Kehamilan

Keguguran Tanpa Disadari: Penyebab dan Gejala yang Perlu Diketahui

February 4, 2021 | Ajeng Dwiri Banyu | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Keguguran tanpa disadari sangat mungkin dialami oleh beberapa wanita. Biasanya, seorang wanita paling mungkin mengalami keguguran, termasuk yang tidak disadari pada 13 minggu pertama kehamilan.

Seringkali perdarahan merupakan tanda pertama dari keguguran, namun bisa saja terjadi tanpa gejala tersebut. Nah, untuk mengetahui lebih lengkap mengenai keguguran tanpa disadari, yuk simak penjelasan berikut!

Baca juga: Olahraga untuk Ibu Hamil: Pilihan Latihan yang Boleh dan Tak Dianjurkan

Apa itu keguguran tanpa disadari?

Dilansir Medical News Today, keguguran sering terjadi dalam awal-awal kehamilan. Risiko keguguran pada wanita terus menurun seiring dengan perkembangan kehamilan.

Perlu diketahui, keguguran tidak selalu melibatkan perdarahan. Faktanya, seorang wanita mungkin baru mengetahui keguguran jika dokter tidak dapat mendeteksi detak jantung janin selama USG rutin.

Perdarahan selama keguguran terjadi saat kantung kehamilan kosong. Dalam beberapa kasus, janin meninggal tetapi rahimnya tidak kosong dan seorang wanita tidak akan mengalami perdarahan. Beberapa dokter menyebut jenis ini sebagai keguguran yang terlewat.

Menurut American Pregnancy Association, diperkirakan sekitar 10 sampai 25 persen dari semua kehamilan yang diketahui berakhir dengan keguguran. Untuk itu, keguguran pada trimester kedua sangat jarang terjadi.

Apa saja tanda-tanda keguguran tanpa disadari?

Beberapa wanita tidak memiliki gejala eksternal keguguran. Ketika keguguran terjadi sejak diini, seorang wanita mungkin hanya memiliki sedikit tanda-tanda kehamilan yang dapat mempersulit identifikasi keguguran tersebut. 

Perubahan tanda kehamilan dari waktu ke waktu merupakan hal wajar, terutama pada masa transisi dari trimester pertama ke trimester kedua. Perubahan ini biasanya tidak mengindikasikan terjadinya keguguran.

Beberapa tanda peringatan keguguran tanpa disadari, meliputi penurunan tanda kehamilan secara tiba-tiba, tes kehamilan hasil negatif, mual atau muntah, hingga sakit punggung.

Jika kehamilan sudah lanjut, biasanya tanda keguguran tanpa disadari adalah gerakan janin yang semakin terasa lambat atau berhenti.

Penyebab umum terjadi keguguran

Sebagian besar keguguran disebabkan oleh kelainan kromosom. Seringkali, embrio tidak dapat membelah dan tumbuh dengan baik.

Hal ini menyebabkan kelainan janin yang akan menghambat perkembangan kehamilan. Beberapa faktor lain yang dapat mengakibatkan keguguran, antara lain:

  • Tingkat hormon yang ireguler
  • Diabetes yang tidak terkontrol dengan baik
  • Paparan akibat bahaya lingkungan, seperti radiasi atau bahan kimia beracun
  • Mengalami infeksi tertentu
  • Serviks yang terbuka dan menipis sebelum bayi memiliki waktu untuk berkembang
  • Minum obat terlarang yang diketahui membahayakan bayi
  • Malnutrisi

Wanita di bawah usia 35 tahun memiliki sekitar 15 persen kemungkinan mengalami keguguran. Untuk wanita berusia 35 sampai 45 tahun memiliki risiko 20 hingga 35 persen untuk mengalami keguguran.

Sementara itu, wanita di atas usia 45 tahun memiliki kemungkinan keguguran hingga 50 persen.

Diagnosis dokter mengenai keguguran tanpa disadari

Kebanyakan wanita mencari pengobatan untuk keguguran saat mengalami perdarahan. Jika tidak ada perdarahan, dokter mungkin hanya akan mendiagnosis keguguran selama dilakukannya pemindaian rutin.

Seorang dokter mencurigai adanya keguguran dari indikasi lainnya, seperti penurunan kadar hormon kehamilan atau penurunan tidak biasa pada tanda-tanda kehamilan. Tes darah dapat menentukan kadar hormon dalam tubuh, yang dapat membantu menilai kemungkinan keguguran.

Untuk mendiagnosis keguguran secara meyakinkan, dokter harus melakukan USG untuk memeriksa detak jantung. Detak jantung tidak ditemukan hingga 6,5-7 minggu kehamilan, sehingga tidak adanya detak jantung sebelum waktu ini tidak menunjukkan tanda keguguran.

Dokter juga bisa melakukan scan beberapa hari untuk memastikan keguguran. Untuk mengetahui penyebab keguguran, dokter bisa merekomendasikan pemeriksaan lain, seperti pengujian genetik, pemindaian ultrasound lebih lanjut, atau pengujian darah.

Perlu dipahami, periode pemulihan fisik setelah keguguran mungkin memakan waktu beberapa pekan dan untuk memulihkan mental bisa lebih lama. Karena itu, penting untuk memiliki dukungan penuh untuk melewati masa-masa tersebut.

Jika kamu pernah mengalami beberapa kali keguguran, dokter mungkin melakukan tes untuk menentukan apakah kamu memiliki kondisi medis atau kelainan.

Ini bisa menunjukkan bahwa kamu memiliki kondisi yang memengaruhi kemampuan untuk hamil sehingga sangat penting berbicara dengan dokter sejak dini.

Baca juga: Darah Tinggi saat Hamil: Waspadai Bahaya dan Efeknya bagi Ibu dan Bayinya

Pastikan untuk mengecek kesehatan kamu dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Jaga kesehatan kamu dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference
  1. American Pregnancy (2020), diakses 1 Februari 2021. Signs of Miscarriage
  2. Very Well Family (2020), diakses 1 Februari 2021. Diagnosis of a Miscarriage Without Bleeding
  3. Healthline (2018), diakses 1 Februari 2021. How to Tell if You’re Having a Miscarriage Without Bleeding
  4. Medical News Today (2018), diakses 1 Februari 2021. Can you have a miscarriage without bleeding?
    register-docotr