Covid-19

3 Cara Membedakan Gejala Alergi dan Efek Samping Vaksin COVID-19

July 13, 2021 | Dewi Nurfitriyana | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Sebagian orang ada yang masih bingung membedakan antara gejala alergi dan efek samping dari vaksin COVID-19. Tanda-tanda yang muncul di antara keduanya memang bisa mirip satu sama lain.

Agar kamu tidak kebingungan, mari simak ulasan di bawah untuk mengetahui bagaimana cara membedakannya.

Baca juga: 3 Alasan Lansia Tidak Diprioritaskan Mendapat Vaksin COVID-19

Mengenal alergi dan efek samping vaksinasi COVID-19

Alergi terjadi ketika sistem kekebalan bereaksi terhadap zat asing, seperti serbuk sari, racun lebah, atau bulu hewan peliharaan.

Adapun efek samping vaksinasi COVID-19, adalah kejadian munculnya beberapa gejala tertentu setelah proses pemberian vaksin. Efek samping vaksin yang mirip dengan gejala alergi mungkin termasuk kelelahan, sakit kepala, nyeri otot, kedinginan, demam, dan mual.

Membedakan gejala alergi dan efek samping vaksinasi COVID-19

Dilansir dari Healthline, berikut adalah beberapa cara akurat yang dapat membantu menentukan apakah kamu sakit karena alergi, atau efek samping vaksinasi COVID-19.

1. Perhatikan waktu munculnya gejala

Kapan kamu mulai merasa sakit, adalah indikator penting yang dapat membantu mengetahui penyebab munculnya gejala.

Jika gejala muncul setelah kamu mendapatkan dosis pertama atau kedua dari vaksin, maka kemungkinan besar itu adalah reaksi kekebalan terhadap vaksin COVID-19.

Namun jika gejala baru muncul sesudah 2 minggu atau lebih setelah vaksinasi, kemungkinan besar itu bukan efek samping dari vaksin.

Tapi jangan terlalu khawatir, perhatikan apa gejala muncul di musim alergi, atau setelah kamu terpapar pemicu alergi. Jika jawabannya iya, bisa jadi itu hanya gejala alergi biasa yang sudah sering kamu alami sebelumnya.

2. Lihat gejala yang terjadi

Seperti COVID-19, alergi juga dapat menyebabkan masalah pernapasan, bersin, hidung tersumbat, dan pilek. Sebagai gambaran, gejala alergi jarang menyebabkan sakit kepala, mengi, dan batuk.

Alergi juga jarang menyebabkan demam, menggigil, nyeri otot, kelelahan, atau mual seperti COVID-19 atau efek samping vaksin COVID-19.

Selanjutnya, jika kamu mengalami demam, flu, mengigil tapi tidak disertai gangguan indra penciuman maupun perasa, bisa jadi kamu sedang mengalami efek samping dari vaksinasi COVID-19, bukan gejala alergi.

3. Pastikan dengan pemeriksaan oleh dokter

Dr. David Cutler, dokter di Providence Saint John’s Health Center, Santa Monica, Amerika Serikat kepada Healthline mengatakan bahwa diagnosis diperlukan untuk menentukan apakah gejala muncul akibatkan riwayat alergi atau efek samping vaksinasi.

Ini termasuk pengambilan riwayat medis terperinci. Penting juga untuk dicatat, bahwa Dr. Sanjeev Jain mengatakan beberapa orang memiliki reaksi alergi terhadap vaksin COVID-19 yang menyerupai alergi, seperti gatal-gatal.

Untuk memastikannya, kamu perlu melakukan pemeriksaan oleh dokter, baik melalui layanan telemedicine maupun pemeriksaan secara langsung dengan menerapkan protokol kesehatan.

Baca juga: Fakta di Balik Hoax Vaksin Sinovac Bisa Memperbesar Alat Kelamin

Apakah penderita alergi bisa menerima vaksin COVID-19?

Penderita alergi mungkin akan merasa sedikit khawatir ketika mendengar beberapa orang mengalami reaksi parah setelah menerima vaksin COVID-19.

Namun tak perlu cemas, CDC merekomendasikan agar kamu tetap mendapatkan vaksinasi bahkan jika memiliki riwayat reaksi alergi parah yang tidak terkait dengan vaksin atau obat suntik, seperti:

  1. Alergi makanan
  2. Alergi hewan peliharaan
  3. Alergi racun, atau lateks.

Orang dengan riwayat alergi terhadap obat oral atau riwayat keluarga dengan reaksi alergi yang parah juga dapat divaksinasi.

Tips meringankan efek samping vaksinasi COVID-19

Obat-obatan yang dijual bebas, seperti ibuprofen, asetaminofen, aspirin, atau antihistamin, umumnya dapat dipakai untuk meredakan rasa sakit dan ketidaknyamanan setelah divaksin.

Gunakan obat-obatan tersebut jika kamu tidak memiliki alasan medis yang melarang kamu untuk mengonsumsinya secara normal. Namun, kamu tidak disarankan meminum obat-obatan di atas sebelum vaksinasi dengan tujuan mencoba mencegah efek samping.

Hubungi dokter atau penyedia layanan kesehatan jika kemerahan atau nyeri di tempat disuntik memburuk setelah 24 jam, atau bila efek samping terlihat semakin mengkhawatirkan dan tidak hilang setelah beberapa hari.

Masih punya pertanyaan lain seputar efek samping vaksinasi COVID-19? Konsultasikan langsung di Klinik Lawan COVID-19 dengan mitra dokter kami. Yuk, klik link ini untuk download aplikasi Good Doctor!

Reference

Healthline, diakses pada 13 Juli 2021

CDC, diakses pada 13 Juli 2021

CDC, diakses pada 13 Juli 2021

Mayo Clinic, diakses pada 13 Juli 2021

    register-docotr