Kamus Obat

Triamcinolone

December 22, 2020 | Arin Khurota | dr. Pitoyo Marbun
no-image

Triamcinolone atau triamsinolon merupakan obat yang sering diaplikasikan untuk penggunaan topikal.

Obat ini dipatenkan pertama kali pada 1956 dan disetujui penggunaannya dalam dunia medis pada 1958.

Beberapa orang menggunakan obat ini sebagai salep kulit. Berikut informasi lengkap mengenai manfaat, dosis, serta cara penggunaannya.

Untuk apa obat triamcinolone?

Triamcinolone adalah obat golongan kortikosteroid yang sering digunakan untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan, seperti reaksi alergi, kolitis ulserativa, radang sendi, lupus, psoriasis, atau gangguan pernapasan.

Selain tersedia dalam bentuk sediaan salep, obat ini juga tersedia sebagai sediaan parenteral atau injeksi.

Beberapa produk obat ini juga telah tersedia dalam bentuk inhalasi. Penggunaan obat disesuaikan dengan kondisi masalah kesehatan yang dialami penderita.

Apa fungsi dan manfaat obat triamcinolone?

Triamcinolone berfungsi sebagai agen yang mencegah pelepasan zat yang menyebabkan pradangan dalam tubuh. Kelas obat ini termasuk dalam kortikosteroid yang efektif dalam mengatasi peradangan.

Dalam dunia medis, obat ini sering dimanfaatkan untuk mengatasi beberapa gangguan kesehatan berikut:

Eksim

Penyakit yang masuk dalam golongan dermatitis ini dapat menyebabkan peradangan pada kulit yang ditandai dengan kemerahan, ruam, dan rasa gatal.

Dalam jangka waktu panjang, kulit yang terinfeksi eksim bisa menebal hingga menutupi seluruh tubuh.

Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa kortikosteroid efektif dalam mengendalikan dan menekan gejala infeksi kulit ini.

Untuk eksim ringan sampai sedang dapat digunakan golongan kortikosteroid, seperti triamcinolone sedangkan dalam kasus parah maka diperlukan obat steroid potensi tinggi, seperti clobetasol propionate.

Meskipun penggunaan bentuk sediaan tersebut biasanya membawa penyembuhan yang cepat, tetapi sediaan ini memiliki efek samping lebih besar.

Meskipun efektivitas triamcinolone untuk eksim dapat berbeda dari kasus ke kasus, namun secara umum kortikosteroid ini berhasil meminimalkan gejala eksim.

Alopecia areata

Alopecia areata atau juga dikenal sebagai penyakit alopesi, yaitu masalah kesehatan yang menyebabkan hilangnya sebagian rambut di beberapa bagian tubuh seperti kepala.

Alopesi diyakini sebagai penyakit autoimun akibat kelainan pada kekebalan folikel rambut. Faktor penyebab yang diketahui hingga saat ini adalah faktor keturunan.

Upaya yang dapat dilakukan adalah mencoba mempercepat pertumbuhan kembali rambut adalah dengan menggunakan suntikan kortison, seperti injeksi triamcinolone.

Artritis reumatoid

Rheumatoid Arthritis adalah penyakit jangka panjang yang menyerang persendian. Penyakit ini dapat menyebabkan bengkak dan rasa nyeri di daerah sendi, paling umum di pergelangan tangan.

Penyakit ini juga dapat menyerang bagian tubuh lainnya, serta menyebabkan jumlah sel darah merah rendah, peradangan di sekitar paru-paru, dan peradangan di sekitar jantung.

Demam dan penurunan energi secara drastis juga bisa terjadi. Seringkali, gejala muncul secara bertahap selama berminggu-minggu hingga berbulan-bulan.

Obat untuk mengobati rheumatoid arthritis secara umum diberikan obat golongan kortikosteroid yang diberikan secara intravena.

Karena sifat autoimun pada rheumatoid arthritis, perawatan yang diberikan tidak hanya obat penghilang rasa sakit dan obat anti-inflamasi, tetapi juga kategori obat lain yang disebut obat antirematik pemodifikasi penyakit (DMARDs).

Pengobatan dengan DMARD dirancang untuk memperlambat perkembangan rheumatoid arthritis dengan memulai respons imun adaptif yang dikontrol oleh sel CD4 + T helper (Th).

Respons alergi pada kulit

Reaksi alergi adalah sejumlah kondisi yang disebabkan oleh hipersensitivitas sistem kekebalan tubuh terhadap zat yang tidak biasa.

Penyebab masalah ini secara umum adalah demam, alergi makanan, dermatitis atopik, asma alergi, dan anafilaksis.

Gejala yang dapat diamati adalah mata merah, ruam gatal, bersin, pilek, sesak napas, atau bengkak.

Beberapa obat dapat digunakan untuk memblokir reseptor alergi sehingga mencegah aktivasi sel dan proses degranulasi.

Obat-obatan yang sering digunakan termasuk antihistamin, glukokortikoid, epinefrin (adrenalin), dan agen antileukotriene.

Kolitis ulseratif

Kolitis ulseratif adalah masalah kesehatan jangka panjang yang menyebabkan peradangan pada usus besar dan rektum.

Penyebab penyakit ini masih belum diketahui. Beberapa teori mengemukakan bahwa penyebabnya berakitan dengan disfungsi sistem kekebalan, genetika, perubahan abnormal pada bakteri usus, dan faktor lingkungan.

Kilitis ulseratif juga dapat mempengaruhi mulut dengan gejala ditandai dengan muncul ulkus di mulut, perih sering kambuh, kemerahan (eritema) di sudut mulut.

Penyakit ini juga dapat menyerang mata dan menyebabkan peradangan di bagian dalam mata, hingga muncul uveitis dan iritis.

Kolitis ulserativa dapat diobati dengan sejumlah obat, seperti sulfasalazine dan mesalazine.

Kortikosteroid seperti triamcinolone dan prednison juga dapat digunakan karena sifat imunosupresif dan kemampuan penyembuhan jangka pendek.

Merek dan harga obat triamcinolone

Triamcinolone telah diedarkan secara luas baik dalam bentuk sediaan salep, injeksi, atau suspensi khusus penggunaan luar (topikal).

Berikut beberapa nama generik dan nama dagang triamcinolone:

Nama generik

  • Triamcinolone 4mg, sediaan tablet yang diproduksi oleh Dexa Medica bisa didapatkan dengan harga Rp1.128/tablet.
  • Triamcinolone 4mg, sediaan tablet yang diproduksi NULAB bisa didapatkan dengan harga Rp1.133/tablet.
  • Triamcinolone Acetonide CR 5g, sediaan salep yang khusus digunakan untuk mengurangi peradangan dan gatal pada kulit, mengandung triamcinolone 1mg (0,1%) per 1 gram. Salep biasa dijual dengan harga Rp32.966/tube.
  • Triamcinolone 4mg, sediaan tablet yang diproduksi oleh Etercon Pharma. Obat ini bisa kamu dapatkan dengan harga Rp1.133/tablet.

Nama dagang/paten

  • Opicort 4mg, sediaan tablet mengandung triamcinolone yang bisa kamu dapatkan dengan harga Rp45.320/strip isi 10 tablet.
  • Omenacort 4mg, sediaan tablet triamcinolone yang bisa kamu dapatkan dengan harga Rp 644/tablet.
  • Kenacort A 0,1% Cr 10gr, sediaan salep triamsinolon yang bisa kamu dapatkan dengan harga Rp118.775/tube.
  • Nasacort AQ 55mcg/120 dosis, sediaan obat semprot hidung mengandung triamcinolone acetonide 55 microgram. Obat ini bisa kamu dapatkan dengan harga Rp339.193/pcs.
  • Triamcort A cr 10gr, sediaan salep triamcinolone acetonide 1mg. Salep ini bisa kamu dapatkan dengan harga Rp103.103/tube.
  • Sinocort Oral paste 5mg, sediaan obat oles untuk sariawan mulut mengandung triamsinolon. Obat ini bisa kamu dapatkan dengan harga Rp54.224/tube.
  • Amtocort 4mg, sediaan tablet mengandung triamsinolon yang bisa kamu dapatkan dengan harga Rp4.057/tablet.
  • Trilac 4mg, sediaan tablet mengandung triamsinolon yang bisa kamu dapatkan dengan harga Rp4.957/tablet.
  • Bufacomb Oint 5gr, sediaan salep menagndung triamcinolone acetonide 1mg yang biasa dijual dengan harga Rp27.039/tube.
  • Flamicort 4mg, sediaan tablet triamcinolone yang bisa kamu dapatkan dengan harga Rp4mg/tablet.

Bagaimana cara pakai obat triamcinolone?

Ikuti petunjuk penggunaan obat sesuai yang tertera pada label kemasan obat. Dosis pakai sebaiknya ikuti yang telah diarahkan oleh dokter.

Sediaan tablet bisa diminum setelah makan. Telan sekaligus dengan air tanpa dikuyah atau dihancurkan. Penggunaan untuk dewasa dan anak-anak dapat dilihat pada label kemasan obat.

Sediaan salep cukup dioleskan pada bagian yang sakit. Sebelum digunakan, bersihkan dahulu bagian yang sakit, kemudian tekan secolek kecil salep pada lesi hingga terbentuk satu lapisan tipis. Bisa digunakan setelah mandi dan sebelum tidur.

Jangan menutupi, membalut, atau membungkus area yang sakit kecuali atas petunjuk dokter. Jika digunakan di area popok bayi, jangan gunakan popok atau celana plastik yang ketat.

Setelah mengoleskan obat, cuci tangan kembali kecuali jika kamu menggunakan obat ini untuk mengobati tangan. Saat mengoleskan obat ini di dekat mata, hindari masuk ke mata karena dapat memperburuk atau menyebabkan glaukoma.

Jika kamu memiliki keluhan gangguan pencernaan, bisa meminum obat ini bersamaan dengan makanan.

Kebutuhan dosis obat ini dapat berubah jika kamu mengalami stres, demam, infeksi, menjalani operasi atau dalam keadaan darurat medis. Dokter akan menyesuaikan penggunaan sesuai dengan kondisi kamu.

Obat ini dapat menyebabkan hasil tes kesehatan yang tidak biasa. Beritahu dokter apabila kamu menggunakan obat ini, khususnya sediaan per oral.

Gunakan secara teratur hingga penyakit dinyatakan sembuh. Jangan berhenti tiba-tiba tanpa adanya anjuran dari dokter karena obat ini bisa menyebabkan efek yang tidak biasa.

Simpan triamcinolone pada suhu kamar jauh dari kelembaban dan panas matahari setelah digunakan.

Gunakan obat ini hanya pada kulit. Jangan gunakan di wajah, selangkangan, atau ketiak kecuali diarahkan untuk melakukannya oleh dokter.

Gunakan obat ini hanya untuk kondisi yang ditentukan. Jangan gunakan lebih lama dari yang ditentukan.

Berapa dosis obat triamcinolone?

Dosis dewasa

Rheumatodi arthritis/radang sendi

  • Sediaan riamcinolone acetonide injeksi: 5-10 mg hingga 40 mg.
  • Dosis maksimal: 80 mg sebagai injeksi tunggal.
  • Sediaan triamcinolone hexacetonide: 2-6 mg (sendi kecil), 5-10 mg (sendi berukuran sedang), 10-20 mg (sendi lebih besar).
  • Penggunaan dapat diberikan menjadi satu selama 3-4 minggu sesuai kebutuhan.

Alergi dan inflamasi pada kulit (Dermatitis)

  • Sediaan triamcinolone acetonide: 1-3mg pada area yang sakit.
  • Dosis maksimal: 5 mg per penggunaan pada area yang sakit.
  • Dosis maksimal: 30mg bila digunakan sebagai injeksi dosis terbagi.

Alergi karena partikel alergen

Sediaan triamcinolone acetonide: 40-100mg sebagai dosis tunggal.

Gangguan mata inflamasi

Sediaan triamcinolone acetonide dapat diberikan dosis awal 4mg sebagai dosis tunggal, dengan dosis berikutnya sesuai kebutuhan.

Ulserasi mulut

Sediaan pasta triamcinolone acetonide 0,1%:

  • Tekan sedikit (sekitar 0,6 cm) ke dalam lesi tanpa menggosok sampai lapisan tipis, mungkin memerlukan jumlah yang lebih besar untuk menutupi beberapa lesi.
  • Oleskan pada waktu tidur dan, jika perlu, 2 atau 3 kali sehari, sebaiknya setelah makan. Evaluasi ulang jika pemulihan tidak didapatkan setelah 7 hari pengobatan.

Pengobatan dan profilaksis rinitis alergi

Sediaan triamcinolone acetonide dapat diberikan dosis awal 2 semprotan (110 mcg) ke setiap lubang hidung sekali sehari, dikurangi menjadi 1 semprotan (55 mcg) ke setiap lubang hidung sekali sehari bila terkendali.

Topikal atau penggunaan luar

Sediaan krim atau lotion atau salep triamcinolone acetonide 0,025-0,5% dioleskan ke area yang sakit 2-4 kali sehari.

Dosis anak

Arthritis

  • Usia 3-12 tahun dengan keluhan artritis idiopatik: 0,5 mg per kg BB (sendi kecil); 1 mg per kg BB (sendi lebih besar).
  • Untuk tangan dan kaki, 1-2 mg (sendi metacarpophalangeal atau metatarsophalangeal); 0,6-1 mg (sendi interphalangeal proksimal).

Pengobatan dan profilaksis rinitis alergi

Sediaan triamcinolone acetonide:

  • Usia 2-5 tahun dapat diberikan dosis maksimal 1 semprotan (55 mcg) ke setiap lubang hidung sekali sehari
  • Usia 6-12 tahun diberikan 1 semprotan (55 mcg) ke setiap lubang hidung sekali sehari, dapat ditingkatkan menjadi 2 semprotan (110 mcg) ke setiap lubang hidung sekali sehari untuk gejala yang parah.

Penggunaan sediaan tablet dan salep trimcinolone untuk anak-anak disesuaikan dengan dosis dewasa, khusus anak-anak usia di atas 12 tahun.

Apakah triamcinolone aman untuk ibu hamil dan menyusui?

U.S. Food and Drug Administration menggolongakan obat ini dalam kategori C untuk sediaan selain intravitreal (mata). Sedangkan sediaan intraviteral dikategorikan dalam golongan D.

Obat ini tidak diperuntukkan bagi ibu hamil karena belum ada studi terkontrol pada manusia. Penggunaan sediaan non intravetrial dapat digunakan apabila manfaat yang diperoleh lebih besar dari risiko.

Obat ini juga belum diktahui apakah dapat terserap dalam ASI atau tidak. Sebaiknya konsultasikan lebih dahulu dengan dokter apabila hendak menggunakan obat ini.

Apa efek samping triamcinolone yang mungkin terjadi?

Beberapa efek samping yang mungkin terjadi setelah menggunakan obat ini adalah sebagai berikut:

  • Tanda-tanda reaksi alergi seperti gatal-gatal, sulit bernafas, pembengkakan wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan.
  • Gangguan penglihatan
  • Berat badan bertambah cepat
  • Depresi berat, pikiran atau perilaku yang tidak biasa, kejang (kejang)
  • Tinja berdarah
  • Batuk darah
  • Pankreatitis ditandai dengan nyeri hebat di perut bagian atas menyebar ke punggung, mual dan muntah, detak jantung cepat.
  • Kalium rendah (kebingungan, detak jantung tidak merata, rasa haus yang ekstrem, peningkatan buang air kecil, kelemahan otot atau perasaan lemas)
  • Tekanan darah tinggi (sakit kepala parah, penglihatan kabur, telinga berdengung, kecemasan, kebingungan, nyeri dada, sesak napas, detak jantung tidak normal, kejang).
  • Masalah tidur (insomnia)
  • Jerawat, kulit kering, kulit menipis, memar
  • Penyembuhan luka yang lambat
  • Keringat berlebihan
  • Vertigo
  • Mual, sakit perut, kembung
  • Perubahan bentuk atau lokasi lemak tubuh (terutama di lengan, kaki, wajah, leher, payudara, dan pinggang)

Apabila gejala efek samping di atas muncul setelah kamu menggunakan obat ini, hentikan pemakaian dan segera hubungi dokter.

Peringatan dan perhatian

Jangan menggunakan obat ini jika kamu memiliki riwayat alergi sebelumnya, atau infeksi terjadi karena disebabkan oleh jamur.

Sebelum minum obat ini, beri tahu dokter tentang penyakit atau infeksi apa pun yang kamu alami dalam beberapa minggu terakhir. Obat steroid dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh sehingga meningkatkan kemungkinan terkenal infeksi kembali.

Untuk memastikan keamanan dalam menggunakan triamcinolone, sebaiknya beritahu dokter apabila kamu memiliki riwayat penyakit berikut:

  • Penyakit hati (seperti sirosis)
  • Penyakit ginjal;
  • Gangguan tiroid
  • Diabetes
  • Riwayat malaria
  • Tuberkulosis
  • Osteoporosis;
  • Gangguan otot seperti miastenia gravis
  • Glaukoma atau katarak
  • Infeksi herpes pada mata;
  • Tukak lambung, kolitis ulserativa, atau divertikulitis
  • Depresi atau penyakit mental
  • Gagal jantung kongestif
  • Tekanan darah tinggi

Beritahu dokter apabila kamu sedang hamil atau menyusui sebelum menggunakan obat ini.

Beritahu dokter apabila kamu sedang mengonsumsi obat-obatan berikut:

  • Aspirin (diminum setiap hari atau dengan dosis tinggi);
  • Obat-obatan diuretik
  • Pengencer darah seperti warfarin (Coumadin, Jantoven)
  • Siklosporin (Gengraf, Neoral, Sandimmune)
  • Insulin atau obat diabetes yang diminum melalui mulut
  • Ketoconazole (Nizoral);
  • Rifampisin (Rifadin, Rifater, Rifamate, Rimactane)
  • Obat kejang seperti fenitoin (Dilantin) atau fenobarbital (Luminal, Solfoton).

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Download di sini untuk berkonsultasi dengan mitra dokter kami.

Berita Terkait
register-docotr