Kamus Penyakit

Aritmia Jantung

June 23, 2021 | Nik Nik Fadlah | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Aritmia jantung adalah suatu kondisi yang memengaruhi irama atau detak jantung. Perlu kamu ketahui bahwa kondisi ini bisa disebabkan oleh faktor tertentu. Kenali selengkapnya mengenai penyebab, faktor risiko, gejala, pengobatan, serta pencegahan aritmia di sini.

Baca juga: Penyakit Nefritis

Apa itu penyakit aritmia jantung?

Aritmia jantung adalah gangguan yang terjadi pada tingkat atau irama detak jantung. Kondisi ini terjadi ketika impuls listrik yang mengkoordinasikan detak jantung tidak bekerja dengan baik, sehingga menyebabkan jantung berdetak terlalu cepat, terlalu lambat, atau bahkan tidak teratur.

Aritmia jantung dapat terasa seperti jantung yang berdebar. Sebagian aritmia tidaklah berbahaya. Akan tetapi, jika detak jantung sangat tidak teratur atau terjadi akibat gangguan pada jantung, aritmia dapat menyebabkan gejala dan komplikasi yang parah dan berpontensi fatal.

Dokter mengidentifikasikan detak jantung yang sehat dengan menghitung berapa kali jantung berdetak setiap menit (bpm) selama istirahat. Ini dikenal sebagai detak jantung istirahat.

Pada dasarnya, kisaran detak jantung antar individu bervariasi. Namun, detak jantung normal biasanya antara 60 dan 100 bpm.

Semakin bugar seseorang, maka semakin rendah detak jantung istirahatnya. Misalnya saja pada atlet, biasanya detak jantung istirahat mereka normalnya kurang dari 60 bpm.

Jenis aritmia

Ada beberapa jenis aritmia yang perlu kamu ketahui, di antaranya adalah:

  • Takikardia: Takikardia ditandai dengan irama jantung yang cepat dengan frekuensi lebih dari 100 denyut per menit
  • Bradikardia: Berbeda halnya dengan takikardia, bradikardia ditandai dengan irama jantung yang lambat, yakni dengan frekuensi di bawah 60 denyut per menit
  • Aritmia supraventrikular: Aritmia jenis ini dimulai di bilik atas jantung atau atrium atau di pintu ke bilik bawah jantung. Aritmia supraventrikular ditandai dengan detak jantung yang sangat cepat
  • Artimia ventrikular: Arimia ini dimulai di bilik bawah jantung atau ventrikel
  • Bradiaritmia: Bradiartimia ditandai dengan irama jantung yang lambat, biasanya disebabkan oleh kondisi yang memengaruhi sistem konduksi jantung.
  • Detak jantung prematur: Detak jantung prematur terjadi ketika sinyal yang mengkoordinasikan jantung untuk berdetak terjadi lebih awal, sehingga dapat terasa seperti jantung yang berhenti berdetak

Apa penyebab aritmia jantung?

Terdapat beberapa kondisi medis yang menyebabkan aritmia, di antaranya adalah:

  • Serangan jantung
  • Perubahan pada struktur jantung, seperti kardiomiopati
  • Penyumbatan arteri pada jantung atau penyakit arteri koroner
  • Tekanan darah tinggi
  • Kelenjar tiroid yang terlalu aktif atau hipertiroidisme
  • Kelenjar tiroid yang kurang aktif atau hipotiroidisme
  • Diabetes
  • Sleep apnea, yakni gangguan tidur yang menyebabkan pernapasan berhenti sementara

Selain itu, faktor lain yang juga bisa menyebabkan aritmia dapat termasuk:

  • Merokok
  • Mengonsumsi alkohol atau kafein secara berlebihan
  • Emosi yang kuat
  • Obat-obatan tertentu
  • Genetik

Siapa saja yang lebih berisiko terkena aritmia jantung?

Dikutip dari laman Webmd, ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang terkena kondisi ini, di antaranya adalah:

  • Usia: Peluang artimia meningkat seiring dengan pertambahan usia
  • Genetik: Gen juga bisa meningkatkan risiko artimia. Di sisi lain, beberapa jenis penyakit jantung juga bisa diturunkan dalam keluarga
  • Gaya hidup tidak sehat: Merokok, konsumsi alkohol secara berlebihan, atau penggunaan obat-obatan terlarang dapat memengaruhi jantung
  • Kondisi medis tertentu: Beberapa kondisi yang dapat menyebabkan masalah pada irama jantung di antaranya adalah tekanan darah tinggi, diabetes, gula darah rendah, obesitas, sleep apnea, hingga gangguan autoimun
  • Faktor lingkungan: Faktor lingkungan, seperti polusi udara juga dapat menyebabkan artimia lebih mungkin terjadi

Apa gejala dan ciri-ciri aritmia jantung?

Pada dasarnya, aritmia jantung tidak selalu menimbulkan gejala. Namun, apabila gejala timbul, ini dapat meliputi:

  • Jantung bedebar
  • Detak jantung cepat atau takikardia
  • Detak jantung lambat atau bradikardia
  • Nyeri dada
  • Sesak napas
  • Kecemasan
  • Kelelahan
  • Pusing
  • Berkeringat
  • Gangguan pada penglihatan
  • Hampir pingsan

Apa saja komplikasi yang mungkin terjadi akibat aritmia jantung?

Gangguan pada irama jantung harus ditangani dengan segera. Ini dilakukan untuk mencegah komplikasi berbahaya. Di sisi lain, jenis aritmia tertentu juga bisa meningkatkan risiko komplikasi, seperti:

1. Stroke

Aritmia jantung dikatikan dengan peningkatan risiko penggumpalan darah. Apabila gumpalan darah pecah, ini dapat bergerak dari jantung menuju otak. Gumpalan darah tersebut dapat menghalangi aliran darah dan berpotensi menyebabkan stroke.

2. Gagal jantung

Gagal jantung dapat terjadi apabila jantung tidak memompa darah secara efektif dalam kurun waktu yang lama akibat takikardia atau bradikardia.

Perlu kamu ketahui bahwa, ketika jantung gagal memompa darah, ia tidak dapat memompa cukup darah ke tubuh dan organ dan ini dapat berbahaya.

Baca juga: Agar Terhindari dari Risiko, Kenali Faktor-faktor Penyebab Darah Tinggi Ini!

Bagaimana cara mengatasi dan mengobati aritmia jantung?

Aritmia jantung melibatkan beberapa perawatan. Agar kamu lebih memahaminya, berikut adalah penjelasan selengkapnya mengenai cara mengatasi dan mengobati kondisi ini.

Perawatan aritmia jantung di dokter

Jika artimia menyebabkan gejala yang signifikan atau meningkatkan risiko aritmia atau komplikasi yang serius, pengobatan aritmia harus dilakukan dengan segera. Dilansir dari laman Mayo Clinic, berikut ini adalah beberapa pengobatan pada aritmia jantung.

1. Pengobatan pada detak jantung lambat

Apabila detak jantung yang lambat atau bradikardia tidak memiliki penyebab yang pasti, biasanya pengobatannya akan melibatkan alat pacu jantung (pacemaker). Alat pacu jantung sendiri adalah perangkat kecil yang biasanya ditanamkan di dekat tulang selangka.

Apabila detak jantung terlalu lambat, alat pacu jantung akan mengirimkan impulas listrik yang menstimulasi jantung untuk berdetak dengan lebih stabil.

2. Pengobatan pada detak jantung cepat

Sementara itu, untuk detak jantung yang berlangsung cepat atau takikardia, pengobatannya dapat meliputi:

Kardioversi

Jika kamu memiliki jenis aritmia tertentu, misalnya saja fibrilasi atrium, penggunaan kardioversi mungkin saja akan dilakukan.

Dikutip dari Medical News Today, fibrilasi atrium sendiri adalah detak jantung yang tidak teratur yang berasal dari ruang atrium. Biasanya, ini melibatkan takikardia.

Pada prosedur kardioversi, kejut listrik akan dikirimkan ke jantung. Arus listrik dapat memengaruhi impuls listrik di jantung, sehingga dapat mengembalikan detak jantung normal.

Ablasi kateter

Dalam prosedur ini, satu atau lebih kateter akan dimasukkan melalui pembuluh darah yang menuju ke jantung. Elektroda yang berada di ujung kateter akan menghancurkan sebagian kecil jaringan jantung yang menyebabkan artimia.

3. Perangkat implan

Penggunaan perangkat implan juga dapat membantu menangani kondisi ini. Beberapa perangkat impan di antaranya adalah:

Alat pacu jantung

Alat pacu jantung adalah perangkat implan yang dapat membantu mengontrol detak atau irama jantung.

Seperti yang sudah diketahui bahwa, apabila alat pacu jantung mendeteksi detak jantung yang tidak normal atau stabil, impuls listrik akan dikirimkan, sehingga jantung dapat berdetak secara normal.

Implantable cardioverter-defibrillator (ICD)

Perangkat ini mungkin saja akan digunakan apabila seseorang berisiko tinggi mengalami detak jantung yang sangat cepat atau tidak teratur di bagian bawah jantung, misalnya saja pada kasus takikardia ventrikel.

ICD sendiri adalah alat yang dipasangkan di bawah tulang selangka. ICD ini akan terus memantau irama jantung. Apabila alat tersebut mendeteksi detak jantung yang tidak normal, maka ICD akan mengirimkan energi agar jantung kembali ke detak normalnya.

4. Operasi

Pada beberapa kasus, pengobatan aritmia jantung juga melibatkan operasi, misalnya saja seperti operasi bypass jantung atau koroner. Prosedur tersebut dapat membantu meningkatkan aliran darah ke jantung.

Cara mengatasi aritmia jantung secara alami di rumah

Aritmia jantung memerlukan penanganan langsung dari dokter. Namun di samping itu, perubahan gaya hidup juga harus dilakukan. Hal ini dimaksudkan untuk menjaga kesehatan jantung. Perubahan gaya hidup tersebut dapat termasuk:

  • Konsumsi makanan bergizi. Sebaiknya, pilihlah makanan yang memiliki kandungan garam dan lemak yang rendah. Di sisi lain, akan lebih baik jika kamu memperbanyak konsumsi buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian
  • Berolahraga. Berolahraga secara teratur juga dapat membantu menjaga kesehatan jantung
  • Hindari rokok
  • Menjaga berat badan sehat. Menjaga berat badan sehat juga penting untuk dilakukan. Sebab, obesitas dapat meningkatkan risiko penyakit jantung
  • Menjaga tekanan darah dan kadar kolesterol dalam batas normal. Perubahan gaya hidup menjadi lebih sehat serta mengonsumsi obat-obatan yang diresepkan oleh dokter dapat membantu mengelola tekanan darah dan kadar kolesterol dalam batas normal

Apa saja obat aritmia jantung yang biasa digunakan?

Berikut ini adalah beberapa obat-obatan yang dapat membantu menangani aritmia jantung.

Obat artimia jantung di apotek

Obat-obatan yang digunakan untuk menangani kondisi ini tidak boleh dikonsumsi secara sembarangan dan harus dengan resep dokter. Obat-obatan tertentu dapat membantu mengelola atau mencegah komplikasi dari artimia.

Perlu kamu ketahui bahwa obat yang diresepkan bergantung pada jenis aritmia dan riwayat kesehatanmu. Dikutip dari laman Healthline, berikut ini adalah beberapa obat-obatan yang dapat membantu menangani aritmia.

  • Antiaritmia: Obat antiaritmia dapat membantu mengobati takikardia dan detak jantung prematur. Meskipun demikian, obat jenis ini memiliki efek samping tertentu
  • Calcium channel blockers: Obat jenis ini dapat membantu menstabilkan tekanan darah dan detak jantung
  • Beta-blockers: Beta-blockers dapat membantu menstabilkan detak jantung dalam kasus takikardia
  • Antikoagulan: Antikoagulan dapat membantu mencegah pembekuan atau penggumpalan darah, yang mana merupakan komplikasi dari fibrilasi atrium. Salah satu obat jenis ini adalah warfarin.

Ingat, jangan konsumsi obat-obatan tersebut tanpa resep dokter. Sebaiknya, berkonsultasilah terlebih dahulu pada dokter sebelum memutuskan untuk mengonsumsi obat untuk menangani artimia.

Ini dimaksudkan untuk menghindari efek samping yang mungkin saja dapat ditimbulkan.

Obat artimia jantung alami

Pengobatan aritmia membutuhkan obat-obatan yang diresepkan oleh dokter. Namun, dua ulasan penelitian yang diterbitkan pada tahun 2017 menunjukkan bahwa suplemen magnesium dan vitamin C dapat menurunkan risiko atau mencegah fibrilasi atrium setelah operasi jantung.

Meskipun demikian, masih belum ada cukup bukti terkait dengan suplemen untuk menangani aritmia.

Bagaimana cara mencegah aritmia jantung?

Pencegahan aritmia melibatkan gaya hidup sehat untuk menurunkan risiko penyakit jantung. Adapun beberapa cara mencegah aritmia jantung, di antaranya adalah:

  • Mengonsumsi makanan bergizi yang baik untuk kesehatan jantung
  • Berolahraga
  • Menjaga berat badan sehat
  • Hindari rokok
  • Batasi konsumsi kafein
  • Kelola stres dengan baik. Sebab, stres yang terjadi secara terus-menerus dapat menyebabkan masalah irama jantung
  • Jaga agar kadar kolesterol dan tekanan darah tetap terkendali
  • Konsumsi obat-obatan tertentu dengan hati-hati. Karena obat-obatan tertentu dapat memicu detak jantung yang cepat

Itulah beberapa informasi mengenai aritmia jantung, mulai dari penyebab hingga pencegahan. Jika kamu memiliki pertanyaan lebih lanjut terkait dengan kondisi ini, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter, ya.

Konsultasikan masalah kesehatan kamu dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Cleveland Clinic (2018). Diakses pada 16 Juni 2021. Arrhythmia 

Healthline (2020). Diakses pada 16 Juni 2021. Everything You Want to Know About Arrhythmia 

Mayo Clinic (2020). Diakses pada 16 Juni 2021. Heart arrhythmia

Medical News Today (2020). Diakses pada 16 Juni 2021. What to know about arrhythmia 

National Heart, Lung, and Blood Institute. Diakses pada 16 Juni 2021. Arrhythmia

Webmd (2020). Diakses pada 16 Juni 2021. Arrhythmia 

BMC Cardiovascular Disorders (2017). Diakses pada 16 Juni 2021. Vitamin C for preventing atrial fibrillation in high risk patients: a systematic review and meta-analysis

Science Direct (2017). Diakses pada 16 Juni 2021. Magnesium status and magnesium therapy in cardiac surgery: A systematic review and meta-analysis focusing on arrhythmia prevention 

    register-docotr