Puasa

Ternyata Puasa Punya Sederet Manfaat bagi Kesehatan Otak

April 19, 2021 | Felicia Elfriestha | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Berpuasa adalah salah satu ibadah yang diwajibkan bagi umat Muslim. Selain diharuskan menahan diri dari segala hawa nafsu, ada banyak manfaat puasa untuk kesehatan otak yang perlu kamu ketahui.

Mungkin hal ini tak banyak diketahui orang, ternyata banyak manfaat puasa untuk kesehatan tubuh kamu loh, simak ulasannya yuk!

Apa saja manfaat puasa untuk kesehatan otak?

  • Berpuasa memang pada dasarnya adalah suatu ibadah bagi para umat muslim selama bulan Ramadhan. Ternyata banyak manfaat puasa untuk kesehatan otak kamu loh. Kita ketahui bahwa otak memiliki tugas penting untuk mengatur kinerja di dalam tubuh kita.
  • Menurut buku Michael Mosley berjudul “The Fast Diet” berpuasa dapat membuat pelepasan faktor neutropik yang berada di otak.
  • Para ilmuwan di Amerika Serikat (AS) juga menemukan faktor neutotropik meningkat selama berpuasa sehingga dapat meningkatkan fungsi otak.

Puasa meningkatkan kognitif

Sebuah studi literatur yang diterbitkan dalam jurnal Nutrients menyebut beberapa penelitian lawas mengungkapkan puasa dapat mencegah dan meningkatkan penyakit kognitif.

Beberapa penelitian disebut sudah menemukan manfaat ini baik pada percobaannya terhadap hewan maupun manusia.

Beberapa masalah kognitif yang disebutkan dalam penelitian tersebut antara lain penyakit Huntington, penyakit Parkinson hingga Alzheimer.

Selain itu, peneliti juga menemukan bukti penelitian lain yang menyebut puasa dapat menjadi terapi untuk penderita Multiple Sclerosis, sebuah penyakit autoimun yang menyerang sistem saraf pusat.

Kenapa puasa bisa bermanfaat bagi otak?

Sebuah artikel yang diterbitkan oleh Radboud Universiteit menyebut saat kamu berpuasa selama 6 jam saja, tubuh akan melepaskan lebih banyak lagi human growth hormone (HGH). 

Hormon ini memiliki peran penting dalam pembakaran lemak serta mengurangi inflamasi dalam tubuh. HGH juga menstimulasi proses penyingkiran dan penggantian komponen sel rusak yang tidak terpakai di tubuh (autophagy).

Nah, proses-proses yang dipicu puasa itu lah yang memberikan manfaat bagi otak. Di satu sisi, sel yang tidak rusak dan tidak terpakai di otak disingkirkan, di sisi lain ada juga penggantian sel yang lebih sehat dan berfungsi dengan baik di otak karena puasa ini.

Puasa juga meningkatkan level protein yang disebut brain-derived neurotrophic factor (BDNF). Protein ini sangat penting untuk kesehatan otak, karena beberapa orang dengan masalah kognitif seperti demensia memiliki BDNF yang kurang.

Apa manfaat lain puasa selain untuk kesehatan otak?

Tidak hanya manfaat puasa untuk kesehatan otak saja, tetapi ada banyak manfaat lain yang sangat baik untuk kesehaan tubuh kamu loh. Apa saja manfaat lain puasa selain untuk kesehatan otak? Berikut ulasannya:

  • Meningkatkan kesehatan jantung

Ternyata menahan lapar dan haus selama bulan puasa sangat berdampak baik untuk kesehatan jantung kamu loh. Tanpa disadari kamu diharuskan untuk menahan hawa nafsu dalam diri.

Hal ini otomatis membuat kamu harus menahan emosi yang artinya kamu sudah menjaga detak jantung kamu tetap stabil sehingga terhindar dari serangan jantung. Selain itu, dengan puasa kamu dapat mengontrol asupan makanan kamu agar terhindar dari penyakit berbahaya seperti jantung.

Kamu diharuskan mengonsumsi juga makanan dengan gizi seimbang misalnya jangan terlalu banyak karbohidrat, perbanyak sayur dan buah yang mengandung banyak vitamin yang baik untuk tubuh.

  • Meningkatkan kontrol gula darah 

Pastinya saat berpuasa kamu mengonsumsi makanan yang terbatas saat berbuka puasa dan saat sahur. Hal ini menyebabkan kadar gula darah kamu  menjadi lebih rendah. Hal ini sangat baik bagi penderita diabetes untuk menjaga gula darah tetap stabil.

Sebaiknya kamu harus menjaga makanan yang kamu konsumsi saat berpuasa, misalnya mengonsumsi makanan manis yang alami seperti sayuran dan buah-buahan.

Selain itu dianjurkan menggunakan minyak yang mengandung lemak tak jenuh seperti minyak zaitun dan minyak granola.

  • Mencegah kanker

Banyak penelitian yang telah membuktikan bahwa puasa selama sebulan dipercaya dapat mencegah kanker. Ini Karena berpuasa dapat meningkatkan efektivitas obat kemoterapi pada pembentukan kanker.

Namun masih perlu penelitian lebih lanjut terkait bagaimana puasa dapat mempengaruhi perkembangan kanker.

  • Membantu penurunan berat badan

Pastinya bagi sebagian orang selain berpuasa juga memiliki tujuan lain seperti menurunkan berat badan. Tentunya selama berpuasa berat badan akan turun dengan sendirinya.

Selain itu. dibandingkan wanita, pria lebih berpotensi mengalami kekurangan berat badan. Hal ini dikarenakan komposisi lemak wanita lebih banyak dibandingkan pria.

  • Mengurangi inflamasi

Inflamasi pada dasarnya merupakan proses yang normal yang dihasilkan sistem imun untuk melawan infeksi. Akan tetapi, inflamasi kronis bisa menghadirkan konsekuensi keserhatan yang serius, lho!

Nah, sebagaimana disebutkan sebelumnya kalau puasa dapat mengurangi inflamasi, penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Nutrition Research pun menyebutkan hal yang sama.

Dengan manfaat ini, maka puasa juga memberikan manfaat turunan lain seperti mencegah penyakit jantung, kanker dan radang di persendian yang cikal-bakalnya berasal dari inflamasi kronis.

  • Mencegah penuaan

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Gerontology menyebut puasa dapat menunda penuaan dan membuat masa hidup lebih panjang.

Penelitian tersebut dilakukan terhadap tikus dan peneliti mencatat 83 persen kehidupan yang lebih panjang dialami oleh tikus yang berpuasa, dibandingkan dengan tikus-tikus yang tidak berpuasa.

Meskipun demikian, penelitian ini masih perlu dikaji lebih jauh lantaran baru dilakukan terhadap hewan saja.

  • Meningkatkan massa otot

Hormon HGH yang dilepaskan oleh tubuh ketika berpuasa tidak hanya berguna bagi kesehatan otak saja, lho! Hormon ini juga berperan penting untuk meningkatkan massa otot.

HGH sendiri merupakan hormon yang penting dalam pertumbuhan, metabolisme serta penurunan berat badan.Peningkatan level HGH selama puasa ini juga dibuktikan lewat penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Growth Hormone & IGF Research

  • Membantu proses perbaikan sel

Saat berpuasa, sel dalam tubuh melakukan proses pembuangan sampah yang dinamakan autophagy. 

Proses ini memungkinkan sel tubuh untuk memecahkan dan melakukan proses metabolisme protein yang rusak dan tidak terpakai yang bertumpuk di dalam sel-sel tubuh sepanjang waktu.

Nah, penelitian yang diterbitkan di jurnal Cell, disebutkan kalau peningkatan proses autophagy dapat memberikan perlindungan tubuh terhadap berbagai penyakit seperti kanker

Tidak hanya itu, penelitian dalam The European Journal of Neuroscience menyebutkan autophagy dapat melindungi dari penyakit Alzheimer.

Memaksimalkan manfaat puasa bagi kesehatan

Puasa memang memberikan banyak manfaat. Baik itu yang kamu lakukan di bulan Ramadhan atau sebagai bagian dari gaya hidup kamu.

Nah, untuk lebih memaksimalkan manfaat puasa bagi kesehatan kamu, lakukan beberapa langkah berikut ini:

  • Jaga tingkat hidrasi Minumlah banyak air dan minuman bebas kalori seperti teh herbal
  • Hindari makan yang terlalu banyak. Usahakanlah untuk tidak memikirkan apa yang hendak kamu makan pada saat berbuka atau sahur di jam puasa
  • Istirahat dan bersantailah. Hindari kegiatan fisik yang berat  saat berpuasa
  • Jika kamu ingin menjadikan puasa sebagai omen menurunkan berat badan, maka hitunglah dan rencanakan asupan kalori dengan baik
  • Pilihlah makanan dengan nutrisi yang pada dan kaya akan protein, serat dan lemak sehat
  • Makan makanan bervolume tinggi. Makanlah makanan yang mengenyangkan tapi rendah kalori seperti popcorn, sayuran mentah, buah yang tinggi air seperti anggur dan melon

Memaksimalkan puasa di bulan ramadhan

Khusus bulan ramadhan, kamu bisa melakukan langkah berikut ini untuk memastikan manfaat puasa yang kamu jalankan bisa optimal bagi kesehatan kamu:

Jangan lupa makan sahur

Sahur sangat mungkin terlewat. Bisa jadi kamu telat bangun atau tidak memiliki nafsu makan di pagi hari.

Nazima Qureshi, RD, MPH, seorang penulis buku Healthy Ramadan Guide mewanti-wanti agar kamu tidak melupakan sahur. Pasalnya, makanan yang kamu pilih kala sahut akan memengaruhi energimu sepanjang hari puasa.

“Kebanyakan orang akan memilih makanan karbohidrat yang sederhana saat sahur. Tapi jenis makanan ini tidak menyediakan energi jangka panjang yang kamu butuhkan,” ucap dia.

Oleh karena itu, dirinya merekomendasikan makanan gandum utuh yang dipadukan dengan lemak sehat dan protein, serta buah dan sayuran untuk kamu santap saat sahur.

Jaga tingkat hidrasi

Seperti yang sudah disebutkan di atas kalau kamu harus minum banyak cairan. Faktanya, menjaga tubuh tetap terhidrasi saat puasa sangat baik bagi kesehatan kamu.

Kurang minum bisa membuat suasana hati kamu sangat buruk dan membuat kamu cepat lelah. Hal ini bisa memengaruhi level energi dan daya ingat, lho!

Untuk itu, gunakan waktu berbuka dan sahur untuk minum banyak cairan dan penuhi kebutuhan cairan tubuh kamu. Pastikan botol air minum kamu berada tidak jauh dari jangkauan sepanjang malam dan minumlah sesering mungkin.

Selain cairan, perhatikan juga apa yang kamu makan. Meskipun makanan manis sangat menggoda, tapi cobalah untuk memilih makanan yang kaya akan air seperti strawberry, semangka, timun hingga tomat.

Sadari tingkat kesehatan

Puasa merupakan ibadah di bulan Ramadhan. Akan tetapi, jangan paksakan diri jika kamu memiliki masalah kesehatan. Khususnya masalah kesehatan kronis.

Hal itu dipesankan oleh Wasem Alsabbagh, BScPharm, PhD dari University of Waterloo. “Jika puasa membuat kesehatan kamu memburuk, bahkan setelah kamu memodifikasi jadwal minum obat, maka sebaiknya kamu tidak puasa,” ucap dia.

Beberapa penyakit yang perlu diperhatikan adalah penyakit yang membutuhkan perawat rumah sakit seperti diabetes yang membutuhkan suplai makanan dan minuman untuk menjaga gula darah secara konsisten dan penyakit kanker.

Sementara pada diabetes yang ringan dan hipertensi, puasa masih bisa dijalankan asalkan kondisi kamu stabil dan terkontrol. Meskipun demikian, kamu jangan lengah untuk mengawasi tingkat gula darah, tekanan darah dan tingkat hidrasi dalam tubuh.

Bagaimana menjaga tubuh sehat saat berpuasa?

Selain itu, kamu juga harus menjaga tubuh agar tetap sehat dan bugar selama puasa. Banyak cara yang dapat dilakukan seperti menjaga pola makan dan gizi yang seimbang, perbanyak air putih dan berfikir positif.

Ternyata banyak manfaat yang kita dapatkan ketika kita berpuasa. Yang paling penting kamu harus menjaga kondisi badan tetap fit dan jangan sampai terlalu lelah agar puasa lancar dan bermakna.

Demikianlah berbagai penjelasan tentang puasa, dan manfaat kesehatan yang ditawarkan oleh kegiatan ini. Jaga selalu kondisi fisik kamu selama berpuasa, ya!

Jaga kesehatan Anda dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference
  1. Healthline.com (2018) diakses 22 April 2020. Health Benefits of Fasting, Backed by Science. 22 April 2020 pukul 17.50.
  2. Brainfacts.org (2018) diakses 22 April 2020. How Does Fasting Affects in Brain? . 22 April 2020 pukul 18.00.
  3. Kompas.com (2019) diakses 22 April 2020. Tingkatkan Fungsi Otak Hingga Kesehatan Jantung, Ini 8 Manfaat Puasa. 22 April 2020 pukul 18.10.
  4. Detik.com (2019) diakses 22 April 2020. Ternyata Puasa Bermanfaat Bagi Kesehatan Otak Lho.22 April 2020 pukul
  5. National Library of Medicine, diakses 19 April 2021. Intermittent fasting during Ramadan attenuates proinflammatory cytokines and immune cells in healthy subjects
  6. National Library of Medicine, diakses 19 April 2021. Effects of intermittent feeding upon growth and life span in rats
  7. National Library of Medicine, diakses 19 April 2021. The effect of prolonged fasting on levels of growth hormone-binding protein and free growth hormone
  8. National Library of Medicine, diakses 19 April 2021. Fasting as a Therapy in Neurological Disease
  9. Radboud Universiteit, diakses 19 April 2021. This is what intermittent fasting does to your brain
  10. Healthline, diakses 04 Mei 2021. Practical Tips to Safely Fast During Ramadan
  11. MedicalNewsToday, diakses 04 Mei 2021. Seven ways to do intermittent fasting: The best methods
  12. Healthline, diakses 04 Mei 2021. 10 Evidence-Based Health Benefits of Intermittent Fasting
  13. National Library of Medicine, diakses 04 Mei 2021. Autophagy suppresses tumorigenesis through elimination of p62
  14. National Library of Medicine, diakses 04 Mei 2021. Autophagy failure in Alzheimer’s disease and the role of defective lysosomal acidification
    register-docotr