Kulit & Perawatan Tubuh

Penyebab Kulit Wajah Bruntusan yang Kamu Wajib Ketahui

June 21, 2021 | Arianti Khairina | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Penyebab kulit wajah bruntusan atau berbintik-bintik ada banyak macamnya, lho. Bruntusan bukanlah suatu kondisi medis yang serius, hanya saja keadaan kulit yang permukaannya terasa kasar dan tidak rata.

Ketika kamu meraba, akan terasa seperti bintik kecil yang menonjol di permukaan kulit. Lalu apa penyebab kulit wajah bruntusan atau beruntusan? 

Apa itu bruntusan?

Bruntusan adalah munculnya benjolan-benjolan kecil di kulit wajah yang menyebabkan tekstur kasar serta tidak rata saat kamu menyentuhnya.

T-Zone atau area pada dahi hingga hidung dan pipi adalah area wajah yang paling rentan mengalami bruntusan.

Jenis atau penyebab bruntusan di kulit wajah itu ada beragam lho. Pada banyak kasus penyebabnya sederhana, seperti pori-pori yang tersumbat.

Namun pada kasus yang langka, bruntusan juga bisa disebabkan kondisi berbahaya seperti kanker kulit.

Baca Juga : Efektif dan Aman, Begini Cara Menghilangkan Jerawat Secara Tepat

Jenis-jenis bruntusan di wajah

Setiap orang pasti punya jenis kulit wajah yang berbeda-beda. Bruntusan juga begitu, ada begitu banyak jenisnya.

Berikut beberapa jenis bruntusan di kulit wajah yang harus kamu ketahui:

1. Kulit bruntusan di kulit wajah karna komedo

Jenis bruntusan pertama adalah komedo yang biasanya timbul akibat pori-pori yang tersumbat. Bruntusan akibat komedo biasanya memiliki warna menyerupai kulit atau terkadang putih.

Warna putih yang kamu lihat adalah sumbat minyak yang terperangkap di dalam pori-pori. Komedo sendiri sebenarnya adalah jenis jerawat, namun tidak meradang.

Bruntusan akibat komedo dan pori-pori tersumbat adalah masalah yang paling umum terjadi. Jadi, ini bukanlah kondisi medis yang membahayakan.

2. Milia

Milia juga dapat menimbulkan kegaja berupa munculnya benjolan-benjolan bruntusan di kulit wajah kamu. Biasanya milia ini berwarna putih, keras, dan tonjolannya menyerupai butiran pasir yang terperangkap di bawah kulit.

Milia seringnya muncul di sekitar mata dan di pipi, hidung, dan dahi. Akan tetapi milia juga bisa muncul di mana saja di kulit wajah.

Bruntusan milia biasanya berkembang ketika sumbatan minyak dan sel kulit mati yang diisi dengan keratin (protein yang membentuk kulit, rambut, dan kuku) terperangkap tepat di bawah permukaan kulit.

Baca Juga : Cara Menghilangkan Milia yang Aman di Rumah

3. Kulit bruntusan di kulit wajah keratosis pilaris 

Keratosis pilaris juga sering disebut dengan kondisi bernama “kulit ayam”. Kondisi genetik ini disebabkan oleh penumpukan keratin.

Penumpukan membentuk sumbat yang menghalangi pembukaan folikel rambut. Bentuknya biasanya berupa benjolan merah dan kasar, kadang-kadang di pipi tetapi paling sering di bagian belakang lengan, bagian depan paha, dan bokong.

4. Reaksi alergi atau sensitivitas

Bruntusan yang muncul di wajah juga bisa akibat reaksi alergi atau sensitivitas dari kulit kamu. Reaksi ini terjadi sebagai respons imun terhadap alergen.

Bentuknya bisa berupa benjolan-benjolan kecil hingga ruam yang berwarna merah dan gatal. Jika reaksi alergi sangat buruk, kamu mungkin melihat benjolan yang melepuh, selain rasa gatal yang parah, seharusnya tidak ada rasa sakit.

5. Dermatosis papulosa nigra (DPN)

Dermatosis papulosa nigra adalah kondisi bintik-bintik kulit yang umum pada warna kulit yang lebih gelap dan biasanya diturunkan dalam keluarga.

Bintik-bintik ini secara teknis bukan tahi lalat dan tidak bisa menjadi kanker. DPN terjadi akibat penumpukan sel epidermis yang sangat dangkal dan biasanya mulai muncul di usia 20-an.

Baca Juga : 7 Cara Menenangkan Kulit Wajah yang Breakout karena Skincare Tidak Cocok

Penyebab kulit wajah bruntusan

Sebelumnya perlu kamu ketahui bahwa bruntusan bisa muncul di bagian tubuh selain wajah. Kemudian bruntusan juga bisa timbul hanya di bagian tertentu saja, namun, bisa juga muncul secara berkelompok di beberapa area tubuh. 

Daerah-daerah yang rawan timbulnya bruntusan yaitu seperti bagian T-zone (dahi, hidung, dan dagu). Kemungkinan lainnya, bruntusan juga bisa muncul di bagian punggung, leher, lengan, bahu, dan bahkan dada.

Berikut ini beberapa penyebab kulit wajah bruntusan: 

1. Paparan sinar matahari dan keringat

Penyebab utama munculnya bruntusan di dahi ketika wajah terpapar panas sinar matahari secara berlebihan. Hal itu menimbulkan kelenjar keringat pada tubuh tersumbat.

Tentu saja akibatnya akan membuat kulit iritasi, dan munculnya bruntusan berwarna kemerahan. Ketika kamu mengalami hal ini biasanya akan terasa gatal dan kasar. 

2. Terkena kotoran rambut 

Penyebab kulit wajah bruntusan yang berikutnya adalah kotoran dari rambut. Malas membersihkan rambut ternyata bisa menjadi salah satu penyebab bruntusan lho.

Apalagi ketika setelah melakukan aktivitas dan berkeringat kamu tidak langsung membersihkannya, tentu saja kotoran tersebut akan menempel di wajah. 

Jika kondisi rambut tidak terlalu bersih, pastikan tidak menutupi muka saat sedang beraktivitas ya. Kemudian, pastikan juga kamu membersihkan wajah jika terkena keringat atau ada rambut yang menempel. 

3. Sisa makeup dan pembersih wajah

Ketika seharian melakukan kegiatan banyak orang cenderung malas membersihkan makeup. Ada juga yang membersihkan makeup tetapi karena terlalu lelah sehingga buru-buru dan tidak bersih. 

Jika hal tersebut sampai terjadi akibatnya, sisa makeup dan sisa bahan pembersih wajah menjadi residu di pori-pori kulit. Hal itu menjadi faktor timbulnya bruntusan pada kulit. 

Baca Juga : Cuci Muka Pakai Sabun Mandi, Apa Dampaknya bagi Kulit Wajah?

4. Tidak melakukan eksfoliasi kulit

Penyebab bruntusan di kulit wajah yang selanjutnya adalah kurangnya eksfoliasi.

Sebenarnya eksfoliasi ini penting untuk dilakukan apalagi bagi kamu yang memiliki banyak kegiatan di luar rumah. Tujuan dari eksfoliasi ini untuk pengelupasan sel-sel kulit mati. 

Eksfoliasi ini sama pentingnya dengan membersihkan dan melembabkan kulit. Jadi jika kamu jarang melakukan eksfoliasi, sel-sel kulit mati bisa menumpuk dan jika tercampur bakteri bisa menimbulkan bruntusan itu.

5. Alergi produk perawatan wajah

Penyebab bruntusan di kulit wajah yang berikutnya adalah alergi pada produk tertentu.

Perlu kamu ingat bahwa setiap produk kecantikan khususnya untuk perawatan wajah memiliki kandungan yang berbeda-beda sesuai dengan jenis kulit.

Sebelum menggunakannya, kamu perlu teliti membaca kandungan apa saja yang ada di dalam produk tersebut. 

Kenali terlebih dahulu kondisi kulitmu, bisa jadi kamu punya alergi dengan kandungan fragrance, alkohol, atau natural oil yang digunakan dalam produk-produk perawatan wajahmu.

Jika bruntusan tidak segera hilang setelah beberapa lama memakai produk perawatan tersebut, sebaiknya segera hentikan pemakaiannya.

Baca Juga : Wajah Glowing dengan Bahan Alami? Bisa. Pakai Minyak Kelapa hingga Madu

6. Peralatan makeup yang kotor

Sangat disarankan untuk rutin membersihan kuas dan spons makeup yang terus-menerus dipakai jika tidak justru akan menimbulkan bruntusan bahkan jerawat yang akut.

Bersihkan secara rutin dan ganti peralatan makeup kamu jika memang sudah tidak layak dipakai.

7. Sarung bantal dan handuk kotor

Penyebab bruntusan di kulit wajah yang mungkin kurang kamu perhatikan adalah, kebersihan barang-barang di sekitr.

Beberapa di antaranya adalah satung bantal dan handuk. Itu sebabnya kamu harus rajin mengganti seprei dan sarung bantal, juga menyediakan handuk khusus untuk mengeringkan wajah.

Karena jika wajah menempel di sarung bantal yang kotor atau dilap dengan handuk lembab yang kurang bersih, hasilnya adalah penumpukan bakteri.

Baca juga: Bruntusan Ganggu Penampilan? Tenang, Atasi Dengan Cara Ini!

Cara mengatasi penyebab kulit wajah bruntusan 

Agar bruntusan cepat hilang sebaiknya kamu lebih menjaga kebersihan kulit. Supaya bruntusan di wajah cepat menghilang, berikut beberapa langkah yang bisa kamu lakukan:

  • Rutin membersihkan wajah setidaknya 2 kali sehari, ketika bangun dan sebelum tidur. Gunakan pembersih yang lembut untuk mencuci muka dua kali sehari dan setelah berkeringat.
  • Setelah mencuci muka, gunakan pelembab yang noncomedogenic, dan bebas minyak untuk menjaga kulit tetap terhidrasi.
  • Sebaiknya gunakan sunscreen jika kamu akan melakukan kegiatan di luar yang harus terpapar sinar matahari secara langsung.
  • Ditambah rutinlah untuk eksfoliasi kulit agar sel-sel kulit mati bisa cepat terkelupas. 

Apabila bruntusan di kulit wajah kamu adalah jenis yang membutuhkan perhatian lebih, ada baiknya untuk berkonsultasi dengan dokter kulit ya.

Baca Juga : Jangan Malas! Ini Manfaat Double Cleansing untuk Kulit Wajah

Obat bruntusan di kulit wajah

Beberapa jenis obat baik salep, gel, maupun oral yang dapat dibeli di apotek (obat OTC) dapat membantu meredakan gejala bruntusan di kulit wajah yang kamu alami.

Produk perawatan kulit berupa salep atau gel yang mengandung obat-obatan, seperti asam salisilat, dapat meredakan jerawat. Differin topikal OTC adalah retinoid kuat yang dapat mencegah benjolan jerawat di masa depan. 

Obat topikal atau oral resep dari dokter lebih kuat daripada obat OTC. Tergantung pada penyebab bruntusan di wajah kamu, dokter mungkin akan meresepkan obat antijamur, retinoid topikal yang lebih kuat, antibiotik, atau kortikosteroid topikal yang lebih kuat.

Cara mengatasi bruntusan di dokter

Sebelum melakukan perawatan, biasanya dokter kulit akan melakukan diagnosis untuk menentukan apa penyebab pasti dari bruntusan di kulit wajah kamu.

Setelah penyebabnya diketahui, dokter akan membuat rencana perawatan yang disesuaikan dengan kebutuhan kulit kamu.

Berikut beberapa metode mengatasi bruntusan yang biasanya dilakukan:

  • Terapi laser: Berbagai jenis laser atau terapi cahaya dapat mengobati bruntusan akibat jerawat dan rosacea.
  • Chemical peeling: Perawatan ini menggunakan bahan kimia untuk membantu proses pengelupasan kulit yang biasanya menjadi penyebab bruntusan
  • Ekstraksi: Jika bruntusan yang kamu alami adalah jenis milia, dokter dapat mengangkatnya secara fisik dengan metode ini

Baca Juga : Ingin Kulit Wajah Cerah dan Lembut? Yuk Lakukan Eksfoliasi dengan Bahan Alami Ini!

Bruntusan di kulit wajah yang harus diwaspadai

Ada kalanya bruntusan yang muncul di kulit wajah kamu adalah kondisi medis yang berbahaya.

Sebaiknya segera kunjungi dokter apabila bruntusan yang kamu alami:

  • Muncul dengan sangat cepat
  • Meliputi area yang luas dari kulit wajah kamu
  • Sedang menyebar atau semakin besar
  • Gatal, berdarah, atau menyebabkan rasa sakit
  • Sudah lama bruntusan dan tidak kunjung membaik

Selain itu kamu juga harus menghubungi dokter apabila kamu tidak yakin jenis bruntusan apa yang kamu alami.

Jaga kesehatan kamu dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference
  1. aad.org (2020) diakses pada 27 September 2020. 10 SKIN CARE HABITS THAT CAN WORSEN ACNE 
  2. healthline.com (2020) diakses pada 27 September 2020. What Causes Acne? 
  3. everydayhealth.com (2019) diakses pada 27 September 2020. 10 Surprising Causes of Adult Acne (and How to Get Rid of It)
  4. Healthline. Diakses pada 21 Juni 2021. What’s Causing the Tiny Bumps on My Forehead and How Do I Get Rid of Them?
  5. Women’s Health Mag. Diakses pada 21 Juni 2021. 13 Bumps On Your Skin That Are Totally Normal—And You Shouldn’t Pop
  6. Dermstore. Diakses pada 21 Juni 2021. What Are Those Tiny Bumps on Your Face? 5 Possibilities
  7. Self. Diakses pada 21 Juni 2021. Reasons Why You Might Have Small ‘Bumps’ on Your Face
    register-docotr