Kesehatan Seksual

Vagina Keluar Darah saat Berhubungan Seks? Ini 5 Penyebabnya!

March 20, 2021 | Muhammad Hanif S. | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Bagi pasangan yang telah menikah, seks bisa memberi banyak manfaat untuk kehidupan berumah tangga. Tak hanya manfaat fisik, tapi juga psikis. Sayangnya, ada kondisi tertentu yang bisa membuat seks menjadi tidak nyaman bagi wanita, misalnya keluar darah saat berhubungan.

Lantas, normalkah terjadi perdarahan ketika berhubungan intim? Apa yang menjadi penyebabnya? Yuk, simak ulasan lengkapnya berikut ini!

Baca juga: Seks Bisa Bikin Tidur Lebih Nyenyak dan Pulas, Benarkah?

Perdarahan ketika berhubungan seks

Sebenarnya, vagina keluar darah saat berhubungan seks atau sesudahnya adalah hal yang wajar. Ini bisa dialami oleh banyak wanita. Menurut sebuah penelitian, sekitar 10 persen wanita pernah mengalami spotting ketika melakukan aktivitas seksual.

Hanya saja, jika darah yang keluar cukup banyak dan terasa menyakitkan, kamu perlu mewaspadainya. Sebab, bisa jadi itu adalah tanda dari gangguan kesehatan di organ reproduksi.

Penyebab keluar darah saat berhubungan seks

Ada banyak faktor yang bisa menyebabkan vagina keluar darah saat berhubungan seks. Kondisi yang akan dibahas adalah perdarahan yang bukan disebabkan oleh menstruasi atau haid.

Dilansir Healthline, pada wanita yang belum memasuki masa menopause, perdarahan biasanya dipicu oleh masalah pada serviks. Berikut beberapa faktor pemicu vagina keluar darah saat berhubungan intim:

1. Vagina yang kering

Vagina yang kering adalah penyebab paling umum dari perdarahan saat berhubungan seks. Kulit yang kering rentan mengalami kerusakan saat ada benda asing yang masuk, termasuk gesekan penis ketika penetrasi. Keringnya vagina dapat dipengaruhi oleh banyak faktor, di antaranya:

  • Atrofi vagina: Berkurangnya kadar pelumas alami pada vagina karena penipisan dinding dan jaringan
  • Kerusakan ovarium: Kecelakaan atau cedera parah bisa merusak ovarium yang merupakan sumber estrogen terbesar pada tubuh wanita. Estrogen bisa memengaruhi kadar pelumas alami di vagina
  • Douching: Metode membersihkan vagina ini dapat mengiritasi jaringan di organ kewanitaan hingga membuatnya lebih kering
  • Melahirkan dan menyusui: Setelah persalinan, estrogen akan menurun drastis. Ini akan berdampak pada kadar pelumas alami di vagina, yang pada akhirnya membuatnya menjadi kering

2. Pertumbuhan polip

Polip adalah pertumbuhan jaringan baru bersifat non-kanker. Jaringan menyerupai daging ini terkadang berada di leher rahim atau lapisan endometrium.

Penetrasi penis bisa menyebabkan pembuluh darah kecil di sekitarnya pecah, hingga akhirnya menyebabkan keluar darah saat berhubungan seks.

3. Infeksi dan peradangan

Keluar darah saat berhubungan seks sebaiknya tak diabaikan, apalagi jika terasa menyakitkan. Keadaan itu dapat dipicu oleh infeksi atau peradangan di area kewanitaan, seperti:

  • Vaginitis: Peradangan yang terjadi di area vulva vagina. Kondisi ini sering dipicu oleh infeksi virus, jamur, dan parasit
  • Servisitis: Peradangan yang terjadi di leher rahim, bagian paling bawah dari uterus. Di sinilah darah haid keluar dari dalam tubuh
  • Pelvic inflammantory disease (PID): Peradangan di sekitar panggul yang berada di perut bagian bawah

4. Kanker serviks

Perdarahan vagina yang tidak teratur, termasuk saat berhubungan seks, bisa mengindikasikan kemungkinan perkembangan sel kanker pada serviks. Menurut sebuah penelitian, perdarahan pada vagina adalah gejala paling umum yang dialami oleh 11 persen penyintas kanker serviks.

Baca juga: Deteksi Kanker Serviks Sejak Dini Itu Penting, Ini Ragam Manfaat Pap Smear!

5. Penyakit menular seksual

Selain empat hal di atas, keluar darah saat berhubungan seks juga bisa menandakan adanya penyakit menular seksual (PMS), lho. Beberapa PMS yang memiliki gejala tersebut di antaranya adalah gonore, klamidia, sifilis, dan herpes.

Tak hanya perdarahan pada vagina, gejala penyakit menular seksual biasanya disertai rasa nyeri dan sensasi terbakar pada organ kewanitaan.

Baca juga: 13 Jenis Penyakit Menular Seksual dan Gejala yang Menyertainya

Apa yang harus dilakukan?

Hal terbaik yang bisa dilakukan ketika terjadi perdarahan adalah menghentikan hubungan seks itu sendiri, apalagi jika disertai rasa perih, sakit, dan sensasi terbakar. Sebab, bisa jadi itu adalah tanda dari penyakit serius.

Pertimbangkan untuk segera pergi ke dokter jika perdarahan tetap terjadi selama beberapa jam setelah berhubungan seks. Kamu sebaiknya memeriksakan ke dokter jika perdarahan disertai gejala:

  • Vagina terasa panas seperti terbakar
  • Muncul rasa gatal pada vagina
  • Sakit perut yang hebat
  • Sakit saat buang air kecil
  • Nyeri punggung bawah
  • Kulit pucat
  • Sakit kepala

Langkah pencegahan

Untuk meminimalkan risiko terjadinya perdarahan saat berhubungan seks, kamu bisa melakukan beberapa langkah pencegahan, seperti:

  • Gunakan pelumas berbahan dasar air (water-based lubes) ketika vagina kering
  • Tetap terhidrasi dengan penuhi asupan cairan harian
  • Hindari aktivitas seks yang agresif
  • Gunakan pelembap vagina
  • Usahakan gunakan kondom untuk menghindari penularan penyakit seksual
  • Tidak melakukan penetrasi ketika vagina masih kering

Nah, itulah beberapa faktor yang bisa menyebabkan vagina keluar darah saat berhubungan seks. Jika perdarahan terjadi berulang dan tak kunjung membaik, jangan ragu untuk periksakan diri ke dokter, ya!

Konsultasikan masalah kesehatan kamu dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

  1. Healthline, diakses 5 Maret 2021, What Causes Bleeding After Sex?
  2. Medical News Today, diakses 5 Maret 2021, Is it normal to bleed after intercourse?
  3. Verywell Health, diakses 5 Maret 2021, Vaginal Bleeding During or After Sex.
  4. Hindawi Journal, diakses 5 Maret 2021, Postcoital Bleeding: A Review on Etiology, Diagnosis, and Management.

    register-docotr