Kamus Obat

Pahami Tentang Furosemide: Obat untuk Mengatasi Bengkak pada Tubuh

May 19, 2020 | Nanda Hadiyanti | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Pernah mengalami bengkak pada bagian tubuh karena cairan berlebih? Biasanya dalam kasus tertentu pasien akan diberikan obat bernama furosemide untuk mengurangi bengkak pada tubuh. 

Namun pemakaian furosemide ini hanya untuk kasus tertentu, ya. Pemakaiannya pun tidak boleh sembarangan karena bisa berisiko bagi kesehatan.

Yuk, kenali lebih jauh tentang obat furosemide!

Apa itu furosemide?

Seperti yang sudah dijelaskan, obat ini digunakan untuk mengatasi edema atau pembengkakan jaringan karena kelebihan cairan. Pembengkakan bisa terjadi di lengan, kaki dan perut. Biasanya karena penyakit ginjal, hati dan jantung.

Selain itu obat ini juga digunakan untuk menurunkan tekanan darah tinggi, mencegah stroke, serangan jantung dan masalah ginjal lainnya. 

Bagaimana cara kerja furosemide?

Obat ini merupakan diuretik atau obat pendorong produksi air seni. Obat ini akan membuat orang yang meminumnya lebih sering buang air kecil.

Keluarnya urine akan membantu tubuh untuk menyingkirkan kelebihan cairan dan garam di dalam tubuh. Sehingga meredakan pembengkakan yang terjadi. 

Bagaimana aturan pakai furosemide?

  • Furosemide merupakan obat yang diresepkan oleh dokter. Karena itu minum obat hanya sesuai petunjuk pada resep dokter, ya
  • Tanyakan pada dokter jika belum mengerti aturan pakai
  • Dokter bisa mengubah dosis obat, karena itu pastikan kamu memahami penggunaan obat
  • Obat ini tersedia dalam beberapa jenis. Obat tablet, obat minum cair, obat suntik dan dalam bentuk infus. Untuk obat suntik dan infus, petugas kesehatan langsung yang akan menangani penggunaannya
  • Jika mendapat resep obat minum, jangan minum dengan dosis berlebih. Karena kelebihan dosis dari obat ini dapat menimbulkan gangguan pendengaran
  • Jika dikonsumsi anak-anak, dosis furosemide diberikan berdasarkan berat badan anak-anak. Kebutuhan dosis anak dapat berubah jika terjadi penambahan atau berkurangnya berat badan.
  • Jika minum obat ini karena masalah tekanan darah tinggi tetap minum obat sesuai resep dokter meski sudah merasa lebih baik. Tekanan darah tinggi seringkali tidak menunjukkan gejala, sehingga tidak diketahui kondisi pasien yang sebenarnya.

Risiko yang perlu diperhatikan sebelum mengonsumsi obat

  • Furosemide akan membuat pasien yang meminumnya lebih sering buang air kecil. Ini memungkinkan pasien mudah mengalami dehidrasi
  • Ikuti instruksi dokter jika diperlukan penggunaan suplemen kalium
  • Obat ini mungkin akan berpengaruh pada tindakan operasi, karena itu beri tahu dokter jika kamu akan menjalani operasi atau pembedahan
  • Sampaikan ke dokter jika kamu akan melakukan magnetic resonance imaging (MRI) atau tes lain yang memerlukan pewarna radioaktif yang disuntikkan ke dalam tubuh. Jika dibarengi dengan penggunaan obat ini akan membahayakan ginjal
  • Obat ini berisiko menimbulkan reaksi alergi. Karena itu katakan pada dokter jika kamu memiliki riwayat alergi
  • Obat ini dapat memengaruhi orang yang memiliki tekanan darah rendah, termasuk membuat pusing dan pingsan. Jika ingin mengubah posisi dari berbaring menjadi duduk atau duduk kemudian berdiri, sebaiknya jangan terburu-buru
  • Obat ini berisiko menimbulkan masalah pada tiroid jika dikonsumsi dengan dosis tinggi
  • Untuk mencegah risiko lainnya, beri tahu juga pada dokter jika kamu memiliki riwayat medis lainnya, seperti:
  1. Pembesaran prostat
  2. Obstruksi kandung kemih
  3. Masalah buang air kecil
  4. Sirosis atau penyakit lainnya
  5. Penyakit ginjal
  6. Ketidakseimbangan elektrolit, seperti kadar magnesium rendah dalam darah
  7. Encok
  8. Lupus
  9. Diabetes
  10. Alergi obat sulfa, dapat menimbulkan alergi dengan gejala sulit bernapas atau menelan, bengkak pada tenggorokan atau lidah dan rasa gatal

Apakah obat ini aman untuk ibu hamil dan ibu menyusui?

  • Ibu hamil

Berdasarkan penjelasan pada artikel Mims.com, obat ini termasuk dalam kategori C menurut United States Food and Drug Administration (FDA).

Artinya, belum ada penelitian yang memadai mengenai efek buruk obat ini pada janin selama masa kehamilan. Namun, terdapat efek yang merugikan yang terlihat di penelitian pada hewan. 

Karena itu, ada kemungkinan obat ini berbahaya bagi janin. Sebaiknya sebelum mengonsumsi obat ini konsultasikan pada dokter jika kamu sedang hamil atau berencana untuk hamil. 

  • Ibu menyusui

Belum ada penelitian yang memadai untuk memastikan keamanan obat ini untuk ibu menyusui. Bicarakan pada dokter tentang kemungkinan risiko pada ibu menyusui jika menggunakan obat ini.

Apa yang harus dihindari saat mengonsumsi obat ini?

  • Jangan minum minuman beralkohol

Jika sedang minum obat ini, konsumsi alkohol dapat memperburuk efek samping yang muncul. Salah satunya memperburuk penurunan tekanan darah secara tiba-tiba saat berdiri setelah berbaring atau duduk. Ini dapat menimbulkan pusing. 

  • Jangan hentikan penggunaan obat tiba-tiba

Menghentikan pengobatan tiba-tiba bagi yang memiliki tekanan tinggi dapat mengakibatkan tekanan darah yang semakin tinggi. Tekanan darah tinggi dapat mengakibatkan stroke atau serangan jantung. 

Sementara bagi yang sedang mengatasi edema, penghentian obat dapat menyebabkan pembengkakkan yang semakin parah. Ini dapat menyebabkan risiko serius seperti nyeri, infeksi dan pembekuan darah.

Dosis pemakaian furosemide

Dosis obat yang digunakan berbeda-beda untuk setiap pasien. Jumlah dosis bisa berbeda tergantung pada:

  • Usia pasien
  • Penyakit yang akan diatasi
  • Parah atau tidaknya penyakit
  • Riwayat medis pasien
  • Reaksi pemberian dosis awal

Berikut ini merupakan informasi dosis obat furosemide tablet yang digunakan secara umum.

  • Obat untuk tekanan darah tinggi

Dewasa (18 hingga 64 tahun)

Biasanya dimulai dengan 80 mg per hari untuk dua kali minum.

Dokter akan menambah dosis atau mengubahnya, tergantung dari respons awal tubuh saat meminumnya.

Anak-anak (0-17 tahun)

Belum ada penelitian lebih lanjut mengenai pemakaian obat ini untuk mengobati darah tinggi pada anak-anak.

Lanjut usia (di atas 65 tahun)

Dokter mungkin akan memberikan dosis yang lebih rendah. Karena fungsi ginjal pada pasien lanjut usia umumnya sudah berkurang.

Fungsi ginjal berpengaruh pada proses penyerapan obat. Jika fungsi ginjal sudah berkurang, maka tubuh akan lebih lama memproses obat. Ini dapat meningkatkan terjadinya efek samping. 

  • Obat untuk edema

Dewasa (18 hingga 64 tahun)

Biasanya dimulai dengan 20 hingga 80 mg, untuk diminum satu kali sehari. 

Dokter bisa mengubah dosis tersebut. Jika kamu membutuhkan pengobatan dalam waktu lama, dokter akan memberikan resep baru, bisa diminum satu hingga dua kali sehari.

Anak-anak (0-17 tahun)

Biasanya diberikan dosis 2 mg per kg berat badan, untuk diminum satu kali sehari. Tidak dianjurkan menggunakan lebih dari 6 mg per kg berat badan.

Dokter mungkin mengubah dosis sesuai dengan reaksi tubuh terhadap obat. 

Lanjut usia (di atas 65 tahun)

Dokter mungkin akan memberikan obat yang berbeda atau dosis yang lebih rendah. Karena fungsi ginjal pada pasien lanjut usia sudah berkurang.

Fungsi ginjal berpengaruh pada proses penyerapan obat. Jika fungsi ginjal sudah berkurang, maka tubuh akan lebih lama memproses obat. Ini dapat meningkatkan terjadinya efek samping. 

Bagaimana jika lupa minum obat?

Langsung minum ketika ingat. Jika sudah mendekati waktu minum obat berikutnya, lewati yang sebelumnya. 

Kembali minum obat sesuai jadwal berikutnya dengan dosis sesuai resep. Jangan minum dosis ganda karena dapat menyebabkan efek samping yang berbahaya. 

Bagaimana mengetahui obat ini bekerja setelah meminumnya?

Jika untuk mengobati darah tinggi, tekanan darah akan turun dan dapat diketahui dengan pemeriksaan rutin.

Jika mengobati edema, maka pembengkakan akan berkurang dan pasien akan lebih sering buang air kecil. 

Efek samping furosemide

Perlu diketahui bahwa tidak semua orang mengalami efek samping saat menggunakan obat ini. Ada yang tidak menunjukkan gejala efek samping apapun.

Namun secara umum, obat ini mungkin menyebabkan beberapa gejala efek samping. Meski tidak tidak selalu muncul, namun ada beberapa efek samping yang membutuhkan penanganan medis.

Berikut beberapa efek samping furosemide yang perlu diketahui:

Efek samping yang umum terjadi

  • Mual
  • Muntah
  • Diare
  • Sembelit
  • Kram perut
  • Vertigo
  • Sakit kepala
  • Penglihatan kabur
  • Gatal atau ruam kulit

Biasanya gejala efek samping yang timbul ringan dan akan hilang dengan sendirinya dalam waktu beberapa hari. Jika gejala semakin parah atau tak juga hilang, konsultasikan pada dokter. 

Efek samping yang lebih serius

  • Kehilangan cairan dan elektrolit berlebih. Gejalanya seperti mulut kering, merasa haus terus, lemah, mengantuk, gelisah, nyeri otot, kurang buang air kecil, detak jantung tidak normal dan mual parah
  • Terjadi masalah tiroid dengan gejala kelelahan, lemas, bertambahnya berat badan, rambut dan kulit kering
  • Radang pankreas dengan gejala sakit saat makan atau minum, mual atau muntah parah dan demam
  • Masalah pada liver dengan gejala kulit menguning dan bagian putih pada mata menguning
  • Gangguan pendengaran, bisa sementara namun bisa permanen
  • Kulit melepuh atau terkelupas

Jika mengalami gejala membahayakan segera cari pertolongan medis. 

Gejala-gejala yang sudah tertulis bukanlah daftar lengkap, dan untuk informasi lebih lanjut bisa ditanyakan langsung kepada dokter atau petugas kesehatan terkait.

Interaksi furosemide dengan obat lainnya

Ada obat yang tidak boleh digunakan bersama-sama, sebab dikhawatirkan dapat mengurangi fungsi atau memberikan efek samping yang merugikan. Namun ada juga yang bisa digunakan secara bersama.

Dalam kasus furosemide, kamu perlu memperhatikan obat-obat berikut, karena tidak bisa dikonsumsi bersamaan dengan furosemide. 

  • Sesama obat diuretik seperti asam etakrilat
  • Hidrat kloral
  • Litium
  • Fenitoin
  • Antibiotik
  • Obat kanker seperti Cisplatin
  • Obat jantung atau tekanan darah
  • Salisilat seperti Aspirin, Nuprin Backache Caplet, Tricosal, Trilisate dan lainnya. 

Catatan yang perlu diperhatikan, obat ini bereaksi pada sucralfate. Untuk itu jika baru mengonsumsi sucralfate beri jeda dua jam sebelum minum obat ini. 

Untuk lebih lengkapnya bisa tanyakan langsung pada dokter, karena bukan cuma obat, vitamin atau minuman herbal yang diminum bersama obat ini bisa memicu interaksi obat.

Bagaimana cara menyimpan obat ini?

  • Simpan obat dalam wadah tertutup
  • Tutup wadah dengan rapat jika obat tidak sedang digunakan
  • Simpan pada suhu kamar, 15°C hingga 30°C
  • Hindari menyimpan obat di tempat panas atau lembap seperti kamar mandi
  • Jangan terkena cahaya langsung
  • Buang obat cair yang sudah tidak diperlukan atau yang sudah tidak digunakan setelah 90 hari

Merek dagang furosemide di Indonesia

  • Classic
  • Furosix
  • Diurefo
  • Glosix
  • Diuresix
  • Gralixa
  • Diuvar
  • Impugan
  • Edemin
  • Impugan
  • Edemin
  • Lasix
  • Farsiretic
  • Lasix
  • Farsix
  • Laveric
  • Farsix
  • Naclex
  • Frusid
  • Naclex
  • Furomed
  • Roxemid
  • Furosemide
  • Silax
  • Furosemide
  • Uresix
  • Furosix

Hal lain yang perlu diperhatikan

Penting bagi kamu untuk mencatat obat-obatan apa saja yang sedang dikonsumsi. Catatlah obat apapun yang kamu konsumsi, termasuk obat ini atau obat lainnya.

Simpan daftar obat-obatan tersebut, dan selalu bawa setiap kali kamu mengunjungi dokter atau beri tahu dokter saat akan mendapat penanganan medis.

Jangan berbagi obat ini dengan orang lain. Karena dosis yang diperlukan setiap orang berbeda-beda.

Gunakan obat hanya untuk indikasi yang ditentukan. Serta selalu konsultasikan kondisi kepada dokter atau petugas.

Informasi yang tertulis bukan pengganti resep atau anjuran dari dokter. Jangan gunakan atau konsumsi obat sebelum bertanya kepada dokter, ya.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. Drugs.com diakses 18 Mei 2020 Furosemide
  2. Healthline.com diakses 18 Mei 2020 Furosemide, Oral Tablet 
  3. Mims.com diakses 18 Mei 2020 Furosemide 
  4. BPOM diakses 18 Mei 2020 Furosemid
    register-docotr