Kamus Penyakit

Mengenal Penyakit Arthritis, Radang Sendi Akibat Faktor Usia

July 6, 2020 | Muhammad Hanif S. | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Penyakit arthritis merupakan gangguan pada sendi yang tidak boleh dianggap remeh. Selain bisa mengganggu aktivitas, penyakit ini juga bisa memicu kerusakan pada tulang. Jika dibiarkan, dampak lebih serius mungkin akan terjadi.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, satu dari 10 orang Indonesia menderita osteoarthritis, salah satu jenis dari penyakit ini.

Apa itu penyakit arthritis?

Arthritis adalah peradangan yang terjadi pada satu atau lebih sendi di dalam tubuh. Penyakit ini biasanya disertai pembengkakan, ruam berwarna kemerahan di kulit, hingga rasa nyeri tak tertahankan.

Mengutip Medical News Today, penyakit arthritis lebih sering dialami oleh orang-orang lanjut usia. Sebab, faktor umur adalah salah satu hal yang bisa meningkatkan risiko terserang radang ini. Meski, ada juga jenis arthritis tertentu yang bisa dialami oleh anak-anak dan remaja.

Penyebab penyakit arthritis

Arthritis adalah penyakit berupa peradangan di sendi. Kondisi ini dipicu oleh beberapa faktor, di antaranya:

  • Usia. Semakin bertambahnya usia, tubuh akan mengalami penurunan fungsi, termasuk sendi. Pada usia yang tidak lagi muda, sendi akan cepat menjadi lelah.
  • Kelebihan berat badan. Obesitas atau kegemukan memaksa sendi untuk memperkuat susunan tulang dalam menopang beban tubuh. Dalam jangka waktu panjang, keadaan ini bisa mengurangi fungsi sendi, terutama yang ada di bagian lutut.
  • Genetik. Penyakit arthritis bisa diturunkan. Dengan kata lain, kamu berisiko mengalami radang sendi jika memiliki anggota keluarga dengan riwayat penyakit yang sama.
  • Cedera. Kondisi ini bisa menyebabkan pergeseran tulang dari posisi awal, sehingga memaksa sendi untuk menyesuaikannya. Keadaan ini bisa berujung pada peradangan.
  • Kerja berlebihan. Peradangan bisa terjadi saat gesekan pada sendi berlangsung secara intens, biasanya diakibatkan oleh aktivitas fisik berlebihan.
  • Infeksi. Peradangan di sendi bisa dipicu oleh infeksi yang disebabkan oleh jamur, kuman, dan bakteri.

Baca juga: Pahami Penyakit Osteoporosis: Kondisi Saat Kepadatan Tulang Menurun

Gejala penyakit arthritis

Gejala dari penyakit arthritis sangat beragam, tergantung pada jenis dari radang yang terjadi. Hanya saja, tanda-tanda paling umum dari penyakit ini meliputi:

  • Kaku pada sendi
  • Pembengkakan
  • Sulit untuk menggerakkan anggota tubuh tertentu
  • Rasa sakit tak tertahankan
  • Ruam kemerahan

Pada jenis tertentu, seperti arthritis septik, kamu perlu mendapat penanganan cepat. Sebab, radang terjadi akibat infeksi bakteri atau kuman bisa merusak tulang rawan.

Jenis penyakit arthritis

penyakit arthritis
Lokasi sendi yang kerap mengalami peradangan. Sumber foto: shutterstock.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), penyakit arthritis memiliki lebih dari 100 jenis yang berbeda. Hanya saja, yang paling sering dialami oleh banyak orang adalah:

1. Osteoarthritis

Osteroarthritis adalah salah satu radang sendi yang paling umum, ditandai dengan kerusakan jaringan pada tulang rawan yang menjadi tumpuan dari sendi. Kondisi ini paling sering terjadi di lutut, tulang belakang, dan pinggul.

Osteoarthritis bisa semakin memburuk jika tidak segera ditangani. Rasa sakit yang muncul berkembang secara perlahan, dan tak jarang terjadi kekakuan setelahnya.

Kondisi ini bisa dipicu oleh banyak hal, seperti faktor usia, sering melakukan pekerjaan berat, aktivitas olahraga berlebihan, hingga berat badan yang tidak ideal atau obesitas.

2. Arthritis rheumatoid

Arthritis rheumatoid merupakan peradangan kronis yang terjadi di persendian. Seringnya, membawa dampak serius pada organ tubuh lain seperti paru-paru, jantung, termasuk kulit.

Arthritis rheumatoid ditandai dengan inflamasi yang terkadang disertai pembengkakan menyakitkan. Pada beberapa kasus, jenis penyakit arthritis ini bahkan bisa memengaruhi kepadatan tulang.

Arthritis rheumatoid disebabkan oleh kekebalan tubuh yang menurun. Sistem imun menyerang sinovium, selaput membran yang ada di sekeliling sendi. Kondisi ini bisa terjadi di lutut, siku, pinggul, pergelangan tangan, hingga bahu.

3. Arthritis psoriasis

Arthritis soriasis adalah jenis penyakit radang sendi yang menyerang pengidap psoriasis, yaitu gangguan autoimun yang ditandai dengan inflamasi di kulit. Biasanya, orang yang memiliki psoriasis memiliki banyak bercak merah.

Gejala utama dari arthritis psoriasis adalah pembengkakan dan kaku pada sendi, terutama pada ujung jari dan tulang belakang. Mengutip Mayo Clinic, jenis penyakit arthritis ini belum ada obatnya. Sehingga, penanganan difokuskan pada gejala yang muncul.

Arthritis psoriasis terjadi saat sistem imun menyerang sel dan jaringan yang sehat. Sebagian pengidapnya memiliki anggota keluarga dengan riwayat penyakit yang sama.

4. Juvenile arthritis

Juvenile arthritis disebabkan oleh sistem imun yang menyerang jaringan dan sel yang sehat di dalam tubuh. Oleh karena itu, seseorang yang terkena radang sendi ini biasanya memiliki gangguan autoimun.

Juvenile arthritis lebih umum menyerang anak-anak di bawah usia 16 tahun, terutama wanita. Juvenile arthritis ditandai dengan pembengkakan dan kaku sendi, bisa menyebabkan komplikasi seperti gangguan pertumbuhan dan radang mata.

Gejala yang bisa dirasakan adalah rasa sakit yang muncul terus-menerus pada sendi, demam, hingga rasa tak nyaman saat tidur. Penyakit ini bisa terjadi dalam rentang waktu mingguan, sehingga penanganan yang tepat harus dilakukan agar gejalanya bisa segera mereda.

5. Arthritis reaktif

Arthritis reaktif adalah radang sendi yang dipicu oleh infeksi di bagian tubuh lain, seperti alat kelamin, usus, dan saluran kemih. Selain lutut dan pergelangan tangan, radang juga bisa memengaruhi uretra, kulit, dan mata.

Jenis penyakit arthritis yang satu ini jarang dialami, karena sifatnya yang hanya reaktif terhadap infeksi. Tanda-tanda dari arthritis reaktif biasanya muncul pada satu hingga empat minggu setelah terjadinya infeksi pertama.

Gejalanya sendiri bisa berupa nyeri dan kaku sendi, peradangan pada mata, tidak nyaman saat buang air kecil, dan ruam pada kulit. Arthritis reaktif memang tidak menular, tapi bakteri pemicunya bisa menyebar lewat hubungan seks dan makanan yang terkontaminasi.

Arthritis reaktif seringnya dialami oleh orang dewasa pada rentang usia 20 hingga 40 tahun.

6. Arthritis septik

Arthritis septik adalah radang sendi berupa infeksi di persendian. Infeksi bisa berasal dari kuman dan bakteri yang masuk ke dalam tubuh melalui aliran darah dari bagian organ lain. Penyakit arthritis jenis ini lebih sering terjadi di bahu dan pinggul.

Seseorang yang mengalami arthritis septik memerlukan penanganan cepat dan tepat, karena infeksi yang ada bisa merusak tulang rawan. Biasanya, dokter menggunakan antibiotik untuk membunuh kuman pemicu infeksi.

Salah satu gejala yang umum terjadi adalah pembengkakan pada sendi, disertai rasa nyeri dan ruam merah pada kulit. Terkadang, penyakit ini juga bisa membuat suhu badan meninggi.

Baca juga: Jaga Kesehatan Selama di Rumah, Ini Tips yang Perlu Kamu Lakukan

7. Gout

Gout adalah salah satu jenis penyakit arthritis yang sering tidak disadari, karena bisa muncul secara tiba-tiba. Kondisi ini dipengaruhi oleh kristal asam urat yang menumpuk di sendi, lalu memicu peradangan dan rasa nyeri.

Kristal dapat terbentuk saat kadar asam urat pada darah meningkat. Kristal tersebut berbentuk seperti jarum yang tajam, mampu menimbulkan rasa sakit di area sendi dan jaringan di sekitarnya.

Gout ini bisa terjadi di persendian mana saja, tapi lebih sering memengaruhi jempol kaki dan pergelangannya. Rasa sakit bisa terasa empat hingga 12 jam setelah gejala awal muncul.

Diagnosis penyakit arthritis

Ilustrasi prosedur bedah pengangkatan sendi yang rusak. Sumber foto: www.lendingpoint.com

Seperti telah dijelaskan di atas, gejala umum dari penyakit arthritis adalah pembengkakan sendi yang terkadang disertai ruam kemerahan. Untuk mengetahui jenis radang sendi dan pengobatan yang akan digunakan, dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan.

Pemeriksaan tersebut bisa berupa:

1. Tes Laboratorium

Tes ini berupa analisis terhadap berbagai cairan tubuh guna mengetahui jenis radang sendi yang dialami. Cairan tubuh tersebut bisa berupa urine, darah, atau cairan sendi yang diambil dari bagian terdampak menggunakan jarum suntik.

2. Pemeriksaan dengan alat pemindai

Selain uji cairan tubuh, dokter juga bisa melakukan serangkaian tes menggunakan alat pemindai, seperti:

  • Sinar-X, digunakan untuk menghasilkan citra visual dari kerusakan tulang.
  • CT Scan, digunakan untuk memeriksa kondisi jaringan lunak pada tulang dan sendi.
  • MRI, yaitu pemeriksaan melibatkan gelombang radio dan medan magnet untuk mendapatkan gambar visual dari penampang tulang, ligamen, dan jaringan lunak.
  • Ultrasonografi, memanfaatkan gelombang suara dengan frekuensi tinggi untuk mengetahui struktur tulang dan sendi.

3. Prosedur bedah

Prosedur bedah dilakukan setelah diagnosis selesai dibuat. Biasanya, operasi akan dijalankan saat radang sendi sudah pada tahapan kronis. Prosedur bedah ini dilakukan untuk:

  • Perbaikan sendi, yaitu menghaluskan permukaan sendi yang kasar akibat arthritis. Permukaan kasar inilah sumber dari rasa nyeri yang dirasakan.
  • Penggantian sendi, yaitu mengangkat sendi yang rusak dan menggantinya dengan sendi buatan. Penggantian ini biasanya dilakukan pada bagian lutut dan pinggul.
  • Fusi sendi, yaitu menghilangkan ujung dari dua tulang, lalu menguncinya menjadi satu bagian.

Pengobatan penyakit arthritis

Pada penyakit arthritis, obat-obatan yang digunakan biasanya untuk meredakan gejala yang muncul, seperti:

  • Obat penghilang rasa sakit, untuk meredakan rasa nyeri, tapi tidak terlalu memengaruhi peradangan yang terjadi. Asetaminofen adalah salah satu jenis dari obat kategori ini.
  • Opioid, yaitu obat yang dipakai untuk menghilangkan rasa sakit akut tak tertahankan. Obat ini meliputi tramadol, oksidoson, dan hidrokodin. Di Indonesia, obat jenis ini hanya bisa didapatkan dengan resep dokter, karena rawan disalahgunakan.
  • Obat anti-inflamasi, yaitu obat untuk meredakan peradangan, seperti ibuprofen, naproksen, dan obat NSAID lainnya.
  • Kortikosteroid, yaitu obat untuk meredakan dampak peradangan dan menekan kinerja sistem imun berlebih. Obat ini meliputi prednison dan kortison, bisa diminum atau disuntikkan pada sendi.
  • Kounteriritan, yaitu obat berjenis krim atau salep yang dioleskan pada kulit untuk meredakan nyeri akibat radang.

Bisakah penyakit arthritis dicegah?

pencegahan penyakit arthritis
Menjaga berat badan tetap ideal dapat mencegah arthritis. Sumber foto: pixabay.

Penyakit arthritis adalah radang sendi yang bisa terjadi sewaktu-waktu. Untuk meminimalkan risikonya, kamu bisa rutin melakukan beberapa langkah pencegahan, seperti:

1. Kontrol berat badan

Seperti diketahui, obesitas adalah pintu masuk dari berbagai penyakit, termasuk radang sendi. Saat memiliki badan yang gemuk, tulang harus menopang beban tubuh secara intens. Ini membuat sendi bekerja lebih ekstra, terutama pada bagian lutut.

Saat sendi tak lagi mampu membantu tulang untuk menopang beban tubuh dan peradangan tak bisa dihindarkan.

Baca juga: Cara Menghitung Berat Badan Ideal yang Harus Kamu Ketahui

2. Rajin olahraga

Selain menyehatkan jantung, rutin berolahraga juga bisa menjaga sendi dan tulang dari bahaya peradangan. Tapi, tak semua olahraga bisa memberikan efek itu. Lakukan olahraga yang tidak membebani tulang dan sendi, misalnya berenang.

Saat berenang, bagian tubuh yang sering digunakan adalah otot. Otot yang kuat bisa mengurangi tekanan pada sambungan tulang saat menahan beban tubuh.

3. Kompres air

Hal berikutnya yang bisa kamu lakukan adalah mengompres persendian setelah beraktivitas, terutama bagian lutut. Kamu bisa menggunakan air dingin atau panas agar sendi-sendi menjadi lebih rileks. Ini akan meminimalkan terjadinya ketegangan yang bisa memicu inflamasi.

4. Perhatikan asupan nutrisi

Nutrisi sangat berpengaruh pada kesehatan tubuhmu. Beberapa jenis makanan memiliki kandungan gizi tinggi yang mampu menyehatkan tulang dan sendi, seperti ikan laut, kacang-kacangan, buah-buahan, dan sayuran segar.

Hindari konsumsi makanan yang mengandung solanin, zat kimia yang bisa menimbulkan peradangan. Solanin dapat ditemukan di tomat, kentang, jamur, dan terong.

Nah, itulah ulasan lengkap tentang penyakit arthritis, jenis-jenisnya, dan berbagai gejalanya. Yuk, rajin lakukan langkah pencegahan agar terhindar dari penyakit ini!

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

  1. Centers for Disease Control and Prevention (CDC), diakses 29 Juni 2020, Arthritis Types.
  2. Mayo Clinic, diakses 29 Juni 2020, Arthritis.
  3. Medical News Today, diakses 29 Juni 2020, What are the causes and types of arthritis?
  4. Healthline, diakses 29 Juni 2020, Arthritis.
  5. WebMD, diakses 29 Juni 2020, The Basics of Arthritis.
  6. Liputan6, diakses 29 Juni 2020, 1 dari 10 Orang Indonesia Terkena Penyakit Sendi Osteoarthritis.

    register-docotr