Info Sehat

Benarkah Lemak di Perut Bisa Tingkatkan Risiko Diabetes? Ini Faktanya!

September 9, 2020 | Fitri Chaeroni | dr. Pitoyo Marbun
no-image

Punya tumpukan lemak di perut memang tak nyaman. Selain ganggu penampilan, lemak perut juga disebut-sebut bisa meningkatkan risiko terkena diabetes.

Khususnya diabetes tipe 2 yang biasanya disebabkan oleh faktor gaya hidup kurang sehat. Tapi kok bisa lemak perut berurusan dengan diabetes tipe 2?

Pelajari bagaimana lemak perut atau belly fat bisa meningkatkan risiko terkena diabetes dan cara mencegahnya sejak dini lewat pembahasan berikut ini, yuk!

Efek gen lemak perut tertentu terhadap risiko diabetes

Melansir Diabetes.co.uk, para peneliti di Universitas Oxford menyebut jenis gen lemak perut tertentu dapat berdampak signifikan pada apakah seseorang bisa terkena diabetes tipe 2.

Penelitian baru dari University of Oxford ini mengungkapkan bahwa satu gen khusus bernama KLF14, dapat menjadi faktor peningkatan risiko diabetes tipe 2 yang terkait dengan lemak perut.

Gen KLF14 ini terbukti mengubah cara tubuh dalam menyimpan lemak. Namun ada perbedaan pada wanita. Bukan di perut, gen yang mirip dengan KLF14 cenderung menyimpan lemak di area pinggul.

Para peneliti menunjukkan bahwa sel-sel ini meningkatkan risiko diabetes tipe 2 dan menunjukkan bahwa tidak semua lemak di tubuh sama. Serta penumpukan lemak di lokasi tubuh tertentu bisa menjurus pada risiko penyakit tertentu.

Baca Juga : Perut Buncit Bikin Enggak Percaya Diri? Yuk, Coba Olahraga Ini untuk Mengecilkan Perut!

Mengenal jenis-jenis lemak di perut

Lemak di perut memiliki dua jenis: lemak yang menumpuk di lapisan bawah kulit, serta yang menumpuk mendekati area organ.

Berikut penjelasan mengenai jenis-jenis lemak di perut agar kamu lebih bisa memahami kaitannya dengan risiko penyakit diabetes:

1. Lemak subkutan

Lemak subkutan adalah lemak yang menumpuk di bagian terdalam kulit. Tak hanya di perut, lemak jenis ini juga bisa menumpuk di area tubuh lain.

Suka mencubit perut yang buncit atau bergelambir? Nah, lapisan lemak yang bisa kamu cubit ini adalah bagian dari lemak subkutan.

2. Visceral fat

Visceral fat adalah lemak yang menumpuk jauh di dalam rongga perut, di mana lemak itu menutupi ruang di antara organ perut. Jadi kamu tak bisa mencubit atau merasakannya dengan tangan layaknya lemak subkutan.

Melansir Harvard Edu, visceral fat ini kerap dikaitkan dengan gangguan metabolisme, peningkatan risiko penyakit kardiovaskular, dan diabetes tipe 2. Pada wanita, hal itu juga dikaitkan dengan kanker payudara dan kebutuhan akan operasi kandung empedu.

Baca Juga : Gejala Diabetes pada Wanita: Infeksi Vagina hingga Penurunan Gairah Seks

Bagaimana lemak perut berdampak pada risiko diabetes?

Nah, dari dua jenis lemak perut yang dibahas sebelumnya, sudah tahu dong lemak mana yang bisa bahaya dan meningkatkan risiko diabetes? Ya, jawabannya adalah lemak visceral. 

Melansir Harvard Edu, salah satu alasan kenapa kelebihan lemak visceral sangat berbahaya karena lokasinya di dekat vena portal, yang membawa darah dari area usus ke hati. 

Zat yang dilepaskan oleh lemak visceral (termasuk asam lemak bebas) memasuki vena portal dan berjalan ke hati, di mana zat tersebut dapat memengaruhi produksi lipid darah.

Lemak perut secara langsung terkait dengan kadar kolesterol total dan kolesterol LDL (jahat) yang lebih tinggi, kolesterol HDL (baik) yang lebih rendah, dan resistensi insulin. Insulin adalah hormon pankreas yang membawa glukosa ke dalam sel tubuh. 

Resistensi insulin terjadi ketika tubuh memproduksi insulin, tetapi tidak dapat menggunakannya dengan benar untuk mengontrol gula darah. Akibatnya kadar glukosa dalam darah naik dan meningkatkan risiko diabetes.

Baca Juga : 7 Cara Menghilangkan Lemak di Perut yang Aman dan Efektif, Yuk Dicoba!

Bagaimana menurunkan risiko diabetes akibat lemak perut?

Untuk kamu yang punya perut buncit, jangan takut dulu. Dengan menurunkan berat badan melalui pola makan sehat dan membuat perubahan gaya hidup positif dapat mengurangi risiko tersebut.

1. Olahraga rutin

Untuk mengurangi penumpukan lemak di perut, fisik kamu harus lebih aktif. Lakukan aktivitas fisik dengan intensitas sedang secara teratur. Setidaknya 30-60 menit per hari untuk mengontrol berat badan dan mengecilkan lemak perut.

Olahraga dengan mengangkat beban juga bisa membantu melawan lemak perut. Olahraga di tempat, seperti sit-up memang dapat mengencangkan otot perut, tetapi tidak sampai ke lemak visceral.

2. Atur pola makan

Selain olahraga rutin, kamu juga harus memulai perubahan dari segi pola makan. Perbanyak konsumsi makanan dengan karbohidrat kompleks seperti buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian, dan protein tanpa lemak.

Kurangi konsumsi makanan dengan karbohidrat sederhana seperti roti putih, pasta biji-bijian olahan, dan minuman manis. Mengganti lemak jenuh dan lemak trans dengan lemak tak jenuh ganda juga dapat membantu.

Saat ini belum ada obat yang secara spesifik mampu melawan lemak perut khususnya lemak visceral. Jadi cara terbaik adalah dengan perubahan gaya hidup yang lebih sehat.

Demikian informasi tentang kaitan antara lemak perut alias belly fat dengan risiko diabetes. Ingatlah untuk selalu menjaga kesehatanmu, salah satunya mengontrol lemak perut, ya.

Konsultasi kesehatan bisa ditanyakan pada dokter ahli di Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Harvard Health Publishing. Diakses pada 8 September 2020. Abdominal fat and what to do about it

Health Hub. Diakses pada 8 September 2020. Is diabetes one of the Dangers of Visceral Fat (Belly Fat)?

Diabetes.co.uk. Diakses pada 8 September 2020. Belly fat gene increases type 2 diabetes risk, study suggests

Everyday Health. Diakses pada 8 September 2020. Belly Fat May Increase Diabetes Risk in Women More Than Men

 

    Berita Terkait
    register-docotr