Kamus Penyakit

Ini Lho 9 Penyebab Telinga Berdenging yang Wajib Kamu Tahu

November 6, 2020 | Richaldo Hariandja | dr. Pitoyo Marbun
no-image

Tinnitus atau dengingan di telinga adalah sebuah sensasi saat mendengar bunyi ‘nging’ yang panjang. Sebenarnya, apa sih penyebab telinga berdenging ini?

Meskipun tinnitus bukan sebuah gejala adanya penyakit serius, tapi sensasi ini tentu sangat mengganggu. Dengingan di telinga yang dirasakan bisa berlangsung lama atau dengan jeda. Kekencangan suara pun berbeda-beda yang dialami setiap orang.

Berbagai kondisi penyebab telinga berdenging

Dirangkum dari berbagai sumber, inilah penyebab tinnitus yang perlu kamu ketahui.

Baca Juga: Penting! Segala Sesuatu Tentang Asma yang Wajib Kamu Tahu

Sel rambut yang rusak jadi penyebab tinnitus

Kamu bisa merasakan telinga berdenging sebelah atau keduanya kapan pun.

Biasanya penyebab telinga berdenging adalah rusaknya sel rambut di dalam telinga. Akibatnya, sinyal yang dikirimkan ke otak untuk mengontrol pendengaran tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Faktor usia

Bagi beberapa orang, pendengaran menjadi berkurang seiring dengan bertambahnya usia. Hal ini biasanya terjadi di usia 60.

Berkurangnya pendengaran itu bisa terjadi di kedua telinga. Beberapa kali, mereka yang memasuki usia lanjut ini pun akan mulai merasakan masalah mendengar suara dengan frekuensi tinggi, atau berdenging.

Suara yang kencang bisa jadi penyebab telinga berdenging

Pemicu utama telinga berdenging adalah mendengarkan suara dengan volume keras. Bisa saja kamu mendengarkannya setiap hari selama bertahun-tahun, atau yang sesekali kamu dengarkan.

Sumber suara itu bisa berasal dari konser musik, acara olahraga, atau mesin dengan suara keras. Suara berdenging yang terjadi bisa di salah satu atau kedua telinga.

Puncaknya adalah kehilangan pendengaran dan rasa sakit di telinga. Kerusakan yang terjadi bisa berlangsung sementara atau permanen.

Kuping berdenging karena kotoran telinga

Secara normal, tubuh menghasilkan kotoran telinga sebagai mekanisme pertahanan dari debu dan benda lainnya. Tapi apabila kotoran ini tidak bisa dihilangkan sendiri, dia akan menumpuk.

Penumpukan kotoran telinga ini bisa menjadi penyebab tinnitus hingga kehilangan pendengaran. Tapi kamu jangan membersihkannya sendiri, ya, karena tumpukan kotoran ini harus dibersihkan secara hati-hati oleh dokter.

Tindakan pengobatan

Obat-obatan dengan resep dan yang bisa dibeli di apotek dan toko obat dapat memicu suara berdenging atau membuatnya menjadi semakin keras.

Beberapa obat yang dimaksud adalah aspirin, diuretics, anti

inflamasi nonsteroidal (NSAID), pengobatan quinine, beberapa antibiotik, antidepresan dan obat kanker.

Biasanya, semakin kuat dosisnya, semakin besar peluang penyakit telinga berdenging ini terjadi. Seringkali jika kamu berhenti meminum obat-obat itu, gejalanya pun akan turut hilang.

Namun, kamu tidak boleh asal menghentikan pengobatan, ya. Kamu harus berkonsultasi dengan dokter terkait hal ini.

Infeksi telinga dan sinus

Kamu mungkin akan merasakan telinga berdenging ketika kamu pilek. Ini bisa terjadi karena adanya infeksi di sinus atau telinga yang memengaruhi pendengaran dan meningkatkan tekanan di sinus.

Apabila ini yang menjadi penyebab telinga berdenging, maka kondisi ini tidak akan berlangsung lama. Namun jika ini tidak membaik seminggu atau sesudahnya, segeralah pergi ke dokter.

Penyebab telinga berdenging yakni adanya masalah di rahang

Masalah di rahang atau sendi temporomandibular (TMJ) dapat menyebabkan tinnitus. Kamu mungkin merasakan adanya rasa sakit di sendi ini saat kamu mengunyah atau berbicara.

Sendi ini memiliki saraf dan ligamen yang sama dengan telinga tengah kamu. Segera periksakan diri ke dokter gigi untuk mengatasi kelainan sendi ini sekaligus untuk membuat dengingan di telinga tidak bertambah buruk.

Tekanan darah jadi penyebab tinnitus

Bukan hanya tekanan darah, segala sesuatu yang meningkat dalam jangka pendek seperti stres, alkohol dan kafein dapat menjadi penyebab telinga berdenging, lho.

Mengerasnya arteri saat kondisi ini terjadi jadi pemicunya. Pembuluh darah yang dekat dengan telinga tengah dan dalam menjadi kurang elastis, sehingga aliran darah kamu menjadi deras dan terasa bersuara lebih keras.

Baca Juga: Bukan Diare Biasa, Kenali Penyakit Disentri agar Tepat Penanganannya!

Cedera berat di kepala

Cedera berat di kepala atau leher bisa menghadirkan masalah pada saraf, aliran darah dan otot. Kondisi ini bisa berujung pada telinga berdenging sebelah atau bahkan denging di kedua telinga.

American Tinnitus Association (ATA) menyebut para pasien dengan trauma di kepala dan leher kerap melaporkan kejadian kuping berdenging yang volumenya terus meningkat dan merasa ada tekanan yang terjadi.

Para pasien tersebut juga menyebut kalau suara, frekuensi serta lokasi dari tinnitus yang mereka rasakan kerap berubah-ubah dan bervariasi.

Tinnitus yang berkaitan dengan masalah di kepala, leher atau dental terkadang disebut juga dengan somatic tinnitus.

Kuping berdenging karena meniere’s disease

Meniere’s disease merupakan kelainan telinga bagian dala yang dapat menyebabkan pusing-pusing yang sangat berat (vertigo) , telinga berdenging, hilangnya pendengaran hingga sensasi telinga tersumbat. 

Penyakit meniere’s bisa menyebabkan telinga berdenging sebelah karena penyakit ini biasanya hanya menimpa satu telinga saja. 

Serangan pusing-pusing yang kamu alami biasanya terjadi secara tiba-tiba atau diawali dulu dengan periode pendek tinnitus. Namun tidak sedikit orang yang merasa pusing-pusing lama setelah tinnitus terjadi.

Penyakit ini bisa terjadi di usia berapa pun, tapi lebih sering menimpa orang dewasa di usia 40 tahun hingga 60 tahun. 

Traumatic brain injury (TBI)

Cedera traumatis di otak, yang disebabkan oleh gegar otak, dapat merusak area pemrosesan pendengaran di dalam otak dan menimbulkan gejala kuping berdenging. TBI merupakan salah satu penyebab utama tinnitus di dunia militer dan para veteran perang.

ATA mencatat sekitar 60 persen tinnitus yang dialami oleh para veteran berkaitan dengan traumatic brain injury yang terjadi secara ringan hingga berat.

Masalah kesehatan lain yang jadi penyebab kuping berdenging

Beberapa kondisi berikut ini dilaporkan oleh ATA sebagai pemicu dari tinnitus:

  • Kelainan metabolisme: Hipotiroid, hipertiroid hingga aneia
  • Penyakit autoimun: Lyme disease, fibromyalgia
  • Kelainan psikiatris: Depresi, cemas dan stress

Selain itu, Beberapa kondisi seperti sindrom fibromyalgia yang membuat sekujur tubuh sakit dan infeksi yang disebabkan oleh gigitan kutu (lyme disease) juga bisa jadi pemicu denging di telinga.

Apakah tinnitus bisa sembuh?

Sayangnya, saat ini belum ada obat untuk menyembuhkan tinnitus atau kuping berdenging. Faktanya, tinnitus bisa terjadi secara temporer atau sulit hilang, terasa ringan hingga berat, terjadi secara instan atau perlahan menjadi semakin parah.

Untuk menjawab pertanyaan apakah tinnitus bisa sembuh, situs kesehatan Healthline menyebut kalau setiap pengobatan hanya untuk membantu kamu menanggapi suara yang timbul di telinga.

Ada berbagai obat atau cara meringankan tinnitus, yaitu dengan:

  • Alat bantu pendengaran
  • Perangkat sound-masing
  • Terapi
  • Prgressive tinnitus management
  • Obat antidepresan dan antianxiety

Tinnitus merupakan kondisi yang sangat mengganggu kenyamanan. Tapi, kamu tidak boleh menyerah dengan kondisi ini, ya!

Jaga kesehatan kamu dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference
  1. Webmd.com (2018) diakses 13 Mei 2020. https://www.webmd.com/rheumatoid-arthritis/arthritis-lyme-disease#1-2
  2. Webmd.com (2019) diakses 13 Mei 2020. https://www.webmd.com/a-to-z-guides/tinnitus-lifestyle#1
  3. Healthline, diakses 06 November 2020. Tinnitus Remedies
  4. American Tinnitus Association, diakses 06 November 2020. Tinnitus causes
  5. National Institute on Deafness and Other Communication Disorders (NIDCD), diakses 06 November 2020. Meniere’s Disease
  6. Mayoclinic, diakses 06 November 2020. Tinnitus
    Berita Terkait
    register-docotr