Covid-19

Cara Penanganan Pasien COVID-19 Sesuai Derajat Keparahannya

July 13, 2021 | Ajeng Dwiri Banyu | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Pasien dengan infeksi SARS-CoV-2 dapat mengalami manifestasi klinis, dari tanpa gejala hingga penyakit kritis. Dengan begitu, penanganan pasien COVID-19 biasanya akan berbeda sesuai dengan derajat keparahannya.

Meski sering mendengar tentang gejala COVID-19, namun beberapa orang mungkin masih bingung mengenai kelompok tingkat keparahan penyakitnya.

Nah, untuk mengetahui tentang kelompok tingkat keparahan dan cara penanganannya, yuk simak penjelasan lebih lanjut berikut!

Baca juga: COVID-19 Munculkan Varian Baru, Efektifkah Vaksin saat Ini?

Bagaimana cara menangani COVID-19 sesuai derajat keparahannya?

Dilansir Healthline, gejala COVID-19 dapat bervariasi dari satu orang ke orang lain. Namun, sebuah studi pada Agustus 2020 menemukan bahwa gejala yang diprediksi muncul ketika terinfeksi COVID-19 adalah demam, batuk, mual atau muntah, dan diare.

Perlu diketahui, pasien dengan penyakit penyerta tertentu berisiko mengembangkan COVID-19 yang parah sehingga penanganan harus sesuai dengan gejalanya.

Dikutip dari Panduan Isolasi Mandiri Good Doctor, berikut beberapa penanganan terhadap COVID-19 sesuai derajat keparahannya:

Pasien COVID-19 tanpa gejala

Infeksi SARS-CoV-2 pada beberapa orang bisa terjadi tanpa gejala. Namun, terdapat dua tanda umum jika kamu telah terinfeksi virus, yakni frekuensi napas lebih dari 12 hingga 20 kali per menit dan saturasi oksigen yang kurang dari 95 persen.

Untuk itu, cara penanganan untuk pasien COVID-19 tanpa gejala adalah melakukan isolasi mandiri. Isolasi mandiri bisa dilakukan di rumah jika memenuhi syarat atau dengan menggunakan fasilitas isolasi yang disediakan pemerintah.

Durasi perawatan jika positif COVID-19 tanpa gejala biasanya 10 hari. Isolasi mandiri terhitung mulai dari diagnosis terkonfirmasi atau sejak hari pengambilan spesimen tes PCR positif di layanan kesehatan terdekat.

Pasien COVID-19 dengan derajat keparahan ringan

COVID-19 bisa ditandai dengan gejala ringan, berupa demam, batuk, kelelahan, kehilangan indra penciuman, bersin atau pilek, serta mual atau muntah.

Orang dengan gejala COVID-19 yang masih ringan biasanya bisa melakukan isolasi mandiri. Isolasi mandiri pada pasien positif COVID-19 ini bisa dilakukan di rumah bagi yang memenuhi syarat atau menggunakan fasilitas isolasi dari pemerintah.

Biasanya, durasi isolasi mandiri dilakukan selama 10 hari sejak hari pertama gejala dan minimal 3 hari bebas gejala. Selama isolasi mandiri, pasien harus mematuhi protokol kesehatan, terapkan pola hidup sehat, dan rutin konsumsi obat yang diberikan dokter.

Pasien COVID-19 dengan derajat keparahan sedang

Pada derajat keparahan sedang, gejala COVID-19 pada remaja atau dewasa dan anak-anak biasanya berbeda. Namun, umumnya gejala dapat berupa sesak napas dan napas cepat.

Karena itu, jika sudah tergolong dalam derajat keparahan sedang maka pasien COVID-19 membutuhkan penanganan di rumah sakit, rumah sakit darurat COVID-19, rumah sakit non-rujukan, atau rumah sakit rujukan.

Selama penanganan di rumah sakit, pasien COVID-19 harus tetap melakukan isolasi selama 10 hari sejak timbul gejala dan minimal 3 hari bebas gejala. Pastikan untuk selalu mengikuti prosedur penanganan dari rumah sakit seperti rutin konsumsi obat dan terapkan protokol kesehatan. 

Pasien COVID dengan derajat keparahan berat

Infeksi COVID-19 berat atau kritis dapat terjadi, baik pada dewasa atau anak-anak. Umumnya, infeksi berat ini akan ditandai dengan pneumonia yakni demam, batuk, sesak, dan distres pernapasan berat.

Untuk kondisi ini, pasien COVID-19 sudah harus melakukan penanganan di High Care Unit (HCU) dan Intensive Care Unit (ICU) di rumah sakit rujukan. Hal ini dikarenakan pasien sudah harus mendapatkan pengawasan, perawatan, dan pengobatan yang ketat dari tenaga medis.

Biasanya, durasi perawatan untuk pasien COVID-19 dengan gejala berat atau kritis adalah sampai dinyatakan sembuh oleh dokter penanggung jawab pasien atau DPJP. Selain itu, pasien boleh pulang dengan hasil PCR negatif dan klinis yang telah membaik.

Baca juga: Agar Tetap Sehat, 6 Jenis Olahraga Ini Bisa Dilakukan Anak di Rumah

Konsultasi lengkap seputar COVID-19 di Klinik Lawan COVID-19 dengan mitra dokter kami. Yuk, klik link ini untuk download aplikasi Good Doctor!

Reference
  1. Good Doctor (2021), diakses 12 Juli 2021. Panduan Isolasi Mandiri COVID-19
  2. NIH (2021), diakses 12 Juli 2021. Clinical Spectrum of SARS-CoV-2 Infection
  3. Healthline (2021), diakses 12 Juli 2021. What to Know About Mild or Moderate COVID-19 Symptoms
    register-docotr