Kesehatan Seksual

Sering Mengalami Orgasme Tanpa Seks? Ternyata Ini Penyebabnya!

December 8, 2021 | Muhammad | dr. Ario W. Pamungkas
feature image

Orgasme adalah puncak atau klimaks dari kenikmatan seksual, bisa terjadi pada pria maupun wanita. Umumnya, orgasme terjadi karena rangsangan atau aktivitas seksual. Namun, tahukah kamu bahwa orgasme juga bisa terjadi tanpa adanya kegiatan seksual?

Ya, orgasme bisa saja muncul tanpa adanya dorongan seksual. Apa penyebabnya? Yuk, simak ulasan lengkapnya berikut ini!

Beda orgasme pria dan wanita

Pada pria, orgasme ditandai dengan proses ejakulasi, yaitu keluarnya air mani berisi sperma dari penis. Tapi pada wanita, orgasme bisa terjadi lebih kompleks. Orgasme pada wanita ditandai dengan kejang otot ritmis di area vagina.

Otot akan berkedut bersamaan dengan peningkatan detak jantung, tekanan darah, dan laju pernapasan. Sama seperti pria, saat memasuki klimaks, darah akan lebih banyak mengalir ke alat kelamin.

Ini yang membuat area genital wanita menjadi lebih sensitif saat mendekati puncak kenikmatan seksual. Orgasme pada wanita bisa terjadi beberapa kali dalam waktu berdekatan. Sedangkan pada pria, butuh istirahat beberapa menit sebelum mencapai ejakulasi selanjutnya.

Baca juga: Mengenal Nipplegasm: Rangsangan Puting yang Bisa Bikin Kamu Orgasme!

Penyebab orgasme tanpa seks

Ada beberapa hal yang bisa memicu terjadinya orgasme meski tanpa ada rangsangan atau aktivitas seksual secara nyata. Mulai dari mimpi basah hingga gangguan fungsi genital. Berikut lima penyebabnya:

1. Mimpi basah

Tanpa seks, seseorang bisa mengalami orgasme dalam tidurnya. Bahkan, hal itu terjadi dalam kondisi tidak sadar. Orgasme bawah sadar, atau lebih dikenal sebagai mimpi basah, terjadi ketika kamu sudah memasuki fase tidur rapid-eye movement (REM).

REM sendiri adalah fase di mana kamu sudah tidur sangat lelap. Di waktu bersamaan, terjadi peningkatan aliran darah ke alat kelamin. Akibatnya, ereksi atau pembengkakan vulva bisa terjadi, hingga berakhir dengan orgasme.

2. Efek olahraga

Orgasme tiba-tiba atau spontan bisa saja terjadi setelah kamu berolahraga. Kondisi ini disebut sebagai ‘coregasm’, lebih sering terjadi pada wanita.

Menurut sebuah publikasi oleh sejumlah peneliti di Indiana University pada 2012, ada beberapa jenis latihan yang bisa menyebabkan orgasme spontan, di antaranya adalah:

  • Latihan perut
  • Bersepeda
  • Angkat beban
  • Panjat tali.

3. Efek obat-obatan

Siapa sangka, ternyata konsumsi obat-obatan tertentu bisa memberi efek berupa orgasme spontan, lho. Salah satunya adalah rasagiline, obat untuk penyakit Parkinson.

Menurut penelitian pada 2014, wanita yang sedang menjalani pengobatan dengan rasagiline dalam seminggu bisa mengalami tiga sampai lima kali orgasme spontan per hari.

Studi lainnya menjelaskan, obat untuk depresi yang bekerja menargetkan hormon serotonin juga bisa memicu orgasme spontan.

4. Proses persalinan

Berdasarkan sebuah temuan, ada bukti yang menunjukkan bahwa wanita yang sedang menjalani persalinan vaginal bisa mengalami orgasme, disebut sebagai birthgasm.

Dr. Christiane Northrup penulis buku Women’s Bodies, Women’s Wisdom” and “Mother-Daughter Wisdom, menjelaskan orgasme saat persalinan vaginal dimungkinkan akibat proses bayi melewati jalan lahir.

“Harus diingat, bayi yang keluar sama persis dengan posisi sesuatu yang masuk ke dalam vagina, penis yang masuk ke vagina. Ini yang menyebabkan orgasme,” ujar dokter kandungan bersertifikat luar negeri ini.

Riset lainnya menyebutkan, pada kasus tertentu, birthgasm bisa digunakan sebagai cara untuk hilangkan rasa sakit atau kecemasan selama proses persalinan berlangsung.

Baca juga: Catat! 4 Ciri-Ciri Pasangan Kamu Memalsukan Orgasme dan Tips Menyikapinya

5. Gangguan gairah genital persisten (PGAD)

Orgasme tanpa adanya kegiatan seks bisa terjadi secara sadar ketika sedang mengidap persistent genital arousal disorder (PGAD).

Seseorang dengan kondisi PGAD seolah-olah mendapat rangsangan genital tapi tidak terkait dengan keinginan untuk berhubungan seks. Sensasinya sama seperti kamu sedang terangsang, namun tanpa hasrat untuk melakukan hubungan intim.

Biasanya, efek yang muncul bisa berupa:

  • Peningkatan aliran darah ke alat kelamin
  • Alat kelamin berdenyut, tertekan, atau kesemutan
  • Mengalami ereksi atau vulva yang membengkak.

Belum diketahui apa penyebab pasti PGAD. Namun, hal itu diyakini berasal dari terjepitnya saraf yang berfungsi memberikan sensasi ke alat kelamin.

Nah, itulah ulasan tentang orgasme yang bisa terjadi tanpa adanya rangsangan atau aktivitas seksual. Apakah kamu pernah mengalaminya?

Konsultasikan masalah kesehatan kamu dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Sudah punya asuransi kesehatan dari perusahaan tempatmu bekerja? Ayo, manfaatkan layanannya dengan menghubungkan benefit asuransi milikmu ke aplikasi Good Doctor! Klik link ini, ya.

register-docotr