Covid-19

Terapi Akupunktur untuk Redakan Stres Pasca Sembuh dari COVID-19

July 13, 2021 | Ajeng Dwiri Banyu | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Pandemi COVID-19 telah menyebabkan rasa sakit, baik secara fisik maupun mental. Banyak orang yang pada akhirnya mengalami stres setelah menderita COVID-19 sehingga pengobatan alternatif mulai dilakukan.

Salah satu pengobatan yang diketahui dapat mengobati stres pasca COVID-19 adalah akupunktur. Nah, untuk mengetahui apakah akupunktur bisa redakan stres pasca COVID-19 yuk simak penjelasannya berikut.

Baca juga: Mengapa Tidak Dianjurkan Merangkap Masker Medis? Ini Jawabannya!

Benarkah akupunktur bisa redakan stres pasca COVID-19?

Dilansir dari Healthline, akupunktur merupakan praktik Tiongkok kuno yang telah digunakan selama berabad-abad untuk mengobati berbagai macam gejala dan penyakit. Akupunktur juga diketahui dapat secara signifikan memperbaiki gejala stres. 

Sebuah studi dari Universitas Oxford menemukan bahwa pengobatan akupunktur usai sembuh dari COVID-19 dapat menekan peradangan yang disebabkan oleh stres.

Selain itu, pengobatan satu ini juga bisa membantu meningkatkan kekebalan, mengatur fungsi sistem saraf, dan membantu pasien kanker dengan COVID-19.

Terapis akupunktur bersertifikat dan praktisi pengobatan herbal China berlisensi di New York City, Tsao-Lin Moyt mengatakan bahwa dengan akupunktur, tubuh menjadi lebih rileks. Penulis studi pada 2013 menuturkan efek melakukan akupunktur.

Dalam studi tersebut, dikatakan bahwa tubuh dapat beralih ke mode istirahat karena neuropeptida tertentu, protein kecil dalam tubuh, dilepaskan di otak untuk memberi sinyal agar masuk ke dalam keadaan rileks.

Terapis akupunktur berlisensi di New York City, Jenna Gill mengatakan bahwa akupunktur dapat membantu tubuh masuk ke mode sistem saraf parasimpatis. Kondisi ini ditandai dengan detak jantung dan pernapasan melambat, tekanan darah turun, dan pencernaan membaik.

Dengan akupunktur, hormon endorfin akan dilepaskan sehingga dapat menjaga keseimbangan dalam pikiran dan tubuh. Tak hanya itu, akupunktur juga mampu meningkatkan kadar kortisol yang secara otomatis memulai hormon bahagia.

Beberapa titik akupunktur yang umum untuk atasi stres

Dari perspektif Pengobatan Tradisional Cina atau TCM, akupunktur dapat mengurangi stres dengan mengurangi pergerakan Qi dalam tubuh. Qi sendiri merupakan energi yang biasanya mengalir dalam tubuh. Untuk itu, penting mengetahui titik atau poin Qi yang tepat agar stres bisa diobati.

Biasanya, titik atau poin akupunktur untuk stres akan berbeda-beda bagi setiap individu. Meskipun ada poin yang secara konsisten meningkatkan stres, perawatan akupunktur selalu disesuaikan dengan pasien dan kondisi serta gejala khusus. 

Menurut Ali Vander Baan, ahli akupunktur berlisensi dan pendiri Yintuituon Wellness di Boston, ketika akupunktur diterapkan pada saluran energi yang tidak mengalir dengan baik maka dapat mengatasi gejala stres.

Perlu diketahui, stres memiliki efek sistemik pada tubuh sehingga terdapat poin yang secara konsisten dapat mengurangi gejala stres. Meski begitu, Vander Baan sering menggunakan titik akupunktur khusus untuk mengatasi stres pada pasiennya, termasuk:

  • PC6 atau Perikardium 6, di pergelangan tangan bagian dalam.
  • HT7 atau Hati 7, di pergelangan tangan bagian dalam.
  • Yin tang, di antara alis.
  • Titik telinga, yang diketahui mengatur sistem saraf.

Selain itu, DU-20 juga merupakan poin khusus yakni di ubun-ubun kepala di mana dapat membantu mengobati stres. Poin ini juga bisa menjernihkan pikiran untuk membantu pasien akupunktur merasa fokus, meredakan depresi, dan kesedihan.

Untuk Yin tang, poin akupunktur satu ini bisa membantu menenangkan jiwa dan menghilangkan kegelisahan serta kecemasan emosional. Hal ini juga akan mendorong relaksasi yang mendalam dan mengobati insomnia.

Titik khusus akupunktur lainnya adalah Ren-17, yang terletak di tengah dada. Ren-17 diutamakan bagi orang yang cenderung merasakan efek stres atau kecemasan di dada, seperti sesak napas atau jantung berdebar karena titik ini dapat membuka dada dan melepaskan diafragma.

Baca juga: COVID-19 Munculkan Varian Baru, Efektifkah Vaksin saat Ini?

Konsultasi lengkap seputar COVID-19 di Klinik Lawan COVID-19 dengan mitra dokter kami. Yuk, klik link ini untuk download aplikasi Good Doctor!

register-docotr