Kehamilan

Darah Tinggi saat Hamil: Waspadai Bahaya dan Efeknya bagi Ibu dan Bayinya

January 19, 2021 | Ajeng Dwiri Banyu | dr. Raja Friska Yulanda
no-image

Darah tinggi saat hamil dapat menyebabkan masalah selama dan setelah melahirkan. Untuk itu, bagi Moms yang memiliki hipertensi atau darah tinggi selama kehamilan membutuhkan pemantauan ketat dari dokter.

Tekanan darah tinggi selama kehamilan tidak selalu berbahaya, akan tetapi kadang dapat menyebabkan komplikasi kesehatan yang parah bagi ibu dan bayi dalam kandungan. Nah, untuk mengetahui lebih lengkap mengenai darah tinggi saat hamil, yuk, simak penjelasan berikut.

Baca juga: Bahayakah Mengalami Alergi saat Hamil? Simak Penjelasan Lebih Lengkapnya!

Bagaimana darah tinggi saat hamil dapat terjadi?

Tidak jelas apa yang menjadi penyebab hipertensi selama kehamilan, tetapi ada beberapa faktor risiko termasuk riwayat tekanan darah tinggi jangka panjang atau penyakit ginjal kronis.

Dilansir dari Healthline, beberapa penyebab darah tinggi saat hamil, antara lain:

  • Tidak mendapatkan aktivitas fisik yang cukup.
  • Riwayat keluarga.
  • Hamil kembar atau lebih.
  • Menderita diabetes atau penyebab autoimun tertentu.

Tak hanya itu, terdapat faktor risiko tekanan darah tinggi selama kehamilan lainnya yang perlu diketahui, seperti berikut ini:

Gaya hidup

Pilihan gaya hidup yang tidak sehat dapat menyebabkan tekanan darah tinggi saat hamil. Kelebihan berat badan atau obesitas karena pola makanan tidak sehat dan kurang olahraga juga menjadi faktor risiko utama tekanan darah tinggi selama kehamilan.

Jenis kehamilan

Wanita yang mengalami kehamilan pertama lebih cenderung mengalami tekanan darah tinggi. Untungnya, kemungkinan kondisi ini lebih rendah pada kehamilan berikutnya.

Menurut American Society for Reproductive Medicine, menggunakan teknologi bantu, seperti IVF selama proses pembuahan dapat meningkatkan kemungkinan darah tinggi.

Usia

Usia juga bisa menjadi faktor penyebab darah tinggi saat hamil, yakni wanita berusia di atas 35 tahun. Tak hanya itu, wanita yang memiliki tekanan darah tinggi sebelum kehamilan berisiko lebih tinggi mengalami komplikasi dibandingkan wanita dengan tekanan darah normal.

Bahaya darah tinggi saat hamil yang perlu diketahui

Tekanan darah tinggi selama kehamilan bisa menimbulkan berbagai risiko kesehatan yang cukup berbahaya. Beberapa bahaya atau komplikasi akibat menderita darah tinggi saat hamil yang dimaksud, antara lain:

Aliran darah menurun ke plasenta

Jika plasenta tidak dapat cukup darah, bayi mungkin menerima lebih sedikit oksigen dan nutrisi.

Hal ini akhirnya akan mengakibatkan pertumbuhan yang lambat, berat badan lahir rendah, atau kelahiran prematur. Prematuritas dapat menyebabkan masalah pernapasan hingga peningkatan risiko infeksi.

Solusio plasenta

Kondisi yang sering disebut dengan preeklamsia ini dapat meningkatkan risiko kondisi di mana plasenta terpisah dari dinding dalam rahim sebelum melahirkan. Solusio yang sudah parah dapat menyebabkan perdarahan hebat yang mengancam jiwa ibu dan bayi. 

Sindrom HELLP

HELLP merupakan akronim dari hemolisis, peningkatan enzim hati dan jumlah trombosit yang rendah. Kondisi ini berbahaya dan mengancam jiwa karena dapat menjadi komplikasi dari preeklamsia. Beberapa gejala terkait HELLP, meliputi mual, muntah, sakit kepala, dan sakit perut bagian atas. 

Penanganan tepat terhadap darah tinggi saat hamil

Beberapa obat tekanan darah dianggap aman untuk digunakan selama kehamilan.

Namun, ada obat-obatan untuk menurunkan tekanan darah yang tidak boleh dikonsumsi saat hamil, seperti penghambat enzim pengubah angiotensin atau ACE, penghambat reseptor angiotensin II, dan penghambat renin.

Obat tersebut akan melewati aliran darah ke bayi dan berdampak negatif pada kesehatan janin dalam kandungan yang sedang berkembang.

Untuk menghindarinya, kamu bisa mengonsumsi metildopa dan labetalol karena merupakan obat yang dianggap aman untuk mengatur tekanan darah selama kehamilan.

Perlu diketahui, tekanan darah tinggi terutama selama kehamilan bisa berbahaya karena menyebabkan risiko terkena serangan jantung, stroke, dan komplikasi besar lainnya. Karena itu, perawatan bersama dokter sangat penting dilakukan.

Jika kamu memerlukan untuk mengontrol tekanan darah selama kehamilan, penyedia layanan kesehatan akan meresepkan obat teraman dengan dosis yang paling tepat. Saat mengonsumsi obat, minumlah seperti yang ditentukan dan jangan berhenti atau menyesuaikan dosis sendiri.

Baca juga: Perut Begah Saat Hamil: Penyebab dan Cara Mengatasinya

Pastikan untuk mengecek kesehatan kamu dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Jaga kesehatan kamu dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference
  1. CDC (2020), diakses 11 Januari 2021. High Blood Pressure During Pregnancy
  2. Healthline (2019), diakses 11 Januari 2021. High Blood Pressure During Pregnancy
  3. What to Expect (2020), diakses 11 Januari 2021. High Blood Pressure During Pregnancy (Gestational Hypertension)
    Berita Terkait
    register-docotr