Info Sehat

7 Ciri-ciri Kecanduan Kopi yang Sering Tak Disadari, Apa Saja?

February 4, 2021 | Muhammad Hanif S. | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Selain teh, kopi adalah minuman yang sering menjadi teman di banyak suasana. Sayangnya, terlalu sering meminumnya bisa memberi efek tertentu pada tubuh. Sering sulit berkonsentrasi misalnya, bisa jadi itu adalah ciri-ciri kecanduan kopi.

Lantas, apa saja dampak pada tubuh akibat sering minum kopi? Bagaimana ciri-cirinya? Yuk, temukan jawabannya dengan ulasan berikut ini!

Mengenal tentang kondisi kecanduan kopi

Sama seperti zat adiktif lainnya, kopi bisa membuat ketagihan secara fisik. Kafein adalah salah satu kandungan yang membuatmu bisa kecanduan minuman tersebut. Konsumsi kafein yang teratur dan berkelanjutan dapat menyebabkan perubahan kimiawi pada otak.

Menurut sebuah riset pada 2013 yang terbit di Journal of Caffeine Research, sel-sel di otak mungkin mulai menghasilkan lebih banyak reseptor adenosin sebagai cara mengimbangi reseptor lain yang terblokir karena kafein.

Semakin bertambah jumlahnya, tubuh akan memintamu lebih sering minum kopi agar terjadi keseimbangan antara reseptor yang muncul dan yang terblokir.

Inilah alasan mengapa saat menghentikan kebiasaan minum kopi, kamu akan merasakan gejala-gejala pada tubuh. Sebab, ada sejumlah perubahan pada kinerja sel di otak.

Baca juga: Sering Minum Kopi saat Perut Kosong? Waspadai 5 Efek Berikut!

Ciri-ciri kecanduan kopi

Tanda dari kecanduan kopi bisa dirasakan kapan saja, termasuk saat ketika kamu melewatkan beberapa cangkir dalam sehari. Berikut beberapa ciri-ciri kecanduan kopi yang perlu kamu tahu:

1. Sesak dada dan heartburn

Ciri-ciri kecanduan kopi yang pertama adalah sesak dada dan heartburn. Kafein pada kopi bisa meningkatkan jumlah asam di lambung yang dapat menyebabkan beberapa masalah pencernaan. Konsumsi dengan porsi yang tepat mungkin tak jadi masalah.

Tapi jika sudah terlalu banyak menyeruput kopi, kamu mungkin akan merasakan heartburn atau sensasi panas di dada. Kondisi tersebut dipicu oleh naiknya asam lambung ke kerongkongan karena kadarnya yang meningkat drastis.

2. Otot berkedut

Asupan kafein terlalu banyak dapat mengganggu penyerapan kalsium. Keadaan tersebut bisa memicu penipisan tulang, yang pada akhirnya dapat membuatmu sering merasakan otot berkedut.

Dikutip dari Healthline, gejala yang sama juga bisa terjadi saat kamu menghentikan kebiasaan minum kopi secara tiba-tiba.

3. Tekanan darah tinggi

Kafein diserap tubuh dari lambung, kemudian masuk ke aliran darah pada satu hingga dua jam setelahnya. Zat itu dapat membuat tekanan darah meningkat dalam waktu yang singkat. Efek ini diduga karena peningkatan adrenalin dan penghambat hormon yang bekerja melebarkan arteri.

Jika jantung mulai berdetak tak beraturan, jangan paksa tubuh untuk minum lebih banyak kopi. Ini bisa memacu jantung untuk bekerja lebih keras. Lama-kelamaan, fungsi organ tersebut bisa menurun dan kamu dapat mengalami berbagai gangguan pada jantung.

Pada kasus yang jarang terjadi, overdosis kafein dapat menyebabkan kematian karena kejang yang dipicu oleh detak jantung tidak beraturan.

4. Sulit konsentrasi

Kopi mungkin bisa membantumu mencegah kantuk di pagi hari. Sayangnya, ada efek lain yang perlu kamu perhatikan jika sudah kecanduan meminumnya, yaitu sulit berkonsentrasi.

Menurut sebuah penelitian yang terbit di Journal of the Academic of Nurse Practitioners, kafein pada kopi bisa membuat tubuh sulit menjaga fokus. Untuk urusan akademik, hal tersebut bukanlah sesuatu yang baik.

5. Sering buang air kecil

Percaya atau tidak, konsumsi banyak kafein bisa membuatmu sering buang air kecil, lho. Dikutip dari Mayo Clinic, sama seperti teh, kopi adalah salah satu minuman yang bersifat diuretik, kondisi ketika tubuh lebih banyak menyerap cairan dan mengeluarkannya sebagai urine.

Dalam waktu yang sama, kamu juga akan merasakan dehidrasi. Sebab, cairan di tubuh sudah banyak terserap dan akan dibuang melalui kencing. Belum lagi, seperti yang telah disebutkan, kondisi tersebut bisa diperparah dengan gangguan pencernaan yang mungkin terjadi.

6. Sakit kepala

Jika kamu sering merasakan sakit kepala atau pusing tanpa sebab, bisa jadi itu adalah ciri-ciri kecanduan kopi. Menurut penjelasan pakar diet Maggie Moon, M.S., R.D.N., pusing bisa menyerang kepala 12 hingga 24 jam setelah kamu terakhir kali minum kopi.

Pada akhirnya, untuk mengatasi kondisi itu, beberapa orang memutuskan untuk minum kopi lagi. Inilah siklus ketagihan yang sepertinya tak akan berujung.

Saat tidak ada kafein di dalam tubuh (pada orang yang terbiasa minum kopi), pembuluh darah akan membesar, membuat ujung saraf iritasi lalu memicu nyeri dan denyutan di pusatnya, yaitu otak.

7. Sulit tidur

Ciri-ciri kecanduan kopi yang terakhir adalah sulit tidur. Menurut sebuah penelitian, keberadaan kafein di dalam tubuh bisa menekan kadar melatonin atau hormon pemicu kantuk.

Tak hanya itu, hormon kesenangan seperti serotonin yang bisa membuatmu tidur nyenyak juga terganggu.

Reseptor adenosin yang dapat memacu rasa lelah juga dapat ikut terdampak. Jadi, ada banyak mekanisme di dalam tubuh yang dapat membuatmu sulit tidur akibat kecanduan minum kopi. Sebaiknya, hindari minum kopi beberapa jam sebelum beranjak ke kasur.

Nah, itulah ulasan tentang ciri-ciri kecanduan kopi yang perlu kamu tahu. Untuk meminimalkan beberapa efek di atas, sebaiknya batasi konsumsi harian kopi maksimal 4 cangkir atau setara 950 ml.

Konsultasikan masalah kesehatan kamu dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

  1. Healthline, diakses 27 Januari 2021, Are Coffee and Caffeine Addictive? A Critical Look.
  2. Healthline, diakses 27 Januari 2021, The Effects of Caffeine on Your Body.
  3. Bustle, diakses 27 Januari 2021, 7 Weird Signs You’re Addicted To Caffeine.
  4. Men’s Health, diakses 27 Januari 2021, 6 Signs You’re Addicted To Your Morning Coffee.
  5. Mayo Clinic, diakses 27 Januari 2021, Nutrition and healthy eating.
  6. National Center for Biotechnology Information (NCBI), diakses 27 Januari 2021, Caffeine Use Disorder: A Comprehensive Review and Research Agenda.
  7. National Center for Biotechnology Information (NCBI), diakses 27 Januari 2021, The effects of coffee consumption on sleep and melatonin secretion.

    register-docotr