Kamus Penyakit

Penyakit Nefritis

May 9, 2021 | Nik Nik Fadlah | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Penyakit nefritis merupakan kondisi yang dapat memengaruhi ginjal. Kondisi ini harus mendapatkan penanganan dengan segera. Sebab, jika tidak ditangani, ini bisa menimbulkan komplikasi serius, seperti gagal ginjal.

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai kondisi ini, simak ulasannya di bawah ini.

Baca juga: Neuropati Perifer

Apa itu penyakit nefritis?

Penyakit nefritis adalah suatu kondisi yang terjadi ketika ginjal mengalami peradangan. Perlu kamu ketahui bahwa ginjal merupakan organ yang berbentuk seperti biji kacang yang berfungsi untuk menyaring limbah atau air berlebih dari dalam tubuh.

Setiap ginjal mengandung sekitar 1 juta nefron, yakni unit penyaring dalam tubuh. Di dalam nefron terdapat satu set pembuluh darah yang berukuran kecil yang dikenal sebagai glomerulus. Filter glomerulus darah dapat membantu membuang kelebihan cairan dan limbah melalui urine.

Nefritis sendiri seringkali memengaruhi glomerulus atau glomeruli, tubulus, serta jaringan interstisial.

Jenis penyakit nefritis

Nefritis terdiri dari beberapa jenis. Agar kamu lebih memahaminya, berikut adalah penjelasan masing-masing dari jenis nefritis.

1. Glomerulonefritis

Pengertian Glomerulonefritis adalah peradangan yang terjadi pada filter kecil di bagian ginjal yakni glomeruli. Glomerulonefritis dapat terjadi secara tiba-tiba (akut) atau berkembang secara bertahap (kronis).

Pada glomerulonephritis akut, kondisi ini dapat berkembang secara tiba-tiba setelah infeksi tertentu, seperti strep throat, hepatitis, atau human immunodeficiency virus (HIV).

Sementara itu, glomerulonefritis kronis berkembang secara perlahan dan dapat menimbulkan gejala tertentu pada tahap awal. Jika tidak segera ditangani, baik glomerulonefritis akut ataupun kronis dapat menyebabkan kerusakan pada ginjal atau gagal ginjal.

2. Nefritis interstisial

Nefritis interstisial adalah suatu kondisi yang terjadi akibat peradangan atau pembengkakan di antara tubulus ginjal.

3. Nefropati IgA

Nefropari IgA atau yang juga dikenal sebagai penyakit Berger adalah penyakit yang terjadi ketika antibodi yang dikenal sebagai immunoglobulin A (IgA) terbentuk di dalam ginjal. Ini dapat menyebabkan peradangan lokal.

Seiring dengan perkembangannya, jenis nefritis yang satu ini juga dapat menghambat kemampuan ginjal untuk menyaring limbah dari dalam darah.

4.  Pielonefritis

Pielonefritis adalah jenis infeksi saluran kemih (ISK) yang bisa memengaruhi salah satu atau kedua ginjal. Pada kebanyakan kasus ini terjadi akibat infeksi bakteri.

Infeksi dapat dimulai di dalam kandung kemih, kemudian berpindah ke ureter dan sampai akhirnya masuk ke dalam ginjal. Ureter sendiri adalah dua tabung yang berfungsi untuk mengangkut urine dari ginjal menuju kandung kemih.

5. Lupus nefritis

Dikutip dari laman National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Disease, lupus nefritis adalah jenis penyakit ginjal yang dipengaruhi oleh systemic lupus erythematosus (SLE) atau yang lebih dikenal sebagai lupus.

Lupus adalah penyakit autoimun di mana sistem kekebalan tubuh menyerang sel dan organ tubuh sendiri.

Apa penyebab penyakit nefritis?

Berikut ini adalah penyebab penyakit nefritis berdasarkan jenisnya.

1. Glomerulonefritis

Terdapat beberapa kondisi yang bisa menyebabkan nefritis jenis ini. Beberapa kondisi yang bisa menyebabkan peradangan pada glomeruli ginjal di antaranya adalah:

  • Infeksi bakteri atau virus
  • Penyakit autoimun
  • Vaskulitis

2. Nefritis interstisial

Sementara itu, nefritis intestisial seringkali terjadi akibat reaksi alergi terhadap obat-obatan tertentu.

Penyebab nonalergi lain dari nefritis interstisial yakni mengonsumsi obat dalam jangka waktu yang lama, ini dapat memengaruhi jaringan ginjal.

3. Nefropati IgA

Berbeda halnya dengan kedua jenis nefritis yang sudah disebutkan di atas, nefropati IgA atau penyakit Berger dapat terjadi akibat penumpukan antibodi IgA di glomeruli, sehingga menyebabkan peradangan dan dapat memengaruhi kemampuannya untuk menyaring kelebihan limbah serta cairan.

Pada dasarnya, penyebab pasti terjadinya penumpukan IgA di ginjal belum diketahui. Namun, terdapat beberapa faktor yang berkontribusi menyebabkan hal tersebut, seperti gen, penyakit hati dan celiac, serta infeksi.

4. Pielonefritis

Pada sebagian besar kasus pielonefritis disebabkan oleh infeksi bakteri Escherichia coli (E.Coli). Bakteri ini utamanya ditemukan dalam usus besar. Namun, bakteri dapat berpindah dari uretra ke kandung kemih dan kemudian ginjal, yang mana menyebabkan pielonefritis.

5. Lupus nefritis

Lupus nefritis dapat terjadi ketika autoantibodi dari lupus memengaruhi struktur di ginjal yang berfungsi dalam menyaring produk limbah. Ini dapat menyebabkan peradangan pada ginjal dan menyebabkan darah dalam urine, protein dalam urine, atau bahkan gangguan fungsi ginjal.

Siapa saja yang lebih berisiko terkena kondisi ini?

Ada beberapa faktor risiko dari penyakit nefritis di antaranya adalah:

  • Riwayat keluarga dengan penyakit atau infeksi pada ginjal
  • Memiliki penyakit autoimun, misalnya saja lupus
  • Berusia 60 tahun atau lebih
  • Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol
  • Konsumsi obat-obatan tertentu dalam jangka panjang

Apa gejala dan ciri-ciri penyakit nefritis?

Meskipun gejala yang ditimbulkan bergantung dari jenis nefritis, akan tetapi terdapat gejala umum yang dapat ditimbulkan oleh penyakit nefritis, di antaranya adalah:

  • Frekuensi buang air kecil yang meningkat
  • Pembengkakan pada bagian tubuh, terutama di tangan, kaki, pergelangan kaki, atau wajah
  • Perubahan warna urine, misalnya saja urine berwarna keruh
  • Urine berbusa
  • Terdapat darah dalam urine
  • Rasa nyeri pada bagian ginjal atau perut
  • Nyeri di panggul
  • Mual
  • Demam

Apa saja komplikasi yang mungkin terjadi akibat kondisi ini?

Jika tidak ditangani, beberapa komplikasi yang bisa ditimbulkan akibat kondisi ini dapat meliputi:

  • Gagal ginjal akut
  • Penyakit ginjal kronis
  • Sindrom nefrotik
  • Infeksi ginjal berulang
  • Tekanan darah tinggi

Bagaimana cara mengatasi atau mengobati penyakit nefritis?

Cara mengobati penyakit nefritis disesuaikan dengan penyebab dan jenis nefritis yang terjadi, berikut ini adalah cara mengobati nefritis.

Perawatan penyakit nefritis di dokter

1. Glomerulonefritis

Pengobatan pada glomerulonefritis bergantung pada jenis glomerulonefritis yang dialami dan penyebab yang mendasarinya.

Salah satu pengobatan dari kondisi ini adalah untuk mengontrol tekanan darah, terutama jika tekanan darah menjadi faktor penyebab dari glomerulonefritis.

Metode lain untuk mengurangi peradangan yang dipicu oleh sistem kekebalan adalah plasmapheresis, untuk menghilangkan bagian cairan dari darah (plasma) yang dapat memengaruhi plasma sehat.

Dialisis atau transplantasi ginjal biasanya diperlukan dalam kasus yang berlangsung parah atau dalam kasus gagal ginjal.

2. Nefritis interstisial

Jika nefritis interstisial disebabkan oleh alergi obat, satu-satunya pengobatan yang diperlukan adalah menghentikan penggunaan obat tersebut. Namun, dalam kasus yang parah, dialisis diperlukan untuk mengembalikan fungsi ginjal.

3. Nefropati IgA

Hingga saat ini, obat untuk menyembuhkan nefropati IgA masih belum ditemukan. Meskipun demikian, terdapat beberapa pengobatan yang dapat membantu untuk memperlambat perkembangan penyakit dan meredakan gejala yang dialami, seperti asam lemak omega 3.

Asam lemak omega 3 tersedia dalam bentuk suplemen minyak ikan, ini dapat membantu mengurangi peradangan di glomeruli. Namun sebaiknya, konsultasikanlah terlebih dahulu pada dokter, ya.

4. Pielonefritis

Pengobatan pielonefritis melibatkan antibiotik. Namun, pada infeksi ginjal yang berlangsung parah, ini memerlukan perawatan di rumah sakit. Perawatan yang dilakukan dapat termasuk hidrasi intravena dan antibiotik.

5. Lupus nefritis

Pengobatan terhadap lupus nefritis bertujuan untuk mengurangi gejala hingga mencegah perkembangan penyakit. Perawatannya dapat meliputi obat-obatan tertentu, seperti imunosupresan.

Apabila kondisi berkembang menjadi gagal ginjal, pengobatannya dapat meliputi dialisis dan transplantasi ginjal. Dialisis sendiri dapat membantu mengeluarkan kelebihan cairan dan limbah dari dalam tubuh serta menjaga keseimbangan mineral dalam darah.

Baca juga: Demensia

Cara mengatasi penyakit nefritis secara alami di rumah

Pengobatan pada penyakit nefritis memerlukan perawatan di dokter. Meskipun demikian, perubahan gaya hidup perlu dilakukan untuk menjaga ginjal. Perubahan gaya hidup juga dapat membantu meredakan gejala yang dialami, beberapa hal yang perlu dilakukan yakni:

  • Membatasi konsumsi makanan yang tinggi akan kandungan sodium. Sebab, ketika terlalu banyak sodium dalam darah, ginjal akan menahan air. Hal ini bisa meningkatkan tekanan darah
  • Membatasi jumlah protein dalam makanan. Membatasi asupan protein dapat membantu mengontrol kadar kolesterol serta melindungi ginjal
  • Mengurangi konsumsi jumlah kalium atau potasium dalam makanan
  • Menjaga asupan cairan dalam tubuh untuk mencegah dehidrasi serta menjaga fungsi ginjal
  • Beristirahat yang cukup
  • Menjaga berat badan sehat
  • Mengontrol tekanan darah serta memantau tekanan darah

Apa saja obat penyakit nefritis yang biasa digunakan

Berikut ini adalah beberapa obat-obatan yang digunakan untuk menangani kondisi ini.

Obat penyakit nefritis di apotik

Perlu diketahui bahwa penggunaan obat untuk menangani kondisi ini tidak boleh dikonsumsi sembarangan. Melainkan harus diresepkan oleh dokter. Maka sebaiknya konsultasikanlah terlebih dahulu pada dokter, sebelum menggunakan obat untuk menangani nefritis.

1. Glomerulonefritis

Seperti yang sudah dijelaskan bahwa pengobatan glumorulonefritis juga melibatkan pengobatan untuk mengontrol tekanan darah. Beberapa obat tekanan darah yang dapat diresepkan di antaranya adalah:

  • Angiotensin-converting enzyme inhibitor atau ACE inhibitors (captopril dan lisinopil)
  • Angiotensin receptor blockers atau ARB (losartan dan valsartan)

Sementara itu, obat-obatan lain yang digunakan untuk menangani glimerulonefritis dapat termasuk:

  • Kortikosteroid, jika sistem kekebalan memengaruhi ginjal
  • Diuretik untuk mengurangi pembengkakan

2. Nefritis interstisial

Sementara itu, obat yang digunakan untuk menangani nefritis interstisial dapat termasuk kortikosteroid.

3. Nefropati IgA

Dikutip dari Mayo Clinic, beberapa obat yang dapat membantu memperlambat perkembangan penyakit dan meredakan gejala pada kasus nefropati IgA, meliputi:

  • Obat tekanan darah tinggi. Seperti ACE inhibitor atau ARB untuk mengontrol tekanan darah
  • Imunosupresan. Dalam beberapa kasus, obat kortikosteroid seperti prednison dapat menekan respons imun yang membantu mencegah sistem kekebalan menyerang glomeruli. Namun, penggunaan obat ini memiliki beberapa efek samping, seperti tekanan darah tinggi serta gula darah tinggi
  • Statin. Pada kasus kadar kolesterol yang tinggi, statin atau jenis obat penurun kolesterol dapat membantu mengontrol kadar kolesterol dan mencegah kerusakan ginjal
  • Diuretik. Diuretik dapat membantu mengeluarkan kelebihan cairan dari dalam darah

Obat penyakit nefritis alami

Seperti yang sudah dijelaskan bahwa, suplemen asam lemak omega 3 dapat membantu mengurangi peradangan di glomeruli pada kasus neuropati IgA. Namun, suplemen tidak boleh dikonsumsi sembarangan, kamu harus berkonsultasi terlebih dahulu.

Meskipun demikian, hingga saat ini belum ada pengobatan alami yang dapat benar-benar bisa menyembuhkan nefritis. Sebab, kondisi ini memerlukan penanganan langsung dari dokter.

Apa saja makanan dan pantangan untuk penderita penyakit ini?

Dikutip dari laman Healthline, menghindari atau membatasi makanan tertentu dapat membantu mengurangi penumpukan produk limbah dalam darah, meningkatkan fungsi ginjal, dan mencegah kerusakan ginjal lebih lanjut.

Pada kasus penyakit ginjal, biasanya asupan sodium, potasium, dan fosfor harus dibatasi konsumsinya.

Beberapa makanan atau minuman yang sebaiknya dihindari atau dibatasi konsumsinya yakni soda, alpukat, makanan kaleng, nasi merah, pisang, hingga daging olahan, hingga makanan kemasan atau siap saji.

Bagaimana cara mencegah penyakit nefritis?

Berdasarkan Medical News Today, terdapat beberapa perubahan gaya hidup yang dapat menurunkan risiko penyakit ini, seperti:

  • Menjaga berat badan sehat
  • Berhenti atau menghindari rokok
  • Menjaga tekanan darah dan gula darah dalam batas normal
  • Berolahraga
  • Mengadopsi pola makan sehat untuk menjaga kesehatan ginjal

Itulah beberapa informasi mengenai nefritis. Jika kamu memiliki pertanyaan lebih lanjut terkait kondisi ini, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter, ya.    

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Healthline (2019). Diakses pada 03 Mei 2021. Acute Nephritis 

Healthline (2018). Diakses pada 03 Mei 2021. Glomerulonephritis (Bright’s Disease) 

Healthline (2018). Diakses pada 03 Mei 2021. Interstitial Nephritis 

Healthline (2019). Diakses pada 03 Mei 2021. Pyelonephritis 

Healthline (2020). Diakses pada 03 Mei 2021. 17 Foods to Avoid If You Have Bad Kidneys 

Kidney Health Australia (2017). Diakses pada 03 Mei 2021. Nephritis 

Mayo Clinic (2020). Diakses pada 03 Mei 2021. Glomerulonephritis 

Mayo Clinic (2019). Diakses pada 03 Mei 2021. IgA nephropathy (Berger’s disease) 

Mayo Clinic (2019). Diakses pada 03 Mei 2021.  Lupus nephritis 

Medical News Today (2018). Diakses pada 03 Mei 2021. What to know about nephritis 

Medline Plus (2021). Diakses pada 03 Mei 2021. Interstitial nephritis 

NIDDK (2017). Diakses pada 03 Mei 2021. Lupus and Kidney Disease (Lupus Nephritis) 

Urology Care Foundation. Diakses pada 03 Mei 2021. What is Kidney (Renal) Infection – Pyelonephritis? 

    register-docotr