdarah dan menyebabkan kesulitan saat menelan yang disertai dengan rasa sakit.

Perubahan pada kerongkongan

Kerusakan kerongkongan akibat asam dapat menyebabkan perubahan pada jaringan yang melapisi esofagus bagian bawah. Perubahan ini akan meningkatkan risiko kanker kerongkongan.

Bagaimana cara mengatasi dan mengobati GERD?

Untuk mengobati kondisi ini, ada dua cara yang dapat kamu lakukan, yakni melakukan pemeriksaan di dokter serta melakukan perawatan di rumah. Berikut penjelasan selengkapnya:

Perawatan GERD di dokter

Saat kamu berkonsultasi dengan dokter mengenai kondisi GERD yang kamu alami, dokter akan melakukan diagnosis awal melalui gejala dan riwayat medis kamu.

Jika gejala yang kamu alami tidak kunjung membaik dengan perubahan gaya hidup dan mengonsumsi obat-obatan, kemungkinan dokter akan merujuk kamu ke ahli gastroenterologi untuk melakukan diagnosis lebih lanjut.

Pada kasus yang tergolong sedang hingga berat, diagnosis GERD yang akan disarankan adalah melakukan endoskopi dan biopsi pada saluran pencernaan bagian atas.

Dokter atau ahli gastroenterologi akan melakukan biopsi dengan endoskop lalu mengambil sepotong kecil jaringan dari lapisan kerongkongan. Hasil biopsis tersebut akan diperiksa di laboratorium.

Cara mengatasi GERD secara alami di rumah

Kamu bisa mengatasi GERD dengan mengubah gaya hidup atau mengonsumsi obat-obatan. Beberapa pola hidup yang bisa kamu lakukan, seperti:

  • Tidak mengonsumsi  jenis makanan berminyak dan pedas yang dapat memicu GERD
  • Tidak mengonsumsi minuman beralkohol
  • Hindari makan berlebih
  • Makan paling tidak dua atau tiga jam sebelum tidur
  • Turunkan berat badan jika kamu mengalami obesitas
  • Meninggikan kepala saat tidur
  • Tidak mengenakan pakaian yang terlalu ketat
  • Berhenti merokok atau hindari asap rokok

Apa saja obat GERD yang biasa digunakan?

Selain mengubah pola hidup, ada beberapa obat-obatan yang bisa kamu konsumsi, baik obat yang tersedia di apotek maupun obat alami.

Obat GERD di apotek

Ada baiknya jika kamu mengalami GERD dan ingin melakukan pengobatan, sebaiknya berkonsultasi terlebih dahululah pada dokter.

Konsumsilah obat-obatan yang diresepkan dokter. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari efek samping yang dapat ditimbulkan. Adapun obat GERD yang biasanya digunakan untuk mengobati kondisi ini yakni:

Antasida

Saat kamu didiagnosis GERD, untuk kali pertama dokter akan menyarankan obat antasida untuk meredakan mulas dan gejala GERD ringan lainnya. Ini juga merupakan obat asam lambung yang digunakan untuk menetralkan kadar asam dalam lambung.

Antasida sendiri adalah obat-obatan yang dijual bebas dan mudah kamu temui.

Perlu diketahui juga bahwa penggunaan antasida jangka panjang dapat memicu efek samping seperti diare dan sembelit.

H-2 receptor blockers

H2 receptor blocker mampu membantu kamu mengurangi gejala GERD dengan menurunkan produksi asam serta mengurangi rasa nyeri pada kerongkongan. Ini merupakan obat asam lambung yang efektif untuk mengurangi kelebihan asam.

H-2 receptor blocker adalah jenis obat yang dijual bebas atau bisa melalui resep dokter. Beberapa di antaranya, seperti:

  • Cimetidine
  • Famotidine
  • Nizatidine

Proton pump inhibitors (PPIs)

Proton pump inhibitors (PPIs) atau Inhibitor pompa proton (PPI) memiliki efek yang lebih baik dalam mengobati gejala Gerd dibandingkan H-2 blockers.

Obat asam lambung ini bekerja dengan menurunkan jumlah protein yang di butuhkan untuk memproduksi asam yang dihasilkan oleh lambung.

Beberapa jenis obat PPI yang tersedia melalui resep dokter, seperti:

  • Esomeprazole
  • Lansoprazole
  • Omeprazole
  • Pantoprazole
  • Rabeprazole

Obat-obatan prokinetik

Obat-obatan golongan prokinetik mampu meredakan gejala sakit maag dengan cara mempercepat proses pencernaan makanan yang mengakibatkan perut kamu menjadi lebih cepat kosong.

Obat-obat prokinetik hanya bisa didapatkan melalui resep dokter. Beberapa di antaranya seperti:

  • Metoclopramide

Obat GERD alami

Selain mengonsumsi obat-obatan yang dijual di apotek maupun obat yang diresepkan, kamu juga dapat mengatasi kondisi ini dengan mengonsumsi obat-obatan alami. Pengobatan alami ini termasuk:

  • Chamomile: Secangkir teh chamomile memiliki efek menenangkan pada saluran pencernaan
  • Jahe: Jahe telah lama digunakan sebagai obat tradisional untuk heartburn (gejala GERD)
  • Licorice: Licorice dapat meningkatkan lapisan mukosa pada lapisan esofagus, untuk membantu melawan iritasi yang disebabkan oleh asam lambung

Meskipun demikian, sebaiknya sebelum melakukan pengobatan alami ini, berkonsultasilah terlebih dahulu pada dokter, ya.

Bagaimana cara mencegah GERD?

Untuk mencegah GERD kamu dapat melakukan pencegahan berikut ini:

  • Menjaga berat badan yang sehat
  • Makan dalam porsi kecil tetapi sering
  • Hindari makan sebelum tidur
  • Jangan mengenakan pakaian ketat di area perut
  • Berhenti merokok
  • Hindari makanan dan minuman yang dapat memicu GERD kambuh
  • Hindari stres

Itulah hal-hal mengenai GERD yang patut kamu ketahui, lakukan kiat-kiat yang telah di berikan untuk menghindari kambuhnya GERD ya, jika keluhan memberat segera periksakan diri ke dokter ya

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

1. mayoclinic.org diakses 6 Mei 2020. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/gerd/symptoms-causes/syc-20361940?p=1

2. niddk.nih.gov diakses 6 Mei 2020. https://www.niddk.nih.gov/health-information/digestive-diseases/acid-reflux-ger-gerd-adults/symptoms-causes

3. webmd.com diakses 6 Mei 2020. https://www.webmd.com/heartburn-gerd/guide/reflux-disease-gerd-1#1

4. healthline diakses 16 September 2020. https://www.healthline.com/health/gerd/home-remedies#foods-and-drinks-to-avoid

5. harvard health publishing diakses 16 September 2020. https://www.health.harvard.edu/diseases-and-conditions/herbal-remedies-for-heartburn

6. harvard health publishing diakses 16 September 2020. https://www.health.harvard.edu/heart-health/heartburn-vs-heart-attack

 

    Berita Terkait
    register-docotr