Kulit & Perawatan Tubuh

Cuci Muka Pakai Sabun Mandi, Apa Dampaknya bagi Kulit Wajah?

January 20, 2021 | Nanda Hadiyanti | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Walaupun ada banyak pilihan sabun muka, tetapi ada saja orang yang cuek dan memilih cuci muka pakai sabun mandi. Namun apakah boleh cuci muka pakai sabun mandi?

Untuk lebih lanjut mengetahui boleh atau tidaknya cuci muka pakai sabun mandi, yuk simak ulasan berikut. Karena meskipun tujuannya sama-sama untuk membersihkan wajah, kamu perlu mengetahui jika ada kandungan yang berbeda di dalam sabun cuci muka dan sabun mandi biasa.

Baca Juga: Wajah Kusam Kembali Kinclong, 8 Cara Ini Kuncinya

Kandungan dalam sabun mandi

Sabun mandi dengan sabun khusus pembersih wajah tentu memiliki kandungan yang berbeda. Yuk simak dulu apa saja kandungan dalam sabun mandi.

Mengandung surfaktan

Surfaktan masih banyak digunakan dalam produk pembersih, termasuk sabun mandi. Surfaktan dapat membuat kotoran dan minyak lebih mudah dibilas dengan air. Sayangnya dalam penggunaannya ada kemungkinan efek yang kurang menyenangkan.

Mengandung pewangi

Sabun mandi juga banyak yang menggunakan pewangi. Di dalam pewangi yang biasa digunakan dalam sabun, mungkin mengandung flafat. Flafat ini berfungsi membuat wangi bertahan lama.

Sabun mandi tidak dibuat untuk kulit wajah

Kulit wajah memiliki berbagai jenis, ada yang kering, kombinasi dan berminyak. Tiap jenis sebaiknya menggunakan produk sabun pembersih dengan formulasi yang sudah disesuaikan. Ini tidak bisa didapatkan jika kamu cuci muka pakai sabun mandi.

Selain itu, salah penggunaan produk justru membuat kondisi kulit muka semakin parah. “Sabun atau pembersih yang salah dapat mengiritasi kulit, memperburuk jerawat atau tidak mendukung penggunaan obat jerawat,” kata ahli dermatologi, Dr. Kathleen Welsh yang berbasis di San Francisco.

Apa yang terjadi jika cuci muka pakai sabun mandi?

Dilansir dari Healthline, sebaiknya kamu tidak mencuci muka dengan sabun mandi batangan. Kecuali sabun tersebut memang diformulasikan untuk mencuci wajah juga. Berikut alasan mengapa kamu sebaiknya tidak cuci muka pakai sabun mandi:

1. Kulit menjadi tidak nyaman

Beberapa orang yang memiliki kulit sensitif mungkin dapat mengalami kemerahan atau gatal menggunakan produk yang mengandung surfaktan. Biasanya kondisi ini akan membaik dengan sendirinya jika berhenti menggunakan produk yang mengandung surfaktan.

2. Cuci muka pakai sabun mandi bisa membuat kulit lebih kering

Sabun mandi yang mengandung surfaktan biasanya lebih berbusa. Orang kebanyakan menyangka sabun yang berbusa dapat membersihkan. Kenyataannya justru sebaliknya.

“Kecenderungan orang mencari sabun yang berbusa, karena tanpa busa dianggap tidak bersih. Sebenarnya, busa bisa menghilangkan minyak alami dari kulit,” kata Dr. Erum Ilyas, seorang dokter kulit yang berbasis di Pennsylvania.

Jika minyak hilang menyeluruh dapat membuat kulit kering. Karena minyak pada wajah sebenarnya dapat menjaga kelembapan kulit wajah.

3. Cuci muka pakai sabun mandi dapat mengganggu pH

Salah satu penelitian PMC menjelaskan jika kulit sehat normal memiliki pH sekitar 5,4 hingga 5,9. Sementara mayoritas sabun memiliki pH yang tinggi atau bersifat basa, dari 9 hingga 10. Di mana kondisi ini dapat menyebabkan kulit lebih kering dan bisa menjadi lebih sensitif.

Sedikit mengulas, jika potential hydrogen (pH) adalah kala yang menunjukkan tingkat keasaman, mulai dari 1 hingga 14,7. Di bawah 7 bersifat asam, sementara di atas 7 bersifat basa.

4. Dampak buruk dari pewangi

Dilansir dari Healthywomen.org, paparan pewangi secara konstan dapat menyebabkan dampak negatif pada sistem saraf pusat, selain itu dapat memicu alergi, migrain dan gejala asma.

Satu lagi yang terungkap, yaitu flafat adalah bahan kimia sintetis yang dapat menjadi racun.

Baca Juga: 5 Do’s and Don’ts Pemakaian Sunscreen yang Wajib Kamu Ketahui

Sabun seperti apa yang sebaiknya digunakan untuk mencuci wajah?

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, sebaiknya memilih sabun wajah sesuai dengan jenis kulit. Selain itu, pilihlah sabun yang lembut dan tidak mengganggu kesehatan kulit wajah.

Berikut beberapa tipsnya untuk kamu:

  • Pilihlah sabun yang lembut. Sabun wajah yang diformulasi khusus dapat membersihkan minyak dan kotoran tanpa membuatnya kering.
  • Sabun bebas busa. Bebas busa tandanya bebas kandungan surfaktan, dengan kata lain penggunaannya tidak akan membuat kulit wajah kering.
  • Penggunaan sabun sesuai kondisi. Jika kamu memiliki kulit wajah berjerawat, jangan sembarangan memilih produk pembersih wajah. Carilah pembersih dengan bahan aktif. AHA/BHA, asam salisilat, benzoyl peroxide, sodium sulfacetamide, zinc, atau tree tea oil.

Jika ragu konsultasikan pada dokter untuk mendapat produk yang tepat. Setelah mendapatkan sabun yang baik untuk kulit wajah, rutinlah mencuci wajah. Tapi jangan gunakan sabun dengan berlebihan.

Selain rutin mencuci muka, kamu juga harus rajin melakukan perawatan dengan skincare yang sesuai dengan jenis kulit. Menjaga kelembapan dan juga rajin memakai sunscreen adalah kombinasi yang diperlukan untuk menjaga kesehatan kulit wajahmu.

Demikian ulasan tentang boleh atau tidaknya cuci muka menggunakan sabun mandi. Jawabannya adalah sebaiknya tidak dilakukan. Jika kamu termasuk yang suka melakukannya, yuk ubah kebiasaan dan mulai mencari produk pembersih wajah yang cocok dengan kulitmu!

Konsultasikan masalah kesehatan kamu dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Webmd, diakses 11 Januari 2021, How to Clean Dry Skin
Healthline, diakses 11 Januari 2021, 15 Do’s and Don’ts for Washing Your Face the Right Way
Healthline, diakses 11 Januari 2021, What You Need to Know about Cocamidopropyl Betaine in Personal Care Products
Healthline, diakses 11 Januari 2021, About Skin pH and Why It Matters
Healthline, diakses 11 Januari 2021, VerywellhealthPicking a Soap for Washing Your Face
Healthywomen.org, diakses 11 Januari 2021, What’s Hiding in Your Soap?

    register-docotr