Diet dan Nutrisi

Agar Tidak Jadi Penyakit, 4 Makanan Ini Harus Disimpan dengan Benar

June 23, 2021 | Nik Nik Fadlah | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Menjaga kebersihan makanan memang penting untuk diperhatikan. Namun di samping itu kamu juga harus mengetahui bagaimana cara menyimpan makanan dengan benar.

Sebab, ada beberapa makanan yang jika kamu tidak menyimpannya dengan benar justru dapat memicu penyakit. Lantas, apa saja makanan yang dapat memicu penyakit jika kita tidak menyimpannya dengan benar? Yuk simak di sini.

Baca juga: Menyimpan Makanan di Kulkas Tak Boleh Asal-asalan Lho! Ini Cara yang Benar

Daftar makanan yang dapat memicu penyakit jika tidak disimpan dengan benar

Daging, makanan laut, dan telur adalah makanan yang kita tahu harus disimpan dengan benar. Akan tetapi, juga terdapat beberapa makanan lain yang harus kita perhatikan cara menyimpannya. Ini dilakukan untuk menghindari keracunan makanan akibat kontaminasi bakteri.

Terkait dengan hal tersebut, Jeff Nelken, pakar keamanan pangan pun memberikan daftar empat makanan yang dapat memicu penyakit jika tidak disimpan dengan benar. Adapun beberapa makanan tersebut di antaranya adalah:

1. Nasi atau beras

Nasi menjadi makanan sehari-hari bagi masyarakat kita. Namun ternyata beras adalah salah satu makanan yang berisiko tinggi menyebabkan keracunan makanan, mengapa? Sebab, beras dapat mengandung spora bacillus aureus.

Spora tersebut dapat berkembang biak di lingkungan lembap. Maka dari itu, penting bagi kamu untuk menyimpan beras di tempat yang kering. Agar lebih aman, pindahkan beras ke dalam wadah kedap udara setelah dibuka, kemudian kamu dapat menyimpannya di pantry atau freezer.

Bukan hanya beras saja, beras yang dimasak alias nasi juga dapat menyediakan lingkungan yang lembap bagi patogen.

Di sisi lain, menurut Australian Institute of Food Safety (AIFS) nasi yang dicampur dengan makanan berisiko tinggi lainnya, seperti makanan laut atau telur memiliki kemungkinan kontaminasi yang lebih besar.

Lalu, bagaimana cara menyimpannya?

Bukan hanya beras saja yang perlu kamu simpan dengan benar, tetapi beras yang dimasak atau nasi juga harus kamu perhatikan cara menyimpannya dengan benar.

Jika kamu akan menyimpan nasi, kamu perlu mendinginkan nasi setelah dimasak dengan segera untuk mencegah pertumbuhan bakteri. Setelah dingin, simpan nasi dalam wadah kedap udara dan dinginkan di dalam lemari es. Nasi dapat bertahan selama 3-4 hari.

Ketika kamu akan memanaskan kembali nasi yang telah disimpan sebelumnya, panaskan dengan suhu sekitar 74 derajat Celcius (165 derajat Fahrenheit) untuk membunuh bakteri berbahaya.

2. Buah-buahan

Selain nasi, kamu juga harus menyimpan buah-buahan dengan benar. Ini juga penting untuk dilakukan. Sebab, beberapa buah-buahan berisiko tinggi terkontaminasi, misalnya saja seperti buah beri dan melon.

Namun tak perlu khawatir, karena kamu dapat mencegah keracunan makanan akibat kontaminasi bakteri dengan mencuci buah dengan benar dan menyimpannya di lemari es dengan suhu di bawah 41 derajat Fahrenheit atau 5 derajat Celcius untuk mencegah pertumbuhan bakteri.

Baca juga: Tren Makan Banyak Alias Mukbang: Amankah bagi Kesehatan?

3. Bawang putih yang disimpan dalam minyak

Jika tidak disimpan dengan benar, campuran bawang putih yang disimpan di dalam minyak dapat memicu penyakit serius. Perlu kamu ketahui bahwa sebagai sayuran akar, bawang putih rentan terhadap spora bakteri clostridium botulinum, yang biasanya ditemukan di tanah.

Pada dasarnya, spora bakteri tersebut tidak berbahaya jika terdapat udara atau oksigen. Akan tetapi, spora tersebut dapat berkembang apabila tidak terdapat udara atau oksigen, misalnya saja ketika bawang putih disimpan ke dalam minyak di botol, menurut Nelken.

Ketika spora tumbuh di lingkungan bebas oksigen, ini dapat menghasilkan racun tertentu yang dapat menyebabkan botulisme. Berdasarkan Centers for Disease Control and Prevention (CDC), botulisme adalah penyakit serius yang dapat memengaruhi saraf tubuh.  

Untuk mencegahnya, campuran bawang putih dan minyak harus selalu disimpan di lemari es. Selain itu, kamu juga harus menggunakannya dalam kurun waktu 2-3 hari.

4. Sayuran kaleng

Makanan yang disimpan di kaleng atau yang difermentasi di rumah juga membawa risiko yang lebih tinggi dari toksin botulisme jika kamu tidak menyimpannya dengan benar. Untuk mencegah hal ini, kamu dapat memberikan label dan memberi tanggal pembuatan pada kaleng makanan.

Kemudian, simpan di tempat yang sejuk pada suhu sekitar 50 dan 70 derajat Fahrenheit atau setara dengan 10 dan 21 derajat Celcius. Setelah dibuka, makanan kaleng harus selalu didinginkan.

Nah, itulah beberapa informasi mengenai empat makanan yang jika tidak disimpan dengan benar dapat memicu penyakit. Untuk mencegah hal tersebut, selalu perhatikan cara menyimpan makanan dengan benar, ya.

Konsultasikan masalah kesehatan kamu dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Australian Institute of Food Safety. Diakses pada 22 Juni 2021. 10 High Risk Foods More Likely to Cause Food Poisoning 

Centers for Disease Control and Prevention (2019). Diakses pada 22 Juni 2021. Botulism 

Livestrong.com (2021). Diakses pada 22 Juni 2021. 4 Surprising Foods That Can Make You Sick if You Don’t Store Them Correctly 

 

    register-docotr