Kamus Obat

5 Jenis Obat Mual yang Bisa Dibeli di Apotek, Ini Daftarnya!

September 9, 2020 | Muhammad Hanif S. | dr. Debby Deriyanthi
no-image

Hampir setiap orang pernah mengalami mual, yaitu sensasi ingin muntah dari dalam tubuh. Pada sebagian kasus, mual adalah kondisi yang ringan dan biasanya bisa hilang sendiri. Namun, jika keadaan tak kunjung membaik, obat mual bisa menjadi solusi yang tepat untuk mengatasinya.

Beberapa obat tidak hanya bekerja untuk meredakan gejala tersebut, melainkan juga menyembuhkan penyebabnya. Sebagian besar obat mual dijual bebas di apotek. Apa saja? Yuk, simak daftarnya berikut ini.

Baca juga: Bingung Cari Obat Masuk Angin yang Ampuh? Ini Daftar Lengkapnya

Sekilas tentang obat mual

Di dunia kedokteran, obat mual dan muntah masuk dalam golongan antiemetik. Obat-obatan ini digunakan untuk mengatasi mual yang disebabkan oleh mabuk perjalanan, gangguan lambung, perawatan pascaoperasi, dan berbagai kondisi lainnya.

Mengutip dari Medical News Today, pada umumnya, semua obat antiemetik memiliki cara kerja yang hampir sama, yaitu membantu tubuh untuk memblokir neurotransmiter tertentu. Neurotrasmiter tersebut bertanggung jawab atas munculnya impuls (rangsangan) yang bisa menyebabkan mual.

Berbagai macam obat mual yang tersedia di apotek

Rasa mual yang ada di perut tak hanya muncul karena satu alasan, tetapi ada berbagai faktor yang bisa memengaruhinya. Mulai dari faktor kehamilan, dampak konsumsi obat-obatan, atau sekadar mabuk perjalanan. Berikut lima jenis obat untuk mual yang bisa kamu dapatkan di apotek:

1. Mual karena mabuk perjalanan

Antihistamin adalah salah satu antiemetik yang direkomendasikan untuk rasa mual karena mabuk perjalanan. Selama ini, sebagian orang mungkin menganggap antihistamin sebagai obat untuk alergi. Faktanya, obat ini memiliki fungsi lain seperti meredakan mual.

Antihistamin dapat membantu mengurangi kepekaan telinga terhadap gerakan kepala. Telinga bagian dalam merupakan organ penting untuk mengatur keseimbangan.

Saat kamu dalam perjalanan, gerakan atau goyangan kendaraan bisa memengaruhi keseimbangan tersebut, lalu menimbulkan rasa mual.

Obat untuk mengatasi mual dengan kandungan antihistamin yang bisa kamu dapatkan di apotek di antaranya adalah dimenhydrinate (Gravol, Dramamine), meclizine (Bonine), diphenhydramine (Benadryl) dan promethazine (Phenergan).

2. Mual karena faktor kehamilan

Mual adalah kondisi yang hampir pasti terjadi pada setiap wanita hamil. Namun, pada keadaan yang parah, obat golongan antiemetik dapat menjadi solusi untuk meredakannya. Kamu bisa menggunakan obat yang mengandung antihistamin seperti yang telah disebutkan di atas.

Selain antihistamin, kamu dapat mengonsumsi suplemen vitamin B6 seperti piridoksin, atau penghambat reseptor dopamin seperti prochlorperazine. Obat-obatan tersebut bisa mengurangi rasa mual tingkat ringan.

Jika kondisinya tak kunjung membaik, kamu bisa minum metoclopramide. Obat ini fokus bekerja pada organ pencernaan, tempat di mana mual dirasakan.

3. Mual karena gangguan pencernaan

Salah satu penyebab mual paling umum adalah adanya masalah pada lambung. Dari banyak penyakit, gastroenteritis merupakan yang sering dialami banyak orang. Penyakit yang juga disebut dengan flu perut ini terjadi karena adanya iritasi di sekitar organ pencernaan, terutama usus.

Terkadang, muntah adalah hal yang bisa dilakukan untuk meringankan mual. Namun, terlalu sering muntah justru dapat merusak saluran pencernaan itu sendiri. Oleh karena itu, ada baiknya kamu mengonsumsi obat antiemetik yang tepat, misalnya bismuth-subsalisilat.

Obat tersebut bekerja dengan memperkuat lapisan dinding saluran pencernaan agar iritasi bisa segera mereda. Khasiat tersebut juga bisa didapatkan dari beberapa obat yang mengandung asam fosfat (Emetrol) dan natrium sitrat (Nauzene).

4. Mual efek kemoterapi

Kemoterapi adalah pengobatan kanker yang memiliki sederet efek samping untuk tubuh, salah satunya adalah mual berkepanjangan. Berbeda dengan mual biasa, mual akibat efek kemoterapi bisa bertahan lebih lama.

Untuk meredakannya, kamu bisa menggunakan obat antiemetik yang bekerja dengan cara menghambat reseptor NK1, serotonin, dan dopamin. Obat-obatan itu meliputi:

  • Penghambat reseptor serotonin: dolasetron (Anzemet), ondansetron (Zofran, Zuplenz), granisetron (Sancuso, Kytril), dan palonosetron (Aloxi).
  • Antagonis dopamin (penghambat reseptor dopamin): domperidone (Motilium), olanzapine (Zyprexa), dan prochlorperazine (Compazine).
  • Penghambat reseptor NK1: rolapitant (Varubi), aprepitant (Emend).

Selain obat-obat di atas, kamu juga bisa menggunakan kortikosteroid seperti deksametason (DexPak).

Baca juga: Kemoterapi: Ketahui Prosedur dan Efek Sampingnya

5. Antimemetik untuk prosedur operasi

Proses anestesi pada pasien operasi dapat memberikan efek pada tubuh seperti mual. Obat golongan antiemetik biasanya dikonsumsi dalam jangka waktu tertentu setelah operasi untuk menghilangkan efek tersebut, di antaranya:

  • Penghambat reseptor serotonin: dolasetron, ondansetron, dan granisetron.
  • Penghambat reseptor dopamin: droperidol (Inapsine), metoclopramide (Reglan), dan domperidone.
  • Kortikosteroid: deksametason.

Nah, itulah berbagai macam obat mual berdasarkan penyebabnya yang bisa kamu beli di apotek. Jangan lupa untuk perhatikan takaran dosis dan aturan minum yang tersedia pada label kemasan, ya. Tetap jaga kesehatan!

Konsultasi kesehatan bisa ditanyakan pada dokter ahli di Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

  1. Medical News Today, diakses 6 September 2020, Types and side effects of antiemetic drugs.
  2. Healthline, diakses 6 September 2020, Antiemetic Drugs.

    Berita Terkait
    register-docotr