Kamus Obat

5 Jenis Obat Mual Muntah yang Bisa Dibeli di Apotek, Ini Daftarnya!

February 25, 2021 | Muhammad Hanif S. | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Hampir setiap orang pernah mengalami mual, yaitu sensasi ingin muntah dari dalam tubuh. Pada sebagian kasus, mual adalah kondisi yang ringan yang bisa hilang sendiri. Namun, jika keadaan tak kunjung membaik, obat mual muntah bisa menjadi solusi yang tepat untuk mengatasinya.

Beberapa obat tidak hanya bekerja untuk meredakan gejala tersebut, melainkan juga menyembuhkan penyebabnya. Sebagian besar obat mual dijual bebas di apotek. Apa saja? Yuk, simak daftarnya berikut ini!

Baca juga: Bingung Cari Obat Masuk Angin yang Ampuh? Ini Daftar Lengkapnya

Apa penyebab mual?

Mual bisa berasal dari berbagai penyebab. Beberapa orang sangat sensitif terhadap gerakan atau makanan, obat-obatan, atau efek kondisi medis tertentu. Semua hal ini bisa menyebabkan mual. Berikut ini beberapa hal umum yang menyebabkan mual pada seseorang: 

  • Kamu mengonsumsi terlalu banyak makanan pada satu waktu
  • Menghirup aroma yang menjijikan atau tidak aroma yang tidak kamu sukai
  • Berada dalam kendaraan atau mabuk perjalanan
  • Sedang dalam masa kehamilan, khususnya pada trimester awal kehamilan
  • Terlalu banyak mengonsumsi minuman keras

Selain itu ada juga bebearpa penyakit lain yang bisa menyebabkan kamu mengalami mual:

  • Memiliki penyakit maag
  • Menderita penyakit refluks asam lambung (GERD)
  • Radang pada saluran pencernaan (gastroenteritis)
  • Radang usus buntu
  • Hambatan pada saluran pencernaan
  • Keracunan makanan
  • Vertigo
  • Migrain
  • Infeksi telinga
  • Tumor otak
  • Serangan jantung atau gagal jantung
  • Efek samping konsumsi obat-obatan, seperti antibiotik (erythromicin), obat pereda nyeri (ibuprofen, aspirin), atau obat darah tinggi (nifefipine)
  • Efek samping kemoterapi dan setelah operasi

Bagaimana cara mengobati mual?

Perawatan untuk mual tergantung pada penyebabnya. Terdapat beberapa obat yang mampu mengatasi mual tergantung pada penyebabnya misalnya mabuk perjalanan juga dapat dibantu dengan obat-obatan seperti dimenhydrinate (Dramamine) dan antihistamin.

Minum obat untuk mengatasi penyebab mual juga dapat membantu. Contohnya termasuk pengurang asam lambung untuk GERD atau obat pereda nyeri untuk sakit kepala hebat.

Menjaga tubuh tetap terhidrasi dapat membantu meminimalkan dehidrasi setelah mual mereda. Ini termasuk meminum sedikit cairan bening, seperti air atau minuman yang mengandung elektrolit.

Saat mulai mengonsumsi kembali makanan setelah mual, akan sangat membantu untuk tetap berpegang pada diet pisang, nasi, saus apel, dan roti panggang sampai perut lebih tenang.

Sekilas tentang obat mual muntah

Di dunia kedokteran, obat mual muntah masuk dalam golongan antiemetik. Obat-obatan ini digunakan untuk mengatasi mual yang disebabkan oleh mabuk perjalanan, gangguan lambung, perawatan pascaoperasi, dan berbagai kondisi lainnya.

Mengutip dari Medical News Today, pada umumnya, semua obat antiemetik memiliki cara kerja yang hampir sama, yaitu membantu tubuh untuk memblokir neurotransmiter tertentu. Neurotrasmiter tersebut bertanggung jawab atas munculnya impuls (rangsangan) yang bisa menyebabkan mual.

Berbagai macam obat mual yang tersedia di apotek

Rasa mual yang ada di perut tak hanya muncul karena satu alasan, tetapi ada berbagai faktor yang bisa memengaruhinya. Mulai dari faktor kehamilan, dampak konsumsi obat-obatan, atau sekadar mabuk perjalanan.

Berikut lima jenis obat untuk mual yang bisa kamu dapatkan di apotek:

1. Obat mual untuk mabuk perjalanan

Antihistamin adalah salah satu antiemetik yang direkomendasikan untuk rasa mual karena mabuk perjalanan. Selama ini, sebagian orang mungkin menganggap antihistamin sebagai obat untuk alergi. Faktanya, obat ini memiliki fungsi lain seperti meredakan mual.

Antihistamin dapat membantu mengurangi kepekaan telinga terhadap gerakan kepala. Telinga bagian dalam merupakan organ penting untuk mengatur keseimbangan.

Saat kamu dalam perjalanan, gerakan atau goyangan kendaraan bisa memengaruhi keseimbangan tersebut, lalu menimbulkan rasa mual.

Obat untuk mengatasi mual dengan kandungan antihistamin yang bisa kamu dapatkan di apotek di antaranya adalah dimenhydrinate (Gravol, Dramamine), meclizine (Bonine), diphenhydramine (Benadryl) dan promethazine (Phenergan).

2. Obat mual ibu hamil

Mual adalah kondisi yang hampir pasti terjadi pada setiap wanita hamil. Namun, pada keadaan yang parah, obat mual ibu hamil yang bisa dipilih umumnya dari golongan antiemetik.

Kamu bisa menggunakan obat yang mengandung antihistamin seperti yang telah disebutkan di atas.

Selain antihistamin, kamu dapat mengonsumsi suplemen vitamin B6 seperti piridoksin, atau penghambat reseptor dopamin seperti prochlorperazine. Obat-obatan tersebut bisa mengurangi rasa mual tingkat ringan.

Suplemen yang mengandung vitamin B6 ini mampu membantu ibu hamil mengatasi mual dan muntah selama kehamilan. Beberapa merk yang bisa dipilih adalah Liconam-10, Pyridoxine HCL, dan Vitamin B6.

Namun perlu diingat bahwa obat mual ibu hamil, dosis yang diperbolehkan adalah 75 mg. Serta hanya boleh dikonsumsi sehari sekali atau sesuai anjuran dokter, ya.

Jika kondisinya tak kunjung membaik, kamu bisa minum metoclopramide. Obat ini fokus bekerja pada organ pencernaan, tempat di mana mual dirasakan.

3. Obat mual untuk gangguan pencernaan

Salah satu penyebab mual paling umum adalah adanya masalah pada lambung. Dari banyak penyakit, gastroenteritis merupakan yang sering dialami banyak orang. Penyakit yang juga disebut dengan flu perut ini terjadi karena adanya iritasi di sekitar organ pencernaan, terutama usus.

Terkadang, muntah adalah hal yang bisa dilakukan untuk meringankan mual. Namun, terlalu sering muntah justru dapat merusak saluran pencernaan itu sendiri. Oleh karena itu, ada baiknya kamu mengonsumsi obat antiemetik yang tepat, misalnya bismuth-subsalisilat.

Obat tersebut bekerja dengan memperkuat lapisan dinding saluran pencernaan agar iritasi bisa segera mereda. Khasiat tersebut juga bisa didapatkan dari beberapa obat yang mengandung asam fosfat (Emetrol) dan natrium sitrat (Nauzene).

4. Obat mual untuk efek kemoterapi

Kemoterapi adalah pengobatan kanker yang memiliki sederet efek samping untuk tubuh, salah satunya adalah mual berkepanjangan. Berbeda dengan mual biasa, mual akibat efek kemoterapi bisa bertahan lebih lama.

Untuk meredakannya, kamu bisa menggunakan obat antiemetik yang bekerja dengan cara menghambat reseptor NK1, serotonin, dan dopamin. Obat-obatan itu meliputi:

  • Penghambat reseptor serotonin: dolasetron (Anzemet), ondansetron (Zofran, Zuplenz), granisetron (Sancuso, Kytril), dan palonosetron (Aloxi).
  • Antagonis dopamin (penghambat reseptor dopamin): domperidone (Motilium), olanzapine (Zyprexa), dan prochlorperazine (Compazine).
  • Penghambat reseptor NK1: rolapitant (Varubi), aprepitant (Emend).

Selain obat-obat di atas, kamu juga bisa menggunakan kortikosteroid seperti deksametason (DexPak).

Baca juga: Kemoterapi: Ketahui Prosedur dan Efek Sampingnya

5. Antiemetik untuk prosedur operasi

Proses anestesi pada pasien operasi dapat memberikan efek pada tubuh seperti mual. Obat golongan antiemetik biasanya dikonsumsi dalam jangka waktu tertentu setelah operasi untuk menghilangkan efek tersebut, di antaranya:

  • Penghambat reseptor serotonin: dolasetron, ondansetron, dan granisetron
  • Penghambat reseptor dopamin: droperidol (Inapsine), metoclopramide (Reglan), dan domperidone
  • Kortikosteroid: deksametason

Baca juga: Muntah Darah saat Hamil Apakah Normal? Ketahui Penyebab & Efeknya ke Janin!

6. Obat mual karena cemas berlebihan

Ketika seseorang dalam kondisi cemas, hal itu bisa menyebabkan mual dan muntah. Ini adalah cara tubuh bereaksi terhadap stres dan rasa panik yang timbul.

Demi mengatasi mual akibat kecemasan berlebih tersebut, pada umumnya dokter memberikan resep obat antiemetik seperti prochlorperazine. Obat mual ini bekerja mengendalikan rangsangan abnormal di otak.

Prochlorperazine adalah jenis obat anti muntah sekaligus antipsikotik, yang biasa diresepkan untuk mengobati skizofrenia. Namun, ini bukan obat untuk menyembuhkan penyakit, melainkan hanya membantu meredakan gejala mual yang sering diakibatkannya.

Cara alami mengatasi mual 

Mual bisa diredakan tanpa mengonsumsi obat. Beberapa cara menghilangkan mual secara alami yang bisa kamu coba, yaitu:

  • Konsumsi banyak air, kamu bisa minum air putih, air jahe, teh, atau cairan lain yang mampu membuat perut terasa lebih nyaman. Cukup asupan air juga menghindari kamu dari dehidrasi. 
  • Konsumsi makanan yang lunak atau mudah dicerna untuk sementara waktu seperti, dicerna, seperti pisang, nasi, biskuit dan bubur. 
  • Hindari makanan yang digoreng, makanan pedas, kopi, dan minuman bersoda sampai mual reda. 
  • Beristirahat, beraktivitas saat mual dapat memperparah mual dan memicu muntah. Oleh karena itu, hentikan dulu aktivitas dan beristirahatlah dalam posisi duduk atau berbaring. Usahakan agar posisi kepala lebih tinggi dari bagian tubuh lain.
  • Mengatur pernapasan dengan baik, Cobalah untuk menggunakan teknik pernapasan ini dengan menghirup udara melalui hidung selama 3 detik, lalu tahan napas selama 3 detik, dan kemudian mengembuskan napas selama 3 detik.
  • Kompres leher belakang dengan es atau air dingin hal ini membuat suhu tubuh cenderung naik. Cara ini dinilai bisa mengembalikan kondisimu kembali segar seperti semula.
  • Mengalihkan fokus, mual bisa muncul karena pikiran-pikiran tertentu dan bukan karena penyakit atau gangguan fisik. Demi mengatasinya kamu cukup mengalihkan fokus pikiran dengan melakukan hal-hal yang disenangi.

Bagaimana cara ampuh mencegah mual?

Demi mencegah mual terjadi, kamu bisa minum obat anti-mual atau yang disebut juga obat skopolamin. Baiknya konsumsi obat ini sebelum bepergian atau sebelum melakukan kegiatan yang memicu terjadinya mual.

Perubahan pada kebiasaan makan, seperti makan dalam porsi kecil dan sering, dapat membantu mengurangi gejala mual. 

Kemudian menghindari aktivitas fisik yang intens setelah makan, menghindari makanan pedas, tinggi lemak, atau berminyak juga bisa membantu mengurangi mual.

Contoh makanan yang cenderung tidak menyebabkan mual termasuk sereal, biskuit, roti panggang, gelatin, dan kaldu.

Apakah ketika mual harus periksa ke dokter?

Seperti dilansir laman Healthline, apabila kamu mengalami mual yang disertai dengan gejala serangan jantung sangat disarankan untuk segera mencari pertolongan medis.

Gejala serangan jantung termasuk nyeri dada yang sangat parah, sakit kepala hebat, nyeri rahang, berkeringat, atau nyeri di lengan kiri. 

Kamu juga harus mencari pertolongan darurat jika mengalami mual disertai sakit kepala parah, leher kaku, kesulitan bernapas, atau kebingungan.

Cari bantuan medis jika curiga telah menelan zat beracun atau mengalami dehidrasi.

Temui dokter jika mual membuat kamu tidak dapat makan atau minum selama lebih dari 12 jam. Selain itu kamu juga harus menemui dokter apabila gejala mual tidak mereda dalam waktu 24 jam setelah mencoba obat-obat yang dijual bebas.

Nah, itulah berbagai macam obat mual berdasarkan penyebabnya yang bisa kamu beli di apotek. Jangan lupa untuk perhatikan takaran dosis dan aturan minum yang tersedia pada label kemasan, ya. Tetap jaga kesehatan!

Konsultasi kesehatan bisa ditanyakan pada dokter ahli di Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

  1. Medical News Today, diakses 6 September 2020, Types and side effects of antiemetic drugs.
  2. Healthline, diakses 6 September 2020, Antiemetic Drugs.
  3. Healthline, diakses 25 Februari 2021, Everything You Should Know About Nausea 

    register-docotr