Kamus Obat

Desoximetasone

January 31, 2021 | Arin Khurota | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Desoximetasone merupakan obat-obatan golongan kortikosteroid sintesis untuk penggunaan topikal. Obat ini memiliki fungsi hampir sama dengan golongan obat serupa, misalnya dexamethasone atau betamethasone.

Kortikosteroid pertama kali dibuat dan digunakan untuk umum pada tahun 1950. Berikut informasi selengkapnya mengenai obat desoximetasone, manfaat, dosis, cara pakai, serta risiko efek samping yang mungkin terjadi.

Untuk apa obat desoximetasone?

Desoximetasone adalah obat kortikosteroid yang digunakan untuk mengatasi berbagai masalah kulit, seperti ruam kemerahan, gatal, atau iritasi.

Obat ini hanya tersedia sebagai sediaan salep topikal untuk kulit, seperti salep, krim, gel, atau spray. Penggunaannya cukup terbatas pada area kulit tertentu dan tidak disarankan digunakan pada area kulit yang luas.

Apa fungsi dan manfaat obat desoximetasone?

Desoximetasone berfungsi sebagai agen antiinflamasi untuk mengatasi peradangan dan juga sebagai agen antipruritik untuk mengatasi ruam dan gatal.

Umumnya codeine cukup efektif mengatasi masalah kulit kronis maupun akut. Dalam dunia kesehatan, obat ini telah dimanfaatkan untuk mengatasi beberapa masalah dermatologis yang berkaitan dengan kondisi berikut:

1. Dermatitis seboroik

Dermatitis seboroik adalah kondisi kulit umum yang menyerang kulit terutama pada kulit kepala. Masalah ini menyebabkan bercak bersisik, kulit memerah dan ketombe membandel.

Dermatitis seboroik juga dapat menyerang area tubuh yang berminyak, seperti wajah, sisi hidung, alis, telinga, kelopak mata, dan dada. Namun, biasanya dermatitis seboroik bisa hilang tanpa pengobatan.

Dalam beberapa kondisi, perawatan diperlukan dengan beberapa obat kortikosteroid untuk mengatasi gangguan seboroik yang susah dihilangkan. Perawatan juga dilakukan untuk mencegah masalah berulang sehingga dalam keadaan tertentu kamu perlu berkonsultasi ke dokter.

Resep yang umum diberikan adalah obat antijamur atau krim kortikosteroid, termasuk hidrokortison dan desoximetasone. Namun, resep kortikosteroid digunakan hanya untuk jangka pendek.

2. Neurodermatitis lokal

Neurodermatitis adalah kondisi kulit yang ditandai dengan munculnya bercak kulit yang gatal. Menggaruk kulit yang gatal membuatnya semakin gatal. Siklus gatal-garuk ini menyebabkan kulit yang terkena menjadi tebal dan kasar.

Penyebab neurodermatitis belum diketahui. Menggosok dan menggaruk terus-menerus menjadi ciri dari kondisi ini.

Dalam beberapa kasus, neurodermatitis dikaitkan dengan kondisi kulit kronis, seperti kulit kering, eksim, atau psoriasis. Stres dan kecemasan juga bisa memicu rasa gatal.

Saat gejala semakin memburuk, kamu perlu memeriksakannya ke dokter. Obat-obatan yang diresepkan untuk masalah ini biasanya dari golongan kortikosteroid yang diberikan berdasarkan keparahan.

Dalam kasus ringan, obat-obatan hidrokortison dan desoximetasone dapat diberikan sebagai terapi sementara hingga gejala hilang.

Kasus gatal yang lebih serius mungkin akan diberikan obat-obatan yang lebih kuat, seperti betamethasone yang dikombinasikan dengan obat penunjang.

3. Pruritus anogenital

Pruritus anogenital merupakan salah satu masalah kulit yang ditandai rasa gatal hebat, akut atau kronis. Gangguan ini biasanya mengenai kulit anal, perianal, perineum, dan genital.

Saat merawat pruritus anogenital, iritasi dan potensi zat perangsang alergi harus dihilangkan. Terapi singkat steroid topikal potensi tinggi dapat direkomendasikan untuk meredakan nyeri sedang hingga total.

Selain itu, perawatan juga dapat diberikan antihistamin yang juga berkhasiat sebagai penenang untuk membatasi gejala di malam hari.

Pemberian obat-obatan kortikosteroid, termasuk desoximetasone harus diberikan jeda minum apabila bersamaan diberikan dengan antihistamin.

4. Psoriasis

Psoriasis adalah penyakit kulit yang menyebabkan bercak merah dan bersisik yang gatal. Masalah ini paling sering muncul pada lutut, siku, batang tubuh dan kulit kepala.

Psoriasis termasuk penyakit umum jangka panjang (kronis) yang tidak dapat disembuhkan. Masalah ini cenderung bersiklus, muncul selama beberapa minggu atau bulan, kemudian sembuh untuk sementara waktu.

Perawatan yang diberikan biasanya untuk membantu mengelola gejala. Indikasi baru desoximetasone yang ditemukan bahwa obat ini dapat mengatasi gejala yang timbul akibat psoriasis.

Sediaan topikal lebih disukai karena efek samping yang lebih sedikit daripada penggunaan obat oral. Namun, obat ini hanya digunakan dalam jangka waktu tertentu. Penyerapan obat yang cukup luas oleh peredaran darah membuat penggunaan obat topikal tetap harus dibatasi.

Merek dan harga obat desoximetasone

Obat ini telah memiliki izin edar untuk penggunaan medis di Indonesia oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Beberapa merek yang telah terdaftar, antara lain:

  • Dercason
  • Esperson
  • Desomex
  • Inerson
  • Lerskin
  • Metsocrim
  • Dexigen
  • Pyderma
  • Dexocort
  • Sterocor
  • Dexosyn
  • Topcort

Berikut beberapa nama obat generik dan obat paten desoximetasone beserta daftar harganya:

Obat generik

  • Desoximetasone 0,25% ointment 15gr. Sediaan salep generik yang diproduksi Etercon. Obat ini bisa kamu dapatkan dengan harga Rp28.045/tube.
  • Desoximetasone IF 0,25% cr 5gr. Sediaan salep generik yang bisa kamu dapatkan dengan harga Rp12.848/tube.
  • Desoximetasone 0,25% cr 10gr. Sediaan salep generik yang diproduksi oleh Combiphar. Obat ini bisa kamu dapatkan dengan harga Rp12.925/tube.
  • Desoximetasone 0,25% 15gr. Sediaan salep generik yang diproduksi oleh Dexa Medica. Obat ini bisa kamu dapatkan dengan harga Rp18.426/tube.

Obat paten

  • Imetasone 0,25% cr 5gr. Sediaan salep mengandung desoximethasone 0,25%. Obat ini bisa kamu dapatkan dengna harga Rp16.859/tube.
  • Desomex Cream 10gr. Sediaan salep mengandung desoximethasone 2,5mg/gram. Obat ini bisa kamu dapatkan dengan harga 24.654/tube.
  • Inerson cream 0,25% 15gr. Sediaan salep mengandung desoximetasone 2,5mg/g. Obat ini bisa kamu dapatkan dengan harga Rp99.050/tube.
  • Topcort cr 0,25% 10gr. Sediaan salep mengandung desoximetasone 2,5mg/g. Obat ini bisa kamu dapatkan dengan harga Rp33.140/tube.

Bagaimana cara pakai obat desoximetasone?

Gunakan obat ini sesuai petunjuk penggunaan dan dosis yang tertera di label kemasan obat atau seperti yang ditentukan oleh dokter.

Obat ini tidak untuk diminum. Obat topikal hanya untuk digunakan pada kulit. Bilas dengan air jika obat ini masuk ke mata atau mulut.

Cuci tangan sebelum dan sesudah menggunakan desoximetasone, kecuali jika kamu menggunakan obat ini untuk merawat masalah kulit pada tangan.

Oleskan tipis-tipis lapisan obat ke kulit yang terkena dan gosok dengan lembut. Jangan oleskan obat ini pada area kulit yang luas kecuali jika dokter yang menyuruh kamu melakukannya.

Jangan menutupi area kulit yang dirawat dengan perban atau penutup lain kecuali jika dokter yang menyuruh melakukannya. Menutupi area yang dirawat dapat meningkatkan jumlah obat yang diserap kulit dan dapat menyebabkan efek berbahaya.

Jika kamu menggunakan obat ini untuk area ruam sekitar popok, jangan gunakan popok yang ketat atau celana tebal.

Biasanya penggunaan obat hanya untuk penggunaan jangka pendek, misalnya hingga 4 minggu untuk psoriasis. Ikuti instruksi dosis yang telah ditentukan oleh dokter dengan sangat hati-hati.

Jika kamu menggunakan obat ini untuk mengobati plak psoriasis, kamu harus berhenti menggunakan obat ini setelah gejala kulit sudah terkendali.

Hubungi dokter apabila gejala tidak membaik setelah dua minggu menggunakan obat ini.

Kamu sebaiknya tidak berhenti menggunakan obat secara tiba-tiba. Ikuti instruksi dokter mengenai cara pengurangan dosis yang tepat.

Simpan obat desoximetasone pada suhu kamar jauh dari kelembapan dan panas matahari. Jaga agar tutup botol tertutup rapat saat tidak digunakan.

Sediaan semprotan desoximetasone mudah terbakar. Jangan gunakan di dekat panas tinggi atau api. Jangan merokok sampai krim atau gel yang diaplikasikan pada kulit benar-benar kering.

Buang semprotan topikal desoximetasone yang tidak digunakan dalam waktu 30 hari setelah kamu menggunakannya.

Berapa dosis obat desoximetasone?

Dosis dewasa

Dermatitis yang responsif terhadap kortikosteroid

Oleskan lapisan tipis salep ke area yang terkena 1 atau 2 kali sehari, bila perlu 3 kali sehari. Gosok dengan lembut.

Psoriasis plak

Sebagai semprotan 0,25%: oleskan lapisan tipis ke area yang terkena dua kali sehari. Gosok dengan lembut.

Dosis anak

Dermatitis yang responsif terhadap kortikosteroid

Anak usia di atas 6 tahun dapat diberikan dosis sama seperti dosis dewasa

Apakah desoximetasone aman untuk ibu hamil dan menyusui?

U.S. Food and Drug Administration (FDA) memasukkan obat ini dalam golongan obat kategori C.

Studi pada hewan percobaan telah menujukkan risiko efek merugikan pada janin (teratogenik). Namun, belum ada studi terkontrol yang memadai pada wanita hamil. Pengobatan dapat dilakukan apabila manfaat yang diperoleh lebih besar dari risikonya.

Belum ada data yang memadai mengenai informasi apakah obat ini dapat masuk dalam ASI. Penggunaan obat hanya dilakukan apabila kamu telah berkonsultasi dan dokter memberikan rekomendasi penggunaan obat.

Apa efek samping obat desoximetasone yang mungkin terjadi?

Risiko efek samping mungkin terjadi dari faktor penggunaan obat yang tidak sesuai dosis atau karena respons dari tubuh pasien. Berikut efek samping obat ini yang mungkin terjadi:

  • Tanda-tanda reaksi alergi, seperti gatal-gatal, sulit bernapas, pembengkakan wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan.
  • Kondisi kulit yang semakin memburuk
  • Kemerahan, kulit panas, bengkak, atau iritasi parah pada kulit yang dirawat
  • Penglihatan kabur, sakit mata, atau melihat lingkaran cahaya di sekitar lampu
  • Gula darah tinggi yang ditandai dengan gejala haus meningkat, peningkatan frekuensi buang air kecil, mulut kering
  • Kenaikan berat badan, terutama pada wajah atau punggung atas
  • Penyembuhan luka lambat
  • Kulit menipis atau berubah warna
  • Rambut tubuh meningkat
  • Kelemahan otot
  • Mual
  • Diare
  • Kelelahan
  • Perubahan suasana hati
  • Perubahan menstruasi
  • Perubahan seksual.

Efek samping umum yang mungkin terjadi dari penggunaan obat desoximetasone, antara lain:

  • Ruam, gatal, atau iritasi di sekitar mulut
  • Sensasi kulit terbakar, iritasi, gatal, atau kekeringan pada area kulit yang dirawat
  • Kemerahan atau pengerasan kulit di sekitar folikel rambut
  • Peningkatan pertumbuhan rambut
  • Lecet, jerawat, atau pengerasan pada area kulit yang dirawat
  • Perubahan warna kulit yang dirawat
  • Stretch mark.

Peringatan dan perhatian

Kamu tidak boleh menggunakan apabila kamu memiliki riwayat alergi desoximetasone atau golongan obat kortikosteroid.

Beritahu dokter mengenai semua riwayat kondisi kesehatan yang pernah kamu meiliki, terutama:

  • Semua jenis infeksi kulit
  • Reaksi kulit terhadap obat steroid apapun
  • Penyakit hati
  • Gangguan kelenjar adrenal.

Obat steroid dapat meningkatkan kadar glukosa (gula) dalam darah atau urine. Beritahu dokter apabila kamu menderita diabetes.

Tidak diketahui apakah obat topikal desoximetasone akan membahayakan bayi yang belum lahir. Sebaiknya kamu menghubungi dokter apabila kamu sedang hamil atau berencana untuk hamil.

Ibu menyusui disarankan menanyakan ke dokter saat menggunakan obat ini. Jika kamu mengoleskan desoximetasone ke dada, hindari area yang mungkin bersentuhan dengan mulut bayi.

Obat topikal ini tidak disetujui untuk digunakan oleh siapapun yang berusia di bawah 18 tahun. Beberapa merek atau bentuk desoximetasone bisa digunakan oleh orang yang lebih muda dari 18 tahun atas saran dari dokter.

Anak-anak dapat menyerap lebih banyak kandungan obat melalui kulit dan mungkin lebih cenderung memiliki efek samping. Sebaiknya kamu sangat berhati-hati saat memberikan obat ini untuk anak-anak.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

WebMD, diakses pada 21 Januari 2021, Desoximetasone Topical : Uses, Side Effects, Interactions

Healthline Media, Inc, diakses pada 21 Januari 2021, Desoximetasone | Side Effects, Dosage, Uses, and More

The Monthly Index of Medical Specialities (MIMS), diakses pada 21 Januari 2021, Desoximetasone: Indication, Dosage, Side Effect

Pusat Informasi Obat Nasional (Pionas), diakses pada 21 Januari 2021, DESOKSIMETASON | PIO Nas

    register-docotr