Covid-19

Tenggorokan Kering Apakah Termasuk Gejala Corona?

December 30, 2020 | Nik Nik Fadlah | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Semakin lama ketakutan masyarakat akan gejala COVID-19 kian tinggi. Terlebih lagi gejala baru COVID-19 terus bermunculan. Salah satu yang menjadi pertanyaan adalah apakah tenggorokan kering juga termasuk gejala corona atau bukan.

Agar kamu mengetahui lebih lanjut mengenai hal ini, simak ulasan lengkapnya di bawah ini.

Baca juga: Jangan Lengah, Ini 6 Gejala COVID-19 yang Tak Biasa, dari Benjol di Lidah hingga Cegukan

Mengenal gejala corona

COVID-19 adalah penyakit pernapasan yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2. Perlu kamu tahu bahwa, COVID-19 bisa menyebabkan berbagai gejala.

Berdasarkan publikasi yang diterbitkan oleh World Health Organization (WHO), gejala COVID-19 dibagi menjadi gejala umum, kurang umum, serta serius. Berikut penjelasan mengenai gejala-gejala tersebut.

Gejala paling umum:

  • Demam
  • Batuk kering
  • Kelelahan

Gejala kurang umum:

  • Rasa sakit dan nyeri
  • Sakit tenggorokan
  • Diare
  • Konjungtivis
  • Sakit kepala
  • Kehilangan rasa maupun indera penciuman
  • Ruam pada kulit, atau perubahan warna pada jari tangan maupun kaki

Gejala serius:

  • Kesulitan bernapas
  • Nyeri atau rasa tertekan pada dada
  • Kehilangan kemampuan bicara atau bergerak

Perlu diingat bahwa penyakit ini masih terus dipelajari. Gejala yang berkembang dengan COVID-19 dapat bervariasi pada masing-masing orang.

Lantas, apakah tenggorokan kering merupakan gejala corona?

Berdasarkan penjelasan di atas, sakit tenggorokan termasuk salah satu dari gejala COVID-19. Melansir dari laman NHS, sakit tenggorokan dapat menimbulkan beberapa keluhan, seperti:

  • Rasa sakit pada tenggorokan, terutama saat menelan
  • Kemerahan di bagian belakang mulut
  • Batuk ringan
  • Pembengkakan pada kelenjar leher
  • Tenggorokan terasa kering maupun gatal

Meskipun demikian, sakit tenggorokan yang bisa menyebabkan keluhan seperti tenggorokan kering bukanlah gejala corona yang umum. Dilansir dari Healthline, gejala COVID-19 sering berkembang secara bertahap. Gejala yang paling sering dilaporkan adalah demam, batuk, serta kelelahan

Sebuah penelitian di China, menemukan bahwa lebih dari 55.000 kasus yang dikonfirmasi, hanya sekitar 13,9 persen orang yang melaporkan sakit tenggorokan.

Maka dari itu, untuk memastikan tenggorokan kering maupun sakit tenggorokan yang kamu alami adalah gejala corona atau bukan, langkah terbaik adalah dengan memantau gejala lainnya serta melakukan tes COVID-19.

Penyebab lain tenggorokan kering

Di balik pertanyaan tenggorokan kering merupakan gejala corona atau bukan, tenggorokan kering juga bisa disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya adalah:

1. Dehidrasi

Penyebab pertama dari tenggorokan kering adalah dehidrasi. Dehidrasi dapat terjadi ketika asupan cairan di dalam tubuh kurang. Ketika kondisi ini terjadi, tubuh tidak menghasilkan cukup air liur, sehingga dapat menyebabkan tenggorokan terasa kering.

Dehidrasi juga bisa menyebabkan beberapa gejala lain, seperti:

  • Mulut kering
  • Rasa haus meningkat
  • Urine berwarna gelap
  • Urine lebih sedikit dibandingkan dengan biasanya
  • Kelelahan
  • Pusing

2. Alergi

Alergi dapat disebabkan oleh reaksi berlebihan sistem kekebalan tubuh terhadap zat tertentu. Beberapa pemicu umum dari alergi di antaranya adalah serbuk sari, bulu hewan peliharaan, hingga tungau debu.

Ketika sistem kekebalan tubuh merasakan pemicu alergi, sistem kekebalan melepaskan bahan kimia yang dikenal sebagai histamin. Hal ini bisa menyebabkan timbulnya beberapa gejala, antara lain:

  • Pilek atau hidung tersumbat
  • Bersin
  • Mata, mulut, serta kulit terasa gatal
  • Batuk

Perlu diketahui bahwa, hidung tersumbat dapat membuat kamu bernapas melalui mulut, yang mana hal ini dapat menyebabkan tenggorokan kering.

3. Pilek

Pilek adalah infeksi umum yang disebabkan oleh virus. Kondisi ini bisa menyebabkan tenggorokan terasa kering dan gatal. Beberapa gejala yang dapat ditimbulkan, termasuk:

  • Hidung tersumbat
  • Bersin
  • Batuk
  • Pegal-pegal
  • Demam ringan

4. Flu

Sama halnya seperti pilek, flu juga disebabkan oleh virus. Namun, gejala yang dimiliki oleh flu lebih parah jika dibandingan dengan pilek. Selain tenggorokan kering dan terasa gatal maupun sakit tenggorokan, gejala lain dapat meliputi:

  • Demam
  • Meriang
  • Batuk
  • Hidung tersumbat
  • Nyeri otot
  • Sakit kepala
  • Kelelahan

5. GERD

Gastroesophageal reflux disease (GERD) adalah kondisi yang dapat terjadi ketika asam lambung naik kembali ke kerongkongan (esofagus). GERD sendiri memiliki beberapa gejala yang pelru kamu perhatikan, ini termasuk:

  • Sensasi terbakar di dada (heartburn)
  • Kesulitan untuk menelan
  • Batuk kering
  • Suara serak

6. Strep throat

Strep throat adalah infeksi tenggorokan yang disebabkan oleh bakteri. Pada dasarnya, kondisi ini dapat menyebabkan tenggorokan terasa sakit, namun juga bisa menyebabkan tenggorokan kering. Adapun beberapa gejala lain dari kondisi ini adalah:

  • Amandel merah dan bengkak
  • Terdapat bercak putih pada amandel
  • Pembengkakan kelenjar getah bening pada leher
  • Demam
  • Pegal-pegal
  • Mual atau muntah

Itulah beberapa informasi mengenai tenggorokan kering yang merupakan salah satu gejala corona atau penyebab lain dari tenggorokan kering. Seperti yang sudah diketahui, tenggorokan kering bisa disebabkan oleh beragam faktor.

Jika kamu mengalami tenggorokan kering dengan disertai gejala COVID-19, seperti demam, batuk kering, kesulitan bernapas atau bahkan gejala lainnya sebaiknya segera hubungi layanan kesehatan untuk mendapatkan bantuan medis ya!

Konsultasi lengkap seputar COVID-19 di Klinik Lawan COVID-19 dengan mitra dokter kami. Yuk, klik link ini untuk download aplikasi Good Doctor!

Reference

Healthline (2020). Diakses pada 16 Desember 2020. Is a Sore Throat a Typical Symptom of COVID-19? 

Healthline (2020). Diakses pada 16 Desember 2020. What Causes Dry Throat, and How Is It Treated? 

NHS (2018). Diakses pada 16 Desember 2020. Sore throat 

World Health Organization. Diakses pada 16 Desember 2020. Coronavirus 

World Health Organization (2020). Diakses pada 16 Desember 2020. Report of the WHO-China Joint Mission on Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) 

    register-docotr