Mau Tahu Fakta Soal Kehidupan Seksual Setelah Punya Anak? Yuk, Simak Selengkapnya, Moms!

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin

Kehidupan seksual setelah memiliki anak ternyata menyimpan fakta yang belum banyak diketahui, lho! Ya, memiliki bayi merupakan pengalaman yang luar biasa dan dapat mengubah hidup, tetapi ternyata untuk kehidupan seksual akan menyebabkan masalah berbeda.

Tidak peduli seberapa cinta Moms dengan si kecil, merawat bayi yang baru lahir dapat berdampak serius pada kehidupan seksual. Nah, untuk itu yuk simak beberapa fakta mengenai kehidupan seksual setelah punya anak.

Baca juga: Lakukan dan Konsisten, Ini Olahraga yang Tepat Untuk Mengatasi Adiksi Merokok!

Fakta tentang kehidupan seksual setelah punya anak

Banyak hal yang perlu diperhatikan ketika ingin kembali melakukan hubungan seksual, terutama pasca melahirkan.

Dilansir dari Webmd, biasanya dokter baru akan memperbolehkan wanita untuk berhubungan seksual dengan pasangan antara empat hingga enam minggu setelah melahirkan.

Sebelum mulai berhubungan seksual kembali, perhatikan juga apakah masalah keputihan sudah menghilang. Berhubungan seks sebelum keputihan berhenti total bisa menempatkan diri sendiri pada risiko terjadinya infeksi.

Jika Moms memiliki banyak jahitan akibat persalinan secara sesar, maka hubungan seksual mungkin memakan waktu lebih lama.

Jahitan yang belum sepenuhnya sembuh berisiko tinggi untuk kembali terbuka sehingga perlu konsultasi lebih lanjut dengan dokter. Nah, berikut fakta mengenai kehidupan seksual setelah punya anak yang perlu diketahui.

Seks pasca melahirkan tidak akan nyaman

Meski Moms melahirkan dengan cara sesar, hormon pasca melahirkan dapat menyebabkan masalah berupa ketidaknyamanan di area organ kelamin.

Rasa tidak nyaman ini mungkin terjadi akibat trauma persalinan, tetapi rendahnya kadar estrogen yang memengaruhi keelastisitasan jaringan vagina. Kadar estrogen umumnya akan menurun setelah melahirkan dan tetap rendah saat menyusui.

Ketika seorang wanita menyusui terutama di awal, maka penurunan estrogen dikombinasikan dengan kadar prolaktin dan oksitosin yang tinggi. Karena itu, vagina akan mengalami kekeringan dan menyebabkan rasa sakit ketika seks.

Vagina sudah berubah

Vagina dapat berubah tergantung pada usia dan berapa banyak anak yang Moms miliki. Bahkan, seorang wanita yang melahirkan melalui proses sesar juga dapat terpengaruh karena hormon-hormon kehamilan melebarkan pelvis.

Karena itu, ukuran celana akan bertambah meski berat badan sudah kembali seperti sebelum hamil. Namun, Moms tidak perlu khawatir karena senam kegel bisa dilakukan untuk mengembalikan daya cengkeram vagina.

Gairah untuk seks menurun

Seorang wanita mungkin akan memiliki gairah seks yang menurun akibat berbagai hal. Salah satunya kurang tidur sehingga terjadi perubahan dinamis mengenai masalah citra tubuh untuk bersemangat dalam bercinta.

Perlu diketahui, secara antropologis menjaga gairah seks tetap rendah merupakan cara tubuh untuk mencegah kehamilan lain terlalu cepat.

Namun, tidak perlu khawatir karena gairah bercinta akan muncul kembali segera setelah Moms bisa menyesuaikan diri dengan kondisi dan peran baru yang dimiliki.

Jujurlah dengan pasangan

Jika kamu memiliki kesulitan untuk melanjutkan kehidupan seksual, terlepas dari masalah fisik maka mungkin sudah saatnya melihat secara emosional dalam hubungan dengan pasangan.

Tanyakan juga pada diri sendiri mengenai apa yang membuat kamu tidak ingin mengekspresikan keintiman dengan pasangan melalui seks.

Salah satu penghambat emosi yang khas adalah perasaan marah mengenai hal sepele, seperti mengganti popok. Bicarakanlah dengan pasangan karena bisa membantu kamu dalam menghadapi masalah ketidakinginan untuk melakukan hubungan seksual pasca melahirkan.

Gangguan emosi lainnya

Gangguan emosi lain biasanya berasal dari kesadaran tubuh dan kelelahan mental yang dialami. Banyak masalah yang dapat diatasi melalui diskusi dengan pasangan seksual.

Mengandalkan dukungan pasangan bisa menegaskan kepada diri sendiri untuk menyelesaikan masalah tanpa menyebabkan pertengkaran. Jangan lupa juga untuk mengajak pasangan melakukan konseling bersama dokter.

Dokter biasanya akan merekomendasikan agar setiap pasangan secara proaktif mencari terapi setidaknya satu kali setelah melahirkan. Hal ini penting dilakukan karena mungkin bisa membantu menyelesaikan masalah kecil sebelum menjadi sesuatu yang besar.

Baca juga: Selain Hiperaktif, Berikut Ciri-Ciri Autisme yang Paling Umum Terlihat!

Jelajahi alternatif seksual

Menjelajahi alternatif seksual untuk mendapatkan kepuasaan secara maksimal perlu dilakukan, terutama jika wanita baru saja melahirkan.

Jika tidak siap untuk melakukan hubungan seksual penuh, pertimbangkan untuk melakukan seks oral, stimulasi manual, atau bisa dengan pijatan erotis agar lebih dekat dengan pasangan.

Bahkan, ketika tidak merasa adanya rangsangan seksual maka cobalah untuk tetap melakukan kontak fisik seperti berciuman, berpelukan, atau berpegangan tangan. Hal ini tidak hanya bisa mempererat hubungan, tetapi juga menjaga perasaan pasangan.

Tanyakan masalah kesehatan seksual bersama dokter di Good Doctor. Konsultasikan juga secara online hanya di Grabhealth Apps, ya!

  1. Webmd (2015), diakses 17 Juli 2020. Your Sex Life After Baby
  2. Parents.com (2019), diakses 17 Juli 2020. 8 Surprising Truths About Sex After Birth
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin