Covid-19

Mengenali Beda Ruam Kulit Biasa dengan Gejala COVID-19

December 30, 2020 | Dewi Nurfitriyana | dr. Raja Friska Yulanda
no-image

Beberapa waktu yang lalu selebritas Indonesia, Dewi Persik, mengumumkan bahwa dirinya terinfeksi oleh virus COVID-19. Salah satu hal yang mencuri perhatian dari berita ini, adalah adanya gejala ruam kulit yang muncul di sekujur tubuh artis tersebut.

Dikutip dari Pubmed.NCBI, gangguan kulit seperti ini pertama kali diketahui menulari sekitar 18 pasien dari 88 orang penderita virus COVID-19 di Italia.

Telah dicurigai sejak lama, para ahli percaya bahwa kemampuan virus COVID-19 dalam mengganggu kekebalan tubuh memang sangat berpeluang memberikan dampak tertentu pada kulit.

Baca juga: Benarkah Penderita HIV/AIDS Lebih Berisiko Terinfeksi COVID-19?

Bagaimana membedakan ruam akibat COVID-19 atau hal lain?

Dr. Marie Hayag, seorang dokter kulit yang berbasis di New York, Amerika Serikat, mengungkapkan bahwa ruam yang terdapat pada penderita COVID-19 memiliki bentuk dan gejala yang bermacam-macam.

Mulai dari berupa benjolan merah atau merah muda pada kulit yang datang dan pergi dalam waktu 24 jam, ruam seperti cacar air yang meliputi benjolan dan lepuh berisi cairan, sampai yang lebih parah dari itu.

Area kulit yang umum menjadi lokasi munculnya ruam pada penderita COVID-19 adalah batang tubuh, lengan, dan kaki. Beberapa bahkan mengalami lesi ungu atau biru di jari kaki mereka. Kondisi tersebut secara informal disebut dengan istilah “COVID toes“.

Jenis-jenis ruam kulit akibat COVID-19

Untuk sedikit memberikan gambaran, berikut adalah jenis ruam kulit yang umum muncul pada penderita COVID-19.

Urtikaria

Biduran sebagai salah satu gejala ruam kulit pada penderita COVID-19. Sumber: Shutterstock

Istilah awam dari gangguan kulit yang satu ini adalah biduran. Ini dapat muncul sejak awal infeksi, tetapi juga dapat berlangsung lama setelah pasien tidak lagi menular.

Cirinya ruam muncul sebagai bintik yang timbul tiba-tiba pada kulit. Ini bisa datang dan pergi dalam waktu yang cukup cepat, yakni dalam hitungan jam.

Rasanya biasanya sangat gatal dan mengenai bagian tubuh mana pun. Jika mempengaruhi wajah, bisa menyebabkan pembengkakan pada bibir dan kelopak mata.

Apabila pasien mengalami pembengkakan di bibir, penting untuk memeriksanya sesegera mungkin untuk mengetahui apakah ada kesulitan bernapas atau mengi, karena hal ini memerlukan perhatian medis segera.

Ruam eritemato-papular atau eritemato-vesikuler

Ruam vesikuler pada penderita COVID-19. Sumber foto: Shutterstock

Ruam eritemato-papular (digambarkan sebagai ruam merah bergelombang) atau ruam eritemato-vesikuler (dijelaskan sebagai ruam mirip cacar air) berbeda dengan urtikaria karena terus berlangsung selama berhari-hari atau berminggu-minggu.

Tampak sebagai area merah dan bergelombang yang dapat terjadi di bagian tubuh manapun, ruam ini lebih sering ditemukan pada siku dan lutut serta punggung tangan dan kaki.

Ruam vesikuler juga bisa bertahan lama setelah tahap penularan selesai dan mungkin juga muncul beberapa minggu setelah timbulnya infeksi.

COVID finger and toes

Gejala COVID-toes. Sumber foto: Shutterstock

Ini adalah ruam COVID yang paling spesifik karena tidak banyak kondisi kulit lain yang muncul dengan cara ini. Ini dikenal sebagai chilblains dan relatif jarang terjadi sebelum COVID mewabah.

Dilansir dari Covid.Joinzoe, ruam ini cenderung lebih umum terjadi pada orang yang berusia muda dan muncul dengan benjolan kemerahan dan keunguan. Lokasinya bisa ditemukan pada jari tangan atau kaki dan dapat mempengaruhi lebih dari satu jari.

COVID toes biasanya muncul setelah infeksi dan muncul lagi beberapa minggu setelah permulaan infeksi virus. Jari tangan dan kaki biasanya terasa sakit, tapi tidak gatal. Saat ruam pulih, lapisan atas kulit bisa mengelupas di tempat benjolan keunguan tersebut muncul.

Baca juga: Langkah Penting untuk Cegah Penularan COVID-19, Begini Cara Cuci Tangan dengan Benar

Kapan kamu harus ke dokter?

Meski ruam kulit telah diakui sebagai salah satu gejala infeksi COVID-19, bukan berarti setiap kali kamu mengalami ruam berarti kamu menderita penyakit ini. Diperlukan pemeriksaan mendalam oleh dokter, sebelum seseorang dinyatakan mengalami ruam akibat corona.

Jika kamu mengalami ruam kulit dan tidak memiliki kondisi kulit kronis yang sudah ada sebelumnya, seperti eksim atau rosacea, maka kamu harus segera memeriksakan diri ke dokter.

Apabila kamu mengalami ruam dan yakin baru saja terpapar virus corona, apalagi jika itu salah satu jenis ruam yang telah disebutkan di atas, maka kamu juga disarankan untuk segera berkonsultasi ke rumah sakit.

Lakukan isolasi mandiri sampai kamu benar-benar mendapatkan hasil pemeriksaan mengenai kondisimu.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

The mystery of the COVID toes – turning evidence-based medicine on its head, https://www.researchgate.net/publication/342401772_The_mystery_of_the_COVID_toes_-_turning_evidence-based_medicine_on_its_head diakses pada 29 Desember 2020

Cutaneous manifestations in COVID-19: a first perspective, https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/32215952/ diakses pada 29 Desember 2020

Is my skin rash a COVID-19 symptom?, https://covid.joinzoe.com/us-post/skin-covid diakses pada 29 Desember 2020

 

 

    Berita Terkait
    register-docotr