Diabetes

Mengenal 5 Fakta tentang “Fenomena Fajar” Pada Penderita Diabetes

January 8, 2021 | Dewi Nurfitriyana | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Fenomena fajar merupakan peristiwa kenaikan gula darah secara alami pada dini hari.

Kebanyakan orang tidak menyadari hal ini, karena respons insulin dalam tubuh dapat menyesuaikan diri secara alami.

Bahkan, peningkatan glukosa darah bisa menjadi sangat tinggi dan menimbulkan komplikasi.

Baca juga: Kenali Penyebab Gula Darah Tinggi, Gejala dan Cara Mengatasinya

1. Sekilas mengenai fenomena fajar

Dokter pertama kali mencatat kejadian ini pada pasien diabetes tipe 1 di tahun 1980-an. Dilansir dari dietdoctor, berdasarkan studi klinis, fenomena ini relatif umum terjadi pada orang yang mengikuti diet ketat rendah karbohidrat.

2. Proses dan efek dari fenomena fajar

Dilansir dari diabetes.co.uk, fenomena fajar terjadi ketika hormon kortisol, glukagon, dan epinefrin dilepaskan oleh tubuh sehingga menyebabkan hati melepaskan glukosa dalam jumlah tidak normal di pagi hari.

Pada penderita diabetes, biasanya kondisi ini terjadi antara 8 sampai 10 jam setelah ia tidur.

Dalam kondisi normal, tubuh biasanya menggunakan insulin untuk mengatasi hal ini tersebut. Namun karena tubuh penderita diabetes tidak mampu menghasilkan cukup insulin, akibatnya ia akan merasakan efek kadar gula yang tinggi di dalam darah, meliputi:

  1. Pingsan
  2. Mual
  3. Muntah
  4. Penglihatan kabur
  5. Kelemahan
  6. Disorientasi
  7. Merasa lelah, dan
  8. Sangat haus.

3. Penanganan yang dapat dilakukan

Mengelola kadar gula darah sangat penting bagi penderita diabetes, termasuk saat mengalami fenomena fajar. Beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mengelola kejadian ini antara lain:

  1. Berkonsultasi dengan dokter untuk mengubah atau menyesuaikan pengobatan yang dilakukan.
  2. Beralih ke pengobatan lain.
  3. Ubah waktu meminum obat atau insulin dari waktu makan malam ke waktu tidur.
  4. Gunakan pompa insulin untuk memberikan insulin ekstra selama pagi hari.
  5. Makan makanan biasa.
  6. Meminum semua dosis obat yang diresepkan dokter.
  7. Menghindari karbohidrat menjelang waktu tidur.
  8. Makan malam lebih awal di malam hari.
  9. Melakukan aktivitas fisik ringan setelah makan malam, seperti jalan-jalan, atau jogging

Perlu diketahui bahwa jika kondisi kadar gula darah tinggi terjadi dari waktu ke waktu, maka hal ini termasuk wajar dan tidak perlu terlalu dikhawatirkan. Namun, jika terus berlangsung secara teratur, maka kamu disarankan untuk segera berkonsultasi kepada dokter.

Baca juga: Tidak Boleh Rendah Apalagi Tinggi, Kadar Gula Darah Harus Normal

4. Perbedaan penanganan pada penderita diabetes tipe 1 dan tipe 2

Dilansir dari Medicalnewstoday, perbedaan dalam mengatasi fenomena fajar lebih bergantung pada preferensi individu penderita daripada jenis diabetes yang diderita.

Pasien dengan diabetes tipe 1 atau tipe 2 yang menggunakan insulin mungkin akan menyesuaikan dosis atau jenis insulin untuk memperhitungkan perubahan yang bisa terjadi di malam hari.

Sementara seseorang yang memakai pompa insulin, bisa saja lebih memilih mengatur ulang penggunaan pompa tersebut untuk memberi tambahan insulin di pagi hari.

5. Komplikasi yang dapat terjadi

Jika kadar gula darah secara teratur berada di atas 180 mg/dl, maka kamu perlu mencari pertolongan medis, karena ini dapat menyebabkan komplikasi.

Tingkat keparahan komplikasinya bisa berkisar dari skala ringan hingga darurat medis yang mengancam jiwa.

Seseorang dengan kadar gula darah sangat tinggi dapat mengembangkan ketoasidosis atau penumpukan asam yang berbahaya di aliran darah. Mereka mungkin juga akan kehilangan kesadaran dan mengalami koma diabetes.

Jika orang tersebut mulai mengalami gejala yang parah, segera hubungi layanan darurat. Beberapa komplikasi jangka panjang dari gula darah tinggi adalah:

  1. Masalah kardiovaskular
  2. Risiko serangan jantung atau stroke
  3. Kerusakan saraf
  4. Kehilangan penglihatan
  5. Kerusakan organ

Penting untuk diketahui bahwa seseorang yang mengalami kadar gula darah tinggi berulang karena fenomena fajar harus menemui dokter untuk mencegah risiko yang lebih parah.

Masih punya pertanyaan lain seputar fenomena fajar? Ayo, konsultasikan masalah kesehatan kamu dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami yang terpecaya siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

How to manage the dawn phenomenon, https://www.medicalnewstoday.com/articles/317351#complications diakses pada 7 Januari 2021

Dawn Phenomenon (Liver Dump), https://www.diabetes.co.uk/blood-glucose/dawn-phenomenon.html diakses pada 7 Januari 2021

Aiming to understand the dawn effect, https://www.dietdoctor.com/low-carb/the-dawn-effect diakses pada 7 Januari 2021

    register-docotr