Diet dan Nutrisi

5 Jenis Teh yang Ampuh Bakar Lemak di Perut dan Turunkan Berat Badan

December 30, 2020 | Muhammad Hanif S. | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Memiliki tubuh ideal adalah idaman bagi sebagian orang. Banyak cara dilakukan untuk mendapatkan hasil tersebut. Selain olahraga dan diet khusus, kamu bisa menurunkan berat dengan rutin mengonsumsi jenis teh tertentu.

Beberapa jenis teh bisa mengoptimalkan proses pembakaran lemak dan kalori. Apa saja? Yuk, simak ulasan lengkapnya berikut ini!

Jenis-jenis teh yang ampuh bakar lemak di perut

Setidaknya ada lima jenis teh yang bisa kamu konsumsi secara rutin untuk membantu menurunkan berat badan. Mulai dari yang sudah umum seperti teh hijau, hingga yang mungkin terdengar kurang populer seperti teh putih.

1. Teh hijau

Teh pertama yang bisa membantu menurunkan berat badan adalah teh hijau. Adanya kandungan antioksidan berupa katekin yang tinggi dipercaya dapat meningkatkan metabolisme dan membantu proses pemecahan lemak.

Katekin bekerja dengan cara mengaktifkan kinase, enzim yang dapat membantu tubuh menggunakan dan mengolah lemak menjadi sumber energi.

Menurut sebuah uji klinis pada 2008 yang melibatkan 60 orang obesitas, konsumsi ekstrak teh hijau secara rutin selama tiga bulan dapat membantu menurunkan 3,3 kg berat badan dan membakar 183 kalori lebih banyak setiap harinya.

2. Teh hitam

Meski kurang populer jika dibandingkan dengan jenis teh lain, teh hitam cukup efektif dalam membantu menurunkan berat badan, lho. Dikutip dari Medical News Today, teh hitam dibuat dari daun tanaman Camellia sinensis yang telah layu setelah dipanen.

Proses oksidasi menjadikan daun tetap terpapar udara dalam waktu yang lama. Hal tersebut membuat enzim memecah sejumlah bahan kimia pada daun, lalu menghasilkan warna gelap dan aroma yang khas.

Menurut sebuah studi, kandungan teh hitam dapat menekan kadar glukosa dan trigliserida dalam darah, yang berkontribusi dalam penurunan berat badan.

Belum lagi, kandungan kafein dan flavonoid yang tinggi juga berperan dalam pembakaran kalori lebih optimal. Minum tiga cangkir teh hitam rutin dipercaya dapat membantu mengecilkan lingkar pinggang secara signifikan.

Baca juga: Teh Hitam atau Kopi Hitam, Mana yang Lebih Menyehatkan?

3. Teh oolong

Teh oolong adalah minuman tradisional dari Tiongkok yang dibuat dari proses oksidasi sebagian, menempatkannya di antara teh hijau dan teh hitam. Proses tersebut memengaruhi sejumlah kandungan aktif di dalamnya, salah satunya adalah polifenol.

Menurut studi pada tahun 2005, teh oolong dapat mempercepat laju metabolisme (metabolism rate) dan pembakaran lemak. Dua hal tersebut dipercaya bisa mengoptimalkan program penurunan berat badan yang sedang kamu jalankan.

Penelitian lainnya juga menyebutkan bahwa dibandingkan dengan air, teh oolong bisa menghasilkan energi 2,9 persen lebih besar atau setara dengan pembakaran 280 kalori per hari.

4. Teh putih

Teh berikutnya yang cocok dikonsumsi untuk membantu menurunkan berat badan adalah teh putih. Berbeda dengan kebanyakan jenis teh lain, teh putih dihasilkan dari daun tanaman C. sinensis yang masih sangat muda.

Teh putih merupakan teh yang tidak melalui banyak proses pengolahan, sehingga berbagai mikronutriennya terjaga dengan baik, termasuk kandungan polifenol sebagai zat pembakar lemak. Tak hanya itu, senyawa katekin yang dimiliki juga setara dengan yang ada pada teh hijau.

Teh putih dapat membantu memecah lemak dan mencegah pembentukan sel lemak baru. Tentu, hal tersebut bisa meminimalkan risiko penambahan berat badan. Teh putih juga bisa meningkatkan laju metabolisme hingga memacu proses pembakaran kalori 100 kali lebih banyak.

Tak hanya membantu turunkan berat badan, teh putih juga punya beragam manfaat lain yang menakjubkan untuk kesehatan, lho. Dikutip dari Healthline, teh tersebut bisa menjaga kesehatan mulut hingga membunuh sel kanker.

5. Teh pepermin

Jenis teh terakhir yang bisa dipakai untuk membantu menurunkan berat badan adalah teh pepermin alias peppermint tea. Secangkir teh pepermin panas dipercaya bisa menekan nafsu makan secara alami.

Bahkan, hanya dengan menghirup aromanya setiap dua jam, kamu dapat merasakan efek yang sama.

Teh yang terbuat dari campuran daun mint ini merupakan minuman tradisional yang umum ditemukan pada budaya Timur Tengah. Selain bisa mengurangi nafsu makan, teh pepermin juga hanya mengandung sedikit kalori.

Mengutip dari Live Strong, secangkir teh pepermin berukuran 8 ons (setara 200 ml) hanya memiliki 2 kalori saja. Sedikit kalori yang masuk membuat tubuh lebih cepat untuk membakarnya. Sehingga, potensi penumpukan hingga menyebabkan obesitas bisa diminimalkan.

Nah, itulah 5 jenis teh yang bisa kamu konsumsi untuk membantu menurunkan berat badan. Untuk hasil terbaik, imbangi juga dengan olahraga dan pola makan bergizi, ya!

Konsultasikan masalah kesehatan kamu dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

  1. Times of India, diakses 29 Desember 2020, Weight Loss: 5 teas to burn belly fat.
  2. Healthline, diakses 29 Desember 2020, The 6 Best Teas to Lose Weight and Belly Fat.
  3. Healthline, diakses 29 Desember 2020, 12 Science-Backed Benefits of Peppermint Tea and Extracts.
  4. Medical News Today, diakses 29 Desember 2020, What are the health benefits of black tea?
  5. Live Strong, diakses 29 Desember 2020, Mint Tea & Weight Loss.
  6. National Center for Biotechnology Information (NCBI), diakses 29 Desember 2020, Effectiveness of green tea on weight reduction in obese Thais: A randomized, controlled trial.
  7. National Center for Biotechnology Information (NCBI), diakses 29 Desember 2020, Pu-erh tea polysaccharides decrease blood sugar by inhibition of α-glucosidase activity in vitro and in mice.
  8. National Center for Biotechnology Information (NCBI), diakses 29 Desember 2020, Comparative studies on the hypolipidemic and growth suppressive effects of oolong, black, pu-erh, and green tea leaves in rats.
  9. National Center for Biotechnology Information (NCBI), diakses 29 Desember 2020, Oolong tea increases metabolic rate and fat oxidation in men.

    register-docotr