Puasa

Minuman Hangat vs Minuman Dingin untuk Buka Puasa, Mana Lebih Sehat?

April 25, 2020 | Muhammad Hanif S.
feature image

Banyak masyarakat Indonesia yang mengakhiri puasanya dengan air dingin. Kesegaran adalah alasan utama meneguk minuman dingin untuk buka puasa. Meski begitu, tidak sedikit pula yang lebih memilih minuman hangat sebagai pembatal. Mana yang lebih baik, minuman dingin atau hangat?

Baca Juga: 10 Tips Tetap Sehat Selama Puasa di Tengan Wabah Corona

Minuman dingin untuk buka puasa

Minum minuman dingin memang menyegarkan, tapi sayangnya tidak terlalu baik untuk tubuh yang belum mendapat asupan apa pun selama 12 jam. Ada banyak dampak untuk tubuh dari minum air dingin saat berbuka, baik jangka panjang dan yang bisa langsung dirasakan.

Salah satu efek yang bisa langsung dirasakan adalah timbulnya sakit kepala atau pusing. Mengapa hal ini bisa terjadi? Usut punya usut, suhu dingin pada air akan memberikan reaksi berlawanan saat masuk ke dalam tubuh yang memiliki temperatur lebih tinggi saat berpuasa.

Maka dari itu, saraf akan mengirimkan sinyal pada otak dan menstimulasikannya dengan sebuah reaksi berupa nyeri di kepala. Kementerian Kesehatan telah menyarankan agar tidak mengonsumsi air dingin untuk buka puasa.

Selain memiliki temperatur yang berlawanan dengan tubuh, air dingin juga bisa menyebabkan kontraksi pada lambung. Hal ini karena lambung masih dalam kondisi kosong. Kamu bisa meneguk minuman dingin setelah perutmu terisi, ya.

Bagaimana dengan minuman hangat?

Sejumlah pakar kesehatan menganjurkan menghindari air dingin untuk buka puasa, melainkan meneguk minuman hangat. Minuman hangat memiliki suhu yang hampir sama dengan temperatur tubuh yang lemas saat berpuasa. Kondisi ini sama seperti seseorang sedang demam atau meriang.

Alasan lain mengapa minuman hangat sangat baik untuk menjadi pembatal puasa adalah cara kerjanya yang mampu menyesuaikan diri dengan kondisi tubuh. Saat perut dalam keadaan kosong, lambung akan lebih menerima cairan hangat.

Manfaat minum air hangat saat berbuka

Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Kesehatan menjelaskan, berbuka dengan air hangat memiliki banyak manfaat, di antaranya:

  • Menghindari risiko pada tenggorokan

Seperti yang bisa dirasakan, saat berpuasa, tenggorokan akan kering selama berjam-jam karena tidak mengalirkan cairan dari mulut. Akibatnya, tidak jarang beberapa dampak seperti batuk, flu, dan serak bisa terjadi. Minum air hangat bisa menghindari risiko sakit pada tenggorokan tersebut.

  • Detokfifikasi tubuh

Alih-alih meneguk minuman yang dingin, air putih hangat bisa dijadikan kebiasaan yang baik untuk berbuka puasa. Minuman hangat bisa membantu proses detoksifikasi atau pengeluaran racun dari tubuh secara alami. Serta, membuat badan menjadi semakin rileks dan menghindari sakit perut.

  • Memperbaiki sirkulasi darah

Saat air hangat bekerja dalam proses detoksifikasi, aliran darah di dalam tubuh juga akan semakin baik. Hal ini disebabkan karena racun berbahaya atau zat negatif yang menghambat dan mengganggu sirkulasi darah telah berkurang bahkan hilang dari tubuh.

  • Mengoptimalkan kinerja usus

Beberapa orang mengeluhkan sulit untuk buang air besar saat berpuasa. Ini disebabkan tubuh tidak mendapatkan cukup cairan untuk mendorong kotoran keluar. Hasilnya, tidak sedikit yang mengalami sembelit. Minuman hangat dapat mengembalikan kinerja organ cerna, termasuk usus.

Berapa banyak air yang harus diminum?

Satu hal yang perlu kamu ketahui, 70% komponen yang ada di dalam tubuh manusia adalah air. Maka dari itu, sangat penting memenuhi kebutuhan cairan setelah berpuasa belasan jam dalam sehari. Standar yang ditentukan oleh banyak pakar adalah 8 sampai 10 gelas air per harinya.

Saat berpuasa, tubuh tidak mendapatkan cairan selama berjam-jam, sedangkan aktivitas sehari-hari harus tetap berjalan. Munculnya rasa lemas pada tengah hari tidak hanya disebabkan oleh lapar, tapi juga dehidrasi.

Minum air yang cukup pada rentang waktu berbuka sampai sahur adalah hal yang wajib dilakukan, agar sistem tubuh tetap bisa bekerja dengan maksimal.

Baca Juga: Sering Muncul Tanpa Gejala, Kenali Penyakit Batu Saluran Kemih

Minuman yang harus dihindari saat berbuka puasa

Meski terlihat remeh, nyatanya tidak semua minuman bisa digunakan untuk berbuka puasa. Dr. Fung, penulis buku The Complete Guide to Fasting, menjelaskan, air putih adalah cairan terbaik untuk membatalkan puasa.

Sedangkan untuk minuman yang harus dihindari adalah minuman yang telah mendapat zat kimia tambahan seperti soda.

Jaga kesehatan Anda dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference

1. Kementerian Kesehatan (2019), diakses pada 21 April 2020, Alasan Berbuka Puasa dengan Air Putih Hangat Lebih Menyehatkan

2. The Unconventional Route (2020), diakses pada 21 April 2020, Easy Water Fasting Tips from a Guy Who Learned the Hard Way.

3. Healthline, diakses pada 21 April 2020, What Breaks a Fast? Foods, Drinks, and Supplements

    register-docotr