Penyakit Jantung

Jalapeno, Cabai Asal Meksiko yang Bermanfaat untuk Kesehatan Jantung

December 30, 2020 | Nik Nik Fadlah | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Bagi para penggemar pedas, mungkin sudah tidak asing lagi mendengar cabai jalapeno. Cabai yang berasal dari Meksiko ini tidak hanya bisa menambah rasa pada makanan saja, melainkan juga memiliki banyak manfaat lho, salah satunya dapat menjaga kesehatan jantung.

Baca juga: Alami Sakit Perut Karena Makan Pedas? Ini Penyebabnya!

Mengenal jalapeno

Meksipun biasanya digunakan dalam masakan khas Meksiko, popularitas jalapeno (jalapeños) kian lama kian meningkat. Bahkan, cabai ini juga tumbuh di California dan di bagian barat daya Amerika.

Kebanyakan, jalapeno berwarna hijau tua. Namun, sebagian memiki warna merah, ungu, atau warna cerah lainnya ketika matang. Jalapeno berukuran sekitar 2 hingga 3 inci. Jalapeno memiliki tingkat kepedasan sebesar 2.500-10.000 skala Scoville (skala ukuran rasa pedas).

Jalapeno adalah cabai yang rendah akan kalori, namun kaya akan vitamin, mineral, serat dan antioksidan. Bahkan, satu jalapeno mengandung:

  • Kalori: 4 kal
  • Serat: 0,4 gram
  • Vitamin C: 10 persen dari referensi asupan harian (RDI)
  • Vitamin B6: 4 persen dari RDI
  • Vitamin A: 2 persen dari RDI
  • Vitamin K: 2 persen dari RDI
  • Folat: 2 persen dari RDI
  • Mangan: 2 persen dari RDI
  • Karbohidrat: 1 gram
  • Protein: 0,1 gram

Salah satu senyawa penting yang terdapat di dalam jalapeno adalah capsaicin, yakni komponen aktif pada cabai yang memberikan karakteristik pedas, namun memiliki manfaat bagi kesehatan.

Benarkah jalapeno berkhasiat bagi kesehatan jantung?

Diabetes, kolesterol tinggi, serta tekanan darah tinggi merupakan faktor risiko terbesar pada penyakit jantung. Seperti yang sudah diketahui bahwa salah satu manfaat dari jalapeno yakni baik untuk kesehatan jantung.

Hal ini karena kandungan capsaicin yang dimiliki oleh jalapeno. Sebab, capsaicin dapat mengurangi dampak dari faktor risiko penyakit jantung, yang dapat membantu menjaga kesehatan jantung.

Mengonsumsi sekitar 5 gram cabai sebelum mengonsumsi makanan tinggi karbohidrat dapat membantu menstabilkan gula darah. Di sisi lain, ini juga dapat membantu mengontrol lonjakan gula darah yang terjadi setelah makan.

Sebagai tambahan, jalapeno kaya akan kandungan vitamin A, vitamin C dan bioflavonoid yang dapat membantu memperkuat pembuluh darah. Sehingga dapat menyeimbangkan tingkat tekanan darah, yang mana dapat mengurangi risiko serangan jantung dan stroke.

Penelitian yang mendukung jalapeno baik untuk kesehatan jantung

Pada penelitian yang dilakukan terhadap hewan, capsain telah terbukti dapat menurunkan kadar kolesterol lipid. Namun, belum ada penelitian yang telah dilakukan pada manusia.

Selain itu, penelitian pada hewan juga menunjukkan bahwa capsaicin dapat membantu menurunkan tekanan darah dengan membuat pembuluh darah menjadi rileks.

Penelitian terdahulu memang menunjukkan bahwa capsaicin dan cabai mungkin saja bermanfaat untuk kesehatan jantung. Meskipun demikian, masih diperlukan banyak bukti yang kuat untuk menunjukkan kemanjuran capsaicin bagi kesehatan jantung pada manusia.

Baca juga: Suka Pedas? Ini Dampak Konsumsi Saus Sambal Berlebihan bagi Kesehatan

Manfaat lain dari jalapeno

Tak hanya dapat bermanfaat bagi kesehatan jantung saja, jalapeno juga memiliki manfaat lain yang perlu kamu tahu, seperti:

1. Menurunkan berat badan

Jalapeno dapat membantu menurunkan berat badan dengan cara meningkatkan metabolisme tubuh, sehingga dapat meningkatkan proses pembakaran lemak di tubuh serta mengontrol napsu makan.  

Beberapa penelitian telah menemukan bahwa capsaicin dan senyawa serupa lainnya yang disebut dengan capsaicinoid dapat meningkatkan metabolisme sebsesar 4-5 persen per hari.

Meskipun demikian, banyak dari penelitian yang yang menyelidiki efek capsaicin atau cabai secara umum, bukan hanya jalapeno saja.

2. Melawan kanker

Manfaat jalapeno yang satu ini juga tidak lepas dari kandungan capsaicin. Studi laboratorium menunjukkan bahwa capsaicin memiliki sifat anti-kanker yang kuat dan mampu untuk membunuh lebih dari 40 jenis sel kanker tanpa membahayakan sel normal.

Capsaicin sendiri melawan kanker dengan cara menghentikan pertumbuhan ataupun pembelahan sel kanker, memperlambat pertumbuhan pembuluh darah baru di sekitar tumor kanker, serta mencegah penyebaran kanker pada area tubuh lainnya.

Akan tetapi, penelitian terhadap manusia belum menemukan manfaat anti-kanker yang sama seperti yang telah ditemukan pada penelitian laboratorium. Maka dari itu, diperlukan lebih banyak penelitian bagaimana cabai memengaruhi risiko kanker pada manusia.

3. Meredakan nyeri

Capsaicin adalah pereda nyeri alami. Dengan catatan, hanya untuk penggunaan eksternal. Jika kamu menginginkan efek pereda nyeri, kamu dapat menggunakan krim, salep atau lotion yang mengandung bahan tersebut.

Capsaicin bekerja dengan cara meredakan rasa sakit, memblokir sementara reseptor rasa sakit di area tertentu.

Nah, itulah beberapa informasi mengenai cabai jalapeno untuk kesehatan jantung dan manfaat lainnya. Meskipun jalapeno memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, konsumsi cabai secara berlebihan sangat tidak disarankan.

Jika kamu memiliki kondisi kesehatan tertentu, janganlah mengonsumsi jalapeno atau cabai sebelum berkonsultasi pada dokter. Ini dilakukan guna menghindari efek samping yang mungkin saja dapat ditimbulkan.

Punya pertanyaan lebih lanjut seputar kesehatan? Silakan chat kami melalui Aplikasi Good Doctor. Mitra dokter kami siap membantumu dengan akses layanan 24/7. Jangan ragu untuk berkonsultasi, ya!

Reference

Healthline (2018). Diakses pada 29 Desember 2020. 7 Surprising Health Benefits of Jalapeños 

Healthbenefitstimes.com. Diakses pada 29 Desember 2020. Jalapeno pepper-Capsicum anuum 

Webmd (2019). Diakses pada 29 Desember 2020. Health Benefits of Jalapeños 

Negulesco J A, S A Noel (1987). Effects of pure capsaicinoids (capsaicin and dihydrocapsaicin) on plasma lipid and lipoprotein concentrations of turkey poults. NIH (diakses pada 29 Desember 2020)

Yang, Dachun, Zhidan Luo (2010). Activation of TRPV1 by dietary capsaicin improves endothelium-dependent vasorelaxation and prevents hypertension. NIH (diakses pada 29 Desember 2020)

Hursel R, dan M S Westerterp-Plantenga (2010). Thermogenic ingredients and body weight regulation. NIH (diakses pada 29 Desember 2020)

Bley, Keith, Gary Boorman (2012). A comprehensive review of the carcinogenic and anticarcinogenic potential of capsaicin. NIH (diakses pada 29 Desember 2020)

López-Carrillo, Lizbeth, Malaquías López-Cervantes (2003). Capsaicin consumption, Helicobacter pylori positivity and gastric cancer in Mexico. NIH (diakses pada 29 Desember 2020)

 

    register-docotr