Kesehatan Anak

Jangan Sampai Lewatkan Imunisasi DPT untuk Si Kecil, Ini Manfaatnya

August 16, 2020 | Arianti Khairina | dr. Raja Friska Yulanda
no-image

Moms, kamu perlu tahu nih anak sebelum berusia satu tahun wajib mendapatkan vaksin DPT loh. Apa sih manfaat imunisasi DPT untuk si kecil? Yuk, simak penjelasannya berikut ini. 

Apa itu imunisasi DPT? 

Perlu kamu ketahui dulu bahwa DPT adalah singkatan dari difteri, pertusis, dan tetanus. Tentu saja imunisasi DPT menjadi salah satu vaksinasi yang wajib diberikan kepada balita.

Tiga penyakit seperti difteri, pertusis, dan tetanus adalah tiga penyakit berbeda yang masing-masing memiliki risiko tinggi dan bahkan bisa menyebabkan kematian. 

Melansir penjelasan dari laman Very Well Health, difteri, tetanus, dan pertusis adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri yang jika tidak ditangani dapat menyebabkan penyakit yang serius dan kematian. 

Lebih bahayanya difteri dan pertusis menyebar dari orang ke orang. Kemudian tetanus masuk ke dalam tubuh melalui luka. Tentu saja penyakit ini sangat mudah menyerang bayi karena imun mereka masih lemah. 

Penyebab penyakit DPT

Difteri adalah salah satu penyakit yang timbul akibat infeksi bakteri pada hidung dan tenggorokan. Tetanus disebabkan oleh bakteri Clostridium yang biasanya akan ditemukan di tanah, debu, dan pupuk kandang. 

Cara penularannya dengan masuk ke dalam tubuh melalui kulit yang terluka, seringkali ketika bagian kulit tertusuk benda yang terkontaminasi karat besi seperti paku.

Tetanus sering disebut “lockjaw” karena dapat menyebabkan otot rahang menjadi kencang. Hal tersebut dapat menimbulkan masalah kesehatan yang serius, sehingga sulit bernapas bahkan menelan.

Pertusis disebabkan oleh bakteri Bordetella pertussis yang menempel pada tonjolan kecil seperti rambut (disebut silia) yang melapisi saluran pernapasan bagian atas.

Seperti difteri, pertusis menyebar melalui batuk, bersin, atau berada di wilayah udara yang sama untuk waktu yang lama. Gejala muncul dalam 5-10 hari setelah terpapar dan mungkin termasuk demam ringan, sesak napas, muntah, kelelahan, dan karakteristik batuk “rejan” bernada tinggi. 

Ketiga penyakit tersebut disebabkan kerena adanya bakteri. Demi mencegah penyakit tersebut menyerang buah hati sebaiknya jangan lewatkan imunisasi DPT ya, Moms.

Waktu imunisasi DPT

Dilansir dari IDAI , imunisasi DPT ini sebaiknya diberikan 3 kali sebagai imunisasi dasar, dilanjutkan dengan imunisasi lanjutan 1 kali (interval setelah 1 tahun DPT3). Lalu di beri ulangan lagi saan anak berumur 5 tahun (sebelum masuk sekolah).

Jika terlambat memberikan vaksin, jangan di ulang dari awal pemberiannya. Lanjutkan saja sesuai dengan jadwal pemberian vaksin. 

Ketika ingin memberikan imunisasi DPT ini kamu juga perlu memperhatikan kondisi anak. Anak harus dalam keadaan sehat, tidak mengalami sakit parah pada saat jadwal imunisasi. Jika anak sedang dalam kondisi yang kurang sehat, maka sebaiknya tunggu kondisi anak membaik.

Baca juga: Jangan Terlewat, Ini Daftar Imunisasi untuk Dewasa yang Perlu Dilakukan

Efek samping imunisasi DPT

Ketika anak mengalami gejala yang tak biasa setelah imunisasi DPT itu adalah hal yang wajar. Berikut ini beberapa efek samping yang dapat muncul setelah imunisasi DPT: 

  • Anak mengalami demam.
  • Timbulnya kemerahan atau bengkak pada area bekas suntikan imunisasi DPT.
  • Rasa nyeri di area suntikan.

Setiap anak tentunya akan mengalami efek samping berbeda-beda. Hal tersebut dapat terjadi dalam kurun waktu satu hingga tiga hari setelah pemberian imunisasi DPT. Meski begitu tak perlu panik karena gejala tersebut akan hilang dengan sendiri secara cepat. 

Moms, untuk meredakan gejala demam dan nyeri pada anak setelah imunisasi DPT kamu bisa memberikan obat paracetamol saja. Namun pastikan dosisnya sesuai aturan di kemasan.  

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. Verywellhealth.com (2020) diakses 11 Agustus 2020. Using the DTaP Vaccine to Protect Against Infectious Diseases
  2. Who.int (2014) diakses 11 Agustus 2020. OBSERVED RATE OF VACCINE REACTIONS DIPHTHERIA, PERTUSSIS, TETANUS VACCINES
  3. Sciencedirect.com (2018) diakses 11 Agustus 2020. DPT Vaccine
  4. Kidshealth.org (2020) diakses 11 Agustus 2020. Your Child’s Immunizations: Diphtheria, Tetanus & Pertussis Vaccine (DTaP) 
  5. IDAI.or.id (2015) diakses tanggal 27 November 2010. MELENGKAPI/ MENGEJAR IMUNISASI (BAGIAN II)
    Berita Terkait
    register-docotr