Kulit & Perawatan Tubuh

Ingin Minum Pil KB untuk Mengobati Jerawat? Cek Dulu 5 Fakta Ini

January 19, 2021 | Dewi Nurfitriyana | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Jerawat bisa menurunkan rasa percaya diri. Jika selama ini cara umum untuk mengatasinya adalah melalui berbagai produk kecantikan, kali ini kita akan mengulas manfaat pil KB untuk mengobati jerawat.

Ya, biasa dipakai untuk membantu merencanakan kehamilan. Ternyata pil KB juga bisa diminum untuk membantu mengatasi jerawat, lho.

Baca juga: Katakan Selamat Tinggal pada Jerawat Batu, Begini Cara Menghilangkannya

1. Apakah pil KB bisa dipakai untuk mengobati jerawat?

Jerawat adalah sumber iritasi yang bisa menimbulkan kerusakan kulit dalam skala ringan hingga parah. Ini sering kali disebabkan oleh peningkatan hormon androgen, yang berperan dalam membentuk kelenjar sebaceous penghasil sebum, atau minyak.

Nah, jika kamu bertanya-tanya apakah pil KB bisa mengatasi masalah jerwat yang kamu alami? Maka jawabannya adalah iya.

Dilansir dari Healthline, hormon sintetis yang ditemukan di beberapa jenis pil KB kombinasi dapat mengurangi sekresi minyak dari kelenjar kulit, yang pada akhirnya akan berdampak pada berkurangnya jumlah jerawat.

2. Cara kerja pil KB dalam mengontrol jerawat

Dilansir dari Webmd, jerawat dipicu oleh produksi sebum yang berlebihan. Bersama dengan sel kulit, sebum dapat menyumbat pori-pori dan mendorong pertumbuhan bakteri sehingga berkontribusi pada jerawat.

Salah satu faktor yang berperan besar dalam merangsang kulit menghasilkan sebum berlebihan adalah hormon androgen. Pada wanita, hormon tersebut dihasilkan oleh ovarium dan kelenjar adrenal.

Mengonsumsi pil KB yang mengandung estrogen dan progesteron, dapat menurunkan jumlah androgen dalam tubuh. Sehingga memicu kulit menghasilkan lebih sedikit sebum. Akhirnya kemunculan jerawat pun akan berkurang dan tidak menjadi terlalu parah.

3. Pil KB mana yang harus dipilih?

Tidak semua hormon sintetis dalam pil KB bisa membantu mengatasi jerawat. Kamu harus memilih pil KB yang mengandung estrogen dan progestin atau pil KB kombinasi, agar efektif melawan jerawat.

Hal ini didukung sebuah ulasan pada 2012 oleh Cochrane Reviews, yang mengamati 31 percobaan tentang penggunaan alat kontrasepsi sebagai pengobatan jerawat.

Di situ disebutkan bahwa kebanyakan pil KB kombinasi menunjukkan hasil efektif dalam membantu mengatasi jerawat. Adapun pil KB jenis minipill yang hanya mengandung hormon progestin, tidak bisa dikonsumsi untuk memperbaiki jerawat.

Baca juga: KB untuk Ibu Menyusui yang Aman Apa Ya? Yuk Moms Simak 7 Pilihan Berikut

4. Aturan meminum pil KB untuk mengobati jerawat

Meski pil KB terbukti bisa mengobati jerawat, bukan berarti kamu bisa mengonsumsi pil ini sembarangan. Ada banyak kriteria yang harus dipenuhi, sebelum kamu memakai pil KB untuk mengobati jerawat.

Secara umum pil KB dapat digunakan untuk menangani semua jenis jerawat dalam skala ringan hingga parah. Biasanya alat kontrasepsi oral ini akan diberikan untuk mengobati jerawat sedang pada wanita yang:

  1. Berusia minimal 14 atau 15 tahun (tergantung merek)
  2. Sudah mulai menstruasi, dan
  3. Butuh kontrasepsi.

Penting untuk diketahui bahwa Pil KB hanya bekerja pada satu faktor penyebab jerawat, yakni sebum berlebih. Jadi jika penyebab jerawatmu tidak hanya masalah ini, maka dokter dapat memberikan penanganan dalam bentuk lain seperti obat topikal atau antibiotik.

Jika kamu memiliki jerawat yang parah disertai dengan menstruasi yang tidak teratur, rambut wajah berlebih, atau obesitas, dokter juga mungkin melakukan pengujian lebih lanjut untuk kondisi medis yang disebut sindrom ovarium polikistik atau kondisi hormonal lainnya.

5. Efek samping pil KB

Pil kontrasepsi dapat memiliki efek samping seperti sakit kepala, nyeri payudara, dan mual. Beberapa wanita berhenti minum pil ini karena mengalami beberapa masalah tersebut.

Dilansir dari NCBI, hingga saat ini belum ada cukup penelitian untuk mengatakan apakah efek samping seperti ini lebih umum terjadi pada pil KB tertentu dibandingkan dengan yang lain.

Selain itu alat kontrasepsi hormonal seperti pil KB, juga dapat meningkatkan risiko penggumpalan darah di kaki yang disebut trombosis vena dalam.

Meski risiko keseluruhannya rendah, namun pil KB generasi ketiga dan keempat, seperti pil yang mengandung desogestrel, dienogest, gestodene dan drospirenone, tampaknya punya risiko lebih besar dalam menyebabkan gangguan kesehatan tersebut.

Jaga kesehatan kamu dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

register-docotr