Puasa

Minum Susu saat Sahur, Apa Saja Plus Minusnya?

April 24, 2021 | Ajeng Dwiri Banyu | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Minum susu saat sahur menjadi rutinitas yang banyak dilakukan orang-orang untuk meningkatkan energi selama berpuasa. Perlu diketahui, agar tidak merasa lemas saat berpuasa maka pemilihan makanan dan minuman saat sahur harus tepat.

Namun, makanan atau minuman yang dikonsumsi terkadang memiliki efek samping tersendiri termasuk susu. Nah, untuk mengetahui manfaat dan efek samping minum susu saat sahur yuk simak penjelasannya berikut.

Baca juga: Tips Mencegah Asam Lambung Naik saat Puasa

Apakah baik minum susu saat sahur?

Dilansir dari Medical News Today, susu merupakan sumber nutrisi penting yang baik termasuk kalsium, protein, dan vitamin D. Berbagai kandungan nutrisi dalam susu inilah yang dapat membantu memberikan energi pada tubuh untuk bertahan selama berjam-jam menjalankan puasa.

Biasanya, beberapa orang hanya akan mengonsumsi sedikit makanan saat sahur. Untuk itu, minum susu saat sahur sangat tepat dilakukan sebagai solusi untuk memenuhi kebutuhan tubuh akan protein. 

Adakah plus dan minus minum susu saat sahur?

Perlu diketahui, minum susu saat sahur ternyata memiliki plus dan minusnya sendiri. Karena itu, kamu perlu memilih jenis susu yang tepat dan cocok saat sahur. Beberapa plus dan minus mengonsumsi susu saat sahur, antara lain sebagai berikut:

Sisi plus minum susu saat sahur

Studi terbaru yang diterbitkan dalam American Journal of Clinical Nutrition menemukan bahwa minum susu bebas lemak di pagi hari dapat membantu meningkatkan rasa kenyang. Selain itu, terdapat manfaat lain dari mengonsumsi susu, yakni:

Sebagai bahan bakar tubuh

Susu merupakan sumber protein yang kaya dengan hanya satu cangkir berisi 8 gram. Protein dalam susu sendiri diperlukan untuk banyak fungsi vital tubuh, termasuk pertumbuhan, perkembangan, perbaikan sel, dan regulasi sistem kekebalan.

Tak hanya itu, susu dianggap sebagai protein lengkap di mana artinya mengandung kesembilan asam amino esensial yang diperlukan tubuh untuk berfungsi pada tingkat optimal.

Whey protein dalam susu juga mengandung asam amino rantai cabang yang berfungsi menyediakan bahan bakar untuk tubuh.

Mencegah penambahan berat badan

Saat berpuasa, berat badan sangat mudah mengalami penambahan akibat pola makan yang tidak teratur. Dengan mengonsumsi susu saat sahur, maka kamu memiliki risiko penambahan berat badan yang rendah karena telah mendapatkan jumlah protein yang sesuai dengan kebutuhan.

Kandungan protein yang tinggi dalam susu diketahui membantu kamu merasa kenyang dalam jangka waktu lebih lama dan dapat mencegah makan berlebihan.

Asam linoleat terkonjugasi dalam susu juga mampu meningkatkan penurunan berat badan dengan menghambat produksi lemak.

Sisi minus minum susu saat sahur

Banyak orang mengonsumsi susu tanpa mengalami efek samping apapun. Namun, orang lain berisiko memiliki reaksi yang merugikan. Beberapa sisi minus yang mungkin bisa dialami setelah minum susu saat sahur, seperti:

Intoleransi laktosa

Beberapa orang tidak menghasilkan enzim laktase sehingga membuat susu sulit dicerna. Bagi orang yang intoleransi terhadap laktosa, setelah mengonsumsi susu maka dapat menyebabkan kembung atau diare.

Alergi susu

Alergi susu berbeda dengan intoleransi laktosa. Seseorang yang alergi susu akan mengalami reaksi imunologi abnormal di mana sistem kekebalan tubuh menghasilkan antibodi alergi, seperti imunoglobulin E.

Penderita alergi susu biasanya akan mengalami muntah, diare, gatal-gatal, hingga darah di tinja.

Makanan yang baik dikonsumsi saat sahur

Susu memang sangat baik dikonsumsi secara rutin saat sahur. Namun, perlu diingat bahwa susu yang dikonsumsi selama sahur hanyalah sebagai pelengkap saja. Agar puasa bisa berjalan lancar, sahur utamanya harus mencakup beberapa makanan, seperti:

  • Buah-buahan dan sayur. Sangat penting dikonsumsi selama puasa karena meningkatkan perasaan kenyang dan membantu mencegah sembelit. Buah dan sayur juga mengandung vitamin, mineral, dan fitokimia yang bagus untuk kesehatan.
  • Makanan berkarbohidrat. Selama puasa, makanan berkarbohidrat tinggi serat seperti nasi merah dan roti gandum bisa dikonsumsi. Hal ini dikarenakan beberapa makanan tersebut membutuhkan waktu lebih lama dicerna sehingga membantu mempertahankan tingkat energi.
  • Daging dan alternatifnya. Ayam dan ikan merupakan sumber protein yang bagus sekaligus membatasi asupan lemak. Selain itu, daging juga dapat membantu memperbaiki dan membangun jaringan tubuh, serta sistem kekebalan.

Baca juga: Waktu Minum Vitamin saat Puasa, Ketika Sahur atau Berbuka?

Pastikan untuk mengecek kesehatan kamu dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Jaga kesehatan kamu dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference
  1. Milklife.com, diakses 19 April 2021. Drinking Morning Milk May Help Stave Off Hunger
  2. Healthxchange.sg, diakses 19 April 2021. Ramadan Fasting: What to Eat During Suhoor
  3. Healthline (2018), diakses 19 April 2021. 5 Ways That Drinking Milk Can Improve Your Health
  4. Medical News Today (2019), diakses 19 April 2021. Health benefits and risks of consuming milk
    register-docotr