Lupus

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin

Hati-hati dengan penyakit lupus. Karena ini merupakan penyakit autoimun yang menghadirkan inflamasi (radang) dan nyeri di salah satu tubuhmu.

Dilansir Tempo.co, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat jumlah penderita lupus di dunia hingga 2018 mencapai 5 juta orang. Setiap tahun, ditemukan lebih 100 ribu kasus penyakit lupus baru.

Baca Juga: Kenali Manfaat Suntik Steroid, Tingkatkan Masa Otot dan Obati Penyakit Imun

Apa itu penyakit lupus?

Lupus adalah penyakit autoimun yang dampak jangka panjangnya membuat sistem imun menjadi hiperaktif dan menyerang sel atau jaringan yang normal dan sehat. Penyakit lupus akan menghasilkan pembengkakan dan nyeri di bagian tubuh tertentu.

Beberapa jaringan yang diserang biasanya adalah sendi, kulit, ginjal, darah, jantung hingga paru-paru. Namun, tidak semua penderita menyadari jika mereka terkena penyakit kronis ini.

Penyakit lupus membuat tubuh seperti program komputer yang rusak. Karena seharusnya sistem imun bekerja menyerang penyakit atau infeksi, namun penyakit ini malah membuat sistem imun menyerang jaringan yang sehat, itu sebabnya penyakit lupus disebut penyakit autoimun.

Apa penyebab lupus?

Penyakit lupus adalah penyakit autoimun yang sayangnya sampai saat ini dokter dan tenaga medis lain masih belum mengetahui dengan pasti apa penyebabnya.

Sistem imun seharusnya melindungi tubuh dan berperang melawan antigen seperti virus, bakteri dan jamur. Saat seseorang terkana penyakit autoimun, seperti lupus, sistem imun tidak bisa membedakan antara substansi berbahaya dan aman

Hasilnya, sistem imun akan akan mengerahkan antiobodi untuk melawan jaringan yang sehat dan antigen. Itu sebabnya muncul pembengkakak, nyeri dan kerusakan jaringan.

Penyebab penyakit autoimun

Penyakit autoimun seperti lupus ini biasanya diturunkan dalam keluarga. Tidak semua anggota keluarga memiliki penyakit yang sama, tapi ketika ada satu anggota keluarga yang terkena penyakit autoimun, maka yang lainnya pun memiliki kecenderungan yang sama.

Beberapa gen di dalam tubuh membantu sistem imun untuk dapat bekerja dengan baik. Tapi pada penderita penyakit lupus, gen tersebut justru dapat membuat sistem imun tidak bekerja dengan baik.

Faktor penyebab lupus lainnya

Beberapa pemicu gejala penyakit lupus yang umum adalah:

  • Sinar ultraviolet dari matahari
  • Beberapa obat antibiotik tertentu. (Diantaranya adalah hydalazine yang biasa dipakaiuntuk pengobatan darah tinggi, procainamide yang dipakai untuk penyakit jantung arrhytmia serta isonizid untuk TB).
  • Adanya infeksi di dalam tubuh
  • Kelelahan atau merasa sangat letih
  • Stres emosional karena terlalu sibuk atau masalah-masalah lainnya di rumah dan di tempat kerja
  • Stres pada tubuh secara fisik, seperti luka atau operasi.

Siapa saja yang lebih berisiko terkena lupus?

Setiap orang dari segala usia, jenis kelamin, ras atau bahkan etnis dapat terkena penyakit ini. Tapi beberapa orang memiliki risiko yang lebih tinggi terkena penyakit lupus, seperti:

  • Wanita berusia 15-44 tahun
  • Ras atau etnis tertentu termasuk bangsa Afrika Amerika, Asia Amerika, Latin, Orang Amerika Asli, atau Orang Kepulauan Pasifik
  • Anggota keluarga yang memiliki riwayat penyakit lupus di keluarganya.

Di Indonesia, sebagian besar penderita lupus adalah wanita dari kelompok usia produktif (15-50 tahun). Meskipun 9 dari 10 penderita penyakit ini adalah wanita, jumlah penderita pria di Indonesia ternyata mengalami peningkatan.

Itu bisa dilihat dari data Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS) online sebagaimana yang dilansir Tempo.co, bahwa proporsi penderita lupus pria naik dari 48,2 persen pada 2014 menjadi 54,3 persen pada 2016.

Apa gejala dan ciri-ciri lupus? 

Penyakit lupus hampir tidak bergejala. Karena itu,banyak penderita yang tidak menyadari bahwa dia mengidap lupus. 

Terlebih, penyakit ini menyerang beberapa bagian tubuh berbeda sehingga sulit dideteksi. Memang ada beberapa gejala yang datang dan pergi, tapi apabila tengah membuncah, beberapa gejala ini patut kamu waspadai:

  • Kelelahan
  • Kehilangan nafsu makan dan berat badan
  • Nyeri atau pembengkakan di sendi otot, terutama di bagian tangan, kaki atau sekitaran mata
  • Pembengkakan kelenjar getah bening
  • Sakit kepala
  • Demam ringan
  • Menjadi sensitif terhadap sinar matahari atau cahaya yang berpendar
  • Sakit pada dada saat mengambil napas dalam-dalam
  • Ruam pada kulit karena ada perdarahan di bawah kulit
  • Bisul di mulut
  • Rambut rontok yang tidak biasa
  • Arthritis
  • Jari tangan atau kaki menjadi pucat atau ungu karena kedinginan atau stres
  • Ruam yang berbentuk kupu-kupu di sekitaran pipi dan hidung.

Apa saja komplikasi yang mungkin terjadi akibat lupus?

Inflamasi yang disebabkan oleh lupus dapat berakibat sebagai berikut:

  • Ginjal: Penyakit lupus dapat menyebabkan kerusakan serius pada ginjal, dan gagal ginjal merupakan salah satu penyebab kematian terbesar pada penderita lupus.
  • Otak dan sistem saraf pusat: Kalau lupus sampai berpengaruh ke otak, kamu biasanya akan merasakan sakit kepala, pusing, perubahan perilaku, masalah penglihatan, bahkan stroke dan kejang-kejang.
  • Darah dan pembuluh darah: Kamu bisa menderita anemia dan peningkatan perdarahan atau pembekuan darah. Lupus juga bisa menyebabkan inflamasi di pembuluh darah.
  • Paru-paru: Lupus bisa menyebabkan inflamasi di lapisan rongga dada dan ini akan membuat kamu nyeri saat bernapas. Kemungkinan perdarahan di paru-paru dan pneumonia juga bisa saja terjadi.
  • Jantung: Inflamasi di otot jantung, seperti arteri dan atau membran jantung bisa terjadi karena lupus. Risiko penyakit kardiovaskular dan serangan jantung pun juga meningkat.

Bagaimana cara mengatasi dan mengobati lupus?

Mengatasi lupus bisa dilakukan dengan dua cara, yaitu perawatan di dokter hingga mengatasinya secara alami di rumah.

Perawatan lupus di dokter

Kebanyakan orang yang menderita penyakit lupus akan berkonsultasi pada rheumatologist. Rheumatologist adalah spesialis yang mendiagnosa penyakit di sendi atau ototmu.

Akan tetapi, penyakit lupus bisa menyerang beberapa bagian tubuh lainnya. Oleh karena itu, kamu juga bisa saja memiliki beberapa dokter dalam tim perawatan penyakit lupus ini.

Diantaranya adalah Dermatologist untuk perawatan penyakit di kulitmu, Nephrologist untuk perawatan penyakit di ginjalmu serta Cardiologist untuk masalah lupus yang mungkin menyerang jantungmu.

Cara mengatasi lupus secara alami di rumah

Saat ini memang tidak ada obat untuk penyakit lupus. Tapi kamu masih bisa mengatur gejala dan kambuhnya penyakit ini dengan perubahan gaya hidup dan beberapa pengobatan.

Beberapa hal yang bisa kamu lakukan diantaranya adalah:

  • Aplikasikan terapi menggunakan bantal panas dan dingin (heat and cold therapy)
  • Kamu bisa mulai berpartisipasi dalam aktivitas meditasi termasuk yoga dan taichi
  • Olahraga rutin saat memungkinkan
  • Jauhi paparan sinar matahari langsung
  • Hindari stres, sejauh mungkin.

Apa saja obat lupus yang biasa digunakan?

Beberapa obat di apotek atau alternatif bisa kamu andalkan untuk mengatasi lupus. Di antaranya adalah:

Obat lupus di apotek

Penggunaan obat diperlukan untuk kondisi tertentu, misalnya saat kamu memiliki gejala serius seperti masalah ginjal. Obat-obatan untuk mengatasi lupus ini adalah:

  • Krim steroid untuk diaplikasikan langsung di lokasi ruam
  • Plaquenil untuk mengatasi penyakit kulit dan sendi karena lupus
  • Cytoxan untuk mengatasi lupus yang berat dan memengaruhi ginjal atau otak kamu
  • Imuran untuk mencegah penolakan organ transplan
  • Rheumatrex dipakai untuk mengatasi penyakit kulit, arthritis dan kondisi lain yang tidak kunjung membaik setelah pengobatan biasa
  • Benlysta merupakan obat yang melemahkan sistem imun dengan menargetkan untuk menyerang protein yang memengaruhi lupus.

Obat lupus alami

Beberapa pengobatan alternatif dan suplemen berikut ini bisa kamu gunakan, tapi tetap konsultasikan dulu dengan dokter kamu, ya!

  • Vitamin C dan D
  • Dehydroepiandrosterone (DHEA)
  • Akupuntur
  • Terapi jiwa dan raga.

Apa saja makanan dan pantangan untuk penderita lupus?

Saat ini memang tidak ada diet yang spesifik untuk penderita lupus, tapi bukan berarti makan-makanan yang sehat bukan hal yang penting. Beberapa makanan yang bisa dimakan oleh penderita lupus adalah:

  • Makanan yang rendah lemak dan gula
  • Perbanyak buah dan sayur
  • Makan ikan untuk mendapatkan protein 
  • Kacang-kacangan untuk sumber serat, vitamin B dan zat besi,

Sedangkan untuk makanan yang setidaknya harus dihindari oleh penderita lupus adalah:

  • Makananan dalam kemasan
  • Kecambah alfalfa
  • Bawang putih
  • Alkohol,

Bagaimana cara mencegah lupus?

Penyakit lupus tidak dapat dicegah, karena dia adalah penyakit autoimun yang menyerang segelintir orang.

Yang dapat kamu lakukan adalah mencegah kambuhnya penyakit ini. Beberapa cara yang bisa kamu lakukan adalah:

  • Hindari sinar matahari
  • Hindari beberapa pengobatan yang dapat memicu gejala lupus
  • Hindari makanan tertentu yang dapat meningkatkan sistem imun
  • Hindari racun seperti alkohol.

Apakah penyakit lupus menular?

Laman lupusnewstoday merangkum 12 pertanyaan yang sering dilontarkan terkait lupus. Salah satu di antaranya adalah apakah penyakit lupus menular?

Pertanyaan seputar apakah penyakit lupus menular dijawab dengan jelas dalam laman Lupus.org. Lupus Foundation of America ini menyatakan bahwa penyakit ini bukan termasuk penyakit yang bisa ditularkan lewat kontak tubuh ataupun seksual. 

Oleh karena itu, kamu tidak bisa terkena penyakit ini, ataupun mendapatkan penyakit ini dari orang lain. Karena seperti yang sudah dijabarkan sebelumnya, penyakit ini merupakan kombinasi beberapa faktor dari dalam dan luar tubuh seperti hormon, genetik dan lingkungan.

Baca Juga: Kenali Jenis-jenis Penyakit Autoimun Umum dan Gejala Khasnya

Penyakit lupus pada wanita

Seperti yang sudah dijelaskan di atas kalau penyakit ini banyak terjadi pada wanita. Hal ini diduga disebabkan oleh hormon estrogen, karena wanita menghasilkan hormon ini lebih banyak daripada pria.

Dilansir Webmd.com, hormon estrogen ini membantu sistem imun wanita menjadi lebih kuat daripada pria. Itu sebabnya hormon ini juga dapat memicu penyakit lupus pada perempuan atau bahkan membuatnya menjadi semakin parah.

Beberapa wanita yang menderita lupus juga mengalami kambuhnya gejala penyakit ini pada waktu menjelang menstruasi mereka atau pada saat kehamilan. Kedua momen ini bertepatan dengan tingginya level estrogen di dalam tubuh.

Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter kami Good Doctor! Caranya, buka aplikasi Grab dan ketuk fitur Kesehatan, atau bisa langsung klik di sini.

  1. Cantik.tempo.co (2018) diakses 30 April 2020. Jumlah Penderita Lupus Terus Naik, Apa yang Perlu Diwaspadai?
  2. Medicalnewstoday (2020) diakses 30 April 2020. What is lupus? 
  3. Lupus.org (2013) diakses 30 April 2020. What is lupus? 
  4. Lupus.org (2013) diunduh 30 April 2020. Understanding lupus 
  5. Healthline.com (2016) diakses 30 April 2020. Lupus Outlook: How Does It Affect My Lifespan?
  6. Webmd.com (2020) diakses 18 September 2020. What causes lupus?
  7. Medicalnewstoday.com (2018) diakses 18 September 2020. Treating and managing lupus and preventing flares
  8. Everydayhelath.com (2017) diakses 18 September 2020. How to Eat Right When You Have Lupus?
  9. Nhs.uk (2020) diakses 18 September 2020. Lupus
  10. Mayoclinic.org (2017) diakses 18 September 2020. Lupus
  11. Webmd.com (2020) diakses 18 September 2020. Lupus
  12. Healthline.com (2017) diakses 18 September 2020. Autoimmune Diseases: Types, Symptoms, Causes, and More
  13. Lupusnewstoday.com (2017) diakses 18 September 2020. 12 of the most commonly asked questions about lupus
  14. Lupus.org, diakses 18 September 2020. Is Lupus contagious?
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin