Covid-19

Selama Isolasi Mandiri, Ini 4 Poin Penting Pemantauan Pasien Positif COVID-19

July 12, 2021 | Arianti Khairina | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Kasus pasien positif COVID-19 di Indonesia terus meningkat. Bagi pasien positif yang memiliki gejala ringan biasanya akan dianjurkan oleh dokter untuk melakukan isolasi mandiri di rumah.

Hal tersebut dilakukan tentunya masih dalam perawatan dokter, dan ada poin-poin penting yang harus dilakukan selama masa pemantauan. Apa saja? 

4 Poin pemantauan pasien positif COVID-19 

Ketika melakukan isolasi mandiri, tentunya bukan hanya sekadar istirahat dan minum obat. Tetapi juga harus ada serangkaian pemantauan yang wajib kamu lakukan bagi pasien positif COVID-19 seperti: 

1. Gejala yang timbul pada pasien COVID-19

  • Demam atau memiliki riwayat demam 38 derajat Celcius atau lebih. 
  • Mengalami batuk.
  • Pilek atau hidung tersumbat atau hidung gatal dan berair 
  • Nyeri tenggorokan
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot
  • Tidak nafsu makan atau mual dan muntah
  • Diare 

2. Pengecekan suhu tubuh 

Kamu harus melakukan pencatatan suhu tubuh minimal 2x sehari yaitu saat pagi dan malam hari. Suhu tubuh yang normal pada pasien positif COVID-19 yaitu 36,5 derajat Celcius hingga 37,5 derajat Celcius. 

3. Pernapasan 

Jika kamu mengalami sesak napas atau napas terasa pendek sebaiknya segera hitung berapa kali menarik napas dalam waktu 1 menit. Nilai ukur pernapasan yang normal yaitu sebanyak 12-20 kali per menit

4. Saturasi oksigen 

Dalam kasus COVID-19 memiliki nilai saturasi oksigen yang normal memang sangat dibutuhkan. Jadi ketika dalam masa pemantauan salah satunya adalah rutin melakukan pengecekan saturasi oksigen minimal ukur 2x sehari, atau lebih sering jika napas terasa terganggu. 

Bagaimana cara mengukur saturasi oksigen yang benar? 

Mengukur saturasi oksigen adalah salah satu hal penting yang harus dilakukan pasien positif COVID-19 ketika dalam masa pemantauan. Bagi kamu yang menjalani isolasi mandiri di rumah, sebaiknya gunakan oximeter untuk mengukur saturasi oksigen. 

Oximeter atau pulse oximeter adalah alat pengukur untuk mengetahui nilai kadar oksigen dalam darah. Alat ini sangat penting karena kondisi kurangnya oksigen dalam tubuh umumnya tidak menimbulkan gejala.

Jadi bagi pasien positif sangat disarankan untuk rutin mengecek saturasi oksigen selama isolasi mandiri. 

Cara menggunakan oximeter yang baik dan benar, yaitu: 

  • Bersihkan jari sebelum menggunakan oximeter. 
  • Tempatkan jari pada oximeter, lalu tunggu beberapa saat dan hasil akan keluar dari layar menunjukkan kadar saturasi dan nadi. 
  • Setelah menggunakan oximeter, pastikan kamu membersihkan kembali jari dan alatnya, ya. 

Selain cara menggunakannya, kamu juga harus paham cara membaca nilai saturasi oksigen yang muncul pada layar oximeter. Berikut ini klasifikasi nilai oksigen dalam darah:

  • 95-100 persen: Normal 
  • 90-95 persen: Hipoksia ringan sampai sedang 
  • 85-90 persen: Hipoksia sedang sampai berat 
  • Kurang dari 85 persen: Hipoksia berat mengancam jiwa

Pengertian dari hipoksia sendiri adalah suatu kondisi kekurangan pasokan oksigen dalam tubuh untuk menjalankan fungsi normalnya. Jika kamu sudah mengalami saturasi oksigen jauh dari batas normal segera hubungi dokter untuk mendapatkan perawatan yang tepat. 

Baca juga: Panduan Lengkap IDAI: Isolasi Mandiri Anak dengan COVID-19

Bagaimana menjaga lingkungan dan kamar selama isolasi mandiri? 

Bagi kamu yang menjalani isolasi mandiri di rumah, penting untuk menerapkan perilaku ini demi menjaga lingkungan dan kamar yang sehat: 

1. Sirkulasi udara yang baik 

Pastikan kamu memiliki sirkulasi udara yang baik dan cahaya matahari yang masuk ke dalam ruangan atau tempat kamu menjalani isolasi mandiri, ya. 

2. Terapkan etika bersin dan batuk

Walaupun di rumah kamu harus tetap melakukan etika bersin dan batuk. Bagi kamu yang tinggal bersama keluarga ada baiknya menggunakan masker saat keluar kamar atau ruangan. 

3. Pisahkan cucian pakaian kotor

Pakaian kotor dimasukkan ke dalam kantong plastik atau wadah tertutup dan terpisah dengan pakaian anggota keluarga lainnya sebelum dicuci. 

4. Mencuci tangan

Pastikan kamu juga menjaga kebersihan seperti mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun. Jika dalam keadaan mendesak kamu bisa menggunakan hand sanitizer

5. Pisahkan peralatan mandi dan makan 

Selain pakaian kotor, kamu juga harus memisahkan peralatan mandi dan makan, ya. Selain itu pastikan tidak berbagi alas tidur yang sama dengan anggota keluarga lainnya. Hal itu dapat menjadi pemicu terjadinya penularan virus. 

6. Disinfektan benda yang sering disentuh pasien positif 

Terakhir kamu wajib untuk membersihkan sesering mungkin benda yang sering disentuh oleh pasien positif COVID-19 atau kamu bisa melakukan disinfektan. 

Konsultasi lengkap seputar COVID-19 di Klinik Lawan COVID-19 dengan mitra dokter kami. Yuk, klik link ini untuk download aplikasi Good Doctor!

Reference
  1. Good Doctor (2021) diakses 12 Juli 2021. Panduan Isolasi Mandiri COVID-19
  2. Who.int (2021) diakses pada 12 Juli 2021. WHO recommends follow-up care, low-dose anticoagulants for COVID-19 patients
  3. Who.int (2021) diakses pada 12 Juli 2021. Using Pulse Oximeters
  4. Cdc.gov (2021) diakses 12 Juli 2021. Caring for Someone Sick at Home
    register-docotr