Kesehatan Mental

Beda Makna Antisosial dan Asosial yang Sering Salah Kaprah Digunakan

February 4, 2021 | Nanda Hadiyanti | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Sering menyebut diri sebagai orang yang antisosial? Yakin tidak salah membedakannya dengan asosial? Karena ternyata ada bedanya antisosial dan asosial, lho. Untuk lebih memahami beda makna antisosial dan asosial, berikut penjelasannya.

Beda makna antisosial dan asosial

Meski dalam kehidupan sehari-hari penggunaan asosial dan antisosial digunakan berganti-gantian untuk merujuk pada perilaku orang yang sulit melakukan interaksi sosial, tapi ada perbedaan yang mendasar di antara keduanya. 

Apa itu asosial?

Dikutip dari situs Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), sikap asosial adalah sikap yang tidak memedulikan kepentingan umum yang sedang terjadi. 

Sedangkan sebuah penelitian menyebutkan, sikap asosial bukan cuma tidak memedulikan kepentingan umum yang terjadi tetapi kurang termotivasi untuk terlibat interaksi dengan individu atau kelompok lain. 

Mereka yang asosial juga kurang memiliki kepekaan sosial. Orang yang asosial dapat bertingkah laku sesuai kehendaknya sendiri, mementingkan diri sendiri dan terkadang hal tersebut bisa menyebabkan masalah dalam bersosialisasi. 

Orang yang asosial memilih untuk tidak terlibat interaksi sosial karena merasa tidak tertarik dengan kelompok sosial. Namun, pilihan itu tidak menjadikan mereka berurusan dengan masalah serius dalam kehidupan sosial, misalnya, tidak melanggar hukum. 

Definisi antisosial 

Dilansir dari Mayoclinic, antisosial juga disebut sosiopati adalah salah satu gangguan jiwa. Di mana orang yang mengalaminya secara konsisten tidak memahami mana yang salah dan mana yang benar. 

Orang tersebut juga tidak peduli dengan hal dan perasaan orang lain. Orang yang mengalami gangguan antisosial cenderung bersikap kasar dan memusuhi orang lain. Mereka juga melakukan manipulasi dan tidak peduli dengan perasaan orang lain. 

Hal penting lainnya, orang antisosial tidak merasa bersalah atau tidak menyesal dengan tindakan mereka. Karena itu antisosial seringkali menjadi penjahat dan melanggar hukum. 

Tak jarang mereka terlibat dengan penggunaan narkoba atau ketergantungan alkohol. Mereka juga mungkin berbohong, impulsif dan tidak data memenuhi tanggung jawab yang berkaitan dengan keluarga, pekerjaan atau sekolah. 

Beda antisosial dan asosial dari gejala yang dialami

Jika kamu lebih memilih menarik diri dari perkumpulan sosial dan tidak tertarik dengan interaksi sosial, kamu mungkin adalah orang yang asosial. Karena dua hal tersebut adalah gejala yang umum terjadi.

Namun, orang yang asosial tidak melulu juga mengalami antisosial. Antisosial memiliki gejala yang lebih tampak, karena umumnya menyebabkan hal-hal yang melanggar norma. Berikut gejala orang yang mengalami gangguan antisosial. 

  • Tidak peduli mana yang salah dan benar
  • Menipu atau berbohong untuk mengeksploitasi orang lain
  • Tidak hormat, tidak patuh, atau tidak berperasaan
  • Melakukan manipulasi untuk mendapatkan keuntungan pribadi
  • Arogansi dan superior, mereka juga keras kepala
  • Terlibat masalah hukum
  • Impulsif
  • Tidak bisa berkomitmen atau berulang melanggar hak orang lain
  • Melakukan kekerasan, permusuhan dan mudah tersinggung
  • Tidak menyesal telah menyakiti atau melakukan hal yang merugikan orang lain
  • Melakukan hal berbahaya tanpa peduli keselamatan orang lain dan diri sendiri
  • Tidak bertanggung jawab dan kerap gagal dalam melakukan kewajiban

Apa yang menyebabkan perilaku antisosial? 

Jika asosial biasanya dilakukan atas pilihan diri yang merasa lebih nyaman tidak terlibat interaksi sosial, pada antisosial tidak diketahui penyebab pastinya. Gejala antisosial bisa dipengaruhi oleh penyebab berikut ini:

  • Gen dan situasi kehidupan yang memicu kondisi semakin parah
  • Perubahan fungsi otak yang terjadi saat otak berkembang

Selain itu, beberapa faktor risiko berikut juga bisa memengaruhi gangguan antisosial:

  • Adanya diagnosis gangguan perilaku anak
  • Riwayat keluarga yang mengalami antisosial atau gangguan kepribadian lain atau gangguan kesehatan mental lain
  • Pernah mengalami pelecehan atau penelantaran saat masih kecil
  • Kondisi keluarga yang tidak stabil, mengalami kekerasan atau masalah saat sejak masih anak-anak

Untuk mengatasi gangguan antisosial diperlukan tindak lanjut dalam jangka panjang. Karena umumnya mereka yang antisosial tidak memercayai mengalami gangguan.

Carilah bantuan medis di bidang kesehatan mental jika orang disekitar kamu curigai mengalami gangguan antisosial. 

Itu tadi ulasan tentang bedanya antisosial dan asosial. Jadi jangan salah sebut lagi, ya. Karena ada perbedaan yang jelas terlihat di antara keduanya. 

Punya pertanyaan lain seputar kesehatan mental? Konsultasikan melalui Good Doctor. Mitra dokter kami siap memberikan solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Mayoclinic, diakses 31 Januari 2021
Antisocial personality disorder
Health.harvard.edu, diakses 31 Januari 2021
Antisocial personality disorder
KPAI, diakses 31 Januari 2021
Waspadai Sikap Asosial
Psychologytoday, diakses 31 Januari 2021
Don’t Say You’re Anti-Social

    register-docotr