Covid-19

COVID-19 Menyebar Lewat Udara, Jangan Lupa Perhatikan Ventilasi dalam Ruangan!

July 15, 2021 | Nik Nik Fadlah | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Penularan COVID-19 selalu menjadi perhatian yang serius, salah satunya diketahui bisa terjadi lewat udara. Maka dari itu, memerhatikan ventilasi udara di dalam ruangan menjadi hal yang penting untuk dilakukan.

Lalu, bagaimana cara meningkatkan ventilasi udara di dalam ruangan? Yuk, simak ulasan lengkapnya di bawah ini.

Baca juga: Minggu Pertama Sejak Didiagnosis COVID-19 Penting Diperhatikan, Ini Alasannya!

COVID-19 dan penularan lewat udara

COVID-19 merupakan infeksi virus yang masuk ke dalam kategori airborne disease. Ini dapat berarti bahwa COVID-19 dapat menular lewat udara.

Pakar kesehatan, Dr. dr. Shirley Ivonne Moningkey, MKes, menyebutkan bahwa para peneliti sudah mulai menemukan faktor penularan COVID-19 di udara.

Disebutkan bahwa terdapat 10 faktor yang ditemukan berkaitan antara keduanya. Salah satu yang perlu diperhatikan adalah adanya penularan dalam ruangan.

“Penularan dalam ruangan jauh lebih banyak dibandingkan penularan luar ruangan. Artinya ada faktor ventilasi. Ini salah satu hal yang mendukung penularan lewat udara,” ujar dokter Shirley seperti dikutip dari laman Viva.

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) sendiri juga menyebutkan bahwa partikel virus penyebab COVID-19, yakni SARS-CoV-2 menyebar di antara orang-orang lebih mudah di dalam ruangan dibandingkan dengan luar ruangan.

Sebab di dalam ruangan konsentrasi partikel virus sering kali lebih tinggi dibandingkan di luar ruangan, di mana embusan angin dapat mengurangi konsentrasi.

Pentingnya memerhatikan ventilasi udara di dalam ruangan

Seperti yang sudah dijelaskan bahwa memerhatikan ventilasi udara di dalam ruangan kini penting untuk dilakukan. Saat seseorang batuk, bersin, ataupun bernapas cukup kuat, virus penyebab COVID-19 dapat keluar dari tubuh.

Bahkan, virus dapat bertahan hingga 30 menit di udara sekitarnya. “Saat ada orang lain yang juga menghirup udara yang sama, apalagi bagi yang rentan, belum divaksin, berarti virus bisa masuk (menginfeksi),” kata dr Shirley.

Memastikan ventilasi yang baik dapat membantu mengurangi kontaminan udara dalam ruangan, termasuk virus penyebab COVID-19. Ventilasi udara yang baik juga mampu mengurangi konsentrasi partikel virus.

Semakin rendah konsentrasinya, maka semakin kecil pula kemungkinan partikel virus terhirup ke dalam paru-paru serta kontak pada mata, hidung, dan mulut.

Ventilasi yang baik di dalam ruangan juga dapat mengurangi kontaminasi pada permukaan. Cara kerjanya yakni dengan menghilangkan beberapa partikel virus sebelum mereka dapat mendarat di permukaan.

Baca juga: Panduan Makan dan Nutrisi yang Tepat bagi Pasien COVID-19

Bagaimana cara meningkatkan ventilasi di dalam ruangan?

Pada dasarnya, semakin banyak jumlah orang di dalam ruangan, maka semakin besar pula kebutuhan ventilasi dengan melibatkan udara dari luar ruangan. Hal ini dapat berarti bahwa tingkat ventilasi harus didasarkan pada jumlah orang yang menempati ruangan.

Di samping hal itu, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan ventilasi udara di dalam ruangan, di antaranya adalah:

  • Buka jendela atau pintu, jika kondisi cuaca memungkinkan. Jendela yang sedikit terbuka dapat memberikan udara luar yang bermanfaat. Namun sebaiknya, jangan membuka jendela ataupun pintu jika hal tersebut menimbulkan risiko keselamatan atau kesehatan, misalnya saja memicu gejala asma
  • Menyalakan kipas angin. Penempatan kipas angin juga penting untuk diperhatikan. Sebaiknya, hindarilah menempatkan kipas angin dengan cara yang berpotensi menyebabkan udara yang terkontaminasi mengalir langsung dari satu orang ke orang lain
  • Pastikan sistem ventilasi dapat beroperasi dengan baik dan memberikan kualitas udara di dalam ruangan yang baik
  • Gunakan pembersih udara (air purifier) jika kamu memilikinya. Dikutip dari laman United States Environmental Protection Agency, jika digunakan dengan benar, air purifier dapat membantu mengurangi kontaminan di udara, termasuk virus. Untuk hasil maksimal, harus dilakukan dengan praktik untuk meningkatkan ventilasi udara lainnya

Ventilasi saja tidak cukup untuk melindungi dari paparan virus penyebab COVID-19, kamu harus tetap menjaga jarak, menghindari ruangan yang ramai, mengenakan masker, dan mencuci tangan.

Nah, itulah beberapa informasi mengapa memerhatikan ventilasi di dalam ruangan penting untuk dilakukan. Untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19, jangan lupa selalu terapkanlah protokol kesehatan, ya.

Konsultasi lengkap seputar COVID-19 di Klinik Lawan COVID-19 dengan mitra dokter kami. Yuk, klik link ini untuk download aplikasi Good Doctor!

Reference

Centers for Disease Control and Prevention (2021). Diakses pada 14 Juli 2021. Ventilation in Buildings 

United States Environmental Protection Agency. Diakses pada 14 Juli 2021. Indoor Air in Homes and Coronavirus (COVID-19) 

United States Environmental Protection Agency. Diakses pada 14 Juli 2021. Ventilation and Coronavirus (COVID-19) 

Viva.co.id (2021). Diakses pada 14 Juli 2021. COVID-19 Terbukti Menular di Udara, Pakar: Ada Faktor Ventilasi 

    register-docotr