Covid-19

Virus Corona Menyebar Lewat Airborne, Apa Maksudnya?

July 13, 2021 | Muhammad Hanif S. | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Penularan virus Corona pemicu COVID-19 disebut terjadi melalui airborne. Maka dari itu, penyebaran dan transmisinya sangat cepat dan meluas. Ini bisa dilihat dari kasus harian yang masih terus melonjak di beberapa negara.

Lantas, apa yang dimaksud dengan penularan melalui airborne itu? Yuk, temukan jawabannya dengan ulasan berikut ini!

Penularan COVID-19 lewat airborne

COVID-19 adalah salah satu infeksi virus yang masuk kategori sebagai airbone disease. Artinya, penularannya bisa terjadi melalui udara. Menurut penjelasan Dicky Budiman, epidemiolog di Griffith University, Australia, sudah ada banyak bukti bahwa COVID-19 bisa menular melalui udara.

Bukan hanya satu varian virus saja, semua strain cenderung punya penyebaran yang sama. Bahkan, beberapa varian seperti Delta, Kappa, dan Lambda, memiliki penularan lewat airborne yang relatif lebih cepat.

Disebutkan, varian Delta dan Kappa bisa menular ke orang lain kurang dari satu menit, terutama saat berpapasan. Sebelumnya, varian yang muncul lebih dulu diketahui dapat menyebar dengan waktu sekitar 15 menit saat seseorang melakukan kontak erat.

Baca juga: Mungkinkah Virus Corona Menular Lewat Kentut? Ini Penjelasannya!

Karakteristik penyakit airborne

Dikutip dari Healthline, umumnya, penyakit yang ditularkan melalui udara atau airborne disease terjadi secara luas dan memengaruhi kehidupan banyak orang di seluruh dunia. Bahkan, tak jarang yang berubah menjadi wabah, terutama pada negara-negara dengan sistem sanitasi yang buruk.

Sebaliknya, negara-negara yang melakukan vaksinasi cenderung mempunyai kasus airborne disease yang lebih rendah atau terkontrol.

Bukan hanya COVID-19, kebanyakan penyakit yang bisa menular lewat udara mempunyai gejala yang hampir mirip, yaitu sakit tenggorokan, batuk, bersin, sakit kepala, pegal-pegal, demam, dan mudah lelah.

Cara penyebaran virus Corona

COVID-19 dapat menular ketika seseorang menghirup percikan serta partikel sangat kecil yang mengandung virus Corona. Percikan dan partikel tersebut juga bisa ‘mendarat’ di mata, hidung, atau bahkan mulut.

Dalam beberapa kondisi, virus bisa menempel ke permukaan benda dan berpindah ke orang lain. Ini adalah salah satu cara penularan yang jarang disadari.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), virus Corona dapat menyebar melalui tiga cara utama, yaitu:

  • Menghirup udara saat dekat dengan orang yang telah terinfeksi (mengembuskan percikan atau partikel yang mengandung virus)
  • Percikan dari batuk atau bersin orang yang terinfeksi menempel ke mata, hidung, atau mulut
  • Menyentuh mata, hidung, atau mulut dengan tangan yang telah terkena virus.

Potensi penularan virus makin meningkat jika kamu berada di dalam satu ruangan dengan ventilasi yang buruk, berkerumun (berjarak dekat satu sama lain), tempat ramai, hingga kegiatan yang melibatkan aktivitas mulut (bernyanyi dan bernapas berat saat olahraga).

Penularan virus berdasarkan varian

Seperti yang telah disebutkan, beberapa varian virus Corona punya transmisi yang lebih cepat ketimbang strain lainnya. World Health Organization (WHO) membagi varian virus menjadi beberapa kategori, dua di antaranya adalah variant of concern (VOC) dan variant of interest (VOI).

Varian virus yang masuk dalam kategori VOC adalah Alfa (B.1.1.7), Beta (B.1.351, B.1.351.2, B.1.351.3), Gamma (P.1, P.1.1, P.1.2), dan Delta (B.1.617.2). Sedangkan VOI terdiri dari Eta (B.1.525), Iota (B.1.526), Kappa (B.1.617.1), dan Lambda (C.37).

Varian yang masuk kategori VOC punya pola transmisi yang tinggi, bisa berdampak pada epidemiologi COVID-19 secara global. Sedangkan VOI, memiliki penularan yang juga tinggi tapi cenderung membentuk klaster di suatu wilayah.

Seperti diketahui, varian Delta (yang masuk kategori VOC) telah menyebar ke lebih dari 70 negara. Sedangkan Kappa (yang masuk dalam kelompok VOI) telah menyebabkan klaster besar-besaran di Melbourne, Australia, hingga membuat pemerintah setempat memberlakukan lockdown.

Cara pencegahan dari risiko penularan

Dengan penyebaran yang sangat cepat, penting untuk segera melakukan pencegahan. Tujuan utamanya adalah menghindari partikel di udara yang mengandung virus. Langkah-langkah pencegahannya meliputi:

  • Hindari kontak dekat dengan orang yang bergejala atau dinyatakan positif terkena penyakit
  • Pakai masker saat berada di sekitar orang lain
  • Tutup mulut saat batuk atau bersin (gunakan lengan atas bagian dalam atau tisu untuk mengurangi risiko penularan di tangan)
  • Cuci tangan secara menyeluruh (setidaknya minimal 20 detik), terutama setelah bersin atau batuk
  • Hindari menyentuh wajah dengan tangan yang belum dicuci
  • Melakukan vaksinasi.

Nah, itulah ulasan tentang penularan virus Corona yang diketahui dapat menyebar melalui udara atau airborne. Untuk meminimalkan risiko penularannya, selalu terapkan protokol kesehatan di mana pun kamu berada, ya!

Konsultasi lengkap seputar COVID-19 di Klinik Lawan COVID-19 dengan mitra dokter kami. Yuk, klik link ini untuk download aplikasi Good Doctor!

Reference

  1. World Health Organization (WHO), diakses 13 Juli 2021, Tracking SARS-CoV-2 variants.
  2. World Health Organization (WHO), diakses 13 Juli 2021, Coronavirus disease (COVID-19): How is it transmitted?
  3. Centers for Disease Control and Prevention (CDC), diakses 13 Juli 2021, How COVID-19 Spreads?
  4. Healthline, diakses 13 Juli 2021, What Are Airborne Diseases?
  5. BBC, diakses 13 Juli 2021, Covid Victoria: State extends lockdown to curb outbreak.
  6. WebMD, diakses 13 Juli 2021, The COVID-19 Delta Variant: What to Know.
  7. Okezone, diakses 13 Juli 2021, Covid-19 Varian Delta, Kappa dan Lambda Menyebar Airborne Tak Sampai 1 Menit.

    register-docotr