Kamus Obat

Bisa Bikin Kantuk, Amankah Mengonsumsi CTM sebagai Obat Tidur?

July 30, 2020 | Nik Nik Fadlah | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

CTM merupakan obat yang digunakan untuk meredakan alergi. Obat ini juga memiliki efek samping kantuk yang membuatnya sering digunakan sebagai obat tidur. Akan tetapi apakah aman menggunakan CTM untuk obat tidur? Simak penjelasannya di bawah ini.

Chlorpheniramine atau yang lebih dikenal sebagai CTM merupakan antihistamin yang dapat meredakan gejala alergi dan juga pilek.

Sebelum memutuskan mengonsumsinya sebagai obat tidur, sebaiknya cari tahu terlebih dahululah aman atau tidaknya CTM digunakan sebagai sebagai obat tidur.

Baca juga: Obat Alergi Chlorphenamine Maleate: Kenali Cara Kerja, Dosis, hingga Efek Sampingnya

Bagaimana cara kerja CTM untuk obat tidur?

CTM bekerja dengan cara memblokir zat alami tertentu (histamin) yang diproduksi oleh tubuh selama alergi. Dengan memblokir zat alami lain yang juga diproduksi oleh tubuh (asetilkolin), ini dapat membantu mengurangi beberapa cairan tubuh seperti mata berair dan pilek.

Produk ini tidak menyembuhkan atau mempersingkat gejala flu dan dapat menyebabkan efek samping yang serius. Untuk mengurangi efek samping yang lebih serius, sebaiknya patuhilah instruksi serta dosis yang diberikan oleh dokter dengan cermat.

Jangan gunakan obat ini untuk membuat anak mengantuk. Jangan pula memberikan obat batuk dan pilek lain yang mengandung bahan yang sama. Karena jika digunakan secara bersamaan dengan obat-obatan tertentu dapat menimbulkan interaksi.

Siapa saja yang tidak boleh mengonsumsi obat ini?

Produk ini tidak disarankan untuk mengobati gejala pilek pada anak di bawah 6 tahun, kecuali jika disarankan khusus oleh dokter. Bayi umur 1- 12 bulan hanya di perbolehkan mengkonsumsi obat ini jika di resepkan oleh dokter.

CTM tidak cocok untuk digunakan oleh semua orang. Jika kamu memiliki beberapa kondisi kesehatan, sebaiknya janganlah mengonsumsi obat ini. Beritahu dokter atau apoteker jika:

  • Pernah memiliki alergi terhadap CTM atau obat lainnya
  • Memiliki masalah mata (glaucoma primer sudut tertutup)
  • Memiliki masalah buang air kecil atau kandung kemih
  • Memiliki epilepsi
  • Memiliki intoleransi terhadap beberapa gula seperti laktosa atau sukrosa
  • Akan melakukan tes alergi, mengonsumsi CTM akan memengaruhi hasilnya

CTM untuk obat tidur, apa efeknya?

CTM dikenal sebagai antihistamin yang memberikan efek kantuk. Obat ini dapat membuat kamu merasa lebih mengantuk dibandingkan dengan antihistamin lainnya. Obat ini dapat dikonsumsi dalam bentuk tablet dan juga sirup.

Meskipun CTM dapat memberikan efek mengantuk, akan tetapi menggunakan CTM untuk obat tidur sangat tidak direkomendasikan. Toleransi terhadap efek sedatif antihistamin dapat berkembang dengan cepat.

Akibatnya, semakin lama kamu meminumnya sebagai obat tidur, semakin kecil pula kemungkinan obat ini memberikan efek mengantuk. Hal ini tentu saja dapat membuat kamu menambahkan dosis yang nantinya dapat menimbulkan bahaya pada tubuh.

Efek samping CTM untuk obat tidur

Efek samping dari CTM yang paling terkenal memang dapat membuat seseorang mengantuk. Akan, tetapi ctm juga memiliki efek samping lain yang tidak boleh luput dari perhatianmu.

Dilansir dari nhs.uk, berikut adalah efek samping CTM untuk obat tidur.

Efek samping umum

  • Mengantuk di siang hari
  • Merasa mual
  • Merasa pusing atau kesulitan berkonsentrasi
  • Mulut kering
  • Sakit kepala
  • Penglihatan kabur

Anak-anak dan orang-orang yang berusia di atas 65 tahun memiliki risiko yang lebih tinggi untuk terkena efek samping lain, seperti perasaan gelisah, tiba-tiba merasa semangat, atau mengalami kebingungan.

Efek samping serius

Selain memiliki efek samping umum, CTM juga dapat menimbulkan efek samping serius jika digunakan sembarangan dan tidak sesuai dengan resep dokter. Adapun, efek samping CTM yang lebih serius ialah:

  • Kulit atau bagian putih mata berwarna kuning. Ini dapat menjadi tanda-tanda adanya masalah hati
  • Memar atau mengalami pendarahan yang melebihi batas normal

Jika kamu mengalami gejala seperti di atas, sebaiknya segeralah hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Jika kamu mengalami gangguan tidur, sebaiknya janganlah menggunakan CTM untuk obat tidur.

Memang CTM memiliki efek yang dapat membuatmu mengantuk, akan tetapi perhatikanlah efek samping yang dapat ditimbulkan oleh obat ini jika kamu menggunakannya sebagai obat tidur.

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Jaga kesehatan Anda dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference

Mayo Clinic (2019). Diakses pada 26 Juli 2020. Is It OK to Use Over-The-Counter Antihistamines to Treat Insomnia?

NHS (2018). Diakses pada 26 Juli 2020. Chlorphenamine (Including Piriton) 

Webmd. Diakses pada 26 Juli 2020. Chlorpheniramine Maleate

    register-docotr