Covid-19

Disebut-sebut Lebih Nyaman, Kenali Tes Swab Antigen Nasal dan Prosedurnya

July 16, 2021 | Nik Nik Fadlah | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Swab antigen kini menjadi salah satu tes COVID-19 yang banyak dilakukan. Namun, tahukah kamu bahwa tes swab antigen terdiri dari dua jenis? Ya, tes antigen terdiri dari swab antigen nasal dan antigen nasofaring.

Swab antigen nasal disebutkan lebih nyaman dibandingkan dengan nasofaring. Nah, agar kamu lebih memahami mengenai tes swab antigen nasal, yuk simak ulasannya di bawah ini.

Baca juga: COVID-19 Menyebar Lewat Udara, Jangan Lupa Perhatikan Ventilasi dalam Ruangan!

Mengenal tes antigen

Sebelum memahami mengenai perbedaan antara swab antigen nasal dan nasofaring, ada baiknya kamu mengetahui terlebih dahulu apa itu tes antigen.

Antigen adalah zat yang dikenali oleh sistem kekebalan tubuh, yang dapat merespons dengan menghasilkan protein yang disebut sebagai antibodi yang secara khusus mengenali antigen tersebut.

Hal ini dapat berarti bahwa tes antigen dapat mendeteksi keberadaan protein virus penyebab COVID-19.

Pada dasarnya, tes antigen menggunakan metode usap atau swab dari bagian hidung atau tenggorokan Jika dibandingkan tes polymerase chain reaction (PCR), tes antigen memberikan hasil yang lebih cepat. Tes antigen sendiri dilakukan untuk mendapatkan sampel cairan.

Apa perbedaan tes swab nasal dan nasofaring?

Perlu kamu ketahui bahwa tes swab antigen nasal dan nasofaring memiliki perbedaan mendasar. Nah, berikut ini adalah beberapa perbedaan tes swab antigen nasal dan nasofaring beserta dengan prosedurnya.

Tes swab antigen nasal

Tes swab antigen nasal menggunakan polyester swab. Pengambilan sampel tes ini hanya perlu melakukan proses swab hidung sedalam 2 cm dari permukaan lubang hidung. Dalam arti bahwa, pengambilan sampelnya tidak sampai ke pangkal tenggorokan.

Kemudian, sampel akan ditempatkan ke dalam botol untuk pengujian selanjutnya. Karena hanya mengambil sampel sedalam 2 cm dari permukaan lubang hidung, tes swab antigen nasal dikatakan lebih nyaman.

Disebutkan juga bahwa tes swab antigen nasal membutuhkan waktu hanya sekitar 15 menit saja untuk melihat hasilnya.

Tes swab antigen nasofaring

Berbeda halnya dengan tes swab antigen nasal, tes antigen nasofaring dilakukan dengan cara memasukan swab yang fleksibel dan cukup panjang. Tes ini dilakukan dengan mengambil sampel dari belakang hidung hingga pangkal tenggorokan.

Kemudian, sampel juga akan ditempatkan ke dalam botol untuk dilakukan pengujian selanjutnya. Untuk tes swab antigen nasofaring biasanya membutuhkan waktu yang lebih lama untuk melihat hasilnya, jika dibandingkan dengan tes swab antigen nasal.

Baca juga: Perbedaan Gejala COVID-19 Varian Delta, Kappa, dan Lambda

Cara membaca hasil tes antigen nasal

Tes swab antigen nasal, umumnya memiliki dua huruf, yakni C (control) dan T (test). Untuk memperoleh hasilnya, sampel harus diteteskan ke dalam alat pembaca.

Setelah itu, garis uji akan terlihat di jendela uji jika antigen dari virus penyebab COVID-19, yakni SARS-CoV-2 terdapat dalam spesimen. Intensitas garis uji berwarna akan bervariasi, bergantung pada jumlah antigen SARS-CoV-2 yang terdapat dalam spesimen.

Apabila antigen dari SARS-CoV-2 tidak terdapat dalam spesimen, maka tidak akan ada warna yang muncul di garis uji. Dapat berarti bahwa, hasil bisa positif jika terdapat dua garis di bagian C dan T dalam alat baca.

Sementara itu, hasil negatif jika hanya terdapat satu garis di bagian C. Di sisi lain, jika dalam kurun waktu 15 menit tidak ada garis yang muncul atau hanya terdapat garis di bagian T saja, maka hasil tes dinyatakan tidak valid dan harus diulang.

Dilansir laman Mayo Clinic, hasil tes antigen positif dianggap akurat ketika instruksi dilakukan dengan benar. Namun, juga terdapat potensi hasil negatif palsu, yang dapat berarti bahwa seseorang terinfeksi virus, namun memiliki hasil negatif.

Mana yang lebih akurat?

Jika dibandingkan dengan tes swab antigen nasal, tes swab antigen nasofaring memang lebih banyak digunakan. Namun, masing-masing tes memiliki kelebihannya tersendiri.

Misalnya saja dalam kasus tes swab antigen nasofaring. Berdasarkan sebuah penelitian, tes swab nasofaring mungkin lebih cocok dibandingkan dengan swab orofaring (tenggorokan) pada wabah COVID-19.

Meskipun demikian, disebutkan bahwa tes swab antigen nasal memiliki tingkat akurasi yang tinggi layaknya tes nasofaring dan waktu yang lebih singkat.

Baik tes swab antigen nasal dan nasofaring dapat mendeteksi keberadaan virus. Namun jika berbicara soal kenyamanan, tes swab antigen nasal dianggap jauh lebih nyaman.

Nah, itulah beberapa informasi mengenai tes swab antigen nasal dan nasofaring. Untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19, jangan lupa selalu terapkanlah protokol kesehatan, ya.

Konsultasi lengkap seputar COVID-19 di Klinik Lawan COVID-19 dengan mitra dokter kami. Yuk, klik link ini untuk download aplikasi Good Doctor!

Reference

Abbott (2021). Diakses pada 15 Juli 2021. COVID-19 Ag Rapid Test Device 

Berita Satu (2021). Diakses pada 15 Juli 2021. Abbott Panbio Antigen Nasal Beri Kenyamanan Saat Rapid Test Antigen 

Health (2020). Diakses pada 15 Juli 2021. What Is a Coronavirus Antigen Test—and How Is it Different Than Antibody Testing? 

Louisiana Department of Health. Diakses pada 15 Juli 2021. The Difference between Nasopharyngeal and Nasal Swab Collection 

Mayo Clinic (2021). Diakses pada 15 Juli 2021. COVID-19 diagnostic testing 

Okezone.com (2021). Diakses pada 15 Juli 2021. Diklaim Lebih Nyaman, Apa Itu Swab Antigen Nasal? 

World Health Organization (2020). Diakses pada 15 Juli 2021. COVID-19 Ag 

NCBI (2011). Diakses pada 15 Juli 2021. Comparison between nasopharyngeal swab and nasal wash, using culture and PCR, in the detection of potential respiratory pathogens 

NIH (2020). Diakses pada 15 Juli 2021. Comparison of nasopharyngeal and oropharyngeal swabs for SARS-CoV-2 detection in 353 patients received tests with both specimens simultaneously 

 

    register-docotr