Kamus Penyakit

Glaukoma: Mengetahui Penyebab, Gejala, dan Pencegahannya

May 8, 2020 | Husni Efendi | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Kamu mungkin pernah mendengar tentang glaukoma? Tapi kira-kira apakah itu? Yuk, cari tahu selengkapnya?

Mengetahui apa itu glaukoma

Ini adalah penyakit mata yang dapat merusak saraf optik kamu. Saraf optik adalah tempat memasok informasi visual ke otak  dari mata.

Biasanya disebabkan karena tekanan tinggi (abnormal) di dalam mata kamu. Seiring waktu, peningkatan tekanan dapat mengikis jaringan saraf optik mata.

Tekanan bola mata tinggi bisa disebabkan oleh gangguan aliran cairan yang keluar dari bola mata, yang dapat menyebabkan hilangnya penglihatan atau bahkan kebutaan.

Jika diketahui lebih awal, kamu mungkin dapat mencegah kehilangan penglihatan yang lebih parah.

Fenomena tentang glaukoma

Glaukoma adalah salah satu penyebab utama kebutaan bagi orang di atas usia 60 tahun. Hal ini dapat terjadi pada semua usia tetapi lebih sering terjadi pada orang dewasa yang sudah lanjut usia.

Banyak kejadian, glaukoma tidak memiliki tanda-tanda peringatan awal. Efeknya sangat bertahap sehingga kamu mungkin tidak melihat perubahannya, sampai kondisinya berada pada stadium lanjut.

Kehilangan penglihatan karena penyakit ini tidak dapat dipulihkan, penting untuk melakukan pemeriksaan mata secara teratur yang mencakup pengukuran tekanan mata kamu, sehingga diagnosis dapat dilakukan pada tahap awal dan diobati dengan tepat.

Jika dikenali sejak dini, kehilangan penglihatan dapat diperlambat atau dicegah.

Apa saja gejalanya?

Jenis glaukoma yang paling umum adalah sudut terbuka primer. Tidak memiliki tanda atau gejala kecuali kehilangan penglihatan secara bertahap.

Karena itu, sekali lagi penting untuk kamu pergi ke dokter mata seacara teratur, sehingga dokter spesialis mata yang kamu temui, dapat memantau setiap perubahan kesehatan mata kamu.

Pada tahap akut, yang juga dikenal sebagai glaukoma sudut sempit, adalah keadaan darurat yang terjadi pada mata kamu. Temui dokter segera jika kamu mengalami salah satu dari gejala berikut:

  • Sakit mata yang parah
  • Mual
  • Muntah
  • Kemerahan di matamu
  • Gangguan penglihatan tiba-tiba
  • Melihat cincin berwarna di sekitar lampu yang kamu lihat
  • Tiba-tiba pandangan kabur

Kenali penyebabnya

Saat bagian belakang mata kamu terus menerus mengeluarkan cairan bening yang disebut aqueous humor.

Ketika cairan tersebut diproduksi, cairan ini mengisi bagian depan mata. Kemudian meninggalkan mata melalui saluran di kornea dan iris. Jika saluran ini tersumbat atau terhalang sebagian, tekanan alami di mata, yang disebut tekanan intraokular (TIO), dapat meningkat.

Dengan meningkatnya TIO kamu, saraf optik mata mungkin menjadi rusak. Ketika kerusakan saraf mata berlanjut,  mungkin kamu mulai kehilangan pandangan di mata.

Apa yang menyebabkan tekanan di mata meningkat tidak selalu diketahui. Namun, dokter percaya satu atau lebih dari faktor-faktor ini dapat berperan:

  • Drainase tersumbat di mata
  • Pengaruh obat-obatan, seperti kortikosteroid
  • Aliran darah yang tidak lancar dan menyebabkan berpengaruh ke saraf optik mata
  • Tekanan darah tinggi

Ada berapa jenis glaukoma?

1. Jenis sudut terbuka (kronis)

Sudut terbuka (atau kronis), maksudnya adalah kondisi dimana mata tidak memiliki tanda atau gejala,  kecuali kehilangan penglihatan bertahap.

Kehilangan ini mungkin sangat lambat sehingga penglihatan mata dapat mengalami kerusakan yang tidak dapat diperbaiki sebelum tanda-tanda lainnya terlihat. Menurut National Eye Institute (NEI), ini adalah jenis glaukoma yang paling umum.

2. Jenis penutupan sudut (akut)

Jika aliran cairan bening dalam mata (humor aqueous)  tiba-tiba terhambat, penumpukan cairan yang cepat dapat menyebabkan peningkatan tekanan yang parah, cepat, dan menyakitkan.

Glaukoma sudut-penutupan adalah kondisi mata kamu mengalami situasi darurat. Kamu harus segera menghubungi dokter jika mulai mengalami gejala, seperti rasa sakit parah di mata, mual, dan penglihatan kabur.

3. Jenis bawaan

Anak-anak yang lahir dengan glaukoma bawaan memiliki cacat pada sudut mata mereka, yang memperlambat atau mencegah drainase cairan normal di mata.

Jenis bawaan ini biasanya timbul dengan gejala, seperti mata keruh, atau kepekaan mata berlebih terhadap cahaya. Jenis bawaan dapat terjadi dalam keluarga jika ayah, ibu, kakek, atau nenek kamu mengalaminya.

4. Jenis sekunder

Glaukoma sekunder sering merupakan efek samping dari cedera atau kondisi mata lainnya, seperti katarak atau tumor mata. Obat-obatan, seperti kortikosteroid, juga dapat menyebabkan jenis penyakit ini.

5. Jenis ketegangan normal

Dalam beberapa kasus, orang-orang tanpa tekanan mata yang meningkat bisa menyebabkan kerusakan pada saraf optik mata mereka. Penyebabnya tidak diketahui.

Namun, sensitivitas ekstrem atau kurangnya aliran darah ke saraf optik mata mungkin menjadi faktor dalam jenis penyakit ini.

Siapa yang berisiko mengalami glaukoma?

Menurut Organisasi Kesehatan  Dunia (WHO), glaukoma adalah penyebab utama kedua kebutaan di seluruh dunia. Faktor risiko untuk penyakit ini meliputi:

  • Usia

Orang yang berusia di atas 60 tahun berisiko lebih tinggi mengalaminya, dan risiko tersebut sedikit meningkat seiring bertambahnya usia setiap tahun. Bahkan jika kamu orang Afrika-Amerika, peningkatan risiko tersebut dimulai pada usia 40 tahun.

  • Etnisitas

Afrika-Amerika atau orang-orang keturunan Afrika secara signifikan lebih mungkin mengidap glaukoma daripada Kaukasia. Orang-orang keturunan Asia berisiko lebih tinggi terkena glaukoma jenis sudut tertutup, dan orang-orang keturunan Jepang memiliki risiko lebih tinggi terkena glaukoma jenis tegangan rendah.

  • Masalah mata

Peradangan mata kronis dan kornea tipis dapat menyebabkan peningkatan tekanan di mata terhadap penyakit ini. Cedera fisik atau trauma pada mata, juga dapat menyebabkan tekanan di dalam mata kamu meningkat, dan bisa berisiko mengalami penyakit tersebut.

  • Keturunan

Beberapa jenis glaukoma dapat terjadi dalam keluarga. Jika orangtua atau kakek nenek kamu menderita penyakit tersebut, kamu juga berisiko lebih tinggi terkena kondisi ini.

  • Riwayat kesehatan

Orang dengan diabetes dan orang-orang dengan tekanan darah tinggi atau penyakit jantung memiliki peningkatan risiko terhadap penyakit ini

  • Penggunaan obat tertentu

Menggunakan kortikosteroid dalam waktu lama dapat meningkatkan risiko terkena glaukoma sekunder.

Bagaimana glaukoma didiagnosis?

Untuk mendiagnosis, dokter mata akan melakukan pemeriksaan mata yang komprehensif. Mereka akan memeriksa tanda-tanda kerusakan, termasuk hilangnya jaringan saraf. Mereka juga dapat menggunakan satu atau lebih dari tes dan prosedur berikut:

1. Riwayat medis terperinci

Dokter akan mencari tahu gejala apa yang dialami dan jika kamu memiliki riwayat penyakit ini, misal dari keluarga. Dokter juga akan meminta penilaian kesehatan umum untuk menentukan apakah ada kondisi kesehatan lain yang dapat memengaruhi kesehatan mata kamu, seperti misalnya diabetes atau tekanan darah tinggi.

2. Tes tonometri

Medikal tes ini mengukur tekanan internal mata kamu

3. Tes pachymetry

Orang dengan kornea tipis memiliki peningkatan risiko terkena penyakit ini. Tes pachymetry dapat memberi tahu dokter jika misal kornea mata lebih tipis dari rata-rata.

4. Tes perimetri

Tes ini, juga dikenal sebagai uji lapangan visual, dapat memberi tahu dokter jika penyakit mata ini memengaruhi penglihatan mata dengan mengukur periferal.

Perawatan

Tujuan dari perawatan penyakit ini adalah untuk mengurangi atau menghentikan kehilangan penglihatan pada fungsi mata.

Biasanya, dokter akan memulai perawatan dengan obat tetes mata yang diresepkan. Jika ini tidak berhasil atau perawatan lebih lanjut diperlukan, dokter mungkin menyarankan salah satu perawatan berikut:

  • Obat-obatan

Beberapa obat yang dirancang untuk mengurangi hal yang lebih parah saat terdeteksi glaukoma. Obat-obatan ini tersedia dalam bentuk tetes mata atau pil. Dokter mungkin akan meresepkan satu atau kombinasi dari beberapa obat tadi.

  • Operasi

Jika saluran yang tersumbat atau lambat menyebabkan peningkatan penyebaran penyakit ini, dokter mungkin menyarankan operasi, seperti membuat jalur drainase untuk cairan atau menghancurkan jaringan yang menyebabkan atas peningkatan cairan di mata.

Sementara perawatan untuk glaukoma sudut tertutup berbeda. Jenis penyakit ini merupakan keadaan darurat medis dan membutuhkan perawatan segera untuk mengurangi tekanan mata secepat mungkin.

Obat-obatan biasanya dicoba terlebih dahulu, untuk membalikkan penutupan sudut, tetapi ini kemungkinan berhasilnya tidak terlalu besar.

Prosedur laser yang disebut iridotomi perifer laser juga dapat dilakukan. Prosedur ini menciptakan lubang kecil di iris mata untuk memungkinkan peningkatan pergerakan cairan di mata.

Akankah penderita bisa menjadi buta?

Jika peningkatan TIO (tekanan di dalam mata atau disebut tekanan intraokular) dapat dihentikan dan tekanan kembali normal, kehilangan penglihatan dapat diperlambat atau bahkan dihentikan.

Namun, karena belum ada obat untuk penyakit ini yang dipastikan bisa menyembuhkan, penderita mungkin perlu perawatan yang lebih intensif, untuk mengatur TIO. Sayangnya, penglihatan yang hilang akibat glaukoma sejauh ini belum dapat dipulihkan.

Bisakah glaukoma dicegah?

Glaukoma tidak dapat dicegah, tetapi masih penting untuk mengetahuinya lebih dini sehingga kamu dapat memulai perawatan yang akan membantu mencegahnya menjadi lebih buruk.

  • Cara terbaik untuk mengetahui semua jenis glaukoma dini di mata kamu adalah dengan membuat jadwal perawatan mata kepada dokter secara berkala.

Buat janji dengan dokter mata. Tes sederhana yang dilakukan selama pemeriksaan mata rutin ini mungkin dapat mendeteksi kerusakan akibat penyakit ini sebelum berkembang dan mulai menyebabkan kehilangan penglihatan.

Langkah-langkah perawatan diri ini dapat membantu kamu mendeteksi pada tahap awal, yang penting dalam mencegah kehilangan penglihatan atau memperlambat kemajuan penyakit ini harus terdeteksi.

  • Dapatkan pemeriksaan mata menyeluruh secara teratur. Pemeriksaan mata komprehensif yang rutin dapat membantu mendeteksi pada tahap awal, sebelum kerusakan signifikan terjadi.

Sebagai aturan umum, American Academy of Ophthalmology merekomendasikan untuk melakukan pemeriksaan mata komprehensif setiap lima hingga 10 tahun jika kamu berusia di bawah 40 tahun.

Setiap dua hingga empat tahun jika kamu berusia 40 hingga 54 tahun. Setiap satu hingga tiga tahun jika kamu berusia 55 hingga 64 tahun, dan setiap satu atau dua tahun jika kamu lebih dari 65 tahun.

  • (3) Jika kamu berisiko menderita glaukoma, kamu perlu melakukan skrining sesering mungkin. Minta dokter kamu untuk merekomendasikan jadwal skrining yang tepat.

Ketahui riwayat kesehatan mata keluarga. Penyakit mata ini punya kecenderungan sebagai penyakit bawaan dalam keluarga.

  • Berolahraga dengan aman. Olahraga teratur dan berkualitas dapat membantu mencegah glaukoma (dengan mengurangi tekanan di mata). Bicarakan dengan dokter tentang program olahraga yang tepat.
  • Menggunakan obat tetes mata yang diresepkan secara teratur. Obat tetes mata untuk penyakit ini dapat secara signifikan mengurangi risiko tekanan mata yang akan berkembang menjadi glaukoma.
  • Supaya efektif, obat tetes mata yang diresepkan oleh dokter, perlu digunakan secara teratur bahkan jika kamu tidak memiliki gejala sekalipun.

Perkembangan glaukoma dapat diperlambat, meski tak dapat dihilangkan. Deteksi dini sangat penting dalam menanganinya. Jangan sampai terlambat, cegah penyakit mata yang bisa menghilangkan penglihatan mata kamu ini.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

– healthline.com, diakses 6 Mei 2020 – What Is Glaucoma?

https://www.healthline.com/health/glaucoma#prevention

 

– mayoclinic.org, diakses 6 Mei 2020 – Glaucoma

https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/glaucoma/symptoms-causes/syc-20372839

 

– nhs.uk, diakses 6 Mei 2020 – Glaucoma

https://www.nhs.uk/conditions/glaucoma/

 

    register-docotr