Covid-19

Minggu Pertama Sejak Didiagnosis COVID-19 Penting Diperhatikan, Ini Alasannya!

July 14, 2021 | Nik Nik Fadlah | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

COVID-19 diketahui dapat menimbulkan berbagai gejala, mulai dari gejala yang memengaruhi saluran pernapasan hingga pencernaan. Di samping hal itu, minggu pertama sejak didiagnosis COVID-19 merupakan waktu yang paling krusial, lho. Apa alasannya?

Perlu diketahui bahwa virus penyebab COVID-19 dapat memasuki tubuh melalui sel-sel sehat. Kemudian, virus membuat salinannya sendiri sehingga ia dapat berkembang biak.

Virus corona juga dapat menempelkan protein permukaannya ke reseptor pada sel sehat, terutama yang terdapat di paru-paru. Secara khusus, protein virus masuk ke dalam sel melalui reseptor angiotensin converting enzyme 2 (ACE2).

Baca juga: 6 Langkah Tepat Menjaga Lingkungan dan Kamar saat Isolasi Mandiri

Alasan pentingnya minggu pertama sejak didiagnosis COVID-19

Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Profesor Dr dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, memberikan alasan mengenai bagaimana minggu pertama sejak didiagnosis COVID-19 merupakan waktu yang penting.

Menurut Prof Ari, di waktu tersebut kondisi seseorang dapat membaik atau justru memburuk. Perlu kamu ketahui bahwa ketika virus masuk ke dalam tubuh, daya tahan tubuh akan melawan keberadaan virus tersebut, ini dikenal sebagai masa inkubasi hingga munculnya gejala.

Maka dari itu, penting sekali bagi kita untuk mengobservasi atau memantau perubahan yang dialami oleh tubuh di masa pandemi.

“Dan minggu pertama saat seseorang sudah bergejala merupakan kunci penting apakah kita bisa sembuh atau sebaliknya kondisi kita semakin buruk,” ungkap Prof Ari.

World Health Organization atau WHO mengeluarkan rekomendasi untuk pasien yang terinfeksi virus dan tanpa gejala cukup melakukan isolasi mandiri selama 10 hari dan bisa dikatakan sembuh dan bisa lepas isolasi.

Sebab, jika dalam 10 hari masih tanpa gejala, daya tahan tubuh pada dasarnya dapat melawan virus.

Hari ke 5-10 juga penting untuk diperhatikan

Meskipun pada beberapa kasus COVID-19 pasien bisa melakukan isolasi mandiri, sangat penting untuk selalu memantau gejala yang dialami setelah 5 hari dari timbulnya gejala. Ada beberapa alasan yang membuat rentang waktu tersebut sangat krusial.

Salah satunya yakni pemulihan pasien tergantung pada tingkat gejalanya. Pada hari-hari pertama infeksi bisa sangat membingungkan. Sebab, sebagian orang mengalami gejala ringan atau bahkan tanpa gejala.

Meskipun demikian, tingkat keparahan infeksi yang sebenarnya dapat ditentukan juga di hari ke-5 hingga ke-10.

Dikutip dari laman Times of India, periode hingga hari ke-10 dari masa isolasi juga dapat menjelaskan kemungkinan komplikasi yang mungkin dialami setelah mengalami COVID-19, serta mengisyaratkan tingkat keparahan infeksi yang sebenarnya.

Baca juga: Cara Penanganan Pasien COVID-19 Sesuai Derajat Keparahannya

Alasan lain penting memerhatikan gejala

Di sisi lain, hari ke-5 hingga ke-10 juga merupakan waktu ketika intensitas gejala bisa semakin memburuk ataupun membaik. Rentang waktu tersebut juga merupakan tanda-tanda peringatan apakah pasien memerlukan penanganan lebih lanjut ataupun tidak.

Adapun beberapa gejala yang perlu mendapatkan penanganan medis dengan segera di antaranya adalah gangguan pernapasan, penurunan tingkat saturasi oksigen, nyeri dada, atau bahkan hipoksia, yakni kondisi ketika kadar oksigen terlalu rendah.

Lantas, kapan pasien dianggap berhasil mengatasi infeksi?

Terkait dengan hal ini, Prof Ari pun memberikan jawaban. Ia menjelaskan bahwa pasien dianggap sudah berhasil mengatasi infeksinya setelah melewati masa isolasi 10 hari ditambah dengan 3 hari tanpa gejala.

Prof Ari pun memberikan tips bagi pasien agar segera pulih, di antaranya adalah mencukupi waktu istirahat, tidak stres, hingga mengonsumsi makanan dan minuman yang bergizi.

Di samping itu, jika pasien merasa tubuh sudah tidak nyaman, sebaiknya segeralah berisitirahat dan jangan memaksakan untuk tetap bekerja ataupun beraktivitas.

“Karena pada minggu pertama, kita harus memberikan kesempatan daya tahan tubuh kita untuk bisa melawan virus tersebut,” katanya seperi dikutip dari Liputan6.com.

Sementara itu, pada pasien dengan gejala ringan ataupun sedang yang sedang melakukan isolasi mandiri dapat menggunakan obat-obatan antivirus.

Meskipun demikian, obat-obatan tersebut tidak boleh dikonsumsi secara sembarangan. Sebaiknya lakukan konsultasi terlebih dahulu pada dokter.

Itulah beberapa informasi mengenai mengapa minggu awal infeksi COVID-19 sangat penting. Untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19, jangan lupa selalu terapkanlah protokol kesehatan, ya.

Konsultasi lengkap seputar COVID-19 di Klinik Lawan COVID-19 dengan mitra dokter kami. Yuk, klik link ini untuk download aplikasi Good Doctor!

Reference

Liputan 6 (2021). Diakses pada 13 Juli 2021. Minggu Pertama Jadi Penentu, Kondisi Pasien Covid-19 Bisa Membaik atau Memburuk 

Timesofindia (2021). Diakses pada 13 Juli 2021. Coronavirus: Here’s why Day 5 to 10 are so crucial for COVID positive patients 

Webmd (2021). Diakses pada 13 Juli 2021. Symptoms of Coronavirus 

Webmd (2021). Diakses pada 13 Juli 2021. Coronavirus: What Happens When You Get Infected? 

    register-docotr